Monday, March 12, 2012

BACKPACKING KE CANDI SOJIWAN


Aku tergelitik ketika membaca artikel di blog detik travel yg berjudul “Candi Sojiwan Siap Memancarkan Pesonanya”. Kita emg jarang mendengar candi yg satu ini, soalnya rekonstruksinya sndri baru kelar taon 2011 kmrn. Tp krn letaknya yg cukup dkt dg Candi Prambanan, aku pun tergoda untuk mengunjunginya sbg penutup perjalanaku setelah mengunjungi Candi Kalasan dan Candi Sari. Itung2 sekalian plg ke Solo, toh jg satu arah. Syg perjalananku kali ini harus dibarengi cucuran darah, keringat, dan air mata hiks (mode lebay on).

Dr Candi Sari aku lalu berjalan ke halte bus Trans Yogya yg terletak di dpn Pasar Kalasan. Kata ibu penjual sate (atau dawet ya aku lupa, pokoknya di pinggir jln), letaknya nggak jauh dr Candi Sari. Tggl jln aja ke arah barat, haltenya sehabis lampu merah. Aku smpt khawatir sebab bapaknya yg jaga Candi Kalasan jg blg kl Candi Sari letaknya jg “dekat”. Dan emg benar, org Yogya memiliki definisi yg cukup kontroversial dlm mengartikan kata “dekat”!!!

Setelah lelah berjalan, akhirnya kutemukan jg halte trans. Namun sialnya pas aku hampir sampai, bus trans jurusan Prambanan udah dtg. Begitu aku nyampe ke loket eh busnya udah brgk lg. Mbak-nya yg jaga loket ampe ketawa2. Hu’uh. Akhirnya setelah membayar 3 rb aku akhirnya naek bus berikutnya. Hari Minggu begini siap2 aja dg bus trans yg sll ramai dg turis2 yg mau mengunjungi Prambanan. Aku aja satu bus dg sekelompok anak muda dg aksen Jakarte. Ada pengalaman lucu saat perjalanan. Di perempatan lampu merah, dua kali kami menemukan sekong2 sedang ngamen di pinggir jln. Para penumpang bus pun lgs terbahak2. Yuk mariii…

Aku lalu turun di halte dpn Prambanan. Nah, jujur aku blm tau letak Candi Sojiwan ini, jd dg percaya diri aku ngikuti saran dr blog detik travel. Dari halte trans aku berjalan menuju kiri menuju pasar lalu berjalan terus hingga mencapai persimpangan rel kereta api. Nah di sinilah aku tersasar, kata blognya aku harus menuju pertigaan sehabis rel ke sebelah kanan, pdhl lokasi sebnarnya ada di sebelah kiri. Setelah muter2 nggak karuan (mlh hmpr nyampe Ratu Boko kyknya), akhirnya aku bertanya pd bapak yg jaga rel KA dan akhirnya menemukan Candi Sojiwan setelah perjuangan keras.

Candi Sojiwan emg terletak di tengah2 desa, shg tdk begitu mudah ditemukan. Begitu melihatnya aku lgs kaget sebab aku nggak menyangka candinya bakal sebesar ini. Kondisi candi inipun utuh dan lengkap, tdk spt Candi Kalasan. Setelah mengisi buku tamu dan membayar iuran seikhlasnya (kusaranin 5 ribu), akhirnya aku nggak buang2 waktu untuk memfoto candi ini. Ini adl foto candi sebelum pemugaran.

Dan ini setelah pemugaran. Wow!

Ternyata candi ini menghadap ke barat (jalan masuknya ada di sebelah utara). Keunikan candi ini adl gapuranya yg menempel dg pondasi candi tp tdk menjadi satu dg bangunan utamanya.


Di luar candi kulihat dua buah bagian stupa ini. Hmm…mlh jd ingat candi Muara Takus.

Akupun naik ke atas candi. Seperti biasa, ada relief makara ini yg menyambut kita. 

Ada relief unik di candi ini, yaitu gambar penunggang singa.


Saat menjelajahinya, akhirnya aku tahu knp sosok candi ini begitu gagah. Trnyta bbrp bagian2nya diganti dg batu baru. Spt ini buktinya.

Ada motif yg sgt aneh di candi ini. Seperti relief penduduk Indian (Maya atau Inca) ya? Apa ini bukti nenek moyang kita ada hubungan dg suku Inca?

Di dlm candi tak kutemukan apa2. trnyta arca2 di dlm candi sudah dipindah di dkl loket informasi. Begitu ngeliat arcanya, lgs terkuak kl candi ini candi Buddha. Hehehe…pinter kan gue (pdhl liat stupanya aja dah jelas tuh candi Buddha).

Aku lalu mengitari bagian samping candi. Agak mengecewakan soalnya aku nggak byk menemukan relief di dinding candi, pdhl di candi2 lain biasanya byk. Nggak tau jg apa arsitek candi ini dulunya penganut gaya minimalis atau emg sebagian besar dindingnya diganti dg batu2 yg baru.

Namun begitu aku turun, trnyta bagian pondasi candi justru memamerkan relief2 yg msh terjaga dg baik. Kebanyakan motif floral namun ada jg relief yg menceritakan kisah fabel (sebab byk relief hewan dan manusia di sini). Ini motif floralnya.


Di bagian kanan kiri undak2an aku jg melihat relief ini. Hmm…ada pohon di tengah2nya dan semacam shaman (mgkn). 

Spt biasa spt candi2 lain, bagian2 candi yg tersisa (nggak tau jg knp nggak dimasukin ke candi yg direnov, mgkn nggak tau letaknya atau kerusakannya cukup parah) di-display di sekitar candi.



Uniknya saat sore tiba, trnyta anak2 dr desa sekitar bermain bola di pelataran candi. bnr2 pemandangan yg manis :)

Setelah puas melihat2 kemegahan candi Sojiwan, akupun memutuskan kembali ke Solo. Aku menemukan jalan cepat menuju ke Candi Sojiwan dr dpn Candi Prambanan (nggak pake muter2 rel dan nggak pake kesasar. Pertama, di dpn Prambanan kalian akan menemukan sebuah masjid megah dg menara yg tinggi dg puncak berlapis emas (lebay bgt penjelasannya, pdhl mesjid di dpn Prambanan cm ada satu). Tepat di sebelah baratnya (jln menuju Yogya) terdapat gang ini yg bertuliskan jalan menuju desa wisata. Gang ini ada tepat di smpg rmh makan padang "Putra Minang".

Susuri aja jln ini sampai kalian menemukan pintu rel KA dan seberangilah rel tsb. Ingat, jgn menyeberang rel saat ada kereta melintas (ya iyalah)! Inilah pemandangan dr lokasi tsb.

Nah, dr seberang rel, ambillah jalan yang menuju ke kiri (arah timur) hingga kalian menemukan gang ini, lalu masuk (aku lupa, mgkn gang kedua atau ketiga setelah pintu rel).

Terus aja sampai kalian melihat stupa candi dr kejauhan. Kl nggak salah, jln ini berakhir di perempatan. Ambil jalan lurus atau ke kanan lalu belok kiri. Untuk pulangnya, bs lwt rute yg sama.

Nah, itulah sekilas perjalananku backpacking mengunjungi Candi Kalasan, Candi Sari, dan Candi Sojiwan. Saranku, jika kalian ingin mengunjungi candi2 ini dlm satu hari (trmsk mgkn Prambanan dan Plaosan) dg kendaraan umum, kusarankan kalian mengunjungi Candi Sari atau Kalasan dl. Lalu dg bus trans tggl menuju ke arah Prambanan. Jgn dibalik (dr Prambanan dl) sebab bus trans yg menuju ke Kota Yogya tdk berhenti di Kalasan. Smg posting ini bermanfaat bagi kalian bt nge-rencanain program jln2 kalian sndri.









No comments:

Post a Comment