A LOVECRAFTIAN NOVEL
Dimas
terbangun dan mencoba membuka matanya.
“Mimpi
yang benar-benar aneh …” pikirnya, “Kenapa AC-nya dingin sekali?”
Namun
ia tercengang ketika menyaksikan atap yang seharusnya menaunginya kini
menampakkan birunya angkasa. Rasa dingin kembali menyergapnya dan iapun,
sembari mendekap lengannya untuk mempertahankan sedikit kehangatan, menoleh ke
Gertrude yang ada di sampingnya.
Ia buru-buru menjerit begitu melihat wanita itu kini tergeletak tanpa kepala dan seluruh sisi bagian pesawat itu telah terkoyak.






