Saturday, March 28, 2015

JEFF THE KILLER FINAL: THE TRIUMPH OF EVIL – CHAPTER 05 (ORIGINAL SERIES)

 

jeff_the_killer_by_blehc-d6x8hfo

Jenna masih berlari bersama Theo menyusuri lorong.

“Theo ... berhenti. Kumohon ... aku lelah.”

Theo akhirnya berhenti, namun masih memohon pada gadis itu, “Kita harus terus berlari. Pembunuh itu ada di belakang kita!”

“Theo, apa kau melihat siapa yang membunuh Brian?”

“Tidak. Saat itu gelap bukan?”

“Ba ... bagaimana dengan yang lain?”

Saturday, March 21, 2015

JEFF THE KILLER FINAL: THE TRIUMPH OF EVIL – CHAPTER 4 (ORIGINAL SERIES)

 

c93c9040e545804d51c1ee586d915f15 

Theo? Theo yang meneleponnya malam itu? Tidak, itu jelas bukan suara Theo! Namun bagaimana si pembunuh bisa menelepon menggunakan telepon genggamnya?

Ia masih ingin mempercayai sahabat lamanya itu, namun kini tak ada seorangpun yang bisa ia percayai. Jessica, Mark, Brian, Theo, bahkan Leo ... tak ada jaminan bahwa pelakunya bukan seseorang di antara mereka.

Ia masih mencoba memanggil nomor Theo dan tiba-tiba ia mendengar suara dari kejauhan. Suara ringtone.

Ini ringtone milik Theo, sebuah soundtrack anime, Jenna sangat mengenalinya.

Jenna segera berusaha mencari asal suara itu.

“Theo! Theo!” panggilnya.

Namun ia terperanjat begitu melihat asal suara tersebut.

Sebuah sumur.

“Oh tidak! Kumohon ... jangan Theo ...”

Jenna memberanikan diri mendekati dan melongok ke dalam sumur itu. Suara ringtone itu jelas sekali bergema dari dalam sumur tua tersebut.

Jenna menjerit ketika melihat punggung Theo tampak mengapung di dalam sumur tersebut.

Saturday, March 14, 2015

JEFF THE KILLER FINAL: THE TRIUMPH OF EVIL – CHAPTER 03 (ORIGINAL SERIES)

 

jeff_the_killer_signature_by_dexcar-d5b4h7j

 

“Maksudmu kini ada yang meneror kita dengan meniru adegan2 film terkenal?” tanya Theo tak percaya. “Tadi malam Jenna dan sekarang Jessica?”

“Kita harus melapor pada polisi! Jessica ...”

“Bagaimanapun juga Jessica sudah meninggal,” Mark akhirnya angkat suara, “Apapun yang kita lakukan takkan bisa membangkitkannya kembali.”

Jenna menatap Mark dengan geram, “Apa kau tak peduli sedikitpun pada nasib Jessica?”

“Justru karena aku peduli maka aku mengatakan hal itu!” Mark membela diri, “Lebih baik Jessica meninggal sebagai pahlawan di mata warga kota dan orang tuanya ketimbang ia selamanya dikenang sebagai pembohong apabila kita mengatakan yang sejujurnya pada polisi!”

“Tega-teganya kau mengatakan itu!” jerit Jenna, “Sejak awal ini semua kesalahanmu!”

“Sudahlah hentikan!” Leo menengahi mereka, “Mark benar. Lapor ke polisi takkan memecahkan masalah ini. Apa kau pikir mereka akan melindungi kita setelah kita berbohong seperti ini?”

“Ya,” kata Brian, “Mereka akan menganggap kita berbohong juga dan takkan mempercayai kita.”

“Lalu apa yang akan kita lakukan?” air mata mulai menetes di pipi Jenna.

“Kita semua akan pergi ke mansionku.” kata Mark, “Ada banyak senjata di sana. Kita bakal menghabisi Jeff atau siapapun yang mencoba macam-macam dengan kita.”

***

JEFF THE KILLER FINAL: THE TRIUMPH OF EVIL – CHAPTER 02 – (ORIGINAL SERIES)

 

jeff_the_killer_by_ev1l0rd-d5vqrdv  

Mobil polisi itu berhenti di dekat mereka. Suara raungan sirinenya seakan membekukan mereka, seperti seekor kijang yang mendengar auman singa yang akan memangsanya.

Seorang polisi turun dari mobil dan berseru, “SIAPA KALIAN! APA YANG KALIAN LAKUKAN DI SINI???”

“Jeff The Killer!” tiba-tiba Mark berseru, “Jeff The Killer pelakunya!”

“Apa?” bisik Jenna tak percaya.

“Kami mendengar teriakan minta tolong dari pria ini, jadi kami segera ke sini untuk menolongnya. Namun ...”

“Ya, Jeff The Killer membunuhnya. Kami datang terlambat!” seru Leo tiba-tiba, melanjutkan kebohongan Mark, “Untung saja Anda segera datang, Pak Polisi! Jika tidak, ia juga pasti akan membunuh kami.”

“Dimana dia sekarang!” polisi itu segera mengambil pistol dari sabuknya begitu mendengar nama pembunuh berantai paling ditakuti itu.

“Jeff sudah kabur!” Jessica berseru, “Ia menghilang ke dalam hutan.”

“Kalian masuklah ke mobil! Aku akan memanggil bantuan!” polisi itu tampak dengan panik menghubungi rekannya dengan radionya.

Jenna melihat seutas senyuman di wajah Mark.

***

Monday, March 9, 2015

CURHAT GROUP LINE MBP PART 03: THE PIRATES

 

1425442966421

Hallo guys! Setelah seneng2 di dua curhatan gue, kali ini suasananya bakalan jadi sedih. Soalnya tragedi menimpa grup LINE gue yang kedua, MBP. Grup ini di-hack ama orang2 yang nggak bertanggung jawab, bukan satu atau dua kali, tapi bahkan ampe tiga kali! Modus operandinya selalu sama, gue ama admin2 lain di-kick dan grup diobrak-abrik. Nggak jarang member2 nggak berdosa lainnya juga ikut kena getahnya dan ikutan di-kick. Makanya jangan heran syarat masuk grup sekarang ketat banget untuk menghindari hal yang sama terulang kembali.

CURHAT GROUP LINE MBP PART 02: THE KOPDAR

 

1425447891421

Di bagian kedua curhat gue kali ini, gue bakal membahas kopdar mini yang berhasil gue laksanakan dengan segelintir anggota grup LINE Mengaku Backpacker. Alkisah, beberapa orang dari grup Mengaku Backpacker gue sempat membuat anak grup (hebat ya, gue aja belom dapat jodoh, tapi grup gue baru beberapa bulan udah beranak). Alasannya karena grup Mengaku Backpacker (kala itu anggotanya masih tanpa batasan umur, jadi ada anak SD yang gabung) tidak memperbolehkan postingan bertema NSFC (Not Safe For Children, lebih ketat ketimbang NSFW). Akhirnya semua member yang udah dewasa menggabungkan diri ke grup baru yang awalnya bernama “Grup Tua dan Dewasa Only”, tapi lalu diganti dengan “Grup HQ (Head Quarters) Mengaku Group – Tua Only”. Di sana kami bebas membahas berbagai tema, mulai dari film, musik, kuliner, politik, asmara, begal, hingga seks *walah* Karena anggotanya cuman dikit, kami jadi lebih deket dan akhirnya memutuskan untuk mengadakan kopdar alias kopi darat.

CURHAT GROUP LINE MBP PART 01: THE BEGINNING

 

Screenshot_2015-03-04-11-05-11

Hallo para readers? Dah tau belum blog Mengaku Backpacker udah punya grup LINE ? Ketinggalan bingitz deh kalo belom tau. Nah gue pengen cerita dikit nih tentang grup LINE gue. Tapi kok jadinya curhatannya malah banyak ya hahaha. Makanya gue bakal split cerita curhatan kali ini jadi 3 bagian: “Beginning”, “Kopdar”, ama “Pirates”. Di “Beginning” gue bakal cerita awal mula terbentuknya grup ini. Lalu di “Kopdar” gue bakal membicarakan kopdar yang dilakukan segelintir anggota grup LINE ini. Dan di bagian ketiga “Pirates” gue bakal ceritain hambatan dan tragedi yang menimpa grup ini. Well, silakan disimak.