Monday, March 12, 2012

BACKPACKING KE CANDI KALASAN (OR WHAT’S LEFT OF IT)





Saat aku backpacking ke Plaosan dan Prambanan, sekilas terbersit keinginanku untuk melanjutkan wisata ke candi Kalasan yg hanya terletak 3 km dr Prambanan. Apalagi aku melirik ada halte bus trans Yogya di dpn Prambanan. Secara logika, pasti dong bus itu melewati Kalasan dlm perjalanannya kembali ke Kota Yogya. Namun dr keterangan penduduk lokal (halah, pdhl aku jg org Jawa), nggak ada halte bus trans di sebelah kiri jalan Kalasan (adanya cm di kanan jalan), jd kudu muter2 Yogya dl br bs turun dkt candi Kalasan. Akhirnya aku membatalkannya dan terpaksa membuat agenda baru untuk backpacking ke Candi Kalasan, sekalian ke Candi Sari dan Candi Sojiwan yg terletak tak jauh dr situ.

Hari Minggu pg aku brgk naek bus jurusan Solo-Yogya tepat di dpn Rumah Sakit Kasih Ibu di Jalan Slamet Riyadi. Tapi malang oh malang, gr2 rncna kenaikan BBM bln April dpn, tarif bus udah naek duluan. Aku yg dl biasanya cm menghabiskan 5 rb sekali jalan, harus merogoh kocek ekstra 4 rb menjadi 9 rb untuk perjalanan ke Kalasan. OMG, tp itulah resiko seorg backpacker, harus siap sedia menghadapi kenyataan yg tdk terduga.

Candi Kalasan terletak di kabupaten Sleman, Yogyakarta (beda ya ama Candi Prambanan yg msh msk wilayah Jawa Tengah). Untuk menuju ke candi ini cukup mudah sebab letaknya tepat di sebelah jalan raya. Byk blog menyarankan untuk turun di Pasar Kalasan. Emg bener siy kl kalian naek bus trans dr Kota Yogya atau bandara Adi Sumarmo, tp kl naek bus umum yg bs berhenti di pinggir jalan seenak udelnya, lbh dkt kl turun di SMPN 1 Kalasan, RS Bhayangkara, atau Polsek Kalasan (ketiganya terletak berdampingan). Candinya pun sudah terlihat dr jalan raya. Tinggal turun lalu masuk gang di dpn SMPN 1 Kalasan maka kemegahan candi pun sudah terlihat.

Masuknya cukup murah, cm 2 ribu rupiah dan kitapun mendapat tiket. Hmm…aku membaca sesuatu yg aneh ketika mendapat tiket. Harga tiket udah trmsk asuransi Jasa Raharja. Lha, emg knp msk kawasan candi aja kok pake asuransi sgl? Pertanda gawat nih, jgn2 ada resiko kejatuhan batu candi?

Begitu msk, aku kagum sekaligus trenyuh. Kagum krn candi sebesar ini dibuat oleh nenek moyang kita ribuan tahun lalu dg teknologi seadanya. Namun sekaligus jg trenyuh krn kondisi candi ini sgt memprihatinkan. Pdhl candi ini cukup terkenal dan sll masuk buku pelajaran Sejarah, sebab ini mrpk candi pertama yg didirikan di Tanah Jawa. 



Saat mengelilingi candi, aku melihat banyak bagian2 candi yg tdk smpt direkonstruksi ditumpuk dan dipertunjukkan di sekeliling candi. Ini adl relief kala.

And this is the biggest nose I’ve ever seen.

Di papan yang menunjukkan sejarah candi, diperlihatkan gambar candi yg sebenarnya bila dlm kondisi utuh.
Hmm…beda bgt ama kenyataannya, soalnya byk stupa yg hilang.

Bagian2 lain candi yg blm direkonstruksi jg di-display di sini.


Lagi2 aku melihat meriam2 ini.




Hehehe…itu bkn meriam ding, tp saluran air (walau sekilas emg mirip meriam beneran sih). Asiknya aku jd bs tau cara kerjanya. Liat, di bagian dalamnya tampak ada saluran spt pipa dan air akan keluar lewat moncong. Moncong pun nggak smbrg moncong tp dihias dg motif kepala binatang. Hmm…selain pintar, nenek moyang kita jg sgt artistik.


Candi ini jujur adl candi dg kondisi terparah yg prnh kukunjungi. Tangga untuk naik ke pelataran candi di bagian depan pun sudah nggak ada, jd aku terpaksa memutar ke bagian samping candi untuk naik. Seperti biasa ada patung makara dengan singa di dalamnya yang sll menyambut kita saat menaiki tangga.

Di sisi lain candi, terdapat relief yg berbeda. Lihat, kaki depan singa ini diangkat ke atas, sedangkan yg td kukunjungi tidak.

Hal lain yg mengecewakanku adl aku nggak bs msk ke dlm candi. Bagian tangga untuk naik ke atas bener2 udah hancur lebur. Aku hanya bs berpuas diri dg memfoto candi dr bawah. Pdhl kl di candi2 lain aku udah manjat2 di bagian tepi candi dan mengabadikan reliefnya. Syg sekali, pdhl kurasa relief di candi ini adl yg terindah dibandingin candi2 lain, apalagi motif relief kala di pintu msk dan relung dinding candi yg amat rumit.



Relief di sekitar candi pun kebanyakan udah nggak utuh lg. coba perhatikan hanya sedikit relief yg tersisa, sedangkan bagian lainnya diganti dg batu biasa.

Namun msh ada relief teratai yg sgt indah dan lgs menghibur hatiku. 

Bagian plg ancur dr candi ini adl sisi baratnya. Bagian ini benar2 udah terekspos bagian dalamnya hingga bagian atapnya pun keliatan.



Sayangnya byk bgt bagian candi yg tak terawat. Kyk batu ini yg ditumbuhi lumut kerak. Pdhl kn lumut kerak trmsk organisme perintis, berarti kl g sgr diatasi, batu2 ini jg bakalan dihuni oleh tanaman2 laen!

Aku pun tdk byk menghabiskan waktu di Candi Kalasan sebab tdk byk yg bs kufoto di sini. Walaupun sedikit kecewa dg kondisi candi yg memprihatinkan, namun aku ttp menikmati kunjunganku ini dan mengagumi hasil karya nenek moyang bangsa kita yang luar biasa. Bnr2 bersyukur deh jd org Indonesia sebab bangsa laen blm tentu bs menciptakan monumen seindah ini, iya kan?





No comments:

Post a Comment