Thursday, September 1, 2011

JALAN JALAN KE SURABAYA

Surabaya oh Surabaya…sudah lama aku ingin mengunjungi dirimu. Alasannya cm satu, pengen liat jembatan Suramadu hehehe. Kebetulan adik tingkatku skrg pindah kuliah di Airlangga. Lmyn ada akomodasi selama di sana. Tapi perlu persiapan matang slm disana krn ini kali pertama aku ke Jatim.

Sejujurnya aku pngen ke Sby naek kreta ekonomi spy tau gmn rasanya jadi rakyat jelata sblm bsk aku sukses dan jadi org kaya (halah). Tapi repot juga coz kereta Pasundan jur Sby brgk dr stasiun Jebres Solo jam 5. Waduh nyampe d Sby plg cepet jm 11 dong. Aku nggak enak sama tmnku kl kusuruh jemput di stasiun mlm2 (iya kl ingat, kl dia ketiduran bs2 ku tdr di stasiun). Akhirnya aku memutuskan naek kreta Sancaka sore bisnis yg tiketnya bs ku blg cukup murah, cm 75rb, mengingat perjalanan jauh dr Solo-Sby selama 5 jam (drpd jalan coba).

Karena sbt aku msh krja setengah hari, sbt sore aku brgk ke stasiun Balapan. Krn ini pertama kalinya aku pergi jauh sendirian, ayahku sampai nganter aku ke stasiun (jadi terharu, kl dipikir2 ayah mana sih yg tega kehilangan anak kyk aku…haiah). Jam 5 teng kreta brgk tepat waktu (maklum kereta mahal, kl kreta ekonomi sudah bs dipastikan bakal telat). Kretanya nggak bgs2 amat sih, cm jago cepetnya doang.

Jam 9 akhirnya aku nyampe di stasiun Gubeng. Setelah sempat muter2 gr2 nggak ngerti dmn pintu keluarnya, akhirnya aku dijemput sm tmnku. Kostnya di daerah perumahan dkt kampus Airlangga. Pagi harinya aku rencana ikut misa di gereja Katedral Surabaya. Aku dah kontak tmnku anak Sby yg juga Katolik bt ikt misa brg. Seharusnya kami ikut misa jm stengah 8, tp tmnku trnyata bangun kesiangan (rumahnya Sidoarjo lg). Seolah-olah kami memang ditakdirkan telat, ternyata pas hr mgg jalan2 utama di Sby dipakai bt car free day, terpaksa kami muter2. Alhasil km tiba pas homili (sekitar separuh misa hehehe). Ah, tp yg penting niatnya kan? Ni dia gerejanya.




Katedral Surabaya adalah gereja tua bikinan Belanda. Nggak besar2 amat sih gerejanya, masih gedean gerejaku di Solo. Namun yg menarik adalah sebuah mimbar kecil yg kt tmnku dl digunakan untuk membaca kitab suci, tp skrg tdk digunakan lg. Tmnku jg cerita kl di daerah Surabaya utara ada gereja tua yg keren. Mirip Notre Dame katanya. Ah lebay, pikirku. Tp setelah googling di internet sepulang dr Sby, trnyta benar. Nama gerejanya Gereja Kepanjen dan berarsitektur gotik gotik gmn gt mirip katedral Jakarta.



Nyesel bgt nggak ke greja itu. Seusai misa, temanku mengajak ke Taman Bungkul untuk melihat temannya yg sedang ikut lomba yosakoi. Apaan tuh yosakoi, tanyaku. Ah ntar liat aja, kata temanku.

Begitu sampai di Taman Bungkul, salah satu taman yang terkenal di pusat kota Sby, jalanan trnyt macet parah krn rombongan ziarah (katanya ada makam salah satu wali di situ) dan car free day. Begitu aku tau apa itu yosakoi trnyta KEREN…KEREEEEN…
Yosakoi trnyta tari tradisonal Jepang. Peserta lomba dibebaskan menggunakan kostum dan gerakan apapun tp mereka harus mengikuti musik yg ditentukan panitia. Lagunya asik dan penuh semangat. Selain itu, ada unsur yg harus ada dalam tarian yaitu menggunakan semacam kastanyet yg diketuk-ketukkan sebagai bagian irama tari.

Aku lgs terpana melihat kreativitas anak Sby. Kostumnya pun bagus2. Ada yg berkostum tradisonal Jepang dan harajuku, tapi beberapa ada yg berkostum khas penari Jawa Timur, bahkan ada yg memadukan gerakan tari Jawa Timur ke dalam tarian Jepang itu. Kata temenku ini adl event tahunan di Sby. Saranku berkunjunglah ke Sby saat ada event itu, kalian nggak akan kecewa. Ini beberapa fotonya.







Setelah puas melihat event keren ini, aku dan temenku yg sudah kelaparan krn sampai jm11 km belum mkn apa-apa, memutuskan makan pecel khas Sby. Rasanya sm saja sih sm pecel solo, porsinya dikit bgt lg (maklum kota besar apa2 mahal). Aku lalu dianterin plg ke tpt tmnku yg ku inepin td mlm. Akhirnya aku lgs packing dan meluncur ke tujuan utamaku yaitu jembatan Suramadu.

Di perjalanan kami melintas di depan univ Airlangga. Tempatnya lmyn keren jd aku minta temenQ mampir bentar bt foto-foto di depan rektoratnya. Di dpn rektorat ada taman dan danau yg kata tmnQ srg bt foto pre wedding. Ada banyak angsa di situ. Saranku kl kesini jgn lupa berfoto di depan patung ganesha.

Aku smpt kepengen maen ke fak kedokteran hewan tpt tmnku kuliah krn dia cerita dr lantai 4 kampusnya, dia bs lihat jembatan Suramadu. Sayangnya hr itu hr mgg dan kampusnya pasti dijaga satpam. Nggak berani deh hehehe. Puas di Airlangga, kami segera melesat ke Jembatan Suramadu.

Blm ada sehari di Sby aku sudah sebel bgt ama lalu lintasnya. Udah panas, ada lampu lalu lintas di semua perempatan. Belum lagi lampu merahnya lama bgt, semenit lebih! Wah bisa stress kl lm2 dsini.

Sesampainya di pintu tol jembatan, kami segera membayar uang tol. Murah kok, untuk motor cm 3rb. Perjalanan menuju Madura di atas jembatan sangat berangin, tp ttp seru. Apalagi ketika tiang penyangga jembatan sudah terlihat dan kabel-kabelnya yg besar melintasi kami. Keren bgt pokoknya. Sayangnya laut di kanan kiri kami berwarna kecoklatan. Kl lautnya biru pasti bgs bgt. Selama perjalanan, dikepalaku terus terngiang lagunya Gigi “My Facebook” yg video klipnya mengambil lokasi di jembatan ini, “berawal dari facebook baruku…jreng…jreng…”




Akhirnya kami menginjak tanah Madura. Kata temenku pulau ini terbuat dari batu kapur makanya tandus dan panas bgt. Kami di Madura cm bbrp menit. Setelah membeli gantungan kunci dan kerupuk untuk oleh-oleh, kami segera kembali ke Sby. aku sgr meminta tmnku mengantarkanku ke stasiun Gubeng untuk mengejar kereta jam 2. Singkat sekali memang, mengingat Senin aku harus masuk kerja dan perjalanan dr Sby ke Solo cukup lama. Tak lupa aku membeli nasi bungkus di pinggir jalan untuk bekal.

Akhirnya aku sampai di stasiun Gubeng. Melihat antrean kereta bisnis yang menggila, aku pun memesan tiket kereta ekonomi Sri Tanjung jurusan Jakarta via Solo dengan harga sekitar 30 ribuan. Kereta ekonomi ini nggak seburuk dugaanku, hampir sm nyamannya dg kereta Sancaka yg aku naiki krmn. Bedanya cm di AC (angin cendela alias angin yg lewat jendela hehehe) dan banyak pedagang asongan yg masuk. Penumpangnya jg ramah2 (maklum sesama wong cilik hehehe). Oya saran jg bt kalian, jgn beli oleh2 di kereta krn kalian bakal kena tipu dan dpt jajanan basi. Aku akhirnya sampai ke stasiun Jebres sekitar jm7 sore. Perjalanan singkat dan byk objek wisata yg belum kukunjungi (tugu pahlawan dan patung buaya-hiu yg jd maskot Sby) krn jaraknya yg lmyn jauh dan singkatnya waktu, tp aku dah puas dg perjalananku ini.

2 comments:

  1. welcome to surabaya bro.. enjoy your stay.. selamat menikmati surabaya yang super panas ini.. :D

    ReplyDelete
  2. Surabaya memang memiliki potensi besar di segala bidang. Maju terus surabaya

    ReplyDelete