Sunday, January 8, 2017

SCP PARK: BEAST PROTOCOL – CHAPTER 7

 

SECURE CONTAIN PROTECT VS LEAGUE OF CREEPYPASTA

WHICH SIDE YOU’RE ON?

 

“Here in the darkness, I know myself.”

– Evanescence

***

“Slenderman – atau paling tidak sisanya – dikurung di ruang storage. Di sana kami menaruh SCP yang belum dilabeli.” Semua orang kini mengikuti Zlatan yang berada di bawah todongan kapak Toby.

“Kau baik-baik saja?” Quinn semakin khawatir dengan Daniel yang masih berjalan tertatih-tatih dengan beberapa luka tembakan mengoyak tubuhnya. Ia tampak menahan luka yang masih mengeluarkan darah di perutnya.

“Kita harus berhenti dulu menolong Daniel!” Zlatan berusaha melepaskan diri, “Aku tahu dimana kita bisa mengobati lukanya.”

“Eits, tidak!” Toby masih mengacungkan kapaknya ke leher pria itu, “Tidak setelah aku menemukan Tuanku. Lukanya tidak begitu parah, ia bisa menunggu.”

Zlatan tak punya pilihan. Ia terpaksa mengantar mereka ke storage room. Sampailah mereka ke sebuah gudang besar yang ditutup pintu besi.

“Buka pintunya!”

“Silakan, ia ada di dalam sana!” Zlatan menggunakan sidik jarinya untuk membuka pintu besi itu. Segera, sebuah ruangan gelap gulita terlihat.

“Aku merasakan ada entitas supranatural di dalam sana.” ujar Judge Angel, “Kurasa ia berkata yang sesungguhnya.”

“Silakan saja masuk.” undang Zlatan.

“Kau ikut dengan kami!” paksa Toby. Para karakter Creepypasta pun masuk, termasuk Jeff. Quinn dan Holden mengikutinya dari belakang, sementa ra Daniel terduduk di depan gudang karena kelelahan.

“Sialan, gelap sekali.” keluh Jeff.

Tiba-tiba saja, Zlatan memanfaatkan kegelapan itu untuk meloloskan diri dari ancaman kapak Ticci Toby, lalu segera meraih Quinn dan Holden.

“Hei!” jerit Quinn, “Apa yang kau ...”

Zlatan mendorong mereka berdua keluar dari ruangan itu dan menutupnya.

“Hei, sial! Apa yang kau lakukan!” Toby berusaha mencegahnya, namun terlambat. Pintu itu terlanjur menutup, mengunci semua karakter Creepypasta itu di sana.

“Dia mengurung kita!” seru Clockwork marah, “Seharusnya kita tak mempercayainya.”

Jeff segera mempersiapkan pisaunya. “Ada sesuatu di dalam sini bersama kita!”

Sementara itu di luar, Quinn meronta. Holden-pun tampak kebingungan.

“Apa yang kau lakukan?” seru Holden.

“Aku baru saja menyelamatkanmu!” Zlatan berkata pada Holden “Mengapa kalian berpihak pada mereka? Kita tak bisa mempercayai mereka! Kau tahu apa yang akan mereka lakukan padamu?”

“Padaku?” tanya Holden tak mengerti, “Memangnya apa yang akan ...”

“Tidakkah kau dengar apa yang tadi penyihir itu katakan? Malam ini adalah malam Walpurgisnacth! Memangnya bagaimana menurutmu cara mereka membangkitkan Slenderman kembali?”

***

 

“Apa tidak ada lampu di sini?” seru Toby sembari menggedor-gedor pintu dalam kegelapan.

Tiba-tiba mereka melihat cahaya. Mata boneka teddy bear yang senantiasa dipeluk Sally menyala, cukup untuk menerangi ruangan di sekitar mereka.

“Oh, ok. Itu sangat praktis.” komentar Clockwork.

“Aku mencium sesuatu yang tak beres di sini!” Jeff masih bersiaga dengan pisaunya.

“Ini ruangan kosong kan? Tapi kenapa mereka menguncinya?” tanya Clockwork.

“Ruangan ini tidak kosong. Lihat itu!” tunjuk Angel.

Mata mereka semua terarah ke tengah ruangan. Terlihat sebuah patung malaikat di tengah ruangan.

1

“Itu kan patung Weeping Angel seperti yang ada di pemakaman?” tanya Toby. “Mengapa mereka menyimpannya di sini?”

“Aku pernah mendengar sesuatu tentang patung ini ...” bisik Angel, namun tiba-tiba ...

“AAAAAAA!!!” terdengar jeritan dan tiba-tiba saja, gadis itu menggelepar di lantai.

“A ... apa yang terjadi dengannya?” seru Toby.

“Entahlah! Sedetik yang lalu ia baik-baik saja ..... AAAAAAAA!!!!” jeritan gadis lain terdengar.

“Natalie! Natalie!!!” panggil Toby panik, “Apa yang terjadi?”

***

 

Zlatan segera memapah Daniel meninggalkan gudang itu.

“Hei, kemana kau akan pergi.” Quinn memutuskan mengikutinya bersama Holden.

“Mencari pertolongan untuk Daniel. Kau mau tetap di sini? Silakan saja, tapi teman-temanmu takkan keluar dari sana hidup-hidup.”

“Apa yang kau simpan dalam sana?”

***

 

Mata Toby membelalak. Di dekat Clockwork yang terbaring tak sadarkan diri, ia melihat patung itu kembali. Namun posisinya berbeda. Sebelumnya Toby yakin patung itu tak berada di sini.

2

“Patung itu ...” bisiknya, “Jangan-jangan ...”

Toby mengedipkan matanya untuk memastikan.

3

“Jangan berkedip lagi!” seru Jeff. “Patung itu akan bergerak jika kau berkedip.”

“I ... ini seperti versi lain SCP 173!” Toby akhirnya mengerti, “Hei, Sally! Tolong kami!”

Terdengar suara gadis itu terkekeh, “Kenapa aku harus menolong kalian?”

“Si ... sial ...” Toby berkedip dan patung itu kembali ke posisinya semula. “Aku tak bisa selamanya menahan mataku agar tetap terbuka. Jika mataku menutup maka ...”

Toby kembali berkedip.

4

Ia tak bisa menahannya. Ia berkedip.

5

Dan sekali lagi berkedip.

6

“RASAKAN INI!!!”

Tiba-tiba ketika Toby membuka matanya kembali, patung itu sudah hancur. Kepalanya retak dan berhamburan di lantai. Terlihat Jeff masih memegang pisaunya dengan senyum penuh kemenangan.

“Ka ... kau ... bagaimana kau mengalahkannya?”

Jeff memandangnya sembari menyeringai, “Karena aku tak pernah berkedip.”

***

 

“Tem ... tempat apa ini?” Quinn mengira Zlatan akan membawanya ke klinik, namun kenyataannya mereka berada di sebuah ruangan penyimpanan SCP.

“Di sini tempat dimana kami menyimpan koleksi SCP yang berupa benda mati. Relatif aman di sini, karena objek-objek ini tidak berkeliaran kesana kemari membunuhi orang.”

Ia mengambil sesuatu dari dalam kotak kaca. Sebuah kalung.

“Nah ini dia! SCP 427 atau Lovecraftian Locket!”

427

“Apa itu gunanya?”

“Ini dapat meregenerasikan sel sehingga dapat mengobati luka apapun!” Zlatan mendekatkannya ke luka tembak yang diderita Daniel dan ajaibnya, luka itu perlahan-lahan menutup dan sembuh, seolah-olah ia tak pernah tertembak sebelumnya.

“Lu ... luar biasa sekali, Letnan!” Daniel sendiri takjub akan perubahan di tubuhnya.

“Ini, simpanlah! Mungkin akan berguna!” Zlatan memberikan kalung itu, “Namun ingat! Jangan gunakan secara berlebihan!”

Daniel menerimanya dan memandangnya penuh kekaguman. Kalung itu tak hanya menyembuhkannya saja, namun juga membuat dirinya merasa lebih baik. Ia merasa jauh lebih sehat dan kuat ketimbang sebelumnya. Energinya benar-bener terestorasi kembali, seakan ia baru saja terlahir lagi!

Jika saja ia menggunakannya sekali lagi, ia akan menjadi manusia super, Daniel yakin itu. Maka ia mendekatkan kembali kalung itu ke tubuhnya, tanpa sepengetahuan Zlatan.

“BRAAAAAAK!!!”

Tiba-tiba pintu ruangan itu didobrak. Terlihatlah Toby dan Jeff yang terlihat sangat marah.

“Kurang ajar! Beraninya kau menjebak kami!” seru Toby.

“Kau akan mati!” Jeff siap-siap melancarkan pisaunya. Namun Quinn segera menghadangnya.

“Ayolah, Quinn. Ikutlah dengan kami!” Toby mengulurkan tangannya.

“Tidak!” tolak Quinn, “Aku tahu apa yang hendak kau lakukan pada Holden! Kau ingin mengorbankan untuk menghidupkan kembali Slenderman!”

“Kau salah!” bantah Toby, “Aku tak pernah berniat seperti itu?”

“Jangan bohong!” Quinn tak percaya, “Lalu bagaimana lagi kau akan menghidupkan Slenderman pada malam Walpurgisnacth? Mengorbankan kami?”

“Quinn, aku takkan pernah menyakitimu dan Holden ...”

“HENTIKAN SEMUA OMONG KOSONG INI! BIARKAN AKU MEMBUNUH MEREKA!” tiba-tiba terdengar teriakan. Daniel bangkit dengan tubuh yang membesar. Otot-otot lengan dan kakinya tampak jauh lebih berisi ketimbang sebelumnya.

“Daniel!” seru Zlatan dengan panik, “Jangan gunakan kalung itu secara berlebihan!”

“Tenanglah, Letnan! Aku akan mengalahkan mereka semua!”

Daniel bahkan nekad mengenakan kalung itu di lehernya. Akibatnya, massa tubuhnya terus-menerus membesar karena terus beregenerasi. Pakaian yang ia kenakan pun sobek ketika tak mampu menahan lagi proporsi tubuhnya yang makin tumbuh raksasa. Quinn mengernyit ngeri ketika tubuhnya mulai tak berbentuk, hanya sekumpulan otot dan daging yang terus membesar, bahkan hingga menelan wajahnya sendiri.

“Astaga! Apa yang terjadi dengannya?” jerit Quinn.

“Ia ... ia telah berubah menjadi ‘Flesh Beast! Itu akibatnya jika ia terus menggunakan kalung itu!”

  scp_407_by_douzen-da4glh9

***

“Makhluk apa itu?” Clockwork mengernyit jijik melihatnya. Tubuh makhluk yang gempal itu mulai berjalan menggelinding di lantai, ke arah mereka.

“Biar kuhabisi dia!” Judge Angel segera melompat maju, menghunuskan pedangnya dan memotong apa yang ia yakini sebagai tangan, walaupun bentuknya hanya gumpalan daging yang tak berjari dan bersendi. Serangan itu berhasil memutuskannya, namun tak lama kemudian, massa daging itu membentuk tangan baru.

“Apa?!” Angel terkejut melihatnya.

“Percuma! Ia akan terus beregenerasi!” seru Zlatan.

Judge Angel mencoba lagi memotong-motong makhluk itu berkeping-keping, namun tetap saja hasilnya sama. Tubuh makhluk itu tak berkurang, namun justru bertambah besar.

“Huh, seperti Hydra saja,” cibir Jeff, “Hanya saja Hydra lebih tampan.”

“Apa kau takkan melakukan sesuatu?” Quinn menatap Jeff yang hanya berpangku tangan.

“Untuk apa?” cibirnya sambil menyilangkan tangannya dan bersandar di dinding. “Biar saja mereka yang mengatasinya.”

“Bagaimana cara membunuh makhluk ini?” Toby ikut menyabetkan kapaknya. Namun semua luka yang dibuatnya kemudian sembuh kembali.

“Kalungnya!” seru Zlatan, “rebut kalungnya dan ia akan kehilangan kekuatannya!”

Biar aku saja yang bermain dengannya.” Tiba-tiba Sally melesat dan duduk di bahu makhluk itu. Monster yang dulunya Daniel itu merasa terganggu dan berusaha menyingkirkannya, namun dengan mudah Sally merebut kalungnya dan menjentikkan jarinya. Seketika, tubuh Flesh Beast terpecah-pecah menjadi potongan puzzle. Hanya saja potongan-potongan itu terdiri atas daging dan kulit.

Zlatan mengernyit ketika melihat tubuh temannya itu runtuh bak lego.

“Dasar biadab!” serunya, “Kau tak perlu membunuhnya!”

Saly justru terkikik, “Terima kasih kembali.”

Zlatan memalingkan wajahnya. Ia tak tega melihat potongan-potongan tubuh temannya itu. Ia kemudian mengambil sehelai tirai kemudian menutupkannya ke atas sisa-sisa tubuhnya.

“Aku ikut berduka atas temanmu ...” Quinn menghampirinya.

“Kau lihat kan apa yang mereka lakukan,” bisiknya geram, “Kenapa kau masih saja berada di pihak mereka?”

“Kau salah ... mereka mungkin kejam, namun aku yakin masih ada kebaikan dalam hati mereka.”

Tiba-tiba Jeff menghunuskan pisaunya ke leher Zlatan.

“Nah, sekarang hukumanmu karena kau telah membohongi kami ... kau mau apa? Kematian yang pelan atau cepat? Tapi kalo aku sih memilih membunuhmu secara perlahan-lahan ...”

“Aku tak membohongi kalian ...” jawab Zlatan, “Kalian mencari Slenderman kan? Dia disimpan di sana!”

“Hanya ada patung Weeping Angel di sana!” bantah Toby.

“Ya dan dia hampir membunuh kami!” tambah Clockwork dengan kesal.

“Aku tak bilang akan gampang bukan? Untuk mencapai ruangan dimana Slenderman disimpan, kalian harus melewati tiga ruangan. Gudang yang kalian temukan barulah ruangan pertama. Namun aku peringatkan. Di ruangan berikutnya, SCP yang menunggu kalian akan jauh lebih berbahaya.”

 

TO BE CONTINUED

4 comments: