By Andieta Octaria
***
Eric membuka matanya perlahan. Kepalanya berdenyut hebat. Ia menatap ke sekelilingnya. Ia mengenali kamar ini. Kamar kecil di bagian belakang rumah tempatnya menemukan Sonia.
Ia pasti pingsan tadi. Namun sudah berapa lama ia pingsan? Apakah sudah berjam-jam?
Ia menatap ke sekeliling. Di sampingnya, Sonia terikat sepertinya. Ia bisa merasakan darahnya mendidih. Sampai ada yang berani menyakiti Sonia, sungguh ia tak akan tinggal diam! Eric mati-matian berusaha melonggarkan ikatan tangannya. Namun hingga tangannya sakit dan pergelangannya melepuh, ikatannya tak kunjung lepas.
“Sepertinya ada yang sudah bangun…”