Saturday, December 20, 2014

JEFF THE KILLER: OUTRAGE – CHAPTER 1 (ORIGINAL SERIES)

 

jeff_the_killer__after__by_illusionsadako-d63wleb

Cerita ini merupakan sekuel dari creepypasta “Jeff The Killer”. Berbeda dengan cerita2 yang sebelumnya ada di blog ini, cerita bersambung ini tidak bertema supranatural, melainkan slasher. Untuk yang belum mengetahui cerita aslinya, harap membacanya terlebih dahulu (dengan mencarinya di google) agar bisa memahami cerita bersambung ini.

Cerita ini berlabel “original series” dan merupakan murni karyaku sendiri (bukan terjemahan). Hanya ada 4 chapter dalam cerbung ini (chapter terakhir akan kubagi menjadi 2 part, A dan B). Silakan dinikmati.

  ***

 

Suara sirine mengaum di tengah kegelapan malam. Semua polisi di New Davenport dikerahkan untuk menangkap sosok menakutkan itu. Walaupun mereka tahu ia baru berumur 17 tahun, namun tak ada yang berani main-main dengannya. Semua menggunakan senjata lengkap. Tak ada yang ingin pembunuh ini lolos dan melakukan aksi biadabnya.

Ia harus dihentikan malam ini.

Saturday, December 13, 2014

THE LAST RESORT PART 06 – ORIGINAL SERIES

 

 

“Taka? Apa kalian benar-benar peduli dengan kematian pemuda menyedihkan itu?” Misaki tertawa, “Melihat satu saudaraku saja ia sudah histeris sampai hampir menjadi gila seperti itu. Dia jauh lebih lemah daripada perempuan yang baru saja mati itu, siapa namanya? Yuka?”

“Jangan sebut namanya dengan mulut kotormu itu!”

Miki berusaha mengeluarkan kekuatannya lagi, namun tak ada apapun yang terjadi.

Misaki tertawa kembali, “Kenapa? Tak tahu cara mengendalikan kekuatanmu? Oh nona manis, bagiku kau hanyalah bocah ingusan. Jika sejak awal kau sudah menyadari kemampuanmu, tentu saja teman-temanmu takkan mati konyol seperti itu, bukan?”

“Namun kami melihatmu mati, di resort!” seru Masa-kun.

“Aku tak bisa mati, Tampan.” Misaki menatap pemuda itu dengan matanya yang menyala, “Karena aku sudah pernah mati.”

“Kau adalah salah satu dari makhluk-makhluk itu.” Akhirnya Miki mengerti.

Saturday, December 6, 2014

THE LAST RESORT PART 05 – ORIGINAL SERIES

 

 

Shun mengubur kembali mayat gadis yang ditabraknya dengan tanah.

“Maafkan aku, Haruna.” Air mata menetes di pipinya, “Aku sungguh-sungguh tak sengaja ... namun jangan khawatir. Aku sudah mengetahui rahasia mereka. Aku akan membangkitkanmu kembali. Aku berjanji!”

Wajah cantik Haruna serasa bersinar memantulkan cahaya rembulan.

“Seharusnya aku mengajakmu tadi. namun aku tak percaya pada kalian.” Shun mengelus pipi gadis yang sudah kaku itu. Rasanya dingin namun halus, seperti porselen. “Salah satu dari kalian adalah pembunuh psikopat. Aku tak tahu yang mana, namun sebaiknya aku tak mengambil resiko. Kau harus tahu, Haruna ... bukan aku yang membunuh Taka ...”

“Kyu-ai ... Kyu-ai ...”

Shun menoleh dan melihat makhluk-makhluk itu mengintip melalui pepohonan.

“Sial! Maaf Haruna, aku akan kembali lagi untukmu!” Shun bergegas masuk ke dalam mobil.

***

Sunday, November 30, 2014

THE LAST RESORT PART 04 – ORIGINAL SERIES

 

“Ada apa? Kenapa kalian berteriak?” Shun berlari tergopoh-gopoh menghampiri mereka. Wajahnya tampak pucat ketika melihat tubuh Taka yang tak lagi bernyawa tergantung di tengah kamar, dengan kursi di bawahnya.

“Keparat! Kemana saja kau!” Seiji mendorongnya dengan histeris, “Seharusnya kau menjaganya!”

“Ma ... maaf!” seru Shun, “Aku ... aku hanya ke kamar mandi sebentar. Aku tak mengira ia akan melakukannya ...”

“Tidak.” Terdengar suara di belakang mereka. Miki menoleh.

Masa-kun? Sejak kapan ia ada di sini?

“Bukankah tadi katanya kakinya sakit? Ia saja tak bisa berjalan dan harus dibantu agar sampai ke sini.” Masa-kun menatap darah yang mengering di paha Taka yang kini terayun berputar secara perlahan.

“Astaga.” Miki menutup mulutnya dengan shock begitu menyadari apa yang telah terjadi. Yuka hanya bisa melongo, sedangkan Haruna mulai menangis.

Taka tak mungkin naik ke sana.

Ia dibunuh.

***

Saturday, November 22, 2014

THE LAST RESORT PART 03 – ORIGINAL SERIES

 

 

“AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!”

“Taka!” Seiji yang paling tampak khawatir di antara mereka, sebab ia adalah sahabat Taka. Mereka berenam akhirnya sampai di tempat mobil mereka tabrakan tadi. Teriakan itu masih menggema di tengah kegelapan malam. Lampu-lampu senter mereka menimpa permukaan mobil. Para gadis hampir menjerit melihat noda-noda darah di bagian luar mobil. Namun tak ada tanda-tanda Taka berada di tempat dimana ia tadi duduk.

“Taka! Taka!”

Monday, November 17, 2014

THE LAST RESORT PART 02 – ORIGINAL SERIES

 

Miki ingin menanyakan, apakah salah satu temannya sengaja membawa cangkang kerang itu. Namun ia pikir itu pertanyaan bodoh. Siapa yang peduli dengan sebuah cangkang kerang? Mungkin saja Yuka atau Haruna memungut cangkang ini dari pantai karena indah. Miki hanya tak ingin begitu memikirkannya.

“Ah sial! Hari sudah gelap begini! Padahal aku berencana meninggalkan desa ini sebelum matahari terbenam, tapi gara-gara insiden tadi ...”

Miki merasa bersalah mendengar perkataan Taka tersebut.

“Hei! Hei! Tunggu! Berhenti!” seru Haruna tiba-tiba.

“Ada apa sih?”

“Lihat di sana! Itu pemuda yang tadi!”

THE LAST RESORT PART 01– ORIGINAL SERIES

 

Inilah interpretasi-ku tentang sekuel Resort. Kisah ini akan menceritakan enam orang mahasiswa dari Tokyo yang tengah berlibur di pantai. Ketika mereka mengangkut seorang pemuda misterius dan terdampar di resort tempat semua cerita itu berawal, kejadian mengerikan pun mulai terjadi. Cerita ini terinspirasi dari berbagai film, mulai dari “Evil Dead”, “Sadako 3D”, hingga “Silent Hill”. Ingat baik-baik bagian prolog-nya karena akan berkaitan dengan bagian epilognya.

NB:

1. Cerita ini harusnya kumuat 2 minggu lalu, namun karena berbagai keterbatasan, maka baru bisa kumuat minggu ini. Karena itu aku akan langsung memuat part 1 dan 2 (dari keseluruhan 6 part) pada minggu ini. Namun untuk berikutnya, setiap part akan dimuat setiap hari Minggu seperti biasa.

2. Label “Original Series” berarti kisah ini murni tulisanku, bukan hasil copya paste dan terjemahan.

***

 

“Huh, seram apanya!” pemuda itu berkata pada pacarnya, “Rumah hantu ini payah sekali! Aku ingin uangku kembali!”

Anata ... kamu serius nggak takut? Aku saja merinding dari tadi ...” gadis itu mendekat pada kekasihnya.

Seorang gadis yang berjalan di belakang mereka tertawa cekikikan, “Anak zaman sekarang tak mudah ditakuti ya?”

Pemuda itu menoleh.

“Ah, maaf Nona. Saya tidak tahu anda di belakang kami.”

“Tak apa. Aku juga berpendapat sama kok. Rumah hantu ini sama sekali tak seram. Aku pernah mengalami cerita yang lebih seram.”

“Hah, benarkah? Pengalaman nyata anda?”

“Tentu. Apakah kalian pernah mendengar cerita tentang sebuah resort?”

“Resort?” gadis itu tampak tertarik. “Belum pernah. Seperti apa ceritanya?”

“Apa benar kalian ingin tahu seperti apa ceritanya? Tidak menyesal?”

“Hahaha ... tak ada yang membuatku takut, Nona!” kata pemuda itu menyombong. “Ceritakan saja. Saya sangat ingin mendengar seberapa seram ceritanya.”

“Iya,” kekasih pemuda iu juga mengangguk, “Ayo ceritakan!”

Gadis itupun memulai ceritanya sambil tersenyum.

“Semua dimulai di sebuah senja di pantai yang terlihat damai. Namun itu hanyalah awal dari bencana yang akan kami alami.”

***