Saturday, July 2, 2016

MUSEUM SANDI YOGYAKARTA: CRYPTIC, ENIGMATIC, ALBEIT HISTORIC

 

987

Jarang-jarang ada yang nemenin gue jalan-jalan ke Yogya, jadi pas salah satu member MBP sekaligus mantan admin gue, Tharik, bersedia nganter gue muter-muter Yogya, gue jadi excited banget. Jalan-jalan kemana ya, soalnya gue udah sering ke Yogya, maklum cuman sejaman dari kampung halaman gue di Solo kalo naek kereta. Gue iseng-iseng browsing dan menemukan dua lokasi yang kayaknya cukup keren bat dikunjungin, yakni Museum Sandi dan Museum 3D. Dua museum ini emang jarang banget diketahui orang. Sayangnya pas gue ke Yogya, gue cuman sempet mengunjungi Museum Sandi ini. Menarik kok. Apalagi museum ini kayaknya cocok buat pecinta riddle seperti kalian, siapa tau jadi terinspirasi bikin riddle baru hahaha.

Seperti namanya, Museum Sandi ini didedikasikan buat memecahkan sandi-sandi rahasia pada masa perang mempertahankan kemerdekaan tahun 1946. Pada masa itu, pesan-pesan rahasia dari pemerintah RI dienkripsi untuk disampaikan kepada perwakilan PBB yang ada di india. Pesan-pesan tersebut tak boleh jatuh ke tangan Sekutu maupun Belanda, makanya berbagai siasat dilakukan agar pesan-pesan menjadi sandi yang cryptic alias tak mudah dipecahkan. Bagaimana caranya? Nah kita akan tahu caranya dengan menelusuri sejarah Museum Sandi ini.

Alkisah pada 1946, dokter pibadi Presiden Soekarno, yakni dr. Rosebiono Kertopati mendapatkan perintah dari menteri pertahanan masa itu, Mr. Amir Syariffudin membentuk dan memimpin dinas persandian. Kala itu, Indonesia walaupun sudah merdeka, masih mendapat ancaman dari Belanda yang masih ingin menguasai tanah air kembali. Sandi-sandi ini amat berguna bagi komunikasi dan menjaga rahasia negara agar tidak bocor. Berita perjuangan dalam negeri kemudian disandikan dan ditransmisikan ke Kotaraja, Sumatra Barat untuk kemudian diwartakan ke perwakilan RI di Rangoon, Myanmar dan dilanjutkan ke New Delhi (India adalah salah satu pendukung kemerdekaan RI yang paling giat) serta PBB. Dr. Roesbiono Kertapati sendiri dipercaya mengemban tugas tersebut karena menguasai dengan fasih 4 bahasa asing, yakni Inggris, Jerman, Belanda, dan Prancis.

Nah, markas dinas persandian di Yogyakarta inilah yang kemudian menjadi Museum Sandi yang gue kunjungin kala ini. Letaknya mudah dijangkau kok karena emang ada di pusat kota, bahkan nggak jauh dari SMA 6, sekolahannya Tharik. Alamatnya di Jl. Faridan M. Noto no. 21, Kotabaru. Uniknya, Museum Sandi ini juga satu-satunya di dunia!

Koleksi di sini amat banyak dan dibagi menjadi dua lantai. Lantai pertama berisi tentang sejarah persandian di Indonesia serta alat-alat penyandian yang digunakan. Begitu masuk (biaya masuknya gratis), kita langsung diberikan tiket berupa gulungan kertas (yang gue pikir isinya sandi atau riddle, tapi ternyata bukan hahaha).

Begitu masuk, kita akan menemukan ruangan audio-visual dimana kita akan diberi sejarah singkat mengenai persandian dalam sebuah tayangan televisi. Di ruangan berikutnya, ada beberapa maket dan benda-benda tempo doeloe yang pernah digunakan dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan.

902915

Bisa kita tebak, pada tempo doeloe pesan disampaikan dengan telegraf ini. Jadoel banget ya, pake kode morse lagi ngirimnya. Gue kode morse mah taunya ngirim SOS aja.

Ini beberapa mesin sandi yang pernah digunakan negara kita. Ada yang bentuknya kayak mesin tik, mesin hitung, ampe ada yang gede banget.

MESIN SANDI

Oya ini dia Tharik, temen gue yang gue maksud.

925

Gue baru tau kalo ternyata ada sekolah tinggi ilmu persandian. Wah, kok nggak pernah dengar ya. Mungkin saking rahasianya haha.

930

Koleksi di lantai 1 ini cukup sedikit. Sang penjaga museum menawarkan jalan-jalan ke lantai 2, tapi beliau memperingatkan di sana masih ada renovasi jadi mungkin agak berantakan. Gue pikir nggak apa-apa lah, jarang-jarang ke sini juga. Lagian gue juga mau mengeksplore arsitektur rumah tua yang dijadiin museum ini.

Ternyata koleksi di atas lebih keren. Ada metode-metode untuk menciptakan sandi, termasuk yang udah kunoooo banget sejak zaman Yunani-Romawi. Salah satunya ini, Caesar’s Slide. Bentuknya adalah pedang yang bisa digeser di dalam sebuah bingkai. Baik pada pedang maupun bingkainya ada huruf-huruf yang bisa disejajarkan. Cara makainya sederhana banget kok, tinggal ditentukan aja huruf kunci yang bakal jadi awal abjadnya. Semisal di bawah ini nih, huruf “A” gue ganti menjadi “F”. Jadi kata “JOMBLO” sandinya bakal jadi “OTRGQT” hahaha.

SANDI

Yang ini namanya Vigenere Cipher. Cara pakainya sama kok dengan Caesar’s Slide tadi. Tapi bentuknya lingkaran.

949

Ini juga konsepnya sama kayak Caesar’s Slide tadi, cuman lebih diperumit. Di sini ada tiga tingkat tulisan. Tingkat atas dan tengah sama kayak Caesar’s Slide. Tapi sandi yang dipakai bukanlah yang tengah, melainkan yang bawah. Jadi memecahkannya jadi dua kali. Jadi semisal ini kata “JOMBLO” akan menjadi “WBZOYB”, namun kemudian di-cryptic lagi pakai kunci yang di bawah menjadi “RMOZPM”. Wah, ruwet juga ya hahahaha.

954

Kalo alat sandi ini namanya “Skytale” dan digunakan bangsa Yunani kuno. Cara pakainya, pesan ditulis dalam gulungan kain yang kemudian akan diurai dan dibawa. Pesan ini jika tertangkap musuh nggak akan bisa dibaca kecuali digulung dalam posisi yang sama seperti posisi pada saat penulisannya.

955

Ada juga metode pembuat sandi lainnya yang juga simpel, yakni Cardan Grille. Bentuknya adalah kartu berlubang yang apabila diletakkan dalam sebuah halaman teks, maka akan terlihat pesan tersembunyi dengan membaca huruf-huruf yang terbaca pada lubang-lubang tersebut, Wah, kreatif ya?

958

Metode lainnya adalah dengan membuat tattoo berisi pesan rahasia ke kepala sang pembawa pesan (bisa seorang budak), kemudian dibiarkan beberapa lama hingga rambut tumbuh kembali di kepala budak tersebut. Nah, kemudian begitu sampai ke tujuannya, rambut budak tersebut akan digunduli lagi supaya pesan dalam tattoo itu terbaca.

960

Yang gue nikmatin di sini (selain cara membuat sandi) adalah gaya arsitektur rumah tua yang mempesona ini, apalagi tangganya.

931 972

Apa simbol misterius ini sandi juga hahaha.

980

Ati-ati ya kalo jalan-jalan ama Bang dave soalnya suka candid wkwkwkwk.

975

Dan tulisan ini terpampang saat gue mau mengucapkan selamat tinggal pada museum ini.

982

Gimana, terinspirasi membuat riddle berupa case code setelah membaca artikel ini? Atau malah terinspirasi kode-kodean ama gebetan *layak ditabok kalo yang ini* Kunjungi aja guys museum ini kalo kalian sedang maen ke Yogya. Seru kok. Nah, kalo udah baca postingan gue, coba pecahin sandi di bawah ini yaaaa ...

WNIIGJ GFKFQ FIF GZPZSDF GMT

1 comment: