Thursday, June 11, 2020

THE GREAT ATTRACTOR: MISTERI TERBESAR DI JAGAD RAYA INI



Di antara perbintangan inilah sang "Great Attractor" berada. Apakah itu? Tak ada yang benar-benar tahu


Alam semesta memiliki banyak misteri, kita semua tentu bisa mengamini. Walaupun para ilmuwan bisa menebak kala sang jagad raya tercipta (Big Bang) hingga bagaimana ia akan musnah (ada empat skenario musnahnya jagad raya, mulai dari Big Rip, Big Freeze, Big Crunch, dan Big Slurp), namun masih ada saja pertanyaan tak terjawab tentang jagad raya ini. Salah satunya mengapa “void” bisa ada. “Void” (gue menerjemahkannya sebagai “Kehampaan”) adalah bagian alam semesta yang teramat gelap karena hanya memiliki sedikit bintang ataupun galaksi di dalamnya, bila dibandingkan dengan wilayah alam semesta lain. Baik bintang maupun benda langit lainnya seakan “menghindari” Kehampaan ini. Sebuah jawaban muncul, bahwa mereka “menghindari” Kehampaan itu karena tertarik ke arah lain, yang dinamakan “The Great Attractor”.

Namun apakah “The Great Attractor” itu? Misteri itu bahkan jauh lebih besar, bahkan mungkin menjadi misteri terbesar di jagad raya ini.

PARTIKEL TUHAN: SANG ZARAH MAHADAYA YANG MAMPU MEMUSNAHKAN DAN MENCIPTAKAN JAGAD RAYA


Sekeren apapun namanya, partikel tuhan takkan menjawab doa kita
Mungkin kalian pernah mendengar tentang partikel tuhan atau “god particle”. Ketika ditemukan pada 2012, partikel ini langsung mengundang perhatian publik. Bukan hanya karena penemuannya merupakan bukti kemajuan sains yang tak bisa dibendung, namun juga karena namanya yang sensasional. Partikel ini oleh ilmuwan sesungguhnya dinamai “boson Higgs” sesuai dengan nama fisikawan peraih Nobel bernama Peter Higgs yang semenjak 1964 sudah meramalkan keberadaan partikel itu.

Namun pada 1993, seorang fisikawan lain bernama Leon Lederman (yang juga peraih Nobel) menjulukinya dengan nama lain, yakni “god particle”. Kala itu sebenarnya ia ingin menamainya “goddamn particle” karena begitu susahnya partikel itu ditemukan. Namun editornya menyarankan nama sensasional lain, yakni “god particle”. Alasannya, karena partikel itu begitu purba dan sudah ada semenjak masa Penciptaan (Big Bang). Tugasnya-pun teramat “kudus”, yakni memberikan massa kepada partikel-partikel lainnya. Tanpa massa, tentu hukum-hukum fisika yang ada di semesta ini takkan berlaku dan takkan ada apapun yang mampu tercipta.

Pada awalnya, nama itu dirasa terlalu berlebihan untuk disematkan pada sebutir partikel yang tak kasat mata. Pasalnya, walaupun penemuan partikel boson Higgs memang amatlah penting, namun keberadaannya tak menjawab pertanyaan apapun mengenai Tuhan dan asal-usul alam semesta. Namun mungkin pendapat itu justru keliru. Semakin diselidiki, ilmuwan semakin menyadari bahwa partikel tuhan itu mungkin memang memiliki kekuatan seperti Tuhan, bisa melenyapkan seluruh alam semesta menurut kehendaknya, atau bahkan menciptakan alam semesta baru.

Bagaimana caranya?

TEORI “QUANTUM MIND”: PART 2 – DARIMANA ASALNYA KESADARAN KITA?



Kita sudah mengetahui posisi benda-benda langit, mengukurnya, bahkan memperkirakan takdir alam semesta ini. Namun kita belumlah bisa menjawab pertanyaan paling fundamental mengenai diri kita sendiri. Darimanakah asal kesadaran itu?

Sangat ironis bahwa kita menjelajah sampai ke luar angkasa untuk menyelidiki alam semesta, padahal kita belum bisa menjawab pertanyaan sederhana tentang diri kita sendiri di Bumi ini. Sebagai manusia kita memiliki kesadaran. Namun darimana asal kesadaran itu?

Para peneliti sudah sejak lama mengetahui bahwa konsep “kesadaran” (consciousness) berbeda dengan “pikiran”. Otak kita jelas bisa berpikir, namun dari mana asal kesadaran? Tentu seorang dokter ahli bedah bisa dengan mudah menjawabnya, kesadaran yang asalnya dari otak. Coba bedah aja kepala lu dan otaknya diambil, apa lu kira-kira masih bisa sadar? Tentu tidak bukan. Tapi ternyata tak sesederhana itu. Kita tahu bagaimana pikiran bekerja, yaitu dengan interaksi rumit neuron-neuron (sel saraf) yang ada di otak kita. Kita bahkan bisa meniru cara kerja pikiran tersebut dan menerapkannya, semisal pada komputer dan kecerdasan buatan (AI). Bahkan kita bisa membuatnya memiliki ingatan (memori) hingga memecahkan masalah, sama seperti otak manusia.

Namun, bisakah kita meniru kesadaran? Hingga kini kita tak bisa melakukannya, sebab kita masih belum tahu bagaimana kesadaran bekerja dan darimana asalnya.

Uniknya, pertanyaan itu mungkin bisa dijawab dengan teori Mekanika Kuantum.

TEORI QUANTUM MIND: PART 1 - APAKAH BINTANG MEMILIKI KESADARAN?

This meme become relatable if you read this post


Kembali ke pertanyaan gue di ending episode yang lalu, apakah bintang memiliki kesadaran? Mungkin kalian berpikir, kok pertanyaannya aneh begini? Kan jelas bintang itu benda mati, jadi pastinya tidak memiliki kesadaran. Jika kita mengaitkannya ke Mekanika Kuantum yang aneh-pun, dimana elektron bisa memiliki kesadaran, itu kan hanya berlaku pada partikel? Bintang kan memiliki massa yang amat besar (nggak hanya lebih besar ketimbang kucing Schrodinger, namun juga lebih besar dari Bumi) sehingga panjang gelombang de Broglie-nya kecil. Berarti hukum yang berlaku di Mekanika Kuantum nggak berlaku pada bintang?

Nah, untuk menjawab mengapa pertanyaan apakah bintang memiliki kesadaran bisa sampai muncul di benak para fisikawan, gue akan memperkenalkan dulu kalian pada sebuah cabang ilmu Fisika yang dinamakan Astrofisika (Astrophysics). Astrofisika adalah cabang ilmu Fisika (atau lebih tepatnya cabang dari Astronomi) yang mempelajari tentang bintang. Astrologi sendiri berasal dari kata “aster” yang berarti bintang dan “logos” yang berarti ilmu.

Salah satu pertanyaan paling mendalam yang dihadapi oleh setiap ahli astrofisika adalah tentang ada tidaknya partikel yang disebut sebagai “dark matter”. Namanya aja udah serem ya, apa itu dark matter dan apa kaitannya dengan kesadaran?

Simaklah artikel berikut ini untuk lebih jelasnya.

STELLAR ENGINES: MESIN-MESIN PERBINTANGAN BERSKALA EPIC UNTUK MENG-EVAKUASI SEANTERO TATA SURYA

Bayangkan jika suatu saat kita bisa memanipulasi dan memindahkan Matahari

Oke, anggap aja kita udah berhasil menciptakan Jupiter Brain dan ia meramalkan bahwa seantero Tata Surya kita ini akan musnah akibat ledakan hypernova yang berjarak amat dekat dengan kita, namun peristiwa itu baru akan terjadi 1 juta tahun yang akan datang. Apa yang akan kita lakukan? Jika teknologi kita udah sebegitu maju (minimal Type II dalam Skala Kardhasev, berarti sudah bisa membuat Bola Dyson) maka amat memungkinkan bagi kita untuk mengevakuasi tak hanya seisi Bumi, namun seluruh isi Tata Surya kita. Caranya, dengan memindahkan Matahari dan segenap isi Tata Surya-pun, mulai dari Merkurius hingga Pluto akan mengikutinya.

Alat yang memanipulasi bintang, termasuk memanen energi bahkan memindahkannya, disebut sebagai “stellar engine” atau “mesin perbintangan”. Keberadaan mereka akan amat berguna apabila kita menghadapi kondisi darurat, semisal sebuah bencana kosmis apokaliptik yang bisa memusnahkan seantero Tatat Surya kita.

Ada tiga kelas mesin perbintangan yang dipsotulatkan oleh para fisikawan visioner, yakni Class A, Class B, dan Class C. Namun ingat, syarat utama untuk menciptakan mesin perbintangan ini adalah kita sudah mencapai paling tidak Peradaban Type II dalam Skala Kardhasev.

So here we go!

CHAOS OF COSMOS: TOP 10 BENCANA KOSMIS YANG BISA MENGANCAM PLANET KITA


BLAAAAAAR!!!

Kalo disuruh nyebutin nama-nama bencana alam, pasti kalian sudah pada pinter (secara kita tinggal di negara yang rentan bencana hiks). Ada gempa bumi, banjir, gunung meletus, tsunami, longsor, angin puting beliung, dan lain-lain. Sebagian besar bencana alam bersifat lokal, semisal letusan Gunung Merapi dampaknya dirasakan warga Yogya atau gempa di Palu hanya dirasakan di Sulawesi (walaupun dukanya tentu dirasakan di seluruh negeri). Namun ada pula bencana bersifat global, semisal erupsi Gunung Tambora pada 1815 yang dampaknya bisa dirasakan hingga Eropa dan Amerika. Supervolcano di Yellowstone, Amerika juga diduga bisa memusnahkan kehidupan di Bumi apabila meletus di masa yang akan datang.

Tapi ada pula bencana yang jauh lebih dahsyat ketimbang bencana berskala global, yakni bencana kosmis atau “cosmic disaster”. Bencana kosmis ini berasal dari luar angkasa dan tak hanya bisa menyapu seluruh kehidupan Bumi, bencana berskala ini bisa saja melenyapkan seluruh tata surya kita. Bahkan sebelum manusia ada, sudah beberapa kali bencana kosmis ini “mampir” di planet kita dan kedatangannya tiap kali selalu diikuti dengan kepunahan massal di Bumi. Menyadari ancaman bencana kosmis ini, kitapun harus senantiasa waspada, sebab masa depan kita tentu tak sepenuhnya aman.

Seperti apa bencana-bencana berskala maha-dahsyat itu? Ini dia list top ten-nya.

Wednesday, June 10, 2020

ROKO'S BASILISK: INFORMASI PALING BERBAHAYA YANG TAK BOLEH KALIAN TAHU

Kalo basilisk-nya kayak yang di Wikipedia ini nggak nakutin kali ya?


Tibalah kita di penghujung seri “Existential Crisis”. Eeeeeh kok kalian masih baca artikel ini sih? Kan udah gue peringatin dari awal kalo bahaya! Baca aja judulnya noh! Mungkin kalian justru penasaran dengan peringatan yang gue kasi dari episode 1 sampai ke episode 4 ini. Emang apa sih Roko's Basilisk ampe keliatannya berbahaya banget buat kita-kita?

Sebagai informasi awal saja (yang ini belum berbahaya), ide tentang “Roko's Basilisk” ini pertama kali bercokol di sebuah forum website bernama “Less Wrong”. Kala itu, seorang membernya (bukan “anonim” tapi identitasnya hingga kini masih misterius) bernama “Roko” memposting idenya mengenai “Roko's Basilisk”. Kontan begitu membacanya, pemilik website itu, Eleizer Yudkowski, langsung menghapus postingan tersebut dan menyebut Roko “G*bl*k” dan berbagai macam makian lainnya. Ia juga selama 5 tahun melarang pembahasan apapun mengenai “Roko's Basilisk” di forum tersebut dan tak segan-segan mem-banned anggotanya yang berani mengungkit-ungkit tentang masalah itu.

Alasannya? Karena Eliezer mengetahui bahwa ide atau informasi mengenai “Roko's Basilisk” itu amatlah berbahaya. Bahkan ia amat mengkhawatirkan kondisi para member website itu, karena banyak yang mengaku menjadi depresi setelah membaca artikel mengenai “Roko's Basilisk” tersebut.

Seberapa berbahayakah informasi mengenai “Roko's Basilisk? Jika kalian berani atau ingin “menantangnya”, silakan saja baca artikel gue berikut. Namun gue peringatkan, gue nggak akan bertanggung jawab akan apa yang terjadi dengan kalian. Siapkan mental kalian, sebab gue akan membawa kalian bertemu dengan Basilisk Roko.

Huahahahahaha (ketawa jahat)!!!

PERINGATAN TERAKHIR: MASIH ADA KESEMPATAN KALIAN UNTUK KABUR. JIKA KALIAN SUDAH MENGETAHUI INFORMASI TENTANG ROKO'S BASILISK INI, KALIAN NGGAK AKAN BISA MUNDUR! TUTUP ARTIKEL INI SEGERA JIKA KALIAN TAK MAU MENERIMA KONSEKUENSINYA!