Friday, September 2, 2016

ANTI-MAINSTREAM: 10 AGAMA MINORITAS YANG MUNGKIN TAK KALIAN KENAL

 

FREEDOM

Gue pribadi menyebut agama mainstream sebagai agama dengan ajaran paling banyak diikuti di muka bumi. Dimulai dari Kristen (2,6 milyar jiwa atau 31%), Islam (1,2 milyar jiwa atau 22%), Hindu (1 milyar jiwa atau 14%), dan Buddha (700 juta jiwa atau 11%). Yahudi memiliki jumlah yang tak seberapa (hanya mewakili 0,2% penduduk dunia) namun sebagai agama samawi keberadaannya juga patut diperhitungkan.

Lalu apa kabar agama-agama minoritas di luar agama mainstream yang seringkali kita abaikan keberadaannya? Dari beberapa list agama di bawah ini, gue yakin pasti ada yang baru pertama kali kalian dengar. Jangan protes dulu, di sini gue mengidentifikasikan “agama” sebagai sarana untuk mengenal Tuhan. Jadi jika mereka memang mempercayai adanya Tuhan (bukan polytheisme tapi) dan memang ajarannya menganjurkan kebajikan, gue nggak segan mengidentifikasikan mereka sebagai agama, walaupun mungkin ajarannya sedikit banyak bertentangan dengan apa yang kita percayai.

Berikut ini adalah list agama-agama minoritas yang mungkin belum kalian kenal.

1. ZOROASTER

ZOROASTER

Digadang-gadang sebagai agama tertua di muka bumi, agama Zoroaster dibawa oleh nabi Persia bernama Zarathustra dan berkonsep dualisme, artinya ada dua kekuatan yang terus bertarung di muka bumi. Agama ini mempercayai adanya tuhan yang dinamakan Ahura Mazda yang melambangkan kebajikan dan kebijaksanaan. Lawannya adalah roh yang melambangkan kejahatan, yakni Angra Mainyu atau “Ahriman”. Kitab sucinya dikenal dengan nama “Avesta”. Agama ini muncul pertama kali pada tahun 2.000 SM, namun keberadaannya terus terdesak oleh kehadiran Islam pada abad ke-7. Hingga kini, masih tersisa 2,6 juta penganut agama ini.

2. BAHA’I

gavin-hellier-india-delhi-lotus-temple-the-baha-i-house-of-worship-popularly-known-as-the-lotus-temple

Baha’i adalah agama monoteisme yang meyakini bahwa seluruh agama sesungguhnya meyakini satu Tuhan yang sama, walaupun mereka mengenalnya dengan nama yang berbeda-beda. Agama ini amat kontroversial, sebab secara ambisius hendak menyatukan paham semua agama yang ada, mulai dari ajaran Nabi Musa, Yesus Kristus, Muhammad, Khrisna, hingga Buddha. Sejak kemunculannya pada abad ke-19 di Persia (Iran) oleh nabinya yang bernama Baha’ullah, penganut agama ini sering mendapatkan prosekusi dan diskriminasi. Namun kini, agama yang berpusat di Haifa, Israel ini memiliki lebih dari 5 juta pengikut di seluruh dunia.

3. SABIAN

SABIAN

Sabian merupakan salah satu agama Timur Tengah yang disebut dalam Al-Quran sebagai “ahli kitab” selain Yahudi dan Nasrani yang menggunakan kitab Mazmur (Zabur) sebagai kitab suci mereka. Ciri khas penganut Sabian adalah kepercayaan mereka bahwa takdir manusia diatur oleh bintang-bintang (mempercayai astrologi). Para penganut Sabian mengikuti ajaran para nabi seperti Abel, Seth (putra ketiga Adam dan Hawa setelah Kain dan Abel), Enokh (Nabi Idris, cucu Nabi Adam), dan sangat mengagungkan Yohanes Pembaptis (Nabi Yahya) sebagai nabi utama mereka. Akan tetapi, para Sabian menolak ajaran Abraham, Musa, dan Yesus Kristus (Isa) sehingga sangat membedakan mereka dengan penganut Yahudi, Islam, dan Kristen. Pada masa lalu keberadaan mereka mungkin dilindungi, namun dengan semakin panasnya situasi di Timur Tengah, keberadaan para penganut Sabian makin terdesak. Hingga kini diduga jumlah pengikutnya hanya tinggal sekitar 5 ribu orang saja.

4. DRUZE

DRUZE

Druze merupakan agama yang dibawa oleh (yang mereka percayai sebagai) nabi bernama Jethro dari Midian. Agama ini bersifat monoteistik (percaya pada satu tuhan), namun menggabungkan ajaran Yahudi, Kristen, Islam, Hindu, hingga ajaran filsuf Yunani sepeti Socrates, Plato, dan Aristoteles. Cukup aneh memang, bahwa sebagai salah satu agama keturunan Abraham, mereka mempercayai konsep reinkarnasi. Para penganut Druze cukup berperan dalam sejarah Syria, tempat mereka bermukim sekarang dan kini memiliki sekitar 2 juta penganut.

5. NESTORIAN

  nestor

Tak banyak yang tahu, bahwa jauh sebelum agama Islam masuk ke Nusantara dan menjadi agama mayoritas, sebenarnya agama Kristen telah masuk terlebih dahulu. Memang salah kaprah menganggap agama Kristen baru masuk ke Indonesia karena dibawa penjajah Eropa. Sebenarnya sejak tahun 645 M, sebuah sekte agama Kristen yang bernama Nestorian telah menyebar di Sumatra Utara melalui jalur perdagangan. Pada saat itu, Sumatra Utara memang menjalin perdagangan dengan Timur Tengah, karena komoditinya yang amat dihargai pada masa itu, yakni kapur barus, yang bahkan dikenal dan disebutkan dalam Alkitab ataupun Alquran.

Nestorian sendiri merupakan sekte yang ditolak oleh aliran-aliran Kristen mainstream lainnya karena ketidaksepahaman mereka akan konsep “Trintiy”. Bahkan pada Konsili Efesus pada tahun 431 M dan Konsili Kalsedon pada 451 M, agama Katolik mengutuk sekte ini sebagai aliran sesat. Namun itu tak menghentikan penyebaran agama ini hingga mampu menjadi cukup dominan dalam Kekaisaran Mongol di utara Tiongkok pada abad ke-13. Namun kini, agama ini terus mengalami kemerosotan dan kini (dikenal dengan istilah “Gereja Timur”) hanya memiliki sekitar 500 ribu jemaat.

6. ADVENT

ADVENT

Gereja yang bernama lengkap “Seventh Day Adventist” ini merupakan salah satu aliran dalam agama Kristen yang seolah merupakan campuran Yahudi dan Kristen. Gereja ini didirikan oleh William Miller yang pernah meramalkan tahun 1843 dan 1844 akan terjadi kedatangan Yesus Kristus untuk kedua kalinya. Dari kata “advent” (kedatangan) inilah gereja ini mendapatkan nama khasnya.

Ciri utama yang dimiliki kaum Advent adalah mereka beribadah pada hari Sabtu (bukan Minggu seperti gereja Kristen pada umumnya) dan mengharamkan memakan babi dan konsumsi alkohol. Penganut Advent dikenal sangat menjaga kesehatan mereka, sehingga sekitar sepertiga lebih penganut Advent di dunia merupakan vegetarian. Hingga kini terdapat 25 juta penganut Advent di seluruh dunia.

7. SIKH

Sikh-turbans

Sikh merupakan agama monoteisme yang muncul di Punjab, India pada abad ke-15. Penganutnya mengikuti ajaran guru besar mereka, Guru Nanak, pendiri agama ini. Seringkali Sikh dianggap sebagai grup etnis (suku), alih-alih sebagai sebuah agama, karena penganutnya dapat dengan mudah dibedakan dengan penganut agama lain. Ciri khas utama penganut Sikh adalah laki-lakinya diwajibkan memakai sorban (turban) seumur hidupnya. Sebagai agama, Sikh tidak berminat untuk menyebarkan ajarannya mereka, sehingga hampir seluruh penganut Sikh adalah keturunan India. Semua penganut Sikh memiliki nama belakang “Singh” jika laki-laki (artinya singa) dan “Kaur” jika perempuan (artinya “putri”). Keberadaan agama Sikh ini, walaupun minoritas, memiliki jumlah anggota cukup besar mencapai 23 juta di seluruh dunia. Bahkan melebihi penganut Yahudi yang hanya 14 juta jiwa.

8. JAINISME

05Jainism

Jainisme adalah sekte agama yang muncul di India pada abad ke-9 SM dan berpusat pada prinsip utama “ahimsa” atau non-violence (menolak kekerasan). Kata “Jain” sendiri berarti “penakluk” karena penganutnya dikatakan mampu menaklukkan segala nafsu duniawi seperti amarah, birahi, kesombongan, ketamakan, apabila mereka mengamalkan ajaran agama mereka dengan benar.

Ciri khas utama penganut Jain adalah kewajiban untuk berpantang daging (vegetarianisme) karena mereka percaya bahwa membunuh hewan adalah salah, apapun alasannya. Bahkan, para biarawan atau biarawati Jain selalu membawa sejenis sapu dari bulu merak untuk menyapu tempat dimana mereka akan duduk atau menginjakkan kaki, agar mereka tidak membunuh hewan-hewan kecil secara tidak sengaja. Agama ini memiliki 6 juta pengikut dan ajaran agama ini cukup mempengaruhi tokoh terbesar kemerdekaan India, yakni Mahatma Gandhi dalam filosofinya.

Salah satu prinsip Jain (yang gue lumayan setuju) adalah anekāntavāda (non-absolutisme) atau tidak ada kebenaran yang absolut. Mereka memparabelkan kodrat Ilahi sebagai gajah yang disentuh oleh orang-orang buta. Tiap orang buta menyentuh bagian-bagian tubuh gajah dan berbeda dan berusaha mendeskripsikan apa itu gajah secara keseluruhan. Tentu saja mereka gagal dan hanya mampu menjelaskan bagian-bagian tubuh yang mereka pegang (kuping, belalai, dsb). Karena keterbatasan perspektif manusia-lah, mereka hanya sebagian (tak bisa sepenuhnya) memahami Penciptanya.

9. MORMON

MORMON

Pernah melihat dua orang pria (biasanya satu satunya bule) berpakaian kemeja putih, celana hitam, dan berdasi sembari mengayuh sepeda dan memakai helm? Kemungkinan kalian sudah berpapasan dengan misionaris Mormon.

Dikenal sebagai salah satu aliran dalam agama Kristen yang paling kontroversial, Mormon atau nama lengkapnya “Church of Jesus Christ and Latter Day Saints” didirikan oleh Joseph Smith pada 1820 yang mengaku mendapatkan visi dari seorang malaikat bernama MoronI. Menurut klaimnya, malaikat tersebut menuntunnya untuk menemukan sebuah kitab berupa lempengan-lempengan emas yang ia terjemahkan menjadi “Book of Mormon” yang menjadi kitab suci penganut Mormon. Kitab ini menjelaskan sejarah sebuah keluarga Yahudi yang tiba di benua Amerika pada masa pre-Columbus sekitar tahun 600 SM. Kitab ini juga mengisahkan bahwa Yesus menampakkan diri kepada penduduk pribumi Amerika sesaat setelah dibangkitkan.

Ajaran Joseph Smith mendapat penolakan keras oleh gereja lain karena menjadi satu-satunya cabang agama Kristen yang memperbolehkan poligami. Salah satu insiden terbesar penolakan terbesar adalah serangan pihak berwajib Arizona pada 1953 terhadap komunitas fundamentalis Mormon di Short Creek yang mempraktikkan poligami. Kini, Mormon merupakan salah satu agama paling berkembang dengan jumlah penganut 15 juta jiwa di seluruh dunia dan berpusat di Salt lake City, Amerika Serikat.

10. FALUN GONG

FALUN GONG

Falun Gong ini mungkin lebih kalian kenal melalui berita politik internasional dimana aliran ini sering dikabarkan ditindas oleh pemerintah Tiongkok. Falun Gong yang dirintis oleh Li Hongzhi pada 1992 ini merupakan sinkretisme antara ajaran Buddhisme dan Taoisme. Namun lebih tepat sebenarnya menyebut Falun Gong sebagai “gerakan spiritual” alih-alih sebuah agama.

Karena jumlah penganutnya yang semakin meningkat hingga mencapai angka puluhan juta, pemerintah komunis Tiongkok melarang keberadaan mereka sejak 1991. Tak jarang para penganutnya mengalami kekerasan dan aksi pelanggaran HAM lain. Bahkan sebuah sumber menghitung 2 ribu praktisi Falun Gong terbunuh sejak pelarangan tersebut. Li Hongzhi sendiri kini mendapat suaka di Amerika Serikat dan terus mengembangkan alirannya di 70 negara dengan pengikut mencapai 70 juta jiwa.

BONUS:

SAMARIA

SAMARIA

Nama “Samaria” mungkin tak asing bagi penganut Kristen karena beberapa kali muncul dalam Injil. Namun apa sih sebenarnya agama “Samaria” itu? Samaria sebenarnya adalah pecahan dari agama Yahudi, dimana sekitar abad ke-6 SM, bangsa Yahudi dibuang ke Babilonia setelah ditaklukkan oleh kerajaan tersebut. Bangsa Samaria (yang mengaku sebagai keturunan Nabi Yusuf) kala itu tetap berada di tanah mereka di Israel. Nah, sekembalinya bangsa Yahudi dari pembuangan tersebut, bangsa Samaria menuduh bahwa agama yang mereka pegang telah terdistorsi oleh ajaran Babilonia dan meyakini bahwa ajaran yang dipegang oleh Samaria merupakan ajaran Taurat yang masih murni. Walaupun pernah menjadi agama yang besar, kini ajaran Samaria semakin menyusut penganutnya dan hanya menyisakan sekitar empat marga keluarga saja atau sekitar 777 orang.

Baik agama mainstream maupun agama-agama minoritas ini, jika dikumpulkan para penganutnya akan mencapai 85% dari penduduk dunia. Jumlah sebesar ini bahkan dengan telak mengalahkan pengaku atheis yang hanya mencakup 15% saja. Namun kenapa ya walaupun sebagian penduduknya beragama, namun tetap saja ada begitu banyak penderitaan dan peperangan di muka bumi? Mungkin ini karena para penganut agama lebih suka berfanatik ria terhadap kulit luar ajarannya sendiri dan ironisnya tidak menerapkan inti agamanya yang mengajarkan cinta kasih. Bukankah lebih baik daripada kita sibuk berprasangka buruk terhadap penganut agama lain, mendingan bekerja sama untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik? Setuju?

10 comments:

  1. Keren bang. Di Indonesia juga banyak kok agama minoritas (selain 6 agama yang diakui ) seperti sunda wiwitan,patuntung dll :)

    ReplyDelete
  2. Zoroaster itu penyembah api kan bang

    ReplyDelete
  3. Nti Kong liput agama minoritas d indo jg y,...:)

    ReplyDelete
  4. setuju bang dave :)
    aku juga lagi haus2 nya memperdalam ilmu agamaku,
    dan makin banyak aku tau, makin muncul rasa toleransi.

    ReplyDelete
  5. Setuju bang dave,toleransi diajarkan dari kita SD tapi banyak yg lupa setelah beranjak dewasa,,,

    ReplyDelete
  6. Agamanya gak salah dave oknumnya!..

    ReplyDelete
  7. Sikhisme pernah tau dari film india bang dave. Duh, ketauan deh nonton film inda. ahahaha

    ReplyDelete
  8. ane pernah di "prospek" sama misioner Agama Mormon ( 2 orang bule ganteng) di dalem busway, sampe brosur agamanya juga dikasih bahkan bersedia dateng ke tempat ane >.<

    ReplyDelete
    Replies
    1. buset diprospek kek mlm aja

      gw jg pernah ktmu di bus gw ajak ngobrol dan malah gue minta kitabnya, dikasih cuma2 hahaha padahal tebel bgt

      Delete