Sunday, August 9, 2020

REVIEW FILM HOROR FOUND FOOTAGE TERBARU

Film horor “found footage” memang menjadi genre favorit gue. Namun karena bisa dilakukan oleh siapapun, termasuk sineas amatir, nggak semua film found footage memiliki kualitas yang memuaskan. Memang banyak sih film found footage yang viral karena kekreativitasannya, sebut saja “The Blair Witch Project”, “Paranormal Activity”, dan “Unfriended” yang semuanya menawarkan breakthrough dan inovasi baru dalam genre tersebut. Well, film-film yang gue sarankan di bawah ini memang tidaklah seinovatif film-film yang gue sebutkan tadi, tapi tetap saja, nuansa horornya benar-benar terasa dan gue anggap sebagai salah satu (atau salah lima) film found footage terbaik yang pernah gue saksikan.

Apa saja film-film tersebut? Nah, simak saja review gue berikut ini.

HELL HOUSE LLC (2015)

Gue menonton film ini sebagai film gratis di Youtube, makanya gue nggak berharap banyak tentang kualitas film ini. Mungkin aja ini buatan sineas independen yang low-budget (atau bahkan no-budget sama sekali) sehingga gue sih liatnya sambil nyantai dan nggak berharap banyak, pokoknya biar nggak bosen aja di rumah. Tapi ternyata gue salah! Film ini benar-benar melampaui semua ekspteasi gue dan membuat gue teringat alasan mengapa gue begitu mencintai genre film ini.

Kisahnya cukup simpel, yakni lima sahabat (empat cowok dan satu cewek) yang datang dari New York ke sebuah kota kecil untuk mengubah sebuah hotel terbengkalai di kota itu menjadi wahana rumah hantu. Bisnis rumah hantu kala itu memang booming karena orang-orang rela berpergian jauh untuk menikmati suasana horor yang real. Namun siapa sangka, hotel tersebut ternyata benar-benar berhantu dan memakan banyak korban pada saat pembukaan wahana tersebut.

Film ini dibesut dalam bentuk dokumenter yang mengisahkan penyelidikan tentang apa yang terjadi pada hotel itu (hence ceritanya berupa flashback). Ceritanya gue akui cukup membuat gue penasaran. Modelnya juga minimalis (hanya ada 5 karakter dan beberapa tokoh tambahan) sehingga gue nggak kesulitan mengingat mereka. Teknik scare-nya juga gue bilang sangat simpel, namun mengena. Teknik horornya bener-bener gampang dilakukan menurut gue. Semisal pas adegan ini lu liat ada boneka di depan lu, tapi begitu menoleh dan lanjut ke adegan berikutnya, bonekanya udah ilang. Tapi tetep aja, banyak adegan di film ini yang bikin gue terkejut dan bener-bener tegang, walaupun tekniknya cuma sesederhana itu.


Kalo boleh gue kasi kritikan sih, gue menanti-nanti banget adegan klimaks di film ini, dimana dijelaskan apa yang terjadi hingga begitu banyak korban jatuh saat pembukaan rumah hantu tersebut. Namun yang ada, malah adegan tersebut di-shot dengan kamera berkualitas rendah yang blur. Oke deh gue paham maksudnya. Di sepanjang film, semua adegan dishot oleh tim yang bener-bener punya kamera buat merekam film, jadi kualitasnya bagus. Sedangkan di klimaks, diceritakan bahwa adegan tersebut direkam oleh kamera dari para pengunjung, jadi kualitasnya lebih jelek. Tapi ini membuat gue nggak bisa melihat dengan jelas apa yang sebenarnya terjadi pada adegan klimaksnya. Dan lagi, kamera hape zaman sekarang dah bagus-bagus kali. Itu aja sih miss-nya. Gue paham kalo teknik ini bertujuan untuk menambah ketegangan dan misteri di klimaks filmnya, but I didn't enjoy it all. Bahkan, gue sampai harus mencari video explanation dari channel review film hanya untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi di klimaks filmnya.

Tapi total, gue benar-benar menikmati film ini. Memang tipikal seperti film “found footage” lain dan nggak menawarkan sesuatu yang baru, but damn, I still enjoyed it! Gue kasi film ini skor 4,5 CD berdarah.


HELL HOUSE LLC II: THE ABADDON HOTEL (2018)


Seperti judulnya, film ini merupakan sekuel dari film “Hell House LLC” yang masih menceritakan tentang Hotel Abaddon, hotel misterius yang memakan banyak korban ketika diubah menjadi sebuah rumah hantu. Kali ini penyelidikan berlanjut dimana sebuah kru berita dari televisi mengajak salah satu survivor dari film pertama untuk kembali ke hotel berhantu itu demi menjawab pertanyaan, apa yang sebenarnya terjadi pada mereka yang tewas atau menghilang di hotel tersebut. Namun tentu saja, pencarian itu berujung petaka.

Film ini gue akui lebih mengutamakan jumpscare (biasanya berupa make up mengerikan dari setannya) ketimbang yang pertama. Scare-scare simpel tapi jenius di film ini masih ada sih, tapi nggak sebanyak film pertama. But I still enjoyed it. Konsep tentang video-video amatir random di awal juga menurut gue jenius kok. Tapi sayang, film ini nggak se-fun atau semisterius film pertama, it's just another sequel. But it's still good.

Gue kasi film ini skor 4 CD berdarah.



HELL HOUSE LLC III: THE LAKE OF FIRE (2019)

Add caption

Yup, kalian benar. Film “Hell House LLC' memang dibuat trilogi karena kesuksesannya. Dan melihat bagaimana karakter di film berikutnya diperkenalkan di film sebelumnya, jelas bahwa sang sineas pembuat film ini memang sejak awal merencanakan sebuah trilogi. Kisahnya masih hampir sama dengan yang pertama, seorang pengusaha kaya berniat mengadakan sebuah pentas drama berjudul “Insomnia” di dalam hotel berhantu, walaupun satu demi satu para kru drama tersebut melihat penampakan menakutkan di sepanjang latihan.

Gue mulai kritis di film ini karena jelas, kualitasnya jauh berkurang ketimbang yang pertama dan kedua. Oke, ada sih adegan-adegan scare yang menurut gue menarik dan juga menakutkan. Tapi tetap saja, gue mulai merasa boring dengan cerita yang terus diulang-ulang dan satu lagi hal yang paling nggak gue suka dari film ini: endingnya. Bayangin, akhirnya happy ending guys. Hello, this is a goddamn horror movie! No horror movie should have any happy ending! Gue merasa sang pembuat film ini kepengen membikin konklusi yang benar-benar menutup trilogi film ini, tapi jatuhnya kok cringe. Damn, I was not satisfied but I have to said, this is still one of the better found footage movies. So, I will give it 3,5 bloody underwear score.


FOUND FOOTAGE 3D (2016)


Film ini, sama seperti “Hell House LLC” yang pertama, juga gue tonton secara gratis di YouTube jadi gue juga nggak punya ekspetasi tinggi saat menyaksikannya. Gue pikir ini juga merupakan karya independen yang worth to watch, tapi pastinya low budget sehingga gue nggak berharap banyak. Tapi lagi-lagi gue salah. Kembali, ekspetasi gue terlampaui saat menonton film ini.

Film ini berkisah tentang seorang sutradara amatir ambisius yang hendak membuat film found footage 3D pertama (hence judulnya) dan mengajak kru dan pemainnya ke sebuah rumah tua berhantu sungguhan demi mewujudkan ambisinya itu. Tentu saja seperti bisa ditebak, semua tak berjalan lancar dan merekapun menjadi keganasan sosok supranatural penghuni rumah tersebut.

Secara garis besar, film ini hanya membuat para penontonnya menunggu sebuah hal yang tak terelakkan lagi. Dan begitu hal tersebut terjadi, well there you go, klimaks filmnya. Apa yang gue maksud akan kalian pahami begitu menonton film ini. Jujur, penantian itu membuat gue kesal dan nggak nyaman (apalagi ada sebuah adegan yang benar-benar disturbing dan membuat gue scarred for the rest of my life), tapi semua terbayarkan pada saat klimaks dan endingnya. And boy, what and ending!


Film ini juga menawarkan sebuah teknik found footage yang menurut gue kreatif, never seen before, dan juga sangat efektif dalam membangun ketegangan. Teknik baru ini mengingatkan gue saat salah satu sekuel “Paranormal Activity” menawarkan konsep baru, yakni kamera yang bisa geleng-geleng ke kanan dan kiri (dan sekarang teknik itu udah jadi staple banget di film horor, apalagi buat nampilin jumpscare).

Tapi soal horornya, hmmm ... Gue akui, scare tactics di film ini sama sekali nggak nakutin. Penampakan hantunya malah konyol menurut gue (sorry, bad CGI). Justru yang membuat gue “takut” di sini malah bukan setannya, tapi salah satu tokohnya. Well, you'll know what I mean. Untuk menghibur, not so much ... tapi film ini punya payoff yang bagus di endingnya jika kalian bersabar (I really mean it) saat menyaksikannya.

Gue kasih film ini skor 3,5 CD berdarah.


HOST (2020)


Seperti biasa guys, I saved the best for last. Film found footage ini menawarkan konsep “laptop horor” yang sudah diperkenalkan semenjak “Unfriended” bahkan sampai diaplikasikan ke sebuah film thriller detektif berjudul “Searching”. Ceritanya sangat simpel, yakni sekelompok sahabat yang berniat melakukan upacara seance (pemanggilan arwah) menggunakan Zoom karena mereka tengah berada dalam pandemi. Yeah right, konsepnya bener-bener patut diacungi jempol ya! Pokoknya tetap jaga kesehatan dari Coronavirus saat kalian lagi manggil setan. Bahkan salah satu tokohnya masih sempat-sempatnya pake masker pas mau kabur gara-gara rumahnya dihantui. Who cares about a mask when you're being terrorized by a f*cking ghost, man!

Tapi tetap saja, film ini benar-benar brilian menurut gue. Awalnya gue berpikir, kenapa kok durasinya pendek banget, cuman 1 jam (padahal durasi standar film Hollywood biasanya 1,5 jam). Ternyata itu ada hubungannya dengan akun gratis Zoom yang rapatnya hanya bisa bertahan selama sejam saja dan itu diinkorporasikan ke dalam cerita. Jenius sih menurut gue, tapi nggak terlalu ngefek buat orang yang nggak tahu tentang konsep Zoom (atau bahkan nggak pernah make).


Jalan ceritanya, wow! Gue salut karena ada hal yang sengaja tak dijelaskan secara gamblang di film ini (walaupun kaitannya dengan jalan cerita amat penting) dan dipasrahkan saja ke pemirsanya supaya mereka mengerti. Well done, itu berarti siapapun yang membuat film ini benar-benar menghargai kecerdasan para penontonnya dan nggak menganggap mereka idiot sampai harus menjelaskan semuanya. Jalan ceritanya memang cukup masuk akal (walaupun ini film horor yang harusnya nggak masuk akal wkwkwk) dan saat dukunnya menjelaskan kesalahan mereka saat memanggil arwah, wow itu bener-bener bikin gue merinding men.

Teknik scare-nya sekarang, jenius! Awalnya gue mengira mereka akan pake jumpscare menggunakan filter snapchat seperti yang gue lihat di trailernya. Tapi ternyata gue salah. Scarenya tetap saja efektif, walaupun beberapa diulang-ulang. Tapi tetap ada sih (spoiler alert!) jumpscare yang bener-bener bakal bikin kalian melompat di film ini. Singkatnya durasi film ini juga membuat gue puas, karena secara otomatis membikin ceritanya jadi padat. Tapi dengan kualitas film sebagus ini, gue malah berharap film ini bakalan lebih panjang sedikir supaya gue lebih puas.

Well, overall gue kasi skor tertinggi sekaligus paling maksimal di blog ini, yakni 5 CD berdarah karena gue begitu menikmati film ini 100%. I think they should make another movie dan ini juga membuktikan, terkurung di rumah selama karantina harusnya nggak membuat kekreativitasannya kita berkurang, tapi malah justru bertambah. Ya kan?

SUMBER GAMBAR: WIKIPEDIA, IMDB


14 comments:

  1. Wih mantap ini, pengen nonton host juga

    Btw bang, coba bikin list film horor hepi ending, kayaknya loecoe UwU

    ReplyDelete
    Replies
    1. Coba nonton aja wrong turn yg terbaru.. happy ending.. tapi secara keseluruhan sangat2 berbeda dari wrong turn yg terdahulu...

      Delete
  2. Yaaaay bang Dave comeback 🤩🤩🤩🤩

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gw kan baru posting bulan kemaren -_-

      Delete
    2. sebulan tuh lama bang :') gw tiap hari nengok blog loh

      Delete
  3. Semangat bang Dave...

    ReplyDelete
  4. Bang coba nonton di tubitv, disitu nonton film beneran gratis bang, pake subtitle english gk ada sub indo, nonton film disitu bang nanti bikin film recomended lu dari website itu, ditunggu bang

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wkwkwkw boleh dicoba. Btw gw abis langganan netflix dan kecewa soalnya banyak film horor yg ga ada. Emg krn pengaturan tiap negara atau gw yg gaptek ya ga bisa nyari

      Delete
    2. Woww sdh langganan netflix,sdh gk nonton bajakan lagi nih wkwkwkwkwk, tpi coba search aja di tubitv bang, kali aja nemu film yg "hidden gem" disana, gua baru nemu yg bagus baru 1 aja sih judulnya "The Man from Earth"

      Delete
  5. Maap, kira2 ada gk film found gootage horrrorr yg stylenya kyk flog gitu. Kan lagi ngetren nih istilah flogger

    @BecengPelor_ID

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ada dong, seingat gw "Gonjiam: Haunted Asylum" dari Korea ama "Haunted hospital: Heilstatten" dari Jerman

      Delete
    2. ah telat T.T coba dehh nonton 'Like, Share, Follow'. Soal yutuber terkenal yg kena teror. Mayan sih menurutku

      Delete
  6. Gw udah nonton yg film Host & menurut gw gak asyik bgt film ny , padahal gw suka tuch model found footage yg dari kamera laptop gitu dibanding kamera biasa ato cctv.. & film ny kurang dari 1 jam hampir doank 50 menit an lebih.. Karakter yg lu bilang pake masker it bukan ny lari dari hantu tapi dy terpaksa keluar rumah karna mau nyelametin temen ny kan..

    ReplyDelete