Saturday, April 21, 2012

ADA ALIEN DI BLOGKU 2: MISTERI HILANGNYA PENDUDUK ANJIKUNI

Technorati Tags: ,,

Anjikuni Inuit Village
Masih ingat sm kasus menghebohkan Insiden Dyatlov Pass ttg kematian misterius 9 pendaki gunung yg disebut2 disebabkan krn ulah alien? Atau ttg film Steven Spielberg berjudul “Fourth Kind” yg didasarkan pd kasus menghilangnya puluhan orang scr misterius di Nome, Alaska yg jg dicurigai akibat penculikan oleh alien? Nah, kali ini aku akan membahas kasus lain yg sm menakutkannya, namun sgt jrg dibahas (apalagi di Indonesia). Yaitu kasus misterius menghilangnya para penduduk desa Anjikuni di Kanada.

Kasus misterius ini dimulai dg kedatangan Joe Labelle, seorg fur trapper (org yg pekerjaannya menjebak binatang2 liar untuk diambil bulunya) pd November, 1931 di sebuah pemukiman di tepi Danau Anjikuni, Kanada. Danau Anjikuni itu (kdg disebut jg Angikuni) terletak di Sungai Kazan di daerah terpencil Kivalliq, Nunavut. Ia mengharapkan sambutan ramah dr penduduk desa krn ia sudah biasa melewati desa tsb. Namun apa yang ia temukan malam itu menjadi slh satu misteri dunia yg tak terjawab. Seluruh penghuni desa tsb telah menghilang tanpa jejak.
Kecurigaan Labelle dimulai ketika ia menemukan desa itu sunyi senyap. Ia kmd menemukan perapian yg menyala dan segera menghampirinya, berharap akan menemukan seseorang. Namun yg ia temukan hanya api dg panci berisi masakan yg sudah gosong di atasnya. Ia kmd berkeliling dan memasuki semua pondok yg ada di sana, namun ia msh blm menemukan seorgpun. Ia justru menemukan persediaan makanan di desa msh lbh dr cukup. Ia jg sm sekali tdk menemukan jejak kereta yg ditarik anjing dan jejak kaki apapun di sekitar desa itu. Ia bahkan menemukan sebuah baju yang sedang dijahit dg jarum2 msh menempel, seolah2 penduduk desa ini lenyap begitu saja saat sedang melakukan kegiatan sehari-hari. Lebih aneh lg, ia menemukan kayak (sejenis perahu) dan senjata msh tersimpan rapi, pdhl org Inuit (Eskimo) yg mendiami desa itu tak mgkn pergi tanpa senjata.
Dg ketakutan, Labelle sgr berlari menuju kantor telegram terdekat yg bermil2 jauhnya. Ia kmd mengirimkan telegram untuk meminta tlg kpd Royal Canadian Mounted Police (RCMP). Bbrp jam kmd, para anggota RCMP dtg dan memulai penyelidikan. Dlm perjalanan menuju Anjikuni, mrk beristirahat di pondok milik penduduk lokal bernama Armand Laurent. Mrk menanyakan kpd pemilik pondok apakah ia melihat sesuatu yg aneh belakanganan ini. Laurent menjawab bahwa ia dan anak2nya melihat objek aneh bercahaya terbang di langit bbrp hari yg lalu. Benda ini berubah bentuk di dpn mata mrk, dr bentuk silinder mjd bentuk mirip peluru dan terbang menuju arah Anjikuni.
Begitu sampai di desa Anjikuni, tak hanya membenarkan penemuan Labelle ttg menghilangnya seluruh penduduk desa, para anggota RCMP menemukan hal yg lbh mengerikan. Seluruh kuburan yg ada di dkt desa itu telah dibongkar dan seluruh jenazah yg ada di sana telah menghilang! Sekitar 300 kaki dr batas desa, 7 ekor anjing penarik kereta salju ditemukan mati. Penyebab kematiannya krn kelaparan. Well, itu nggak masuk akal, soalnya menurut kesaksian Labelle, ada lbh dr cukup persediaan makanan di desa. Apa anijng2 ini melihat sesuatu yg sgt menakutkan shg menyebabkan anjing2 itu tll takut untuk kembali ke desa dan lbh memilih mati kelaparan di tengah padang salju? Kl hal itu krg aneh, msh ada lg. Bbrp anggota tim pencari jg melihat cahaya kelap-kelip berwarna biru di horizon dan mrk memastikan itu bkn aurora yg biasa terlihat di daerah itu!
Berdasarkan penyelidikan, disimpulkan bahwa para penduduk suku Inuit itu telah meninggalkan desa (atau hilang) selama dua minggu. Namun jika itu benar, lalu siapa yg menyalakan api yg dilihat Labelle saat ia menemukan desa dlm kondisi kosong?
Pd 28 November 1931, kasus itu tercium press dan seorg wartawan bernama Emmett E. Kelleher menerbitkannya dlm koran Le Pas, Manitoba. Keesokan harinya, koran Halifax Herald jg menerbitkannya dlm artikel berjudul “Tribe Lost in Barrens of North — Village of Dead Found by Wandering Trapper, Joe Labelle.” Sejak itu, wilayah pemukiman yg ditinggalkan di Anjikuni itu resmi disebut “Village of The Dead” alias Desa Kematian. Krn hanya mendapatkan sedikit publikasi, kasus aneh tsb sgr dilupakan org. Baru ketika tahun 1966, kisah ini menjadi terkenal setelah muncul di buku besutan Frank Edwards berjudul “Stranger than Science”. Apa yg sbnrnya tjd di Anjikuni 70 tahun yg lalu? 
RCPM sndri scr resmi menyatakan bahwa kisah ini adl hoax. Slh satu penyebab byk yg mengatakan kisah ini palsu adl jml warga yg dikabarkan hilang berjumlah 2.000 orang. Pdhl pd tahun 1930an, mustahil ada pemukiman dg jml penduduk sebanyak itu di slh satu lokasi terdingin di dunia. Byk pula yg curiga detail2 dlm kisah ini ditambahkan kmd ketika kisah ini masuk ke dlm acara “The World’s Greatest UFO Mysteries” pd tahun 1984 spy lebih menghebohkan.
Namun scr pribadi, sy beranggapan kisah ini bukanlah hoax. Kenapa? Kl berita ini emg hoax, bgmn mgkn bs diterbitkan oleh dua surat kabar? Namun cerita sesungguhnya mgkn berbeda dg kisah versi skrg yg mgkn sudah byk “dibumbui” selama puluhan tahun. Pd tahun 1931, memang ada sebuah desa yg seluruh penduduknya hilang di Anjikuni, hanya jumlahnya sekitar 30 org. Kuburan yg digali pun sebenarnya hanya satu makam saja. Namun RCPM menganggap enteng kasus itu, sebab suku Inuit pd masa itu msh bersifat semi-nomaden, artinya mrk membangun rumah semi-permanen dan tggl selama bbrp waktu, namun kmd berpindah lokasi lg dan membangun pemukiman di tpt lain. Well, scr pribadi sih RCPM sepertinya menyembunyikan fakta2 ttg kasus ini, sm spt pemerintah Rusia thd kasus Insiden Dyatlov Pass dl. Mgkn ada konspirasi yg berusaha mengubur kasus ini agar tdk diketahui media atau krn RCPM sndri malas menangani kasus ini. Toh, jika kasus ini tdk terpecahkan, kredibilitas RCPM sndri akan menurun.
Kasus ini menginspirasi film “40 Days of Night” yg dibintangi Josh Hartnett, dmn dlm film ini dikisahkan justru serangan vampir yg bertgg jawab atas menghilangnya para penduduk tsb. Emg menarik sih, soalnya di wilayah lingkar kutub utara spt Kanada, kdg2 matahari tdk terbit selama sebulan saat musim dingin, saat yg tepat bagi para vampir bebas berkeliaran.
Apapun penjelasan untuk kejadian misterius yg terjadi November 1930 di Anjikuni, itu ttp tdk menutup fakta bahwa saat itu 30 orang menghilang scr misterius dan hingga kini tak diketahui jejaknya.
BONUS:
MISTERI HILANGNYA KOLONI ROANOKE
 
Msh ttg peristiwa misterius, Kasus menghilangnya koloni Roanoke di Amrik sudah mjd perbincangan sejarawan. Anehnya, kasus ini nggak tll populer di Indonesia. Krn itu, aku ingin membahasnya sedikit. Roanoke adl salah satu koloni org2 Inggris pertama di Benua Amerika. Pd Mei 1587, sebanyak 117 org berangkat dr Plymouth, Inggris menuju Benua Amerika yg baru ditemukan. Tujuan asli mrk sebenarnya adl Teluk Chesapeake, namun mrk terpaksa mendarat di pulau yg diberi nama Roanoke.
Mrk kmd mendirikan pemukiman di sana di bawah perintah Gubernur John White. Namun rncna itu tdk berjalan lancar sebab penduduk Roanoke kmd mengalami keterbatasan pangan. Pd Agustus 1587, Gubernur White akhirnya memutuskan untuk kembali ke Inggris untuk mengambil bahan makanan dan kebutuhan pokok lainnya. Gubernur White berjanji pd penduduk Roanoke untuk kembali secepat mgkn. Namun sayangnya, perang yg meletus antara AL Inggris dan Spanyol memaksa Gubernur White baru dpt kembali ke koloni tsb 3 tahun kmd. Ia sgt terkejut ketika kembali krn Roanoke telah berubah mjd “kota hantu” dan tidak ditemukan siapapun di sana. Pdhl penduduk koloni tsb tak bs pergi kemanapun krn tdk memiliki kapal.
Bagian misteriusnya, Gubernur White menemukan ukiran kata “Croatoan” di sebuah pohon yg ada di pemukiman. Tak prnh ditemukan mayat dari satupun penduduk koloni dan White pun kembali ke Inggris. Tahun 1957, pemerintah Inggris akhirnya resmi mengumumkan bahwa seluruh penduduk koloni di Pulau Roanoke menghilang tanpa jejak.

No comments:

Post a Comment