Saturday, August 11, 2012

ALIRAN-ALIRAN SENI KRIYA

 

Seni kriya adalah seni yang memiliki fungsi, tidak hanya estetika saja. Sehingga seni lukis maupun seni patung tidak dapat digolongkan sebagai seni kriya, karena hanya untuk dikagumi saja. Aliran seni kriya ada beberapa macam, yaitu sebagai berikut.

Art Deco

Kata “deco” pada nama Art Deco berarti dekorasi. Aliran ini cukup populer di Indonesia selama tahun 20an dan 30an. Di Bandung, kita akan melihat banyak peninggalan seni art deco, seperti Hotel Savoy. Di Jakarta pun terdapat Stasiun Kota yang berarsitektur art deco. Berikut ini adalah contoh-contoh karya seni art deco.

clip_image001clip_image002

clip_image004clip_image005

clip_image006clip_image009clip_image011

Art Nouveau

Dari namanya, dapat ditebak aliran ini berasal dari Perancis. Ciri khasnya adalah uliran dan motif flora yang dibuat berlebihan dan terkesan emosional, berbeda dengan motif geometris art deco yang kaku.

clip_image012

clip_image013clip_image014

clip_image016clip_image018

Bauhaus

Aliran seni ini berkembang dari sebuah sekolah seni bernama sama di Jerman. Ciri khas aliran seni ini adalah kesederhanaannya.

clip_image020clip_image021

clip_image022

De Stijl

Aliran de Stijl (“The Style” dalam bahasa Inggris) berkembang di Belanda pasca-Perang Dunia I. ciri khasnya adalah bentuk yang sederhana namun dengan penggunaan warna semaksimal mungkin.

clip_image024clip_image026

clip_image027clip_image029

Futurisme

Seperti namanya, aliran ini menentang bentuk yang biasa-biasa saja, sehingga hasilnya terkesan futuristis bak masa depan.

clip_image033clip_image035

4 comments:

  1. postingan tentang arsitekturnya bagus-bagus...
    izin copy ya mas untuk referensi saya

    ReplyDelete
  2. terima kasih banyak atas informasinya tentang seni kriya

    ReplyDelete