Saturday, July 2, 2016

IN MEMORIAM: 10 MAHAKARYA ARSITEK ZAHA HADID YANG AKAN SELALU DIKENANG

   3312016zahahadidcreditzahahadid

Pada 31 Maret 2016 lalu dunia arsitektur (termasuk gue sebagai pecinta arsitektur) dikejutkan dengan kematian mendadak arsitek kenamaan Zaha Hadid. Walaupun usianya sudah mencapai 65 tahun, namun kematiannya tetap saja sangat disayangkan karena beliau sedang mencapai puncak popularitas.

Buat kalian yang nggak tahu siapa dia, wanita yang dilahirkan dengan nama lengkap Zaha Muhammad Hadid ini merupakan arsitek kelahiran Irak yang menjadi wanita pertama sekaligus Muslim pertama yang mendapatkan anugerah Pritzker Award. Pritzker Award sendiri merupakan penghargaan tertinggi dalam dunia arsitektur, mungkin setara dengan Piala Oscar bagi aktor dan hadiah Nobel bagi ilmuwan.

Zaha Hadid merupakan arsitek neo-futuristik yang mengusung tema dekonstruktif dalam desainnya. Dengan kata lain, bangunan yang diciptakannya merupakan bangunan futuristik yang jelas melenceng dari pakem-pakem sebuah desain gedung yang “normal”. Beliau juga mencetuskan arsitektur “parametris” yang memanfaatkan algoritma matematis dan kalkulasi komputer dalam mendesain bangunan.

Ciri khas bangunan yang ia desain adalah asimetris; memiliki pola geometris yang berulang secara algoritmik; kadang memanfaatkan lengkungan yang feminim, namun tak takut pula menerapkan sudut dan garis yang tegas dan maskulin; serta desain yang cenderung “mengalir”. Tentu, karakteristik lain yang juga diterapkan dalam arsitektur modern adalah penggunaan model komputer untuk memperhitungkan tiap detail dalam karyanya.

Berikut ini akan gue hadirkan 10 bangunan yang didesain oleh Zaha Hadid untuk memperlihatkan bakatnya yang tidak main-main. Hitung-hitung artikel ini juga akan gue persembahkan sebagai tribute untuk mengenang beliau.

1. Guangzhou Opera House (Guangzhou, Tiongkok)

  dzn_Guangzhou-Opera-House-by-Zaha-Hadid-Architects-29

Mungkin bangunan menakjubkan inilah yang pertama kali membuat gue mengenal siapa Zaha Hadid. Arsitekturnya yang mencengangkan dan futuristik memang teatrikal jika dilihat baik dari luar maupun dalam, sesuai dengan fungsinya sebagai gedung opera. Gedung opera yang menjadi kebanggaan kota Guangzhou ini dibangun pada 2005 dengan bahan utama granit yang dipadukan dengan kaca dan bingkai baja; material yang selalu menjadi pilihan Zaha Hadid. Gedung ini pulalah yang membuatnya menyita perhatian dunia.

guangzhou-opera-house-5

stringio (1)

Guangzhou_Opera_House_Zaha_Hadid_Architects_main

dzn_Guangzhou-Opera-House-by-Zaha-Hadid-Architects-13

2. Riverside Museum (Glasgow, Skotlandia)

  riverside museum glasgow

Bentuk museum yang dibuka pada 2011 ini memang sangat berani. Hanya dua tahun semenjak dibuka, museum ini langsung meraih gelar sebagai “European Museum of The Year” tentu terbantu dengan desainnya yang mendapat sambutan antusias dari para kritikus ini.

3. Pierresvives (Montpellier, Prancis)

  pierresvives

Bangunan futuristis ini memang tampak seperti sebuah pesawat luar angkasa yang mendarat di bumi. Ada dua kata yang umumya terpikir ketika melihat desainnya, yakni “bold and fluid”. Waktu penyelesaian bangunan ini tergolong lama, yakni memakan waktu 10 tahun.

Pierres-Vives-in-Montpellier-by-Zaha-Hadid-3

4. Soho Galaxy (Beijing, Tiongkok)

Aerial-View-of-Galaxy-SOHO 

Melihatnya, kita seperti berada di apartemen masa depan. Soho Galaxy merupakan mall terbesar di Beijing, sekaligus paling kontroversial. Banyak pengamat budaya menganggap keberadaan bangunan ultra-modern ini merusak warisan sejarah dan arsitektur kota Beijing yang sudah berumur ribuan tahun. Namun tak sedikit pula yang mengaguminya. Yang jelas, mall ini merupakan simbol masyarakat Tiongkok yang mulai berkiblat pada gaya hidup jet set ala Barat.

Galaxy.SOHO.original.2179

Galaxy-SOHO_Complex_Beijing_Zaha_Hadid_Jebiga_25

Sayangnya, pada kenyataannya, keindahan bangunan ini sekedar display pada cangkang luarnya saja. Di dalamnya, bangunan seluas 400 ribu meter persegi ini sebagian besar masih kosong. Para tenant enggan menyewanya sebab harganya sangat tinggi. Walaupun dianggap kurang sukses secara komersial dan menjadi sekedar “pemanis mata” saja, SOHO sudah membuka replika gedung ini di kota Wangjing.

Wangjing_Soho_by_Zaha_Hadid

5. Evelyn Grace Academy (London, UK)

  6156270001_dc50b99cc0

Wow ... keren banget pastinya ya bersekolah di tempat kayak gini? Seperti Harry Potter meets Sky High. Kalo Hogwarts pindah ke masa depan, pasti beginilah bentuk bangunannya hahaha. Selesai pada 2010, sekolah ini sebenarnya adalah sebuah sekolah menengah.

evelyn-grace

Evelyn_Grace_Academy_017

6. Library and Learning Centre – University of Economics (Vienna, Austria)

Campus_WU_LC_D1_TC_DSC_1440w

Bangunan yang lagi-lagi berdesain futuristis ini merupakan perpustakaan kampus Ekonomi dan uniknya juga, dirancang ramah lingkungan dengan membiarkan cahaya matahari membanjiri lorong-lorongnya sehingga penggunaan lampu bisa diminimalisir.

Library-and-Learning-Centre-University-of-Economics-Vienna-Zaha-Hadid-Architects-2

LLC_Vienna_IB_(21)

7. Port House (Antwerp, Belgia)

  23876774284_3fa99eb13c

Sekilas saja dilihat, proyek ini memang amat ambisius dengan menggabungkan arsitektur modern tepat di atas (secara harfiah) sebuah bangunan bergaya klasik. Bangunan ekstensi bergaya futuristik ini sengaja ditambahkan untuk mengatasi keterbatasan lahan akibat penambahan pegawai di gedung utamanya tanpa mengubah arsitektur aslinya. Proyek ini hingga tulisan ini dibuat masih dalam proses pengerjaan.

8. Innovation Tower (Hong Kong)

JCIT_HKPU_IB_04

Bangunan bernama lengkap Jockey Club Innovation Tower ini berada dalam kompleks Hong Kong Polytechnic University dan selesai dibangun pada 2013. Bangunan modern seluas 15 ribu meter persegi dan tinggi 46 meter ini mampu menampung 1.800 staf dan mahasiswa. Tentu keberadaan gedung futuristik ini akan menambah pemandangan baru bagi skyline kota Hong Kong.

zaha-hadid-iwan-baan-jockey-club-innovation-tower-designboom-06 

640px-Innovation_Tower_2

 9. New Century City Art Centre (Chengdu, Tiongkok)

  zaha-hadid-Chinese-architecture-futuristic-concept-New-Century-City-art-Centre-Chengdu-01

Nah, mulai di sini kita akan membahas bangunan-bangunan yang masih dalam konsep desain dan belum selesai dibangun.

Mulai dibangun pada 2007 hingga tulisan ini dibuat, proyek ini masih dalam tahap penyelesaian. Proyek ambisius ini bertujuan untuk menaikkan pamor kota Chengdu sebagai penyelenggara performance arts berskala internasional. Dilihat dari bentuknya, bangunan ini mirip dengan Dalian Conference Centre yang dibangun oleh Coup Himmelb(l)au. Namun karena keduanya sama-sama arsitek bermazhab dekonstruktivisme, gue bisa memakluminya.

10. Signature Tower & Sheikh Zayed Bridge (Dubai & Abu Dhabi, Uni Emirat Arab) 

220px-Signaturetowersdubai

Sebagai arsitek Muslim, tak mengherankan jika Zaha Hadid dekat dengan penguasa-penguasa di wilayah Timur Tengah, termasuk Uni Emirat Arab. Proyek-proyek Zaha Hadid di sini adalah Signature Tower di Dubai dengan bentuk ikoniknya dan Jembatan Sheikh Zayed yang konon merupakan jembatan dengan desain terumit yang bentuknya mengimitasi gundukan di padang pasir.

ZHA_Sheikh_Zayed_Bridge_-¬Hufton_Crow_41

BONUS

1. BEKO (Beograd, Serbia)

Zaha_Hadid_Architects_Doing_Their_Magic_With_Modern_Architecture_In_Belgrade_Serbia_world_of_architecture_04

Serbia memang berambisi memperbarui citra ibu kotanya yang identik dengan perang menjadi kota yang modern dari abad 21, namun tetap menjaga warisan sejarahnya. Proyek bangunan berskala besar ini akan merombak sebuah pabrik tekstil tua terbengkalai di kota Beograd menjadi kawasan residensial yang terpadu dengan pusat bisnis, hotel, dan convention centre seluas 94 ribu meter persegi yang bergaya “fluid” sekaigus futuristis. Proyek bernilai fantastis sekitar 200 juta euro ini hingga kini masih berupa rencana saja dan belum terealisasikan pengerjaannya. Sayang, padahal bangunan ini jelas menjadi favorit gue di list ini.

Zaha_Hadid_Architects_Doing_Their_Magic_With_Modern_Architecture_In_Belgrade_Serbia_world_of_architecture_03

2. New National Stadium (Tokyo, Jepang)

73d21cce-6489-4549-8207-136f411c51bd-620x372

Untuk menyambut perhelatan akbar Olimpiade yang akan diadakan di Jepang pada 2020, maka kota Tokyo jelas membutuhkan sebuah stadion baru yang akan menaikkan prestise mereka di mata dunia internasional. Stadion futuristis karya Zaha Hadid menjadi jawabannya. Namun sayang, rencana ini menjadi terbengkalai karena dana pembuatannya yang dinilai terlalu tinggi bagi pemerintah Jepang. Hingga kematian beliau, belum ditemukan solusi atas permasalahan ini.

zaha_hadid_new_national_stadium_japan_1-1024x611

Yang jelas, jika selesai, maka stadion berkapasitas 80 ribu jiwa ini tak hanya menjadi ajang pertandingan sepak bola saja, melainkan tempat konser J-pop dan J-rock. Hmmm ... sounds cool!

  13_zha_new-national-stadium_popup

Nah, demikianlah 12 bangunan karya arsitek Zaha Hadid yang akan menjadi warisan legendarisnya dari masa ke masa. Walaupun memiliki prestasi yang luar biasa, namun sosoknya juga tak luput dari kontroversi. Zaha Hadid dianggap dekat dengan para diktator (terutama di Timur Tengah dan Tiongkok) dan bangunan desainnya dianggap menjadi bagian politik mercusuar untuk memperkukuh pencitraan diri mereka ke dunia luar. Namun di luar semua kontroversi itu, sumbangsihnya terhadap dunia arsitektur modern hingga akhir hayatnya tentunya patut diperhitungkan.

1 comment:

  1. wah baru tahu bulan agustus, media kita gk ada ngabarin :(

    ReplyDelete