Tuesday, September 3, 2013

URBAN LEGEND #30: DECAPITATED HEAD

 

DECAPITATED HEAD

KEPALA YANG TERPENGGAL

1232997-441366- 

Bunuh diri dengan cara menabrakkan diri ke arah kereta yang melaju adalah cara mati yang sangat mengerikan. Mengerikan karena tubuhmu akan hancur dan tercerai berai sehingga tak bisa lagi dikenali. Pihak berwenang yang menemukanmu juga lebih memilih tidak merepotkan diri mereka dengan mengumpulkan serpihan2 tubuhmu. Hanya mengambil potongan yang besar saja dan meninggalkan sisanya di rel.

Suatu hari seorang pria memutuskan bunuh diri dengan cara tersebut. Orang-orang yang menyaksikannya menjerit ketika tubuh pria itu hancur ditabrak kereta yang dengan kencang melaju.

Kepalanya yang terpenggal terjatuh tepat di depan orang-orang itu.

Hanya dalam sedetik, kerumunan orang pun bertambah ramai. Mereka ingin melihat apa yang sedang terjadi.

Tiba-tiba kepala yang tergeletak di jalan itu membuka matanya.

Dengan geram ia berkata,

“Jangan menonton! Ini bukan pertunjukan!”

URBAN LEGEND #29: BASEMENT

 

BASEMENT

RUANG BAWAH TANAH

basement-room

Ibu memperingatkanku agar jangan pernah pergi ke ruang bawah tanah, namun aku ingin melihatnya. Aku selalu mendengar suara dari ruang bawah tanah. Usranya seperti rengekan anak anjing dan aku selalu ingin memiliki anak anjing! Jadi suatu hari aku nekad membuka pintu ruang bawah tanah dan berjingkat-jingkat menuruni tangga. Aku tak melihat seekor anak anjingpun. Malah aku mendengar suara teriakan ibuku untuk segera keluar dari situ. Ups, aku ketahuan!

Karena suara bentakan ibuku, aku jadi menangis. Ibu akhirnya tidak jadi memarahiku. Ia hanya memperingatkanku agar jangan pernah masuk ke ruang bawah tanah lagi. ibu juga memberiku permen, asyik.

Permen itu membuat perasaanku jadi lebih baik, jadi aku memutuskan tidak menanyakan pada ibu mengapa anak laki2 yang berada di ruang bawah tanah bersuara seperti anak anjing.

Aku juga tidak menanyakan mengapa ia tak memiliki tangan dan kaki.

URBAN LEGEND #28: THE “GOOD” GHOST

 

“GOOD” GHOST

HANTU “BAIK”

ju-on-the-grudge 

Sepasang suami istri sedang mengendarai mobil di pegunungan ketika tiba2 sang suami melihat seorang anak di tengah jalan. Dengan sigap, sang suami menginjak rem. Mobil itu berhenti mendadak, membuat sang istri kaget.

“Ada apa?”

“Ada anak tadi di depan. Kamu tidak melihatnya?”

Suami istri itu segera keluar untuk melihat apakah anak itu terluka. Namun mereka tak melihat apapun atau siapapun di sana.

Kemudian barulah mereka menyadari, mereka hampir saja mati.

Di tikungan depan mereka, ternyata terdapat sebuah jurang. Di amalm seperti itu, mereka takkan mungkin menyadarinya. Jika saja mereka tidak mengerem tadi, mereka pasti akan terjatuh ke jurang itu.

“Aku tahu,” kata sang istri, “Anak itu pasti hantu yang baik. Dia pasti ingin menyelamatkan kita.”

Tiba-tiba sang wanita merasakan dua tangan menjalar naik ke pundaknya dan terdengar suara bisikan di telinganya.

“Seharusnya kalian tadi mati ...”

URBAN LEGEND #27: LAST KISS

 

LAST KISS

CIUMAN TERAKHIR

lastkiss 

Seorang pria bekerja di sebuah pabrik penggilingan. Suatu hari karena ceroboh, ia mengalami kecelakaan mengerikan. Tubuhnya terpeleset dan masuk ke mesin penggilingan. Teriakannya membuat para rekan pekerjanya datang untuk menolong. Mereka segera mematikan mesin penggiling itu. Namun terlambat. Separuh tubuhnya telah masuk ke dalam mesin, dari pinggang ke bawah.

Karena syok, ia bahkan tak merasakan sakit lagi. Namun teman2nya ngeri melihat genangan darah yang teramat banyak di bawahnya. Separuh tubuhnya yang masuk ke mesin sudah dipastikan hancur.

Paramedis datang dan ikut ngeri melihat kejadian. Pria itu masih hidup, bahkan masih sadar. Namun tubuhnya makin lama makin pucat. Ia kehilangan banyak darah dan tak ada cara apapun untuk mengeluarkan tubuh pria itu dari mesin tanpa membunuhnya.

Rekan2 kerjanya akhirnya berdiskusi. Mereka sepakat memanggil istri sang pria. Wanita itu datang dan syok melihat keadaan suaminya. Namun akhirnya ia bisa menerima keadaan suaminya. Dengan berlinang air mata, ia mencium suaminya untuk yang terakhir kali.

Pemuda itu makin lemah namun masih tersadar. Ia melihat rekan2 kerjanya mengelilinginya. Ia berpikir mereka datang untuk menolongnya dan menarik tubuhnya keluar dari mesin itu.

“Teman, kami tak bisa membiarkanmu seperti ini. Bila engkau kami keluarkan, engkau akan mati kehabisan darah. Jika kami membiarkanmu di sana, maka kamu akan mati perlahan dengan sangat menyakitkan. Maafkan kami, kami harus mengambil keputusan ini. Ini yang terbaik untukmu.”

“Apa maksud kalian?”

“Maafkan kami sekali lagi, teman.”

Dan merekapun menyalakan mesin penggiling itu.

URBAN LEGEND #26: THE RING

 

THE RING

CINCIN

  royal-house-haikyo-564x376

Di Prefektur Gunma, Jepang terdapat berita tentang satu keluarga bernama Suzuki yang ditemukan tewas dalam rumah mereka. Ternyata ayah mereka menjadi gila dan membantai seluruh keluarganya, lalu bunuh diri. Setelah kasusnya dianggap selesai oleh polisi, pihak kota kemudian memutuskan merubuhkan rumah itu. Sekelompok mahasiswa Tokyo yang menamakan diri mereka: “Grup Peneliti Paranormal” memutuskan untuk melihat2 rumah itu pada suatu malam sebelum rumah itu benar2 dirubuhkan. Mereka terdiri atas dua laki-laki dan dua perempuan.

Ketika mereka tiba di sana, hari sudah larut malam dan tempat itu benar2 berantakan sebab tengah berada dalam proses penghancuran. Sambil membawa sebuah kamera video, mereka sambil tertawa-tawa menjelajah tempat itu.

“Halo Pak dan Bu Suzuki....permisi...” kata mereka sambil tertawa, “Apa ini dapur kalian? Bolehkah kami menggunakan kamar mandimu?”

Mereka menghabiskan malam itu penuh dengan becandaan, hingga pagi hampir tiba dan merekapun memutuskan untuk mengakhiri petualangan mereka.

“Selamat tinggal, Pak dan Bu Suzuki...terima kasih sudah mengizinkan kami masuk ...” salah seorang mahasiswa mengucapkan salam perpisahan sambil terkikik.

Namun saat mereka hendak pergi, salah satu gadis menemukan sebuah cincin tergeletak di reruntuhan rumah itu.

“Hei, aku akan menyimpan ini sebagai kenang2an.” Ujar gadis itu pada teman-temannya sambil menyematkan cincin itu ke jarinya.

Har berikutnya, mereka menyetel hasil rekaman itu bersama-sama di kamar salah satu mahasiswa.

“Halo Pak dan Bu Suzuki...permisi...”

Terdengar suara bisikan lirih dengan suara serak di dalam video itu,

“Selamat datang...”

Mereka tercekat. Keringat dingin membasahi tubuh mereka. Di dalam rekaman itu, mereka mendengar suara yang pada malam sebelumnya tak mereka dengar.

“Apa ini dapur kalian?”

“Ya...”

“Bolehkah kami menggunakan kamar mandimu?”

“Silahkan...”

“Selamat tinggal, Pak dan Bu Suzuki...terima kasih sudah mengizinkan kami masuk ...”

“Jangan pergi...aku ingin ikut dengan kalian...”

Mereka semua gemetar. Tak ada yang mampu mengatakan apa-apa. Bulu kuduk mereka berdiri mendengar kata-kata terakhir. Namun itu belum semuanya.

Di telinga gadis yang mengambil cincin tadi malam, terdengar suara bisikan serak, tepat di telinganya.

“Hai, bisa tolong kembalikan cincinku...”

URBAN LEGEND #25: SHE

 

SHE

WANITA ITU

  tumblr_m6p0k1hMdm1r3t655o1_500

Saat itu aku sudah seminggu tak masuk ke kantor. Seorang temanku datang menjenguk. Ketika masuk, ia menemukanku meringkuk di dalam selimut di atas tempat tidur. Ia heran meliha wajahku yang tampak ketakutan. Ketika bertanya mengapa aku tidak masuk kerja, aku hanya menjawab.

“Ia tak membolehkanku pergi.”

“Dia siapa?”

Aku hanya terdiam di atas kasur, menatap tepat ke belakang temanku itu. Ia tak menyadari bahwa di antara bagian belakang lemari dan dinding yang jaraknya hanya beberapa centimeter.

Dia masih di situ.

Seorang wanita dengan rambut panjang menyeringai kepadaku.

Ia tergencet di sana dan sambil menatap kami, ia mengangkat jari telunjuknya ke bibirnya.

“Ssssst...”

URBAN LEGEND #24 : I KNOW …

 

I KNOW

AKU TAHU

monster_under_the_bed_by_xroryx-d3fggsa 

Seorang anak berusia 10 tahun sedang tidur di kamarnya seperti biasa ketika ia mendengar suara langkah kaki di luar pintu kamarnya. Saat itu masih tengah malam dan karena penasaran, ia mengintip melalui lubang kunci untuk melihat apa yang terjadi.

Namun ia melihat sesuatu yang mengerikan. Seorang pembunuh dengan tangan berlumuran darah tengah menggendong mayat ayahnya menuruni tangga. Ia naik kembali hanya untuk menggendong mayat kedua, mayat ibunya.

Pembunuh itu naik lagi. Karena ketakutan, sang anak langsung naik kembali ke atas tempat tidur. Namun sebelumnya, ia sempat melihat sang pembunuh menuliskan sesuatu dengan darah di dinding tepat di luar kamarnya.

Suara pintu berdecit memecah keheningan malam. Pembunuh itu dengan langkah perlahan memasuki kamar bocah itu. Tanpa suara, pembunuh itu bersembunyi di bawah kolong tempat tidur anak itu, membiarkan pintu kamarnya terbuka lebar.

Sang anak memejamkan matanya, ketakutan setengah mati. Ia mencoba berpura2 tidur. Sebagai anak berusia 10 tahun, hanya itu yang terlintas di pikirannya. Ia sangat berharap pembunuh itu segera pergi meninggalkannya.

Anak itu bisa mendengar desah napas pembunuh itu di bawah tempat tidurnya. Dengan bercucuran keringat dingin, anak itu mencoba membuka matanya sedikit.

Sekaran, dengan pintu kamarnya terbuka lebar, ia bisa membaca apa yang dituliskan pembunuh itu di dinding.

“AKU TAHU KAU SUDAH BANGUN."