Sunday, January 29, 2017

SCP PARK: BEAST PROTOCOL – CHAPTER 10

 

SECURE CONTAIN PROTECT VS LEAGUE OF CREEPYPASTA

WHICH SIDE YOU’RE ON?

 

“The scariest monsters are the ones that lurk within our souls.”

– Edgar Allan Poe

***

Toby terhenyak melihat pemandangan di depannya.

“I ... ini tak mungkin ...”

Di balik pintu itu bukanlah sebuah ruangan, melainkan hutan.

Sebuah hutan gelap dengan pepohonan yang menakutkan dan rawa-rawa yang sunyi. Bahkan ia bisa melihat sinar rembulan dari ambang pintu itu, mengintip di balik ranting-ranting kering.

“Selamat, kalian telah membuka SCP 860. Aku sendiri tak tahu apa yang ada di baliknya. Tapi yang jelas kalian takkan selamat.”

Namun Toby sama sekali tak gentar. Ia tetap berjalan maju.

Toby, tunggu!” Quinn mengejarnya.

Tiba-tiba sesosok monster kembali menyerangnya. Toby tanpa sengaja hanya menahan kedua rahang makhluk itu agar tidak melahapnya.

860-2

Tiba-tiba terdengar tembakan dan makhluk itupun menjauh.

Quinn menoleh dan menyaksikan siapa yang barusan menolong Toby.

Zlatan dengan pistol SCP 127.

“Kau masih menyimpan senjata itu.”

“Aku membencinya, tapi kupikir ini akan bisa membawa kita hidup-hidup dari tempat terkutuk ini.” Zlatan menyarungkan kembali pistolnya.

Holden tampak bersembunyi di balik Zlatan.

“Tempat terkutuk?” Toby tersenyum, “Bukankah kau sendiri yang bekerja di sini.”

“Apa yang Slenderman inginkan? Kenapa ia bersembunyi di tempat semacam ini?”

“Apa maksudmu, Zlatan?” tanya Toby, “Bukankah kalian yang mengurungnya di sini?”

“Tidak, semenjak dia bangkit ...”

“Dia bangkit?” seru Toby tak percaya, “Tuanku sudah bangkit?”

“Ya, sejak sebulan lalu. Apa kau belum mengetahuinya?”

“Sebulan lalu?” pikir Quinn, “Tepat saat Alice menghilang? Apa sebenarnya yang terjadi?”

***

“BRAAAAAK!!!!”

Baik para karakter Creepypasta dan entitas SCP yang saling bertarung satu sama lain terkejut ketika atap di atas mereka ambruk. Dari langit, tampak dua sosok tengah berkelahi, menghancurkan segala tempat yang mereka pijak.

Akhirnya mereka jatuh dan menghantam tanah dengan keras, meninggalkan sebuah lubang besar di tanah. Mereka semua melongok untuk melihatnya dan seketika, dua sosok itu melesat dari dalam lubang yang masih dipenuhi debu itu.

Sosok pertama memiliki tato aneh di sekujur tubuhnya dan menghajar sosok lainnya yang memiliki tangan dari logam. Mereka tengah menyaksikan pertempuran antara SCP 073 dan SCP 076.

076

Cain dan Abel.

scp__076_2___073_by_ghostn-d6ske9g

***

Jeff sama sekali tak mempedulikan kemunculan Cain dan Abel yang cukup heboh. Ia masih berkonsentrasi mengalahkan musuhnya, SCP 087, penghuni Tangga Tanpa Ujung.

Tiba-tiba saja cakar panjang SCP 087 justru mengenai entitas lain yang selama ini berada di belakang jeff. Iapun menoleh.

“Oh ya, masih ada kau!”

Jeff sama sekali melupakan Peripheral Jumper, sang SCP 372, yang selama ini mengikutinya.

Makhluk itu sama sekali tak terima atas serangan SCP 087 dan membalasnya. Jeff hanya tertawa melihat kedua makhluk itu saling berperang.

“Hahaha ... baguslah! Pertempuran ini menghabiskan waktuku saja.” ujarnya sambil diam-diam mundur. “Omong-omong, dimana Doctor Plague itu? Aku masih punya perhitungan dengannya.”

***

Pertempuran dahsyat antara Cain dan Abel meluluhlantakkan tempat itu.

“Sial! Kalau begini terus seluruh tempat ini bisa rubuh!” Angel berlindung dari reruntuhan beton yang mulai berjatuhan dari atas.

“Di sana!” tunjuk Bloody Painter, “Cepat masuk ke pintu itu!”

Sally mengarahkan SCP yang tengah ia tunggangi ke pintu tersebut, diikuti Clockwork. Namun entitas SCP lainnya ikut mengejar mereka, menolak untuk melepaskan mereka.

***

Doctor Plague tiba-tiba menyergap Toby. Sejak semula, dia-lah yang menjadi incarannya.

“Tak apa jika aku tak berhasil mendapatkan teman-temanmu,” ujar Doctor Plague sembari mengeluarkan pisau bedahnya, “Namun kau adalah pasien utamaku! Bersiaplah untuk dibedah!”

Quinn tahu Toby tak berdaya tanpa kapaknya. Ia segera berusaha menyerang Doctor Plague untuk mengalihkan perhatiannya, namun dengan dengan sekali pukulan, serangan itu berhasil dihalaunya. Iapun terjerembap ke lantai hutan yang basah.

“Quinn!” seru Toby tak terima. Toby segera menyikut Doctor Plague, kemudian meraih paruhnya dan membantingnya ke tanah. Semula Toby mengira topeng itu akan terlepas dari wajahnya, namun ia salah. Topeng itu menempel dengan erat, seolah itu kulitnya sendiri.

“Makhluk macam apa kau ini?”

“Tanyakan saja pada Tuanmu!”

Zlatan yang sedari tadi sulit mendapatkan sasaran yang jelas ketika Doctor Plague tengah bergelut dengan Toby kini menembaknya dengan peluru gigi dari ‘The Living Gun’. Namun menerima tembakan itu, Doctor Plague menoleh lalu melemparkan pisau bedahnya ke arahnya.

“Dasar pengganggu! Kuamputasi saja tanganmu yang tak berguna itu!”

“Aaaaaaargh!” pistol itu terjatuh beserta tangannya. Ya, tangan Zlatan kini terpotong oleh sayatan pisau itu. Quinn panik melihat darah yang terus mengucur dari tangan pria itu yang kini tumpul.

Zlatan mulai merasa pusing. Ia yakin sebentar lagi ia akan mati kehabisan darah. Namun di luar dugaan, Quinn mengikatkan tangannya dengan sesuatu yang segera menyembuhkan lukanya, bahkan menumbuhkan tangannya kembali.

Lovecraftian locket.

“Kau masih menyimpannya?” tanya Zlatan tak percaya.

“Kau pikir kau saja yang punya senjata rahasia?” Quinn mengedipkan matanya.

“Kurasa itu cukup!” gadis itu segera membuang pendant itu setelah tangan Zlatan benar-benar pulih, “Aku tak mau kau berubah menjadi monster dengan benda ini.”

“SCP tetaplah SCP.” jawab Zlatan sembari menggerakkan tangannya yang tadi terputus.

“Dan Creepypasta tetaplah Creepypasta!” Quinn menatap perkelahian di depannya yang bertambah sengit karena tambahan satu lagi petarung.

Jeff The Killer.

Doctor Plague berusaha menghindar dari tikaman-tikaman Jeff, sementara itu Toby masih berusaha mencari Tuannya.

“Toby, apa lagi yang kau cari? Bukankah katanya Slenderman telah bangkit?” sergah Quinn. “Jika memang benar, maka tak ada alasan dia tetap di sini!”

“Tidak, dia memanggilku ke sini tepat pada malam Walpurgisnacth! Pasti ada yang ia inginkan dariku!”

Doctor Plague tampak kewalahan menghadapi kegigihan Jeff sehingga meraih kotak penyimpanan alat-alat operasinya untuk mencari skalpel yang bisa ia gunakan sebagai senjata. Namun begitu ia membukanya, justru puluhan bungkus permen berwarna-warni yang tumpah dari dalamnya. Namun bukan permen di dalamnya, melainkan bagian-bagian tubuh manusia seperti jari, telinga, dan bola mata.

“Hihihihihi ...” terdengar kikikan Sally, “Kau menyukai kadoku?”

“Sial!” ucap Doctor Plague geram. Ia dengan cepat menghindari serangan pedang yang tiba-tiba muncul dari belakangnya seolah ia memiliki indra keenam. Namun serangan rantai jam dan pisau lain siap menghadangnya.

Kini para karakter Creepypasta telah mengepungnya. Ticci Toby, Jeff The Killer, Clockwork, Judge Angel, Bloody Painter, dan Sally.

Ia terpojok.

“Menyerahlah, Plague!” seru Bloody Painter sembari menghunuskan pisau ke arahnya, “Kau telah terjebak!”

Doctor Plague justru tertawa, “Lihatlah ke belakang kalian? Siapa yang terjebak.”

Mereka menoleh dan terkejut. Kini semakin banyak makhluk SCP yang mengepung mereka. Ditambah monster buas penghuni SCP 860. Untuk memperburuk situasi, makhluk-makhluk SCP yang selama perjalanan berhasil mereka habisi kini telah hidup kembali berkat operasi gila yang dilakukan Doctor Plague.

Doctor Plague segera melompat ke sisi anak-anak buahnya, para koleksi SCP. Kini mereka berhadapan muka dengan para anggota League of Creepypasta.

“SCP versus Creepypasta.” ujar Doctor Plague, “Sudah jelas bukan siapa yang lebih banyak jumlahnya?” tawanya segera membahana.

Para anggota League of Creepypasta mundur. Mereka hanya berenam. Tujuh ditambah Zlatan. Sedangkan para monster SCP itu berjumlah puluhan. Jelas mereka kalah jumlah.

Tiba-tiba saja Quinn melihat dari dalam tanah muncul akar-akar yang mencuat panjang bak cambuk dan menangkapi para SCP itu. Mereka semua terikat oleh akar-akar ... oh bukan, pikir Quinn. Itu bukan akar. Melainkan itu ...

Tentakel.

***

Para SCP itu tak berkutik ketika tubuh mereka terikat tentakel-tentakel dari dalam tanah, termasuk Doctor Plague yang tak berdaya.

Toby berbalik dan matanya berbinar melihat siapa yang telah menyelamatkan mereka.

Herr Slenderman!” serunya.

slenderman__v2_0_by_cpxavier-d62bmxe

Quinn menoleh dan terkesiap melihat sosok itu. Baru pertama kali ini ia melihat siapa Slenderman sesungguhnya. Jas hitam dan dasi yang dikenakannya sudah menjadi ikonik, begitu pula wajah tanpa ekspresinya ... tanpa mata, tanpa hidung, tanpa mulut, tanpa telinga.

Quinn juga yakin; tanpa hati.

“Terima kasih, Toby sudah membawakannya ke sini untukku ...” suara Slenderman menggema di pikiran mereka. Inilah kekuatan asli Slenderman, mampu mengendalikan pikiran mereka dan berbicara langsung di benak mereka. Tak ada yang tak Slenderman ketahui tentang dirimu. Ia bisa masuk bahkan ke relung hati terdalam dirimu. Tak ada rahasia yang bisa kau simpan darinya.

“Siapa yang Anda maksud, Tuan?” Toby tampak tak mengerti, “Bukankah Anda mengutus saya ke sini untuk membangkitkan Anda menggunakan Jeff The Killer sebagai tumbal? Mengapa Tuan tak mengatakan bahwa Tuan telah bangkit?”

“Apa?” seru Jeff murka, “Itu rencanamu?!”

“Kau telah melaksanakan tugasmu dengan baik,” ia menunjuk ke arah salah satu dari mereka, “Yakni membawakan dia kepadaku ...”

Quinn menoleh ke arah yang ia tunjuk.

Holden.

“Apa? Anak itu?” tanya Toby makin tak mengerti.

“Dialah sang pencari ... seeker sejati.”

Seeker?” bisik Quinn, “Jangan-jangan ...”

“Ya. Dialah satu-satunya manusia di dunia yang mengetahui letak 2.538 objek yang bisa kugunakan untuk memanipulasi tak hanya alam semesta ini, namun seluruh alam di luar realitas yang ada.”

“Mustahil!” Quinn tersentak, menyadari apa yang selama ini Slenderman incar.

The Holder.

 

TO BE CONTINUED

9 comments:

  1. Anjai
    Dari Holden ke Holder
    :v
    Gut gut.. Plot twistnya parah

    ReplyDelete
  2. shampo dave kurang seru ending ny klo bisa tambah tokoh crepypasta ny

    ReplyDelete
  3. Tricia dan Amos tidak akan muncul lagi?

    ReplyDelete
  4. CAIN nongol juga tuh ..👏👏👏

    ReplyDelete
  5. Hallo
    Menurut saya cerita ini sangat menarik penggambaran detail dan twistnya cukup sulit ditebak namun saran saya part2 awal harus sebagai perkenalan yang pas bagaimana detail SCP Park dan mungkin boleh ditambah kegiatan tour sedikit tentang lokasi sebelum kengerian2 itu terjadi

    Dan soal slenderman bukankah Zlatan di part2 sebelumnya seolah setuju slenderman masih belum bangkit kenapa di part ini ia baru bilang slenderman bangkit? Apa ia yang sesungguhnya memiliki rencana?

    Ditunggu lanjutannya
    Masih menebak siapa pelaku sebenarnya dibalik kekacauan ini 😂😂
    Semangat

    ReplyDelete
  6. Njerr

    Holden > Holder

    Boleh boleh.. :v

    ReplyDelete
  7. kapan bro dave post klnjutan nya ..??? di tunggu 🔪🔪🔪🔪✌

    ReplyDelete