Saturday, August 2, 2014

RESORT PART 15 – FINAL

 

Ia meninggalkan kami yang terpaku dalam kebingungan dan kembali menemui para biksu yang berada di ruangan dimana Makiko disekap.

“Apa ini semua belum selesai?” pikiranku berkecamuk dalam rasa takut. “Bagaimana jika ini memang takkan pernah bisa berakhir?”

RIDDLE BONUS: CASHIER

 

CASHIER

KASIR

 

Aku menyadari ada yang aneh tentang kasir di supermarket itu. Saat itu jam 2 siang, namun ia tidak menyapa semua orang dengan ucapan “Selamat siang”. Ia hanya mengucapkan selamat siang ada orang2 dewasa saja. Sedangkan ia menyapa anak kecil dengan “Selamat pagi” dan manula dengan “Selamat sore”. Padahal ini jam dua siang! Benar-benar kasir yang aneh.

Aku belum dewasa. Umurku baru 16 tahun. Dan akupun tak bisa dianggap anak-anak lagi. Aku penasaran dengan ucapan ia akan menyapaku. Maka akupun berjalan ke arahnya. Ia menatapku dan mengucapkan, “Selamat malam.”

RIDDLE #20: DARK MOUNTAIN ROAD

 

DARK MOUNTAIN ROAD

JALAN GUNUNG YANG GELAP

 

Di gunung yang gelap seperti ini, hanya ada cahaya bulan dan lampu dari rumah-rumah pribadi yang menerangi jalan. Karena sudah terlalu larut malam, akupun mengendarai mobil dengan cepat agar segera sampai ke rumah. Lagipula jalanan sangatlah sepi pada jam-jam segini.

Tiba-tiba seorang pria melompat di hadapanku.

Akupun menginjak rem tepat waktu. Pria itu selamat dan berada di seberang jalan sekarang. Namun agar tidak terlibat masalah, akupun segera menginjak gas dan kabur secepatnya dari tempat itu.

Aku melirik ke jendela spion. Tampak mata pria itu dengan marah menatapku. Hei, itu kan bukan salahku? Dia yang tiba-tiba melompat ke tengah jalan.

Sumber: http://matome.naver.jp/odai/2131410970675605601?page=2

RIDDLE #19: HAUNTED HOUSE

 

HAUNTED HOUSE

RUMAH BERHANTU

 

Aku pergi ke sebuah taman bermain saat liburan musim panas bersama pacarku. Aku tertarik dengan sebuah wahana bernama” Rumah Berhantu”. Karena aku sangat suka dengan hal-hal berbau horor, akupun mengajak pacarku masuk ke sana (karena aku takut masuk sendirian hahaha).

Di dalam “rumah hantu” itu ternyata sangat gelap sehingga cukup membuatku ketakutan. Akupun segera menggandeng tangan pacarku dan mulai berjalan.

Isi rumah hantu itu sangat standar, hanya boneka-boneka menakutkan. Namun tetap saja suasana yang menyeramkan membuatku merinding. Bahkan aku hampir menangis dibuatnya. Untunglah pacarku sangat perhatian dengan menepuk punggungku untuk menenangkanku.

Aku mengambil napas lega ketika kami akhirnya keluar. Akupun melepaskan tangan pacarku dan merasa malu karena bertingkah seperti anak kecil di dalam sana tadi. Untung saja aku memiliki pacar yang sangat baik.

RIDDLE #18: WATERMELON THIEF

 

WATERMELON THIEF

PENCURI SEMANGKA

 

Seorang petani semangka merasa resah sebab ada seseorang yang mencuri dan memakan buah2 semangkanya dari ladang tiap malam.

Setelah berpikir semalaman suntuk, akhirnya ia mendapatkan ide untuk mencegah pencuri itu mengulangi aksinya. Ia menaruh sebuah papan peringatan di ladangnya.

“BAHAYA: jangan makan semangka dari ladang ini! Ada satu semangka yang mengandung racun potasium sianida!”

Tentu saja ia tak benar-benar memasukkan racun ke dalam semangkanya, namun ia melakukannya dengan harapan si pelaku menjadi takut dan jera. Sang petani puas ketika mengetahui tak ada satupun semangka yang dicuri keesokan harinya, namun ia menemukan corat-coret di papan peringatan itu.

“Sekarang ada dua.”

RIDDLE #17: PUBLIC LAVATORY

 

PUBLIC LAVATORY

KAMAR MANDI UMUM

 

Aku pergi ke sebuah toilet umum. Ternyata toilet itu bergaya Jepang (toilet jongkok). Aku merasa agak tak nyaman, namun apa boleh buat, aku menggunakannya juga.

Seperti layaknya toilet umum, ada banyak coret-coretan di sana. Aku membaca coretan di depanku yang tertulis di pintu.

“Lihat ke kanan!”

Hah, memang ada apa di kananku?

Aku menoleh ke sebelah kananku dan melihat tulisan lain,

“Lihat ke kiri!”

Aku segera menoleh ke arah kiriku dan di sana terdapat tulisan lain, “Lihat ke atas!”

Aku segera mendongak ke atas. Ternyata di atas juga terdapat sebuah grafiti lain.

“Jangan menoleh ke belakang!”

Dengan gemetar aku mulai menoleh ke belakang dan di sana ...

.

.

.

.

.

.

Ternyata tak ada apapun. Aku mengambil napas lega. Huh, ternyata cuma ulah orang iseng.

 

SUMBER: http://matome.naver.jp/odai/2139021623862857201 (gunakan google translate)

RIDDLE #16: WINE

 

WINE

ANGGUR

 

Sepasang pria dan wanita mengalami kecelakaan di jalanan yang sepi. Kedua melaju berlawanan arah, dan entah karena kesalahan siapa, keduanya bertabrakan. Untunglah kedua orang itu tak mengalami luka apapun.

“Ah mobilku!” sang gadis keluar dari mobilnya dan mendapati bagian depan mobilnya penyok serta mengeluarkan asap.

“Nona, anda tak apa-apa?” seorang pria keluar dari mobilnya dan terkesima melihat kecantikan gadis itu.

“Aku sih tak apa-apa tapi mobilku ... aduuuuh ...”

“Nona, tenanglah. Kurasa ini kehendak Tuhan agar kita bertemu di kecelakaan ini. Jangan pikirkan mobilnya. Yang penting kita baik-baik saja.”

“Kurasa kau benar.” Gadis itu berpikir sebentar. “Mungkin ini adalah sebuah mukjizat kita dipertemukan di sini tanpa sedikitpun mengalami luka. Oh ya, ini masih ada satu mukjizat lagi ...”

Gadis itu menoleh ke kursi belakang mobilnya dan mengeluarkan sebotol anggur.

“Lihat, botol ini sama sekali tak pecah walaupun mobil kita bertabrakan. Ini adalah salah satu bukti Tuhan menginginkan kita agar merayakan pertemuan ini.”

“Ya, tentu saja!” seru pria itu dengan bersemangat.

Ia juga mengambil dua buah gelas dari kursi belakang.

“Mari kita bersulang atas perlindungan Tuhan sehingga kita selamat tanpa luka apapun.”

Pria itu menerima gelas dan bersulang dengan gadis itu.

Pria itu segera meneguk anggur dalam gelasnya hingga habis, namun gadis itu hanya diam saja.

“Anda tak ikut minum, Nona?” tanya pemuda itu dengan heran.

“Tidak,” gadis itu tersenyum, “Aku menunggu polisi saja.”