Saturday, January 17, 2015

RIDDLE #20: KOLEKSI RIDDLE PIC (DAN GAMBAR SERAM) #3

 

Pic #1

d2987caf

 

RIDDLE #19: KOLEKSI RIDDLE PIC (DAN GAMBAR SERAM) #2

 

Pic #1

128915d5

 

RIDDLE #18: KOLEKSI RIDDLE PIC (DAN GAMBAR SERAM) #1

 

Riddle pic kali ini spesial sebab ada juga gambar2 seram yang bukan riddle alias sudah jelas banget letak keseramannya dimana. Namun ada juga beberapa riddle pic yang dijamin bikin kalian puyeng 7 keliling karena levelnya sudah bukan medium atau advance lagi alias level INSANE. Silakan dipecahkan!

NB: silakan perbesar gambar jika kalian belum menemukan keanehannya. Jangan takut sebab tak ada di antara gambar ini yang bertipe GIF. Gue juga benci banget ama jump scare!

Pic #1

5de3485c

RIDDLE #17: NANNY

 

NANNY

PENGASUH

level: easy

 

Matahari terbit. Kedua orang tuaku hendak pergi bekerja. Aku sedang tidur di kamarku. Ibuku menyuruh pengasuhku agar merawatku dengan baik. Saat terbangun, aku segera mencari ibuku. Saat aku menemukannya, ia langsung memelukku dan menciumku. Orang tuaku kemudian pergi. Pintu rumah sudah terkunci dan slot juga sudah terpasang. Pengasuhku membawaku ke ruang tengah lalu mengajakku bermain ke lantai dua. Namun aku ingin menonton Spongebob saja di TV di ruang tengah.

Belum 10 menit, orang tuaku sudah kembali. Kemudian terdengar teriakan ibuku, “Ade!!! Buka pintunya!”

Kemana pengasuhku? Mungkin ia sedang menjemur pakaian di atas. Dengan malas, aku berjalan ke arah pintu, membuka kunci, dan menggeser slotnya. Aku melihat muka ibuku sangat merah dan matanya berair. Ayahku diam saja, namun mukanya seperti sedang mengkhawatirkan sesuatu. Dan di belakang ibuku ada seseorang. Siapa? Oh, ternyata pengasuhku.

RIDDLE #16: DISTRESS IN THE MOUNTAIN

 

DISTRESS IN THE MOUNTAIN

MASALAH DI TENGAH GUNUNG

level: medium

 

Saat berkemah bersama seorang temanku, aku mengabaikan nasehat dari temanku yang sudah terbiasa naik gunung. Akibatnya kami berdua terjatuh dari sebuah tebing dan terpisah dari temanku. Saat itu sudah malam sehingga aku tak bisa melihat apapun. Kaki kiriku terluka, namun selain itu, aku tak mengalami luka yang parah. Mustahil bagiku untuk mencoba memanjat tebing di depanku, jadi aku memutuskan masuk ke hutan untuk mencari pertolongan.

Hutan sangat lebat namun akhirnya aku berhasil melihat sebuah cahaya. Ternyata ada sebuah pondok dan orang-orang yang tinggal di dalamnya segera menolongku. Keesokan harinya, tim pencari menemukan jenazah temanku. Tubuhnya hancur dan remuk, seakan dipukul oleh sesuatu yang sangat berat. Ia mati seketika dan di sampingnya terdapat bekas seretan yang sangat aneh.

RIDDLE #15: CONVINIENCE STORE

 

CONVINIENCE STORE

TOKO SERBA ADA

level: medium

 

Aku tiba-tiba ingin makan mie instan di tengah malam. Akupun pergi ke sebuah toko serba ada karena persediaan mie-ku sudah habis. Untung saja toko ini selalu buka 24 jam. Aku membeli mie instan kesukaanku sambil mendengarkan i-Pod, kemudian membayarnya, dan pergi. Huh, oh ya aku lupa di sini sering sekali terjadi perampokan! Tak jarang ada yang dibunuh. Kok aku malah malam-malam ke sini ya? Dasar bodoh!

Tiba-tiba di luar toko serba ada, aku merasa pundakku ditepuk. Aku menoleh dan melihat seorang wanita berbaju putih di sampingku.

“Apa kau tahu jalan ke stasiun?”

“Oh, jalan saja ke arah sana! ” tunjukku, “Tapi jam segini kereta mungkin sudah habis.”

“Terima kasih!” ia kemudian pergi ke arah yang aku tunjuk.

Begitu sadar apa yang terjadi, aku kemudian membeku ketakutan. Aku langsung berlari pulang dan tak pernah lagi pergi ke toko serba ada itu.

RIDDLE #14: ROBBER

 

ROBBER

PENCURI

level: easy

 

Suatu hari seorang perampok tertangkap. Perampok itu menderita luka bakar yang parah di wajahnya dan luka-luka memar bekas pukulan di sekujur tubuhnya. Seorang polisi yang ditugaskan menangkapnya kemudian menginterogasi sang pemilik rumah.

“Orang ini tiba-tiba masuk dari jendela dan berusaha membunuhku dengan pisau!”

Sang polisi bertanya, “Lalu kenapa wajahnya bisa terbakar begitu”

“Saat itu aku sedang memanaskan air untuk membuat kopi ketika pencuri ini datang. Untung saja air di dalam panci ini sudah mendidih sehingga aku segera menyiramkannya ke wajah si pencuri.”

“Lalu luka-luka di tubuhnya?” tanya si polisi lagi.

“Ehm ... ceritanya agak memalukan. Aku takut jika ia menusukku dengan pisau untuk membalas dendam sehingga aku kemudian memukulinya. Aku hanya berusaha melindungi diri.”

“Jadi kau membakar wajahnya lalu memukulinya untuk melindungi diri. Berarti anda tak bersalah.”

Si pencuri kemudian berteriak dengan keras, “Bohong! Dia memukuliku dulu baru menyiramkan air panas di mukaku, bukannya menyiram air panas dulu lalu memukuliku!”

Polisi itu hanya menggeleng-gelengkan kepalanya, “Lalu apa bedanya?”

Si polisi itu kemudian memborgol si pencuri dan membawanya ke penjara.