Tuesday, September 3, 2013

URBAN LEGEND #36: GRAFFITI

 

GRAFFITI

TULISAN DI DINDING

writing-on-the-wall 

Di kota tempatku tinggal, terdapat gedung tua berlantai dua yang kini telah kosong. Gedung itu kini terabaikan dan tak terurus. Kondisinya sangat kotor, plafonnya telah lama berjatuhan, dan jendela2nya banyak yang pecah. Beberapa dindingnya pun hampir roboh, sehingga tak ada warga lokal yang berani mendekatinya.

Suatu malam, aku dan seorang temanku menguji nyali kami dengan pergi ke sana malam-malam. Dengan menyalakan senter, kami masuk melalui pintu depan. Kami menjelajahi kamar2 yang ada di lantai satu, namun tak ada apa2 di sana. Kami lalu menemukan sebuah grafiti dekat tangga.

“Naiklah ke atas.”

Siapa yang menulis grafiti ini, pikirku. Ah, mungkin ulah anak2 usil yang suka masuk ke sini. Kami berduapun naik ke tangga. Di sana, kami kembali menemukan tulisan di dinding,

“Aku ada di kamar depanmu.”

Iseng-iseng kamipun masuk ke kamar itu. Di sana ada beberapa pintu lagi. di dinding kamar itu kembali kami menemukan grafiti bertuliskan,

“Aku ada di sebelah kiri.”

Kamipun membuka pintu di sebelah kiri dan menemukan kamar itu bercabang dua, satu ke kanan dan satu ke kiri. Namun di dinding tengah2nya terdapat grafiti bertuliskan,

“Kepalaku ada di sebelah kanan, tubuhku ada di sebelah kiri.”

Membaca tulisan itu, temanku langsung berlari ketakutan, meninggalkanku sendirian. Namun aku mengumpulkan segenap keberanianku dan berbelok ke kamar sebelah kiri.

Terdapat tulisan lagi,

“Tubuhku dikubur di bawah.”

Aku menunduk dan di lantai terdapat tulisan,

“Kepalaku datang dari kamar yang ada di kiri. Jangan melihat ke belakangmu!”

URBAN LEGEND #35: THE TAXI

 

THE TAXI

TAKSI

People-walking-in-the-rain-photography5 

Seorang pemuda baru saja keluar dari stasiun kereta api. Hari sudah menjelang malam dan hujan mulai turun. Iapun mengeluarkan payungnya dan mulai berjalan di bawah hujan.

Begitu keluar dari stasiun, ia mulai merasakan perasaan yang tak enak aneh. Seperti ada atmosfer aneh yang menyelimutinya.

Di luar stasiun terdapat banyak orang. Ia pikir biasa sebab mereka mungkin ingin pulang ke rumah mereka masing2 menggunakan kereta api. Namun yang tidak biasa adalah, walaupun saat itu tengah hujan deras, tak ada satupun yang menggunakan payung. Mereka seolah membiarkan diri mereka diguyur hujan.

Ia melewati mereka dan sebuah taksi berhenti di depannya.

“Ayo naik!” kata sang sopir taksi sambil membuka jendelanya.

“Maaf, saya tak butuh taksi.”

“Naik saja!” perintah sang sopir taksi, agak memaksa.

Sang pemuda berpikir sebentar. Rumahnya tak jauh, namun ia ingin segera keluar dari atmosfer yang aneh itu, sehingga ia memutuskan masuk ke dalam taksi itu.

“Aku tahu,” kata sang sopir taksi ketika ia mulai melajukan mobilnya, “Ketika aku melihatmu berjalan dengan hati2 seolah tidak ingin menabrak orang di jalanan yang kosong, aku tahu kau butuh bantuan...”

URBAN LEGEND #34: POLAROID CAMERA

 

POLAROID CAMERA

KAMERA POLAROID

polaroid_camera_by_plainlullaby-ieman's 

Serang pria mencoba mengambil foto2 dirinya secara berurutan dengan menggunakan kamera polaroid barunya. Namun ia ketakutan melihat hasil fotonya. Di foto pertama, ia melihat ada seorang laki-laki berada di belakangnya. padahal ia yakin ia sendirian saat mengambil foto itu. Di foto berikutnya, ia melihat pria itu mengeluarkan pisau. Feoto demi foto ia lihat, dan pisau yang ia pegang semakin lama semakin teracung ke atas. Hingga foto terakhir, terlihat seakan pria itu hendak menikamnya dari belakang.

Sejak saat itu ia tak pernah berani lagi mengambil foto dirinya.

Ia takut apa yang akan terjadi padanya jika ia mengambil foto yang terakhir.

URBAN LEGEND #33: INTRUDER

 

INTRUDER

PENYUSUP

SONY DSC                      

Saat itu sudah tengah malam dan aku sedang berbaring di tempat tidur, mencoba untuk bersantai. Aku mengganti channel TV karena mulai membosankan. Sebuah berita “breaking news” sedang ditayangkan. Malam-malam begini, pikirku. Sepenting apa beritanya?

Aku kemudian mengeraskan volume televisi.

“Seorang pembunuh berantai melarikan diri dari penjara. Semua penduduk diharapkan waspada. Tersangka memiliki senjata dan sangat berbahaya ...”

Rasa kantuk mulai menyerangku sehingga aku mematikan televisi dan mencoba tidur di kasur yang empuk itu. Tiba-tiba aku mendengar suara dari bawah. Seakan-akan ada seseorang di luar rumahnya sedang mencoba membuka pintu.

Keringat dingin mulai menetes di pelipisku. Jantungku berdetak keras. Dalam hati aku hanya bergumam, “Tidak mungkin...tidak mungkin...”

Aku kembali memasang telingaku. Terdengar decit pintu terbuka.

Ini bukan imajinasiku! Ada seseorang yang berusaha masuk ke rumah!

“Aku harus segera keluar dari sini!” pikirku.

Aku segera bangkit dari tempat tidurku dan mencoba keluar melalui jendela. Aku sangat ketakutan dan berharap aku tak membuat suara sedikitpun. Ia tak boleh tahu aku ada di sini!

Kemudian aku mendengar suara langkah kaki menaiki tangga. Satu persatu.

“Ia semakin dekat!” pikirku. “Aku harus secepatnya kabur dari sini!”

Aku berhasil merangkak keluar melalui jendela dan sampai di atap garasi. Dengan hati-hati aku mencoba menggapai pipa air dan berpijak padanya untuk turun. Akhirnya aku menjatuhkan dirku di atas rerumputan di luar garasi.

Aku mendongak ke atas. Terlihat seseok bayangan bergerak di dalam kamar tidurku tadi. Untung saja aku cepat keluar sehingga ia tak menemukanku.

“Hampir saja.” Aku menghela napas dengan lega. Bulu kuduknya bergidik. Tak terbayangkan apa yang akan terjadi padanya bila ia berhasil menangkapku.

Aku bersembunyi sebentar di balik pepohonan dan setelah merasa keadaan kembali aman, akupun menyembunyikan kembali pisauku di balik jaketku dan bergerak pergi.

Aku akan mencari rumah lain.

URBAN LEGEND #32: BLACK DOLL

 

BLACK DOLL

BONEKA HITAM

black-doll 

Alkisah hiduplah wanita dan bayinya. Karena bercerai, ia membesarkan bayinya sendirian. Hingga suatu hari, wanita itu memutuskan bunuh diri dengan cara menabrakkan dirinya dengan sebuah mobil. Tak ada seorangpun yang mengenali wanita yang tewas itu.

Hingga dua bulan kemudian, sang pemilik rumah kontrakan wanita itu datang untuk menagih tunggakan uang sewa wanita itu. Ia menengok ke dalam kamar melalui jendela. Suasana di dalam kamar sangat gelap, namun ia bisa melihat perabotan masih lengkap di sana. Di tengah lantai, tergeletak sebuah boneka hitam.

Orang itupun masuk ke dalam rumah. Kondisi di dalam sangat berdebu dan ia menjadi yakin, rumah itu kosong selama dua bulan terakhir.

“Mungkin wanita itu terburu-buru pergi bersama anaknya.” kata orang itu sambil mendekati boneka hitam yang tergeletak di lantai, “Kasihan, ia bahkan tak sempat membawa mainan anakna...”
Namun ketika ia hendak memungut boneka itu, tiba-tiba boneka itu seperti tercerai berai dan ratusan kecoak berlarian dari boneka itu.

Barulah ia menyadari itu bukan boneka.

Itu kerangka seorang bayi, dikerumuni ratusan kecoak.

URBAN LEGEND #31: ONE IS TOO MANY

 

ONE IS TOO MANY

SATU TERLALU BANYAK

Surrounded_by_Ghost_by_cat_gray_and_me78 

Alkisah, ada seorang pria, sebut saja dia “D” yang suka mengerjai orang. Sebagai contoh, ketika ada empat orang datang ke restorang (termasuk dia), dan pelayannya bertanya, “Pesan untuk empat orang?”, ia selalu berkata, “Empat? Lihat baik-baik! Bukankah kami ada lima!”

Banyak orang mengira D memang memiliki kemampuan melihat apa yang tak bisa dilihat manusia biasa. Namun sebenarnya tidak. Ia hanya suka mempermainkan orang dan sennag melihat ekspresi ketakutan orang2 yang ia pikir lucu. Teman2nya selalu menyuruhkan menghentikan lelucon itu, namun ia terus saja melakukannya.

Hingga suatu hari, karena kesal, akhirnya tak ada satupun orang yang mau makan lagi bersamanya. Iapun terpaksa makan siang di sebuah restoran langganannya.

“Pesan kopi!” katanya pada pramusaji. Namun ketika pramusaji datang, ia menghidangkan dua gelas kopi. Satu untuknya, dan satu diletakkan di depan kursi sebelahnya. Ketika makanan datang pun, pramusaji selalu meletakkan dua piring, satu untuknya dan satu diletakkan untuk kursi sebelahnya.

Pertama ia pikir para pramusaji di sini ingin membalasnya.

Namun hal itu terus terjadi, walaupun ia mencoba makan di tempat yang berbeda-beda. Bahkan kemanapun ia pergi, kini teman2nya pun selalu mengatakan bahwa ada orang lain yang sedang bersamanya.

Ia mulai ketakutan dan merasa jera. Mungkin ini balasan karena ia sering mempermainkan orang lain.

Selama berhari-hari, akhirnya ia memilih hidup seperti pertapa. Ia tak pernah keluar rumah lagi dan terus saja berdiam di kamar karena ketakutan.

Setelah sebulan, akhirnya ia mulai merasa tenang. Ia merasa, apapun yang mengikutinya, ia pasti sudah meninggalkannya.

Iapun datang ke sebuah restoran, memesan segelas kopi.

Sang pramusaji datang dan menyajikan segelas kopi untuknya.

Lalu segelas kopi diletakkan untuk kursi di sebelahnya.

Lalu satu lagi.

Dan lagi.

Dan lagi.

Dan lagi ....

10 URBAN LEGENDS PART 04

 
tumblr_mrhebu5NoU1sajrbzo1_500 
Sebelumnya:
Seri terakhir dari 40 urban legend paling menakutkan yang kukumpulkan. Nikmatilah 10 cerita terakhir ini!
Salah satu urban legend favoritku dengan sebuah pesan moral. Jangan bermain-main dengan cerita hantu!
Boneka hitam ini tak seperti dugaanmu ...
Sebuah cerita biasa tentang pembunuh berantai dengan ending tak terduga ....
Ia tak berani lagi mengambil fotonya sendiri sejak memiliki kamera polaroid baru. Mengapa?
Naiklah sesegera mungkin ke taksi ini karena ....
Siapa sangka tulisan2 di dinding bisa menjadi sangat menakutkan? Salah satu urban legend paling seram yang pernah kudengar.
Jangan hampiri jika ada tangan yang memanggil ...
Maukah kamu menerima rumah gratis? Namun dengan syarat dan konsekuensi yang harus kamu terima ....
Jangan tutup matamu jika kamu mengalami tindihan. Jika tidak, ini yang akan kamu alami ....
Jangan mengangkut sembarang penumpang di tengah malam …
BONUS:
Bisakah kamu bermain petak umpet sendirian? Tidak! Namun berdua dengan hantu mungkin bisa. Di sini caranya. Namun aku peringatkan, jangan pernah mencobanya atau tanggung sendiri akibatnya!