Sunday, October 12, 2014

WTF DUDE: KACAUNYA BUKU2 PENDIDIKAN ZAMAN SEKARANG

 

buku sd vulgar bogor_cv graphia buana

Masih ingat masa kecil kalian guys. Mungkin dulu masa kecil nggak sesuram masa kecil anak2 zaman sekarang ya. Acara kartun masih banyak, buku pelajarannya juga isinya alim2. Tapi sekarang .... jreng, jreng, jreng! Udah tontonan TV nggak bermutu dan merusak moral, buku2 bacaan di sekolah pun sama sekali nggak mendidik. Mendidik sih iya tapi mendidik untuk jadi orang mesum dan suka kekerasan. Gue jadi nggak habis pikir, apa ini bentuk konspirasi Freemason buat ngancurin generasi muda Indonesia ya?

Dulu Indonesia sempat dihebohkan dengan LKS bergambar Miyabi. Well, walaupun gue sebenarnya lebih curiga ama ortu/guru yang pertama kali protes karena mengenali wajah Miyabi di LKS itu, tetap saja tindakan sang penerbit dan editor penyusun LKS itu sungguh tak terpuji. Kenapa juga harus Miyabi? Kan masih banyak pilihan lain kayak Rin Sakuragi dan Sora Aoi *HALAH*

Namun ternyata kontorversi buku2 “pendidikan” ini nggak berhenti sampai di situ aja guys, bahkan dalam perkembangannya justru lebih parah. Berikut cerita2 “kekhilafan” buku2 pendidikan untuk anak2 SD dan SMP yang berhasil gue kompilasi.

KELAS 1 SD – SI ANGKRI

Dulu kelas 1 kita ngapaen ya guys? Masih inget nggak? Mungkin masih belajar membaca “Ini ibu budi” sambil nyanyi2 dan kalo istirahat maen ayunan, terus kadang2 juga masih nangis2 kalo kita nggak liat ibu kita nungguin di luar kelas. Tapi anak kelas 1 SD zaman sekarang udah belajar membaca ama Si Angkri lho, bukan ama Budi dan Ani lagi (juga ama Badu, si tokoh antagonis, gue kangen ama dia). Nah bareng si Angkri ini lebih seru, soalnya kita bisa belajar membaca sambil berantem dan maen perempuan. Ini dia kisahnya.

Sore itu Angkri sedang duduk di bale hujan turun dengan lebatnya petir sambar menyambar tiba tiba kraak gedubrak angkri terkejut dan lari ke dapur ternyata pohon mangga roboh menimpa dapur Angkri, Angkri sangat sedih dan bingung.

Saat hujan sudah reda Angkri menuju sawahnya. Syukur, sawah angkri yang sepetak selamat. Dahulu sawah angkri luas sekali namun sekarang sudah habis karena terus dijual untuk bermain judi. Saat ini sawahnya hanya sepetak. Angkri berpikir bagaimana agar dia kaya. Dia akan minta tolong pada Juragan Tabrani.

Juragan Tabrani dahulu pernah ia tolong. Angkri mendatangi rumah juragan Tabrani. Ia mohon kepada Juragan Tabrani agar dijadikan centeng. Juragan Tabrani bingung karena sudah punya centeng. Centeng juragan Tabrani bernama bek Asan.

Tapi dengan kelicikan Angkri, juragan Tabrani mau mengabulkan permohonannya. Angkri mengusulkan agar bek Asan disingkirkan dulu. Kalau bek asan mati, Angkri menggantikan jadi centeng.

Angkri menyuruh Anit dan Kusen. Anit dan Kusen disuruh membunuh bek Asan. Anit dan Kusen mendatangi rumah Bek Asan di Lebak Bulus. Anit dan Kusen bertamu. Tidak sopan, Bek Asan marah, lalu mereka berkelahi. Anit dan Kusen kalah berkelahi. Bek Asan bertanya mengapa mereka menyerangnya. Mereka mengaku disuruh oleh Angkri.

Bek Asan lalu menemui gurunya minta pendapat agar Angkri jera. Guru Bek Asan memberi saran Angkri bisa dipancing lewat wanita.

Bek Asan minta tolong sama Mpok Ipeh. Suatu hari Mpok Ipeh sengaja mencuci baju di kali. Angkri lewat jalan dekat kali. Angkri melihat Ipeh dan menggodanya. Saat Angkri menggoda, Bek Asan lewat. Bek Asan bertanya pada Angkri maksud tujuan teman Angkri menyerang Bek Asan. Angkri mengatakan hal yang sebenarnya. Angkri minta maaf atas kejadian itu. Dia berjanji akan berbuat baik.

Apa ya kira2 pesan moral dari Si Angkri ini?

- Kalo ada yang menghalangi langkah kita, maka suruh orang buat bunuh dia

- Laki2 bisa dijebak menggunakan rayuan wanita

- Kalo ada cewek nyuci di sungai, godain aja

Yup, itu pelajaran anak kelas 1 SD. ANAK KELAS SATU SD!!!!

Seru kan belajar membaca bareng Si Angkri?

 

KELAS II – BANG MAMAN DARI KALI PASIR

Ilustrasi pelajaran kelas 2 SD:

Guru: “Anak-anak! Setelah di kelas 1 kita belajar membaca bareng Si Angkri, marilah di kelas 2 ini kita belajar ama Bang Maman dan istri simpanannya.”

Ortu yang lagi nungguin anaknya di luar: “HAAAAAH ISTRI SIMPANAN????” *shock*

Guru: “Tadi bareng siapa anak-anak? Bang Ma ....”

Murid2 serempak: “MAAAAAAN!”

Guru: “Dan istri simpa ....”

Murid2 serempak: “NAAAAAAAAAN!”

*orang tua kejang2 di luar*

Ini dia kisah lengkapnya ....

Bang Maman adalah pedagang buah di Kali Pasir. Bang Maman mempunyai anak perempuan bernama Ijah dan berkata ingin menjodohkannya dengan Salim anak Pak Darip orang kaya di Kali Pasir.

Tak lama setelah Salim dan Ijah menikah, Pak Darip meninggal dunia. Pak Darip meninggalkan harta warisan berupa kebun yang sangat luas kepada Salim.Salim tidak bisa mengurus kebun peninggalan ayahnya, dan minta Kusen mengurusnya.

Istri Kusen mempunyai rencana jahat, dia meminta suaminya menjual kebun Salim. Setelah kebun dijual mereka melarikan diri. Salim menjadi miskin, harta warisan ayahnya sudah habis. Akhirnya Salim berjualan buah di pasar.

Bang Maman mengetahui Salim telah jatuh miskin. Bang Maman ingin Ijah bercerai dengan Salim, karena Salim telah jatuh miskin. Ijah tidak mau, biar miskin Ijah tetap setia kepada Salim.Akhirnya Bang Maman meminta bantuan kepada Patme supaya berpura-pura menjadi istri simpanan Salim. Patme setuju atas permintaan Bang Maman.

Kemudian Patme datang ke rumah Salim dan berbicara dengan Ijah. Patme mengaku sebagai istri Salim. Patme dan Ijah bertengkar. Ijah merasa kecewa dan marah kepada Salim.Kemudian Salim memberikan penjelasan kepada Ijah, namun Ijah tidak percaya. Akhirnya Salim pergi meninggalkan Ijah.

Suatu hari Ijah berkenalan dengan Ujang. Ujang Adalah seorang perampok yang sudah lama dicari polisi. Dengan menyamar seperti orang kaya Ujang datang melamar Ijah. Lamaran Ujang diterima dan akhirnya Ujang dan Ijah menikah.

Pada saat pernikahan berlangsung datanglah polisi menangkap Ujang dan Gentong [siapa itu Gentong???]. Mereka sudah lama dicari polisi karena sebagai perampok. Namun Ijah tidak tahu kalau mereka sebagai perampok.

Mereka akhirnya dibawa ke kantor polisi dan Bang Maman sebagai saksi. Polisi minta agar semuanya tenang. Dijelaskan oleh polisi bahwa yang ditangkap itu adalah buronan. Mereka ditangkap karena sering berbuat jahat. Mereka suka merampok dan menipu. Akhirnya pesta perkawinan berangsur-angsur bubar. [terus ... terus ... ada yang peduli nggak nasib bang Salim sekarang gimana hiks?]

Guru: “Apa pesan moral dari cerita ini anak2?”

Murid2 simpanan eh, murid2 serempak: “Kalo punya istri simpanan jangan ampe ketauan buuuuuu ...”

Guru: “Pinter ....”

 

KELAS III – NYONYA VAN DER PLOEG

Mendengar judul di atas, mungkin kalian berpikir, “Ah come on! Apa sih hal jahat yang bisa dilakukan perempuan dengan nama Nyonya van der Ploeg?” Well, don’t underestimate her. This Nyonya van der Ploeg just straight out come from the movie “Hostel”. Inilah ringkasan ceritanya.

Cerita yang ditulis WL Ritter, yang bekerja antara lain sebagai wartawan. Mengkisahkan tentang seorang gadis Bali bernama Roseta, yang bekerja sebagai budak di rumah Tuan dan Nyonya van der Ploeg di Batavia. Sebagai budak ia merniliki paras rupawan di usia muda belia, penampilannya sangat sederhana namun demikian sangat pantas dilihat, sehingga kemanapun ia pergi senantiasa mempesona pria yang melihatnya. Ia bekerja sangat rajin dan tidak banyak tingkah. Namun ternyata keelokan parasnya telah membuat sang nyonya iri hati, hingga mengawinkan Roseta dengan Apol, budak laki-laki yang terpesona padanya. Walau sebenarnya kurang tertarik (karena hatinya telah tertambat pada seorang perjaka Jawa) tetapi tidak berani macam-macam dengan suaminya yang berasal dari Bugis itu.

Kekejaman Nyonya van der Ploeg kian hari semakin bertambah, hal itu berbeda dengan suaminya yang sangat perasa, tenang, dan memperlakukan budak dengan baik. Hingga suatu hari karena dianggap melakukan kesalahan, Roseta dihukum dengan menusuk tangannya menggunakan tusuk konde dan membakar tangannya. Peristiwa tersebut sangat membekas dihati Apol, sang suami, sehingga menimbulkan dendam. Suatu hari majikannya berlibur di rumah peristirahatan mereka bersama beberapa budak, sedangkan suaminya menyusul kemudian. Saat semua tertidur, Roseta yang telah terbujuk oleh kekasihnya (bernama Jaya) yang ditemuinya, melarikan diri dengan membawa semua perhiasan nyonyanya. Kepergian Roseta telah membuat Apol gelap mata dan menuduh majikannya sebagai penyebab kepergian isterinya. Di puncak kemarahannya ia membunuh majikan, anak, dan semua budak yang menyaksikan peristiwa tersebut. Peristiwa itu membuat hati Tuan van der Ploeg hancur dan menyerahkan Apol kepada polisi dan dihukum mati dengan ditarik kuda menjadi empat bagian.

Dalam pelariannya ternyata Roseta menemui kemalangan. Jaya yang mengaku. sebagai juragan perahu dari Jepara hanya bohong belaka. Sebenarnya ia kepala perampok yang senantiasa menggoda para budak wanita agar melarikan diri dengan mengambil harta majikannya, untuk kemudian diambil oleh Jaya beserta gerombolannya dan kemudian budak tersebut dibunuh. Mengetahui hal itu Roseta hendak kabur, namun tiada daya, sehingga dirinya ikut dalam gerombolan tersebut. Delapan tahun kemudian gerombolan itu tertangkap dan semuanya dihukum mati, tak terkecuali Roseta yang sedang mengandung. Ia dihukum mati tiga bulan setelah melahirkan anaknya.

Hmmm .... badannya ditarik kuda jadi empat bagian. Hmmmmm .... oke. Gue harap anak2 nggak trauma dengan cerita ini :D

 

KELAS IV – JURAGAN BOING

Kalo cerita2 di atas kurang seru, ayo kita belajar bareng Juragan Boing yang gemar wanita dan doyan berpoligami.

Juragan Boing adalah seorang kaya raya di daerah Betawi pinggiran. Juragan Boing mempunyai anak bernama Mat Salim, Juragan Boing memperkerjakan pembantu yang bernama BangMaun. Bang Maun mempunyai seorang anak gadis bernama Juleha.

Bang Maun kerjanya menggarap sawah dan ladang milik Juragan Boing, pada suatu hari, BangMaun jatuh sakit. Mpok Ida segera memanggil Juleha untuk menunggu ayahnya yang sedangsakit. Juleha dengan sabar merawat dan menunggu ayahnya.

Pembantu Juragan Boing di tugaskan untuk mengontrol pekerjaan Bang Maun, setibanya disawah, ia merasa heran karena sawah dan ladangnya tidak terurus. Pembantu itu segera melaporkan keadaan itu kepada Juragan Boing. Juragan boing sangat marah mendengarlaporan pembantunya itu. Hari itu juga Juragan Boing dan pembantunya segera pergi kerumah Bang Maun.

Setibanya dirumah Bang Maun, Juragan Boing mengetuk pintu dengan kasar. Mpok Ida segera membukakan pintu, ia terkejut melihat majikan suaminya datang, Juragan Boing langsung masuk kekamar Bang Maun. Melihat Juragan Boing datang, Bang Maun bangun dari tempat tidurnya dan dengan suara lirih.

Amarah Juragan Boing reda ketika melihat Juleha, tidak beberapa lama Juragan Boing berpamitan dengan Bang Maun. Ditengah perjalanan pulang Juragan Boing selalu memikirkan Juleha. Akhirnya Juragan Boing memutuskan untuk melamar Juleha.

Beberapa hari kemudian Juragan Boing pergi kerumah Bang Maun untuk melamar Juleha. Mereka tidak menyangka bahwa Juleha ingin dijadikan istri kedua Juragan Boing, mereka tidakbisa berbuat apa-apa lagi karena sudah terlanjur disetujui.

Si Bokir secara diam–diam memberitahukan kepada Mat Salim tentang rencana pernikahan Juragan Boing dengan Juleha. Mat Salim kecewa dengan rencana ayahnya itu, Mat Salim pun pergi dari rumah tanpa sepengetahuan orang tuanya.

Mat Salim pergi ke warung Mpok Ani, ia bercerita tentang rencana ayahnya itu. Mpok Ani memberi saran kepada Mat Salim untuk menggagalkan rencana pernikahan ayahnya. Mat Salimpun setuju, hari pernikahan tiba, Juragan Boing telah bersiap–siap menuju rumah calon pengantin wanita. Tidak lama, penghulu tiba. Bang Maun dan istrinya menjemput Juleha dikamar, mereka terkejut melihat Juleha tidak ada di kamarnya.

Tiba–tiba Juleha dan Mat Salim muncul, Juleha mengatakan kepada penghulu dia tidak mau menikah dengan Juragan Boing. Mat Salim pun telah berjanji akan menikahi Juleha, Juragan Boing pun sadar dengan Kekeliruannya . akhirnya Juragan Boing membatalkan pernikahannya, akhirnya Juleha menikah dengan Mat Salim, mereka pun telah resmi menjadi suami istri yang bahagia

Yang lebih tragis lagi, anak kelas IV SD juga disuruh bikin drama tentang cerita ini. Aduuuuuuh.

 

KELAS V – MURTADO MACAN KEMAYORAN

Murtado ini adalah pahlawan legendaris rakyat Betawi. Hmmm ... padahal kalo dalam bahasa Jawa, nama Murtado ini artinya “murtadlah”. Apakah ini suatu bentuk konspirasi Yahudi? Entahlah. Simak aja cerita lengkapnya.

Pada masa kompeni Belanda, hiduplah seorang pemuda bernama Murtado. Murtado merupakan anak dari mantan lurah. Dia adalah pemuda yang baik, santun, sholeh, dan suka menolong.

Pada masa itu para kompeni sangatlah jahat kepada para penduduk di kemayoran. Selain penguasa kompeni, ada juga kaki tangannya yang merupakan orang pribumi, yaitu Mandor Bacan dan Bek lihun. Mereka adalah kaki tangan Belanda yang jahat di bawah pimpinan Tuan Rusendal.

Pada suatu hari, di kampong diadakan acara derapan padi (panen padi). Para penduduk pun mengikuti acara tersebut. Begitu juga dengan Murtado. Murtado berdiri disamping seorang gadis cantik, dan mandor bacan melihat hal tersebut.

Mandor Bacan : “Hei, gadis cantik. Kamu jangan kurang ajar dan berlaku curang ya! Coba lihat, ikatan padimu terlalu besar” Sambil mengganggu gadis tersebut dan mengancamnya dengan belati

[pesan moral 1: kalo ada cewek cantik, ganggu dia. Kalo masih berontak, ancam dengan belati]

Gadis teman murtado :*ketakutan* Aaaa.. tolong aye!!

Murtado : *menangkis belati mandor bacan* “ lu jangan macem-macem ye! Beraninye sama perempuan!”

Mandor Bacan : “ Berani banget lu. Lu nantang gue, hah? ”

[ekspresi asli Mandor Bacan]

thumb_923037069b1f1f2d7ed2ccb929618ec2

Murtado : “ Iye, aye nantang elu! Aye gak suka liat sikap lu sama perempuan”

[Pada adegan ini, guru mengajak murid bernyanyi lagunya Ada Band: “Karena wanita ingin dimengerti ….”]

Maka terjadilah pertarungan diantara mereka. Tetapi Mandor Bacan kalah dalam pertarungan tersebut. Dia harus tunduk dibawah kehebatan ilmu silat murtado.

Kejadian ini dilaporkan oleh Mandor Bacan ke Bek Lihun.

Mandor Bacan : “Bek , Tadi waktu acara derapan padi ade yang ngacau, bek. Dia ngajak aye ribut. Tapi ayenya kalah”

Bek Lihun : “ Hah?! Lu kalah? Emangnye siape lawan lu”

Mandor Bacan : “ Namanya Murtado, Bek. Dia silatnya jago banget! Udah gitu sok jagoan pula. Kesel banget aye sama tuh anak”

Bek Lihun : “Awas aja tuh anak! Gak bakal gue maafin! Besok gue bakal abisin tuh anak

[pasti inilah eskpresi Bek Lihun saat itu: “Murtado jahat! Jahaaaaaaaaat!!!”]

3470099

Karena penasaran tidak bertemu murtado,pada suatu hari bek lihun mampir ke sebuah warung kopi,di warung kopi tersebut banyak teman murtado. Ternyata murtado juga berada disana dan bek lihun menegur murtado.

Bek lihun : “Eh, bocah sombong. Elu jangan berlaga dah, sok bela-belain rakyat. Gue jijik liat sikap elu. Kalo emang beneran berani, rasain nih kepelan tangan gue!”

[ekspresi asli Bek Lihun: “Jijik gue ... jijiiiiiik ...]

Ihh_Jijik_Hapus_Hapus!!

Murtado : “Heh, lihun tukang palak rakyat. Lu jangan murtad deh! [padahal siapa juga yang namanya ada unsur “murtad” di sini] Kalo kerja lu cuman malakin rakyat pasti Allah bakal melaknat elu dah. Mending elu insyap dah. Kalo kagak gue sendiri yang bakal nanganin elu!” Kata Murtado dengan tenangnya

Bek lihun pun semakin marah

Bek Lihun : “Eh, bocah ingusan! Elu jangan banyak bacot dah. Ilmu elu belom seberapa dibanding gue. Jangan coba coba sama gue!!” Sambil mengayunkan kepalanya kearah murtado

[ekspresi asli bek Lihun]

berawan com situ ganteng dech

Kemudian Murtado mengelak dari serangan Bek Lihun. Murtado pun menyerang balik dan Bek lihun tidak dapat mengelak lagi dan terjatuh ke tanah. Dan terjadilah pertempuran hebat diantara mereka. Pertarungan dimenangkan oleh Murtado. Ketika teman-teman murtado bertanya kepada Murtado bagaimana dia bisa mengalahkan Bek Lihun, dia hanya tersenyum dan menjawab:

Murtado: “Ah, kagak ape-ape. Aye Cuma bercanda sama Bek Lihun. Aye Cuma ngusap kepalanye aje tau-tau nyungsep ke tanah”

[rahasia bang Murtado: tapi sebelum gue usep kepalanya gue berubah dulu jadi ini nih]

Tetapi sebenarnya, Murtado memang menghabisi Para penguasa kejam di kampung. Karena dia merasa itu adalah kewajibannya.

Karena semakin kesal, Bek Lihun menyewa tukang pukul dari Tanjung Priok untuk membunuh Murtado.Pada malam hari, para penjahat itu pun datang dan menjegat Murtado yang baru pulang ke rumahnya.

Penjahat : “ Eh,Murtado elu mending nyerah aja dah!”

Maka terjadilah pertarungan diantara mereka. Dan lagi-lagi Murtado yang menang.

Bek lihun pun semakin marah. Dia lalu menyewa lagi 3 jagoan berwatak jahat dari pondok labu yaitu : Boseh, kepleng dan boneng. [dari namanya mereka emang kedengarannya berwatak amat jahat]

Bek lihun : “kalian harus ngabisin si Murtado!!”

Boseh, Boneng, kepleng : “ Siap Boss!!!”

Lalu pada malam hari, 3 penjahat itu menyusup kedalam rumah Murtado. Mereka siap membunuh Murtado dengaan golok ditangannya. Tetapi Murtado melawan dan kembali menang. Lalu, karena perlawanan Murtado, Boneng teriak dan menarik perhatian warga kampung. Dan Boneng pun kabur. Dengan tuduhan merampok, mereka ditangkap oleh para kompeni.

Setelah kejadian itu, maka insyaflah Bek Lihun. Dan dia mulai menghargai warga kampung itu.

Sebenarnya ada lanjutannya sih (nyinggung2 Bekasi juga), tapi males gue muat di sini.

 

KELAS VI – ANAK GEMBALA DAN INDUK SERIGALA

Pertama kali gue baca cerita ini, gue langsung shock. Seriously? Cerita ini berkisah tentang wanita yang bekerja di warung remang2 sebagai PSK. Ini dia cerita (gue ambil pas bagian yang “bagus” aja).

Perempuan itu masuk ke bilik kamar. Sekarang sudah senja. Waktunya bekerja. Dia sudah berusaha menguburkan keletihannya di pagi hari tadi. Hanya saja rasa letih itu seakan-akan sudah menjadi bagian dari kehidupannya. Beban yang berat membawanya untuk masuk lebih dalam ke bilik kamar yang hanya ditutupi oleh kain. Bilik itu bagian belakang dari sebuah warung remang-remang di pinggiran kota. Tempat di mana dia sekarang membanting tulang demi hidupnya dan keluarganya di sebuah kampung. Di dalam bilik itu sudah menunggu seorang lelaki yang segera menyambutnya dengan sebuah pertanyaan.

“Dari mana asalmu?”

“Panyuren,” jawab perempuan, yang baru saja duduk di dalam kamar itu, singkat.

Gerakan perempuan itu terlihat masih kikuk. Benar seperti kata pemilik warung ini, dia ini pendatang baru! Jakunnya bergerak turun naik melihat kemolekan perempuan itu. Hanya saja dia masih penasaran dengan nama kampung asal yang tadi disebut.

“Panyuren. Agaknya saya pernah ke sana. Kampung itu terletak dekat dengan hutan lebat bukan?”

“Iya benar,” perempuan itu menjawab singkat dan terdengar ragu. Jangan-jangan lelaki di hadapannya pernah mengenal dirinya. Hal itu semakin menambah kekikukannya di depan lelaki itu. Sementara lelaki yang dikuatirkan mengenalnya itu rupanya asyik meneguk sejenis minuman beralkohol. Pada botol minuman itu, ada gambar seekor banteng yang tengah menanduk. Dia ingat pada orangtuanya yang punya dua ekor sapi. Ayahnya pernah bilang kalau nanti anak yang dilahirkannya sudah agak besar, akan dikenalkan dengan ternak dan hutan seperti kakeknya. Ah, rahasia. Kenapa harus begitu kelam?

Catatan penulis: Hmmm ... gue rasa kratingdaeng tuh bukan minuman beralkohol deh, tapi whatever lah. Lanjuuuut .... kayaknya seru ceritanya.

Bertahun silam, seorang mandor penebangan kayu melihatnya sedang mandi di sebuah telaga. Akhirnya terjadilah peristiwa yang merenggut kegadisannya sekaligus menimbulkan tumbuhnya janin di perutnya. Dia tadinya tidak bisa terima. Begitu lahir, bayi itu ditinggalkannya dengan kedua orangtuanya sementara dia lari ke kota. Kini dia sadar bahwa dia harus berbuat sesuatu untuk menghidupi anak yang pernah dikandungnya. Walau bagaimanapun dia adalah darah dagingnya. Dia ibu dari anak itu. Dari tempat paling hina di dunia ini, warung remang-remang tempat dia menjajakan badan, dia selalu diingatkan pada hal itu. Apapun. Apapun harus ia lakukan demi kehidupannya dan anak itu.

“Kamu cantik sekali. Marilah dekat ke sini.”

Suara itu membuyarkan lamunannya. Pada awalnya dia tampak ragu untuk meladeni rayuan lelaki itu. Akan tetapi sebentar tadi, masa lalu yang kelam sudah menyeretnya pada sebuah kesadaran; dia ingin melupakan kepahitan hidupnya. Melupakan deritanya pada sosok lelaki yang menistakan dirinya, pada sosok jabang bayi yang meruak dari celah selangkangannya, pada kesadaran bahwa dia adalah perem-puan yang sewaktu-waktu mudah dihempas oleh jerat nafsu.

Kali ini, dia membulatkan tekad untuk berkuasa sepenuhnya pada daya tubuhnya. Hanya itu yang dia punya. Hanya itu. Maka…

Bergairahlah lelakiku. Aku ingin sekali menyempurnakan keinginanmu.”

Lelaki itu tersenyum lebar. Dia mengulurkan segelas minuman pada perempuan itu yang segera disambut dan dituntaskan dalam satu tegukan. Mereka tenggelam dalam pelukan dan ciuman.

Waduh .... itu baru secuplik. Bagaimanakah adegan selanjutnya? Ini kalo gue jadiin cerbung di blog gue terus gue potong pas di adegan hot gini, gue pasti langsung dimutilasi ama pembaca2 gue hehehe.

Mungkin ini ya yang bakal terjadi ama anak kelas VI SD yang membaca cerita ini.

Anak: “Papah …. papah …”

Ayah: “Iya Nak?” *sambil mengelus kepala anaknya yang masih polos itu*

Anah: “Adek dapat tugas nih baca cerpen dari buku sekolah. Tapi banyak istilah yang adek nggak ngerti Pah.”

Ayah: “Hmmmm … istilah apa itu Dek?” *kata si bapak sambil nyeruput kopi*

Anak: “Hmmm … ini Pah …. warung remang-remang tuh apa Pah?”

*si bapak kesedak*

Anak: “Terus ada lagi Pah … merenggut kegadisan, menjajakan badan, celah selangkangan, ama jerat nafsu …”

*si bapak kejang2 di atas lantai kena serangan jantung*

 

KELAS VII: GERHANA

Sebenarnya cerpen Gerhana ini ditulis oleh sastrawan kawakan Muhammad Ali yang lahir pada 1927. Namun konten serta bahasanya rasa2nya terlalu berat dan kurang cocok untuk siswa kelas 1 SMP. Cerpen ini berkisah tentang seorang pria bernama Sali yang menemukan pohon pepayanya telah ditebang orang. Ia merasa marah dan kemudian melaporkannya pada polisi. Cuman di sini, penggambaran Sali tentang buah2 pohon pepaya yang remuk bisa dibilang cukup gore.

Beberapa buah yang sudah ranum tertimpa batang yang gemuk hingga lumat berlepotan serupa tempurung kepala bayi remuk ditimpa penggada raksasa. Getahnya yang menetes-netes, dimatanya persis darah segar kental, mengingatkannya pada cerita-cerita penyembelihan yang mengerikan.

Dan kata2 yang dilontarkan polisi kepada Sali bernada ancaman dan makian.

“Bangsat! Kurang ajar! Bajingan! Sambar geledek lu! Kiramu aku pokrol bambumukah? Ini adalah tempat paling sopan di muka bumi. Dan sekali-kali bukan tempat untuk mengadukan hal yang bukan-bukan. Yoh, lekas angkat kakimu dari tempat ini. Nyah, nyahlah kau selekasnya dari sini sebelum kutembak mati….”

Anak2 SMP mungkin seneng ya suruh baca cerpen beginian. Tapi kalo masuk ke ranah pelajaran Bahasa Indonesia .... waduuuuh, mau jadi apa bangsa ini?

 

SMA: NAMAKU HIROKO

Gue nggak begitu ngerti pas SMA dulu, mengapa novel “Namaku Hiroko” ini sempat masuk ke dalam pelajaran sastra dan bahasa Indonesia (gue lupa kelas berapa, kalo nggak salah kelas 3). Pengarangnya adalah NH Dini, yang gue nggak ngerti juga, mengapa ia harus masuk ke dalam jejeran sastrawan yang disegani dan layak diketahui oleh siswa sekolah. Menurut gue, gaya menulis NH Dini nggak jauh berbeda ama S. Mara GD (malah mendingan S. Mara GD masih ada misteri2nya). Menurut gue lagi, masih banyak kok penulis yang lebih bagus dan lebih “aman” ketimbang NH Dini. Mungkin karena dia perempuan dan Depdikbud kala itu pengen memperkenalkan kiprah penulis wanita ya (yang saat itu mungkin nggak terlalu banyak).

Sekilas, novel ini sama sekali nggak pantas diperkenalkan oleh siswa yang masih duduk di bangku sekolah. Novel ini berkisah tentang Hiroko. Ia menolak cinta dari dua lelaki2 baik, Yukio dan Suprapto (seorang mahasiswa asal Indonesia). Ia malah memilih menerima cinta Yoshida, suami dari sahabatnya sendiri, Natsuko. Bahkan demi hidup bergelimang harta, Hiroko rela menjadi istri simpanan Yoshida tanpa mempedulikan perasaan sahabatnya sendiri. Pesan moral apa yang bisa diperoleh dari novel semacam itu? Mungkin gue terlalu nge-judge sih tapi gue yakin ada banyak novel2 yang sarat makna dan pesan moral serta indah dalam tata bahasa ketimbang novel “Namaku Hiroko” ini. Gue jadi kepo, apa mungkin sastrawan modern yang kontroversial kayak Dewi Lestari dengan novel “Supernova” dan Ayu Utami dengan “Saman”  juga diperkenalkan ya sekarang ke siswa2 zaman sekarang?

Akhir kata, gue merasa miris dengan perkembangan dunia pendidikan sekarang. generasi muda kita terlalu berharga untuk disia-siakan. Gue juga prihatin dengan kebudayaan dan jati diri Betawi yang dilecehkan dengan dimuatnya cerita2 rakyat Betawi yang mengandung unsur kekerasan dan pelecehan terhadap perempuan. Gue pikir masih banyak cerita2 Betawi yang kaya akan unsur moral dan di sisi lain mengajarkan anak untuk menjadi seorang pemberani. Tapi kenapa yah? Hufh ... tampaknya memang banyak yang harus dipertanyakan dengan sistem pendidikan sekarang. Apapun yang bisa kita lakukan untuk menyelamatkan nasib generasi muda kita, entah itu melalui tulisan kita di blog atau sarana lain, sekecil apapun, layak dan musti kita coba.

14 comments:

  1. Hahaha...
    Parah amat ya zaman sekarang. Tapi, bang. Dulu waktu sy masi SMA, sy disuruh banyak baca novel terus diceritain didepan kelas.
    Novel yg sy dapet ntu judulnya jejak luka bilqis, novel terjemahan yg sy lupa pengarangnya. Sumpah, sampe merah deh muka sy wkt sy ceritain d depan kelas.
    Habis, ceritanya dr kisah nyata. Ttg perenpuan yg nodai, tp malah dibuang sm keluarganya. Sampe dinodai lg. Haduh... Miris.

    ReplyDelete
  2. admin mencurigakan. *kabur*

    tapi miris juga. .__. sedih, min.
    untung dulu tak mendapat seperti itu, min (kecuali yang suka main perempuan dan pemalas).

    #007

    ReplyDelete
  3. oh iya, min, dulu waktu sma, kayaknya saya pernah baca salah satu karya NH Dini yang ada "sesuatu" (dan bukunya ada di perpus sma saya dulu -_-).
    saya merasa berdosa. T_T

    #007

    ReplyDelete
  4. satu"nya hal mengerikan di buku pelajaran SD aku dulu
    pas Kancil mau di makan Buaya dan Kerbau mau di makan Buaya*nahannapas
    untung Kancil cerdik dan bisa meloloskan diri.
    kasian buayanga kelaparan. loh?
    wah miris banget ya,, aku yg dh berumur aja masih ngeri" baca cerita itu
    apalagi ada tentang perbudakan.

    ReplyDelete
  5. Iya.. di buku bahasa indonesia kelas 7 dulu smpet jadi bahan pembicaraan :( :/ masa sih jadi kayak gitu kan aneh aja.. belom pantes dibaca sama anak kelas 7 yg msih dlm masa prkembangan :D

    ReplyDelete
  6. ahhaha... zaman ane SMP juga ada gituan dech bang. bukan buku pelajaran, melainkan novel dewasa yang dipajang dirak buku perpus. judulnya sama kayak mb risa 'Jejak Luka Bilqis' ama novel terjemahan karangan Marga .T.
    hhhhh... masa SMP gue udah ternoda oleh bacaan gituan hhh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haaaaaah ... pengen *LHO????*

      hmmm ... Marga T ya ... kok enak ya *plaaak*, di perpus universitas gw aja, mahasiswanya pd ngusulin beli harry potter aja kagak dibeliin *ya iyalah*

      Delete
  7. Secara pribadi aku suka sama dewi lestari dan ayu utami, di tengah membludaknya cerita teenlit pucisan ala sinetron dan berjamurnya novel karangan indonesia yang berusaha menjadi orang korea (dia cuma tau kosakata "oppa" dan nyantumin sikit-sikit doang) novel mereka (ayu utami dan dee) penuh dengan cerita yang inovatif.
    Tapi memang novel mereka berdua ga cocok untuk dijadikan bahan pelajaran di kelas, dan syukurlah, novel mereka ngga dijadikan bahan pelajaran

    ReplyDelete
    Replies
    1. teenlit picisan & novel gaya korea? haha mau gimana lagi kayaknya selera bacaan anak muda kita emang norak...saya setuju ayu utami sama dee itu penulis hebat

      Delete
  8. Itu yang gerhana ada di perpus smp saya XD
    (ketauan dah masih smp)
    udah mana saya pinjem ._. nyesel dah, ada lagi tuh yang agak 'disturbing'. kumpulan cerpen "Bibir" (lupa penulisna saha)

    ReplyDelete
  9. Idihh parah banget >:O
    gua malah kesel sndiri jadinya
    *buru buru periksa buku adek gua*

    ReplyDelete
  10. Waktu saya masih sd banyak bgt kartun. Sekarang?
    Untungnya adek nonton disney channel .-.

    ReplyDelete
  11. Cek buku adek gue yang masih sd ah :v

    ReplyDelete
  12. freemason itu bukanya organisasi yang ada di novelnya dan brown ya?

    ReplyDelete