Wednesday, December 21, 2016

SCP PARK: BEAST PROTOCOL – CHAPTER 5

 

SECURE CONTAIN PROTECT VS LEAGUE OF CREEPYPASTA

WHICH SIDE YOU’RE ON?

 

“Hello darkness; my old friend.”

– Simon & Garfunkel

***

“Apa yang barusan terjadi padamu tadi ketika kau hampir mengalahkan Jeff? Kau sepertinya sakit?” tanya Quinn ketika ia mengiringi Holden berjalan melintasi lorong fasilitas SCP yang kini kosong dan sepi.

“Sindrom Tourette.” Jawab Toby singkat.

“Penyakit apa itu? Apa itu berbahaya?”

“Tidak. Sama sekali tidak. Namun kau bisa lihat tadi jika kau ada di tengah pertempuran dan ‘Tick'-ku kumat, maka aku bisa berada dalam masalah besar. Dan yah, itu membuatku dibully sewaktu kecil.”

Tick?”

“Sindrom itu membuatku mengalami serangan bernama ‘Tick’ yang bisa membuatku kehilangan kendali atas tubuhku dan melakukan gerak refleks yang tak aku inginkan. Kau bisa lihat, nama ‘Ticci’ sebenarnya adalah ejekan karena aku memiliki penyakit ini.”

“Lalu wanita yang kau panggil Natalie itu, apa dia kekasihmu?”

“Kisah kami tak seromantis itu, Sayang.” tiba-tiba Quinn merasakan Clockwork menghunuskan pisau ke lehernya. Ujung pisau itu terasa dingin dan membuat Quinn tercekat sekaligus terkejut.

“Hentikan itu, Natalie!” seru Toby.

“Jangan terlalu percaya padanya, Sayang ...” bisik Clockwork dengan amat lirih di telinganya, “Semua karakter Creepypasta adalah pembunuh ... termasuk Toby ...”

***

 

“AAAAAAARGH!!!” para pengunjung tersedot dalam pocket dimensi yang dihasilkan oleh SCP 106. Tubuh pria tua itu terus meleleh dan membusuk, menghasilkan cairan menjijikkan yang terus menetes dan mengalir di lantai. Hanya manusia-manusia ini – yang akan dia simpan untuk dicerna nanti – yang dapat menghentikan pembusukannya. Oleh karena itu dia tak boleh berhenti berburu ...

SCP 106

“Aku bisa menyembuhkanmu ...” terdengar suara dari belakangnya.

SCP 106 menoleh dan meringis melihat kehadiran SCP 049.

049

“Aku tak butuh bantuanmu ... semua yang menemui pisau bedahmu akan berakhir dengan nasib yang menggenaskan ...”

Doctor Plague berjalan ke arahnya sambil menyeret jubahnya, Mereka mengejar kita dengan memanfaatkan kelas Thaumiel. Kau pernah dengar tentang Beast Protocol bukan?”

“Tentu saja aku tahu. Aku juga menyerap ingatan dan pengetahuan dari semua yang kumangsa. Lalu apa maumu?”

“Kita memiliki musuh yang sama, Kita bisa bekerja sama menghadapinya ...” SCP 049 mengulurkan tangannya yang berbalut sarung tangan kulit. Terbuat dari kulit apa, SCP 106 bisa dengan mudah menebaknya.

SCP 106 hanya tertawa, “Membantumu? Lupakan saja!”

Tiba-tiba terdengar suara langkah diiringi suara jeritan menggema.

“Tolong! Tolong aku!”

Itu adalah suara perempuan. Bayangannya melintas di dinding dekat mereka dan kemudian menghilang.

“Sebaiknya kau kejar mangsamu itu sebelum ia kabur ...”

“Huh,” SCP 106 mencibir saingannya itu sebelum beranjak pergi sembari tak menyentuh tanah. “Jangan sampai aku bertemu lagi denganmu.”

“Nikmati saja buruanmu itu, Old Man!” Doctor Plague hanya terkekeh, “Sementara itu, ada pasien yang harus aku sembuhkan ...”

***

 

“Pergi dari sini, Sialan! Pergi!” Jeff dengan kesal menyabetkan pisaunya ke bayangan itu, namun sosok itu bergerak amat cepat. Jeff bahkan tak bisa melihat sosoknya dengan jelas. Yang pasti, sosok itu mengikutinya semenjak tadi. Seorang stalker, Jeff tak menduga akan memilikinya lagi semenjak Jane tewas.

Hingga saat ini, makhluk itu sama sekali tak berusaha menyerangnya, sehingga ia tak tahu apa maunya sebenarnya. Sepertinya ia menikmati menyiksa dan menganggu Jeff dengan kehadirannya.

327

“Itu Peripheral Jumper, namun aku lupa nomor SCP-nya. 372 kurasa? Aku benar-benar payah dalam mengingat angka. Lagian mereka ada ribuan, susah menghapalnya,” ucap seorang sosok yang dengan santai menyandarkan punggungnya di dinding.

Ia menyilangkan tangannya yang terbuat dari logam. “Ia Euclid kok, tidak begitu berbahaya. Ia memang suka begitu, mengganggu orang-orang. Kau takkan pernah lebih cepat dengannya untuk melihatnya. Kau hanya bisa ‘merasakannya’.” katanya sembari menambahkan tanda kutip dengan jarinya.

“Siapa lagi kau?!” serta merta Jeff menyerangnya, namun Cain dengan gesit menghindarinya.

“Astaga! Apa kau benar-benar harus menusuk semua orang yang kau lihat?” Cain menggelengkan kepalanya, “Aku hidup abadi, omong-omong, jadi kau takkan bisa membunuhku.”

“Kau bagian dari Beast Protocol juga?” katanya dengan geram. Namun paling tidak, kehadiran Cain mengalihkan perhatiannya dari SCP 372.

“Bukan, aku bukan pemburu. Well, aku pernah berburu sebelumnya, namun sekarang aku sudah berhenti.” Ia mengalihkan pandangannya ke samping, “Justru kebalikannya, aku sedang diburu. Well, senang ngobrol denganmu, namun aku harus pergi. Cao!”

“Hei, tunggu!”

Namun pemuda itu keburu melesat pergi. Jeff kembali menyabetkan pisaunya, mencoba mengusir SCP 372 pergi.

“Tolong aku! Tolong!!!”

Jeff menoleh ketika ia mendengar lengkingan teriakan seorang gadis. Terlihat seorang perempuan yang terlihat kepayahan berlari, seolah sedang dikejar sesuatu. Gadis itu terjerembap karena menginjak roknya dan tersungkur di depan Jef.

“Kumohon, tolong aku!” pintanya.

“Serahkan dia padaku!” SCP 106 dengan tubuh membusuknya muncul di hadapan mereka, “Gadis itu adalah mangsaku.”

Jeff tersenyum, “Siapa cepat, dia dapat.”

SCP 106 tertawa melihat kesombongan pemuda itu, “Level Thaumiel rupanya. Aku tak pernah memangsa seorang Thaumiel sebelumnya. Rasanya pasti lebih lezat.”

“Kau akan berpikir dua kali setelah aku mengulitimu!”

Jeff segera menyerangnya dengan pisaunya, namun pisau itu justru tersedot ke lubang dimensi yang diciptakan SCP 106, yang menghisapnya bak lubang hitam.

“Ah, sial! Senjataku!” Jeff kini bertambah murka.

“Kau selanjutnya!” seru SCP 106, namun tiba-tiba tangannya yang hendak mencengkeram Jeff terpotong. Pria tua itu berteriak kesakitan ketika tangannya terlepas dan kemudian meleleh menjadi cairan kental di lantai yang kemudian menghilang.

“Siapa itu!” serunya murka, “Tak ada yang berhasil melukaiku selama berabad-abad!”

Namun ia menjadi gentar ketika melihat pedang yang dihunuskan musuh misteriusnya itu.

“Da ... darimana kau dapat pedang itu?!”

I will sentence you!” hanya itu yang diteriakkan wanita itu saat menebas tubuh SCP 106. Diiringi teriakan, tubuh makhluk itu segera menghilang ke dalam kantung dimensi yang diciptakannya sendiri, memuntahkan pisau Jeff dan sisa-sisa tubuh mangsa-mangsanya yang belum berhasil dicernanya.

Tanpa merasa jijik sekalipun, Jeff mengambil pisau kesayangannya dari potongan-potongan tubuh yang berceceran di lantai.

“Dengan demikian ini menjadi SCP keenam yang berhasil kuhabisi. Namun misiku masihlah panjang ...” gadis berpakaian serba putih itu kemudian menghunuskan pedangnya ke arah Jeff.

“Dan kau ... Jeff The Killer, aku tahu perbuatanmu! Dengan pisau itu kau membunuh orang tuamu sendiri bahkan hampir menghabisi nyawa saudaramu sendiri. Kini aku akan menghukummu!”

Dia segera berusaha menusukkan pedangnya ke arah Jeff, namun pemuda itu seperti biasa berhasil menahannya dengan pisaunya.

“Judge Angel? Karakter Creepypasta kacangan sepertimu jelas bukan tandingan seorang senior sepertiku!” bisik Jeff tanpa gentar sedikitpun.

JUDGE ANGEL

“Hentikan! Hentikan ini semua!” seru Toby yang baru saja datang, “Kita seharusnya bekerja sama, bukan saling menyerang seperti ini!”

Jeff menoleh dan meringis melihat kedatangan Quinn dan Holden. “Huh, kalian lagi! Aku mulai bosan melihat kalian.”

“Hei, jangan alihkan perhatianmu dariku!” gadis berbaju putih dan berambut pirang itu mengencangkan serangannya.

“Hentikan, Judge Angel! Kita semua adalah bagian League of Creepypasta. Musuh kita adalah SCP dan semua koleksi mereka.” Toby berusaha melerai mereka. “Merekalah yang harus kita kalahkan!”

“Huh, aku tak sudi bekerja sama dengan sampah seperti Jeff The Killer!”

“Kau menyebutku sampah karena membunuh kedua orang tuaku? Kau sendiri bagaimana? Kau membunuh ayah kandungmu dengan pedang itu secara darah dingin bukan, Dina?” sindir Jeff.

“Tutup mulutmu!” Angel semakin geram dan mendorong pedangnya maju ke leher Jeff.

“Hentikan kalian berdua!” tambah Toby, “Jeff benar, kalian berdua tak jauh berbeda.”

“Tentu saja aku berbeda.” Angel bergerak mundur sembari tetap memandangi Jeff dengan awas, “Aku menghukum orang yang pantas mendapat ganjaran atas kejahatan mereka. Aku seorang hakim.”

“Main hakim sendiri lebih tepatnya.” cibir Clockwork. Kedua gadis itu kemudian saling berpandangan dengan tajam.

“Sudah, sudah ... hentikan!” Toby kemudian mengalihkan perhatiannya pada Jeff, “Ucapanku benar bukan, kau takkan bertahan di sini sedetik saja tanpa kami, Jeff. Sehebat apapun kau, lama-lama kau akan kewalahan menghadapi semua monster SCP ini. Kau membutuhkan kami.”

“Siapa kau? Apa kau baik-baik saja?” tanya Quinn pada gadis yang tengah ketakutan tadi.

“Na ... namaku Sarah Good. Aku kehilangan rombonganku saat terjadi gempa dan kekacauan tadi.”

“Kau salah satu pengunjung SCP juga?” Toby mengulurkan tangannya untuk membantunya berdiri, “Tenanglah, kau akan aman bersama kami.”

Tiba-tiba Toby melepaskan tangannya hingga gadis itu hingga ia kembali terjatuh.

“Aduh, ada apa denganmu?”

“Tick! Tick!” Toby tak bisa mengendalikan lidahnya untuk berdecak.

“Hahaha ... aku akan ikut dengan kalian untuk melihat hiburan itu!” ejek Jeff sambil menunjuk Toby yang tengah kumat Sindrom Tourette-nya.

Sementara itu, Doctor Plague diam-diam mengawasi mereka dari kejauhan. Matanya berbinar ketika melihat Toby.

“Akhirnya kutemukan juga ... pasienku yang berharga ...”

 

TO BE CONTINUED

17 comments:

  1. kenapa gak di post di oa line bg dave ?

    ReplyDelete
  2. wah, muncul juga satu2 karakternya. lanjut bang!!!

    ReplyDelete
  3. keren bang.. tapi kalau aku boleh berharap, yang teaser itu cerita nya dikembangin juga bisa ga ya..

    ReplyDelete
  4. Mantap bang dave
    Best SCP story ever lahh
    Semoga ending nya juga bagus ya banng

    ReplyDelete
  5. Jadi peripheral jumper itu scp berapa?? 372 ato 327??

    ReplyDelete
  6. seingat gw dr.plague itu euclid-class dude
    -ibc

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya ... tapi di universe gue dia naek tingkat ke kelas keter setelah bunuh dr. clef di scp: malevolent creatures

      Delete
  7. Bang kapan update?

    ReplyDelete
  8. wahh, keren bang... tp kpn lg updatenya? whaa udah nunggu lama nih...

    ReplyDelete
  9. lanjutin dong ka seru bgt ceritanyaa

    ReplyDelete
  10. WOWOWOWOWOWOWOWOWOWWW BANG DAVE, GATAU DAH BERAPA KALI GUA NGANGA NARIK NAPAS KENCENG BANGET SAMBIL BACA CERITA INI!! Gilaaaaaa gila gila gilaaaa gahabis pikirrrr!!! Bang dave emang paling maknyoss dahhh! Garugi gua ngabisin kuota gua ke blog ini dari 2012!!Pokoknya gua bakal terus nungguin cerita cerita bang dave yg selanjutnya!! Mau keluar pas gua udh nenek kek bodo amattt gua tungguinnn!!!

    ReplyDelete
  11. update...update....
    udah 2 minggu ni bang..
    mana lanjutannya penasaran ni...

    ReplyDelete
  12. pemain baru salken ya saudara smua

    ReplyDelete