Saturday, February 16, 2013

MERAYAKAN IMLEK DI GEREJA SANTA PERAWAN MARIA RATU JAKARTA

Photo-0007

Pada tahun baru Imlek 2013, aku punya pengalaman unik. Aku emang jarang banget ikut perayaan Imlek. Pas di Solo aja aku tak pernah ikut misa Imlek di gerejaku. Namun tahun ini berbeda, soalnya aku (tanpa sengaja) menghadiri perayaan misa Imlek di gereja yang baru pertama kali ini kudatangi, yaitu Gereja Katolik Santa Perawan Maria Ratu di Kebayoran Baru, Jakarta. Awalnya sih aku nggak ada niat, soalnya paginya juga aku sudah ke gereja Katedral, tapi karena kebetulan diajak salah satu temenku, ya apa boleh buat. Setibanya di sana aku langsung dibuat terpukau dengan gerejanya. Makanya aku membuat postingannya di sini.

Di Jakarta aku memang belum punya banyak teman dan kenalan (maklum kaum pendatang). Makanya aku rajin calling2 temen2 lamaku yang kebetulan ada di Jakarta. Nah kebetulan salah satu adik tingkatku kuliah (beda jurusan, namun dulu kami sama2 aktif di kegiatan kemahasiswaan Katolik) sudah setahun terakhir bekerja di Jakarta. Nah, sewaktu aku maen ke tempat dia, ternyata dia malah ngajakin aku ikut misa di gerejanya, yaitu gereja Santa Perawan Maria Ratu atau nama gaulnya “gereja Blok Q” di Kebayoran Baru. Kupikir nggak ada salahnya nih, lagian pengen juga liat2 gereja2 lain di Jakarta seperti apa. Eh, ternyata pas banget ada misa Imlek di sana.

Begitu masuk ke parkiran gereja, aku langsung disambut dengan bangunan gereja tua yang cukup indah (walaupun simpel). Bangunannya sederhana dan ada sebuah menara di bagian depannya.

Photo-0004

Photo-0006

Aku pikir ini nih pasti gerejanya, tapi kata temenku ternyata itu gereja yang lama. Karena bangunannya terlalu kecil, sementara umatnya lumayan banyak, maka sudah dibangun gereja baru yang lebih luas tepat di sampingnya. Ternyata gereja yang dimaksud bergaya mewah dan minimalis. Begitu masuk aku langsung mikir, “Waduh umatnya pasti tajir2 nih.” Langsung deh berasa minder, soalnya pas itu aku cuma  pake kaos ama sandal gunung aja (biasanya mah kalo ke gereja pasti pakai kemeja ama sepatu biar rapi).

Pas masuk, kita akan melewati lorong dan langsung keliatan sisi samping gereja yang terbuat dari kaca. Nah, pas masuk di sini nih aku bingung, “Ini gereja apa Kafe Kemang?”.

Photo-0021

Photo-0025

Begitu masuk dan naik ke balkon (pas itu kamu keabisan tempat duduk), aku tambah bingung lagi,, “Buset dah, ini gereja apa Cineplex 21?”.

Photo-0008

Soalnya bangunannya memang minimalis dan modern gitu, malah lebih terasa nuansa mall. Tapi tetap peribadatan dalam gereja berlangsung tertib. Gereja ini juga sangat interaktif, soalnya dalam kotbahnya, romonya tak segan memanfaatkan fasilitas LCD dan proyektor. Aku jadi lebih berasa kayak di kuliah Metode Statistik ketimbang lagi dengerin homili hehehe. Cuma satu yang bikin bingung, di belakang romo langsung aja terdapat tembok dengan sebuah salib besar, nggak keliatan tabernakel buat nyimpen hosti. Aku terus nanya ama temenku, “Eh, tabernakelnya dimana?”. Buset dah, mentang2 gerejanya modern minimalis, tabernakelnya juga built in! Kalo liat di gambar di bawah, keliatan kan ada cahaya merah di sisi kiri salib? Nah, kata temenku itu tabernakelnya. Hmm…unik juga ya?

Photo-0011

Karena ini misa Imlek, nggak heran banyak lagunya memakai bahasa Mandarin. Langsung deh sok “ateng” gitu ikut nyanyi (soalnya ada lirik lagunya di proyektor), padahal kagak tau lagunya hahaha. Tapi kapan lagi kan bisa ikut misa tapi lagu2nya pake bahasa mandarin gini.

Begitu selesai misa, ternyata ada pembagian buah jeruk, kue kranjang, ama angpau. Aku sih merasa nggak enak awalnya mau ikutan, soalnya kan aku bukan umat gereja ini, tapi karena diajak temenku ya aku ikut aja. Dekorasi gereja ini juga unik banget, soalnya banyak banget dihiasi dengan lampion merah.

Photo-0019

Setelah misa, ternyata ada berkah lagi, soalnya ada acara makan2 dan pegelaran Barongsai. Wah, yang namanya rezeki nggak boleh ditolak ini. Langsung aja deh aku santap habis: nasi bestik + sate + bakmi (katanya makan bakmi tuh biar panjang rezekinya hehehe). Buset dah, hoki banget gua hari ini hahaha. Sama temanku yang ngajak aku itu juga aku dikenalin ama umat2 yang ada di situ (banyakan mah cici2 cantik gitu, bisa makin betah nih di gereja ini hehehe). 

Yap, itulah sekilas ceritaku mengikuti misa Imlek di gereja Santa Perawan Maria Ratu atau gereja Blok Q di Kebayoran Baru. Gereja emang keren ya, tapi  terpancar banget suasana high-class dari para umatnya, jadinya aku malah merasa minder karena jelas nggak sederajat ama mereka. Hehehe….untuk sementara di Katedral dulu aja lah.

No comments:

Post a Comment