Sunday, April 21, 2013

BERKELANA KE MUSEUM ARSIP NASIONAL

 

Photo-0467

Mumpung lagi di Jakarta, aku ingin menyatroni tiap jengkal bangunan bersejarah yang ada di ibu kota, sekalian mengagumi arsitekturnya. Nah, pas aku lagi otw pulang dari jalan2 di Kota Tua, busway yang kutumpangi melewati sebuah bangunan kolonial yang besar di daerah dekat Pecinan. Setelah kuselidiki, ternyata bangunan itu adalah gedung Museum Arsip Nasional yang berada di dekat halte busway Mangga Besar. Karena penasaran, akupun menyambanginya pada kesempatan jalan2 yang lain dan hasilnya sungguh tak mengecewakan!

Minggu pagi setelah beribadah di gereja St. Yoseph Matraman yang juga telah kubuat postingannya, akupun melanjutkan acara jalan2 ke Museum Arsip Nasional. Gedung bersejarah ini sangat mudah dicapai. Tinggal naik busway gandeng jurusan Kota dan turun di halte Mangga Besar. Dari halte tinggal berjalan beberapa meter dan niscaya kamu akan menemui gedung kolonial ini.

Photo-0368

Dari luarnya saja gedung ini sudah mempesona. Memang orang2 zaman dahulu punya cara berpikir yang beda ya ama orang zaman sekarang. Orang zaman sekarang sih bisa membuat gedung2 yang lebih besar dari bangunan2 tua ini, namun tetap saja yang buatan dahulu tetap memiliki kesan kemegahan sendiri. Pas pertama aku tiba di sini, suasananya sepi banget. Padahal hari itu pas hari Minggu, aku kira bakalan ramai dengan pengunjung. Satu-satunya yang membuatku yakin museum ini beroperasi adalah tulisan “Museum Buka” di depan. Taman yang ada di depan museum ini cukup terawat dan menjadi spot asik tersendiri buat foto2 (gile di depannya aja dah asik, gimana di dalem?).

Photo-0385

Photo-0387

Begitu masuk aku langsung disambut hangat sama bapaknya yang jaga museum (orang asli Betawi sih kayaknya). Bapaknya ini ramah banget dan keliatan seneng banget pas aku berkunjung. Ya iyalah, soalnya seharian itu mungkin cuma aku tamu yang dateng. Begitu nyampe, bapaknya langsung nanya, “Ngajar dimana Mas?”. Wah, emang langsung keliatan ya kalo aku guru hehehe. Tapi emang sih yang berkunjung ke tempat kayak ginian biasanya pecinta sejarah (yang sudah langka banget spesiesnya) atau kalo nggak guru (kalo nggak murid yang kepaksa dateng gara2 disuruh bikin tugas hehehe). Kalo orang normal sih biasanya jalan2 ke mall *berarti aku orangnya nggak normal dunk*

Kesan pembaca: “Bagus lah kalo nyadar”

Disini tidak dipatok biaya masuk kayak museum2 lainnya, cuma yah tau diri lah ngasih uang perawatan museum ini seikhlasnya. Bapak yang jaga langsung ngejelasin panjang lebar tentang sejarah gedung ini. Kata bapaknya gedung ini dulunya adalah sebuah villa yang dibangun oleh gubernur jenderal Belanda Reiner de Klerk pada abad ke-19. Ini dia sedikit foto2 suasana interior gedung ini.

Photo-0390

Photo-0462

Photo-0463

Yang paling nggak nguatin adalah detail ukirannya yang barok banget.

Photo-0388   Photo-0400

Photo-0457   Photo-0460

Photo-0459

Oya walaupun namanya gedung arsip, namun sudah tak ada satupun arsip negara yang disimpan di gedung ini, semuanya dah dipindahin ke gedung yang baru. Yang tertinggal di sini cuma peninggalan barang2 kuno. Kayak ini nih yang keren, yaitu brankas tua yang misterius.

Photo-0399

Kenapa aku bilang misterius? Soalnya di luarnya sama sekali nggak ada lubang kunci atau apapun yang bisa dibuat untuk membuka brankas ini dari luar. Aku sempat penasaran dan nanya sama bapaknya yang jaga. Ternyata cara membukanya cukup keren, yaitu dengan menggeser2 buletan yang ada di depan hingga didapat kombinasi yang tepat, kayak permainan rubik gitu. Keren deh, canggih banget padahal buatan zaman dulu hahaha.

Aslinya sih brankas yang di atas nggak boleh difoto kayak barang2 lain di museum ini, tapi karena bapaknya baek banget untuk sekali itu aku dibolehin ambil foto. Oya barang2 laen yang jadi koleksi gedung ini juga keren2 lho, nggak kayak museum lain yang biasanya bikin boring. Tapi banyakan sih kayak benda2 maritim gitu, seperti ada kompas tua, model bermacam-macam kapal mulai dari kapal Belanda hingga kapal pinisi dan kora2, senjata, dan ini nih yang paling keren: helm selam kuno!

Photo-0405

Cuma sayang kata bapaknya, ini baru sebagian koleksi museum ini. Yang lain masih pada disimpen soalnya kemaren gedung ini dipakai buat pernikahan. Ternyata bisa lho sewa gedung ini buat berbagai acara resepsi, harganya dipatok 60-an juta tapi udah lengkap makanan dan lain-lain. Wah, pastinya berkesan banget dong married di tempat bersejarah kayak gini.

Nah, ini adalah halaman belakang gedung ini. Seperti yang tadi udah diceritakan, dulunya bangunan ini adalah villa sehingga banyak kamar, sedikit banyak sih mirip2 Lawang Sewu suasananya *moga2 nggak berhantu juga*.

Photo-0412  Photo-0458

Photo-0454  Photo-0456

Di bagian dalam kawasan gedung ini terdapat lapangan hijau, sepasang meriam, dan sebuah lonceng. Aku sempet bingung ngapain ada lonceng di tempat beginian. Setelah nanya ke bapaknya, ternyata lonceng itu dipakai untuk apel para tentara2 Belanda yang sering menginap di situ.

Photo-0421

Aku juga berkelana hingga ke bagian lantai dua gedung ini. Wah suasananya oldies banget, soalnya hampir seluruh bangunan terbuat dari kayu.

Photo-0445  Photo-0431

Setelah puas berfoto2 ria, akupun memutuskan untuk pulang. Wah asiknya kalo maen ke tempat beginian rame2 ama teman2 atau keluarga biar heboh. Tempatnya asik dan keren banget lho, sumpah. Cuma herannya, mulai dari aku datang ampe pulang, cuma aku doang yang berkunjung di tempat ini. Waduh nih orang Jakarta kira2 dong, ada tempat seasik ini kok malah nggak ada yang peduliin sih? Aku aja yang pendatang kagum ama tempat ini dan kepengen balik lagi kapan2. Selain suasananya yang asri dan penjaganya yang ramah, di sini koleksi museumnya juga wow banget, (nggak kayak museum Fatahillah yang *sampah* banget, nyesel gue kesana). Bagusan ini lah kemana-mana.

3 comments:

  1. minta refrensi tempat bersejarah yang unik untuk wilayah jakarta dunk...
    sy juga suka sejarah dan jajan2 di gunung dengan modal dompet pas2an.
    bisa Email : oyik_wlf@yahoo.co.id
    Or Whatsapp : 0812 8489 8602

    ReplyDelete
  2. Bagus banget kak postingannya :) tp memang sayang ya, jiwa nasionalis anak anak sekarang sangat kurang. Jujur aku jg era jaman skrg ka. Aku msh kls 3 sma. Tp aku tertarik sekali. Seperti museum kebangkitan nasional/STOVIA..keren ;),

    ReplyDelete
  3. Tulisannya bagus, dan ceritanya menarik ! Ini, ada tautan tentang pendiri gedung (sekarang jadi Museum) Arsip Nasional, namanya Reinier de Clerk, salahsatu Gubernur Jenderal zaman VOC. Beliau meninggal di Betawi tahun 1790, dan semasa hidupnya tinggal di gedung arsip nasional, yg ketika itu adalah villa. Gedungnya sendiri dibangun sekitar tahun 1760, pada pertengahan abad ke-18.
    http://id.wikipedia.org/wiki/Reinier_de_Klerk

    ReplyDelete