Tak terasa perjalanan panjang hidupku telah membawaku menapaki dunia kerja selama dua tahun. Kerjaanku dulu enak sih, aku jadi editor buku-buku pendidikan *pembaca langsung pada shock*. Tapi aku merasa pekerjaan di Solo mulai membuatku jenuh. Itulah satu-satunya persamaanku sama Rio Febrian selaen kita sama2 galau. Jadi tertanggal akhir Oktober, aku memutuskan resign dari kantorku yang lama di penerbitan dan pindah ke sebuah lembaga bimbingan belajar untuk mendidik generasi2 muda *pembaca lebih shock lagi*. Nah, aku sempat bingung nih gimana “manner” yang tepat kalo mau resign. Setelah cari-cari di internet dan kupraktiin, ternyata hasilnya aku bisa resign dengan sukses.