Sunday, March 2, 2014

J-CREEPYPASTA #3: MUMMY SHIP

 

MUMMY SHIP

KAPAL HANTU

  fisherman ship

Sebuah kapal hantu ditemukan 31 Oktober 1927, di pesisir Pulau Vancouver, sebelah barat Kanada.

Margaret Dollar, sebuah kapal kargo yang sedang dalam perjalanan pulang ke Teluk Seattle menemukan Ruouei-maru, sebuah kapal nelayan yang telah lama menghilang.

Kapal tersebut dalam keadaan rusak. Di dek ditemukan beberapa mayat yang telah berubah menjadi mumi, tulang-tulang yang berserakan, dan sebuah jenazah tanpa kaki. Aroma kematian begitu terasa ketika tim penyelamat tiba di sana.

Kabin penuh dengan mayat-mayat yang memumi dan tulang belulang dengan tengkorak yang pecah. Bekas darah tampak bercipratan di seluruh bagian kamar tidur.

Bulu-bulu putih, kemungkinan milik seekor burung camar, menutupi lantai dapur. Seutas lengan manusia tergeletak di atas panci.

Tak ada air ataupun makanan di atas kapal. Mesin berada dalam kondisi sepenuhnya rusak.

Namun dalam ruangan kapten, ditemukan sebuah buku catatan. Tiap halamannya berisi catatan mengerikan mengenai apa yang terjadi di atas kapal tersebut. Menurut catatan ini, kapal Ryouei-maru memiliki status sebagai berikut:

Berat: 19 ton

Pemilik: Fujii Saburo dari Prefektur Wakayama, Jepang.

Kapten: Miki Tokizo

Kepala bagian mesin: Hosoi Denjiro

Jumlah staf kapal: 12 orang

Meninggalkan pelabuhan Misaki pada 5 Desember 1926

Para penyelamat menyadari bahwa kapal ini terombang-ambing selama setahun. Namun mereka merasa curiga. Di atas kapal, mereka hanya menemukan 9 jenazah. Padahal seharusnya ada 12 orang di atas kapal. Apa yang terjadi dengan 3 orang sisanya?

Kapa Ryouei-maru berlayar dari pelabuhan Misaki di Prefektur Kanagawa pada 5 Desember 1926 untuk memancing ikan tuna di lepas perairan Choushi di Prefektur Chiba, Jepang.

Kondisi cuaca buruk dan mesin mengeluarkan suara yang mengkhawatirkan. Pada 6 Desember, kapal tersebut berlabuh di pelabuhan Choushi. Namun tak ditemukan masalah pada mesin sehingga mereka segera berlayar lagi dan berhasil menjaring ikan tuna yang banyak di dekat Choushi.

Namun tiba-tiba, kapal mengalami bencana badai. Kapten tak mampu menavigasikan kapal melewati badai.

Pada 15 Desember, setelah kapal tersapu hingga 1.000 mil ke tengah laut, kapten kapal dua melihat kapal nelayan lain di pesisir wilayah Kishuu, dekat Wakayama, dan Prefektur Mie. Sinyal dikirimkan kepada kapal-kapal tersebut, memanggil kapten dan para krunyamencoba meminta bantuan, namun mereka tak memberi jawaban.

Kapten Miki menyatakan pada kru-nya bahwa hanya ada cukup makanan untuk jangka waktu empat bulan.

Sebuah kapal lain, Oriental Steamship melewati mereka pada 16 Desember. Lagi-lagi, meskipun usaha yang dilakukan para kru kapal Ryouei-maru, kapal tersebut sama sekali tak memberikan jawaban.

Catatan kapten kapal mengungkapkan kecemasannya dalam catatannya.

Tak peduli usaha apapun yang kami lakukan, kapal ini tak mau berlayar ke arah barat. Usaha kami kembali ke Jepang sepertinya akan sia-sia.

Yang bisa kamu lakukan hanyalah menunggu kapal lain lewat dan menolong kami. Kami sudah memutuskan untuk mengapungkan kapal kami menuju Amerika. Kami hanya mengandalkan layar untuk membawa kami ke arah timur laut. Namun berlayar ke Amerika dengan sebuah kapal layar sama halnya dengan usaha Colombus menemukan benua Amerika.

Berikut ini catatan kapten selengkapnya dalam catatan yang kami temukan.

27 Desember: menangkap 10 karung tuna.

27 Januari: melihat kapal asing. Tak ada jawaban. Hujan. Menggunakan ember untuk mengumpulkan air hujan. Akan dipakai untuk air minum.

17 Februari: persediaan makanan semakin menurun.

6 Maret: tak menangkap ikan satupun. Tak ada makanan tersisa. Kelaparan dan kematian sangat dekat dengan kami.

7 Maret: Orang pertama yang meninggal. Hosoi Denjiro, sang kepala bagian mesin. “Aku hanya ingin menginjakkan kaki di tanah Jepang lagi...” ia mengerang begitu sesaat sebelum ia meninggal. Kami mengadakan upcara penguburan di laut.

9 Maret: kami menangkap ikan hiu yang besar. Naoe Tsuneji tak mau memakannya dan memilih mati. Kembali kami mengadakan upacara penguburan di laut.

15 Maret: Izawa Sutetsugu, yang selama ini menulis log kapal, meninggal karena penyakit.

Kini Matsumoto Gennosuke yang akan menulis. Kami melakukan upacara penguburan di laut. Kami kini berwajah pucat dan suram. Jenggot kami panjang dan tak terawat. Kami seperti zombie yang berjalan tanpa arah di atas kapal. Benar-benar pemandangan yang menyedihkan.

27 Maret: Terada Hatsuzo dan Yokota Ryounosuke tiba-tiba berbicara non-sense. “Heeeeo, itu Gunung Fuji! Kita tiba di Amerika! Aaah, aku bisa melihat pelangi!” Ucapan-ucapan gila. Mereka bahkan mengunyah kayu-kayu di sisi kapal. Mereka akhirnya meninggal dalam penderitaan. Kami tak mungkin jauh dari lapisan terdalam neraka.

29 Maret. Yoshida Toukichi menangkap ikan tuna yang menyebabkan Mitani Torakichi menjadi gila. Ia mengambil kapak dan mengayunkannya ke kepala Yoshida. Bahkan ketika kami melihat hal semengerikan itu, kami tak punya tenaga untuk menghentikannya. Mitani kemudian bunuh diri.

Kami semua menunjukkan tanda-tanda penyakit scurvy karena kekurangan sayuran. Gusi kami mengeluarkan darah dan kami semua tampak berubah menjadi monster. Tuhan, tolong kami ...

4 April: Kapten Miki berhasil menangkap seekor burung camar di dek dengan tangannya. Kami semua segera menerjang kapten seperti binatang liar, mencabut bulu-bulu burung itu, dan memakannya hidup-hidup selagi dia berusaha untuk kabur. Daging mentah, darah yang menetes...aku tak menyangka rasanya akan selezat ini. Apakah ini tandanya kami bukan manusia lagi?

6 April: Tsuji Yoshiji muntah darah dan meninggal.

14 April: Sawayama Kanjuurou tiba-tiba menjadi kasar dan gila dan mulai memotong mayat teman-teman kami. Apakah ini neraka? Aku harap daging manusia ini bisa menyelamatkan kami ....

19 April: Toyama Kazuo dan Sawayama Kanjuurou berebut daging di dapur. Kami semua telah berubah menjadi iblis. Tapi...tapi...kami masih berharap bisa pulang lagi ke rumah. Malam itu, keduanya meninggal dengan darah melumuri tubuh mereka di lantai.

6 Mei: Kapten Miki tak bisa bergerak lagi. Dari 12 orang yang memulai perjalanan ini, hanya kapten dan aku yang masih tersisa. Kami berdua sangatlah sakit dengan beri-beri dan gemetar tiada henti.

11 Mei: Hari mendung. Angin yang kuat datang dari arah barat laut. Kapal hanya terombang-ambing mengikuti angin. Kami tak melihat daratan. Kami tak melihat siluet kapal. Yang bisa kami lakukan hanya menunggu kematian. Jasad teman-teman kami telah membusuk. Gumpalan daging lepas dari tulang mereka. Bau kematian. Hanya ini yang bisa kamu lakukan. Melihat tulang belulang itu dan menunggu saat-saat terakhir kami ...

Catatan itu berakhir di sini.

Tapi di salah satu kayu kapal, sang kapten menulis sebuah pesan bagi keluarganya sebelum ia meninggal.

Dengarkan apa yang aku katakan! Ketika kamu besar, janganlah menjadi nelayan! Jangan sampai kamu melakukan kesalahan yang sama seperti ayah. Kumohon kepadamu, JANGAN menjadi nelayan! Jadilah yang lain. Maafkan ayah, ayah tak bisa kembali. Maafkan aku ...

Namun kenyataannya jauh lebih aneh daripada fiksi. Ketika menyelidiki catatan kapal tersebut, para penyelidik menemukan berbagai keanehan.

Pertama, kapal itu berpapasan dengan puluhan kapal lain, namun tak ada satupun yang menanggapi sinyal darurat mereka.

Kedua, dalam keseluruhan perjalanan mereka melintasi Samudra Pasifik, kru Ryouei-maru hanya melihat satu burung camar.

Keanehan lain datang dari pengakuan Richard Healy, kapten dari kapal kargo “West Ison” yang mencatat ini.

23 Desember, 1926. Seorang awak kru melihat sebuah kapal kayu terombang-ambing sekitar 1.000 km dari Seattle. Kami mengirimkan sinyal darurat, namun tak ada balasan. Kami memutuskan mendekatinya dan di lambung kapal tertulis nama “Ryouei-maru”. Sekitar 10 orang berdiri di dalam kapal, di belakang jendela kabin, menatap kami. Tak ada yang menyahut terhadap teriakan kami. Mereka hanya menatap kami dengan tatapan kosong lalu berbalik ke dalam.

Di dalam catatan Ryouei-maru sama sekali tak disebutkan hal itu.

Apa yang sebenarnya terjadi dengan mereka?

22 comments:

  1. Apa mungkin kapal dari "Ryouei-maru" itu adalah kapal hantu yg di maksud? Jelas karena pengakuan Richard Healy diatas menandakan 10 orang kru "Ryouei-maru" adalah Mummy (atau mungkin Zombie) di cerita ini??

    KAU BERTANGGUNG JAWAB ATAS RASA PENASARANKU MIN!! #MAKIN EMOSI

    ~W

    ReplyDelete
    Replies
    1. misteri dari cerita ini memang belum terkuak...ataukah memang sebaiknya dibiarkan tetap tak terjawab ^^

      Delete
  2. mereka jadi kanibal?
    dan satu-satunya yang hidup adalah sang kapten yang menulis pesan aneh?
    mereka hantu???
    entahlah--mungkin memang lebih baik misteri ini tetap menjadi misteri?? #ga mau mikir

    ReplyDelete
  3. Biarkanlah misteri tetap menjadi sebuah misteri..


    #Pundung dipojokkan

    *Udah ngulang ngulang bacanya, tetep ga mudeng.. apa ini artinya aku bukan manusia juga? Lantas aku apaaaaa?

    The hash slinging slasher*

    ^

    Dia menggila

    ReplyDelete
  4. Berarti.. Jeng jeng.. Kapal pelabuhan jepang tadi sepertinya sudah jadi hantu..jeng jeng..

    ReplyDelete
  5. yang kalian semua tak tahu adalah....
    hitung lagi berapa orang yang ada di kapal!!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haaah ... gue sendiri malah nggak tahu ...

      Ada apa emang? Bukannya pas ada 12 orang?

      Delete
  6. "aku" itu siapa?
    enggak mudeng

    ReplyDelete
  7. Kyknya 10 dari 12 awak kapal (selain kapten Miki dan si 'Aku') mulai gak beres, entah dirasuki atau apa.

    Kapalnya berangkat tanggal 5 Desember, dan dari tanggal 15 dst katanya kapalnya berpapasan sama banyak kapal yg lain setelah terseret oleh ombak badai, termasuk kapal Iron West yg berpapasan sama Ryouei-maru pada tanggal 23 Desember.

    Katanya mereka butuh pertolongan dan berharap ditolong oleh kapal lain yg kebetulan lewat, tapi kok pas Iron West lewat (udah dikirimin sinyal darurat juga) malam mereka diam aja, natap dengan tatapan kosong gtu. Yang ngeliat kan 10 orang, kemungkinan ya 10 awak kapal selain kapten dan si 'aku' nya itu. 10 orang itu mgkn kerasukan setiap ada kapal lain lewat dan si kapten dan 'aku' gak diberitahu ada kapal lewat jadi ya dibiarin aja sama 10 orang itu.

    Dan akhirnya ya mulai deh menderita smp meninggal semua. . .

    ReplyDelete
  8. Sepertinya itu kapal emang enggak pernah ada, atau mungkin itu hanya sebuah mitos dan kebohongan belaka?

    ReplyDelete
  9. Mungkin aja, sebenarnya kapal ryouei-maru itu udh lama hilang dan baru ada orang yg menyadarinya. Karena kan disitu diceritain kalau mereka bertemu puluhan kapal tapi kapal2 yang mereka temuin itu gak bisa menanggapi sinyal mereka. Jadi gak mungkin ada yang tau berita ini kan? Dan sekarang mereka baru mengetahui berita ini dari catatan kapten miki, lalu ada seorang awak kapal dari 'west ison' yg melihat kapal ryouei-maru itu. Kalau misalnya kalian nanya " kan awak kapal 'west ison' itu udh tau dari lama, kenapa baru dia ceritain sekarang?" Mungkin aja, awak kapal 'west ison' itu belum tau jelas apa yg sebenarnya terjadi sama kapal ryouei-maru itu.

    Sorry kalau jawabannya gak jelas :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Entah mereka itu tau ttg kabarnya kapal Ryouei-mari atau gak, tapi paling gak kalau misalnya ada kapal yg ngirimin sinyal darurat ke kapal lain yang berpapasan, itu sudah jelas ada sesuatu pada yang ngirim sinyal, entah mau minta tolong ataupun kontak ke kapal yang dituju.
      *ibaratnya seperti satu kapal "memanggil" kapal yg lain untuk diajak berinteraksi.

      Di situ aja ada kapal lain ngirimin sinyal ke Ryouei-maru tp gak dihiraukan, malah 10 awak kapalnya malah ngeliat orang2 di kapal lain pake tatapan kosong tanpa respon apapun. Itu lumayan nyeremin dan aneh -_-

      Delete
  10. kena curse kalii...soalnya kan kapal yang menemukan kapal gaje di deket seattle itu udah kasih sinyal darurat tapi gak ada yang nanggapin,kru-nya cuman bediri bengong dan malah balik arah. kebanyakan nangkep ikan kalii

    -azra

    ReplyDelete
  11. itu bukannya yg ada dikapal harusnya 14 orang ya?
    kenapa hanya dihitung 12?

    Kapten: Miki Tokizo
    Kepala bagian mesin: Hosoi Denjiro
    Jumlah staf kapal: 12 orang
    total 14 orang didalam kapal

    ReplyDelete
    Replies
    1. staf kapal maksudnya kapten juga masuk

      Delete
  12. 1. ada tiga yang ilang.. 2 dikuburkan (ditenggelamkan ke laut) yang satu lagi kemana?

    2. tanggal 27 melihat kapal asing? kapal west Ison kah? tapi west Ison melihat nya tanggal 23 desember.. lebih cepat sebulan?

    3. persediaan makanan untuk 4 bulan dari tanggal 15 Desember membuat pernyataan seharusnya makanan habis di bulan april.. dan belum termasuk tambahan 10 karung tuna tapi lagi2 lebih cepat sebulan ( 6 maret) makanan dah gak ada sisa

    4. apa yang terjadi dari tanggal 27 Desember sampai 27 Januari? ( 1 bulan lagi)

    ada yang bisa memecahkan misterti 1 bulan dan 1 orang ini?

    ReplyDelete
    Replies
    1. fans bertanya, admin menjawab #plak#
      1. eits, ayo dibaca baik2. ada 3 orang yg dikubur di laut: Hosoi Denjiro, Naoe Tsuneji, ama Izawa Sutetsugu
      2. kayaknya kapal yg beda, soalnya di west ison dicatat para kru kayak nggak sadar gitu dg kedatangan kapal penolong
      3. emang desember nggak makan buk? des - jan - feb - maret kan pas 4 bln. untuk ikannya, bisa dipastiin masih mentah dan mungkin dlm 4 bln udah busuk
      4. kemungkinan emg ga dicatat dlm log soalnya nggak ada kejadian heboh saat itu

      Delete
  13. seru nic pembahasan admin ma Anonymous..
    Klu aku pribadi sic yg bkin penasaran itu kenapa byk kapal yg lewat tp seakan2 kapal2 itu tak melihat Ruouei-maru..apa jgn2 waktu itu Ruouei-maru memang tak terlihat? seperti dlm Film Silent Hill si anak n ibu tak terlihat oleh suaminya..
    Makin ngaco nic..hehehe

    ReplyDelete
  14. 1. Mungkin ada 13 org yang ada dlm kapal itu. Krn menurutku, setelah meninggalnya Izawa Sutetsugu Ia digantikan Matsumoto Gennosuke?! Lalu disitu disebutkan kan 'catatan kapten' berarti harusnya mencatat Kapten Miki?! Lalu si 'Aku' ini siapa ? Matsumoto? Kapten Miki?

    2. Dikatakan di situ: 'Tak peduli usaha apapun yang kami lakukan, kapal ini tak mau berlayar ke arah barat.' kapalnya rusak? Tapi mengapa saat diperiksa di Pelabuhan Choushi baik2 saja?

    3. Lalu '27 Desember: menangkap 10 karung tuna.' tapi catatan Kapten West Ison Ia melihat kapal Ryouei-Maru 4 hari sebelum menangkap ikan tuna, dimana kapal itu masih berada di dekat Pelabuhan Choushi dan knp terlihatnya 1000 km dr Seattle? Sudah tertiup angin kali ya.?!

    4. Yang meninggal ada 10 org : Hosoi, Naoe, Izawa, Harada & Yokota, Yoshida & Mitani, Tsuji, Sawayama & Toyama. 3 dri mereka dikubur di laut, brrti sisa 7, di tambah mayat Kapten dan si 'Aku' jadi 9. Kemungkinan 10 org yg meninggal itu adalah Mumi atau org yg sdh lama meninggal tapi hidup dn menganggap dirinya masih hidup (efek nntn anime Another:D) sedangkan Kapten, si 'Aku', Matsumoto adalah manusia. Dimana si Kapten menulis di sebuah kayu, kalimat yg aneh 'Jangan sampai kamu melakukan hal yang sama seperti ayah..' hal yg sama ini dlm artian apa? Jadi nelayan? Atau apa?

    5. Keanehannya....... terletak pada si 'Aku' yang mencatat semua catatan itu, dan si Kapal yang tidak mau berlayar ke arah Barat. 2 keanehan yg ditemukan :
    -kapal berpapasan dg puluhan kapal tp tdk ada yg menanggapi sinyal mereka
    -hanya ada satu burung camar yang mereka temukan
    mungkin... sebenarnya mereka tidak memberikan sinyal darurat?!
    dan mungkin... sebenarnya ada banyak burung camar tp hanya ada satu yg dpat Kapten tangkap?!

    Hipotesanya... kapal itu bukan kapal hantu, tapi kapal biasa namun staf kapalnya yang mungkin bermasalah, ada orang tambahan dalam kapal Ryouei-Maru.

    ReplyDelete
  15. entar, kok gak ada yang sadar?
    mereka kan jadi gila karna berbulan-bulan di laut, terus katanya gak punya tenaga buat mencegah perbuatan kru lain. kok ada yang masih cukup waras dan kuat untuk nulis diari?

    jangan-jangan...

    ReplyDelete
  16. bingung gan ditambah komennya beragam jadi tambah pusing dah :v

    ReplyDelete