Monday, April 23, 2018

FRINGE THEORY: 10 TEORI SIAPAKAH PENEMU BENUA AMERIKA YANG SESUNGGUHNYA?



Siapa penemu Benua Amerika? Mungkin di kepala kita langsung terlintas nama Christopher Columbus. Cieee … kena propaganda Barat ni yeee. Pada masa kini, banyak yang meragukan klaim tersebut. Ada banyak teori bahwa bangsa-bangsa kuno, jauh sebelum Columbus, telah mendarat di Benua Amerika dan mengadakan kontak dengan penduduk aslinya. Siapa sajakah mereka? Lalu siapa yang pantas dianggap sebagai penemu Benua Amerika? Simak ulasannya di bawah ini!

1. Christopher Columbus



Pada tanggal 12 Oktober 1492 dikenal sebagai tanggal dimana Christopher Columbus menemukan Benua Amerika. Namun banyak fakta menarik yang tak diketahui tentang tokoh tersebut. Salah satunya, Columbus tak pernah menginjakkan kaki di Amerika Utara. Ia pertama kali tiba di Kepulauan Bahama, kemudian barulah pada ekspedisi berikutnya ia tiba di Amerika Selatan dan Amerika Tengah.

Namun pada saat itu, Columbus masih bersikeras bahwa wilayah yang ia temukan adalah India, karena itu dia menyebut penduduk asli benua tersebut sebagai Indian. Barulah pada 1502, seorang eksplorer (bukan Dora ya) bernama Amerigo Vespucci menyadari bahwa apa yang ditemukan Columbus sebenarnya adalah benua baru yang kemudian ia namai sesuai namanya sendiri, yakni America. Wah, kalah cepet ya?

Namun Columbus sendiri sebenarnya bukanlah orang Eropa pertama yang menjelajahi Benua Amerika. Hal ini ditemukan dengan adanya pemukiman kuno di L’Anse Aux Meadows, Kanada yang ternyata dibangun oleh ….

2. Bangsa Viking



Ketika mendengar nama Viking, langsung terbayang sebuah suku tangguh dengan gemar melaut dengan kapal perangnya. Tak sulit memang memikirkan Bangsa Viking sebagai suku pemberani akhirnya menemukan benua Amerika, 500 tahun sebelum Columbus mendarat di sana. Sekitar tahun 1000 M, seorang pangeran asal Viking bernama Leif Erikson berlayar dari Eropa Utara dan menemukan Pulau Greenland. Ia terus berlayar dan menemukan daratan yang ia sebut sebagai “Vinland”. Banyak yang meyakini Vinland ini adalah Benua Amerika. Namun ada pula yang menduga bahwa “Vinland” sebenarnya adalah Kepulauan Newfoundland, Kanada.

3. Polynesia



Pernah menonton Moana kan? Nah, Moana diceritakan sebagai anggota suku yang mendiami Oceania, kepulauan di Samudra Pasifik. Yang unik adalah, ada teori yang meyakini bahwa suku Polynesia yang tinggal di Kepulauan Pasifik sudah mencapai Amerika Selatan. Buktinya adalah adanya ubi jalar yang ditanam di wilayah tersebut, padahal tanaman tersebut berasal dari Amerika Selatan. Dipercaya dengan tradisi maritim yang tinggi, bangsa Polynesia menjelajah Samudra Pasifik hingga akhirnya mendarat di benua Amerika, kemudian membawa pulang ubi jalar sebagai makanan pokok mereka. Ekspedisi tersebut dipercaya terjadi sekitar 1.000 tahun lalu.

Tapi mungkin sukar dipercaya, bagaimana mungkin suku tradisional dengan teknologi primitif bisa mengarungi jarak yang sedemikian jauh dengan kapal sederhana mereka? Pada 1947, seorang penulis dan penjelajah, Thor Heyerdahl, membuktikannya dengan menggunakan rakit sederhana yang ia namakan “Kon Tiki” dan melakukan perjalanan selama 101 hari dari Peru ke Kepulauan Tahiti di Polynesia.

Penelitian juga membuktikan bahwa suku asli Amerika Selatan dan suku Moai, penduduk Pulau Paskah di Polynesia, memiliki kesamaan genetik, membuktikan bahwa mereka memiliki nenek moyang yang sama.

Tiga pendapat di atas merupakan opini yang valid yang dibuktikan dengan penemuan sejarah maupun penelitian genetik. Namun mulai dari list di bawah ini, penjelasannya akan semakin aneh dan mistis. Siap-siap saja.

4. Bangsa Tionghoa



Gavin Mendes, seorang penulis asal Inggris, tiba-tiba menjadi terkenal berkat buku kontroversialnya yang berjudul “1421: The Year China Discovered The World” dimana ia menulis bahwa seorang laksamana bernama Cheng Ho adalah orang pertama yang menemukan benua Amerika. Namun pendapat tersebut banyak ditentang oleh ahli sejarah yang meyakini bahwa Admiral Muslim tersebut justru berlayar ke arah sebaliknya, yakni ke Afrika. Buktinya adalah, dari salah satu ekspedisinya, beliau membawa oleh-oleh berupa jerapah dari Somalia untuk Kaisar Tiongkok saat itu. Gue juga percaya sih, soalnya beliau kan pernah melewati Jawa. Ya kali mau ke Amerika tapi lewatin Indonesia? Ya nggak?

Mitos bahwa Laksamana Cheng Ho menemukan Amerika berasal dari peta kuno yang sempat menghebohkan dunia arkeologi ini. Namun ternyata peta ini adalah hoax. Dipercaya dibuat pada abad ke-15, peta yang jelas menunjukkan Benua Amerika dalam bahasa Tiongkok ini ternyata dibuat pada abad ke-19. Walaupun diyakini tak pernah mencapai Amerika, namun perjalanan laut sejauh itu (pada masa kuno) dianggap sebagai sebuah prestasi yang luar biasa.

Jauh sebelum Cheng Ho, ada pula sebuah mitos yang diyakini sebagai bukti bahwa Bangsa Tiongkok pernah menemukan Benua Amerika. Pada 499 M, seorang biksu bernama Hui Shen pernah menuliskan tentang sebuah daratan yang berjarak 20.000 li di sebelah timur Daratan Tiongkok. Beliau menyebut benua tersebut sebagai Fu Sang. Ada yang meyakini bahwa Fusang yang dimaksudkan adalah California, sebab di dalamnya beliau menggambarkan secara rinci jurang-jurang yang dipercaya sebagai Grand Canyon.

5. Kaum Katolik



Banyak mitos yang menyebutkan bahwa Bangsa Eropa telah mengunjungi Benua Amerika jauh sebelum Columbus ataupun Viking tiba di sana. Salah satunya adalah Saint Brendan, seorang biarawan Katolik asal Irlandia yang hidup pada abad ke-5. Dalam catatan hidupnya, beliau pernah menuliskan berlayar dari Irlandia dan terdampar di sebuah daratan di sebelah barat Eropa yang disebutnya sebagai “Surga”, lalu tinggal di sana selama 40 hari. Selama berabad-abad, para pelaut dan navigator Eropa meyakini keberadaan daratan ini dan menyebutnya sebagai “St. Brendan’s Island”. Pendapat modern mengatakan bahwa kemungkinan daratan yang ditemui St. Brendan ini sebenarnya adalah Amerika, walaupun tak sedikit pula yang meragukannya.



Bukti lain adanya kontak antara Eropa dan Amerika adalah ukiran di Rosslyn Chapel, sebuah gereja kecil di Skotlandia yang dibangun pada abad ke-15. Sebuah ukiran misterius di kapel tersebut berbentuk mirip jagung. Padahal, seharusnya pada masa itu, bangsa Eropa tak pernah melihat tanaman asli Amerika itu.







Ada yang mempercayai bahwa pendiri kapel itu, yakni Henry I Sinclair pernah mengunjungi Eropa sebelum Columbus tiba di sana. Ehm ... oh ya, Sir Sinclair ini juga anggota Kastria Templar loh. 

Klaim lain tentang adanya kontak antara Katolik Eropa dan penduduk asli Amerika Selatan justru ditemukan di “Temple of The Cross” di Palenque, Meksiko dimana di sebuah piramid ditemukan sebuah relief salib.





6. Jepang



Klaim bahwa bangsa Jepang pernah tiba di Benua Amerika sekitar 5.000 tahun lalu muncul karena kemiripan antara Kebudayaan Valdivia di Ekuador dengan Kebudayaan Jomon di Kyushu, Jepang. Adanya kesamaan antara bentuk, pola, serta cara pembuatan keramik di kedua kebudayaan trsebut membuat arkeolog bertanya-tanya apakah kedua budaya yang saling berjauhan itu sebenarnya berkaitan. Hal tersebut cukup masuk akal, mengingat arus Kurushio yang kuat pernah dalam beberapa kasus membuat kapal-kapal nelayan dari Jepang terdampar hingga ke Mexico.

7. India


Wow, klaim bahwa bangsa Asia kuno menemukan Amerika bahkan sampai ke India. Dua bukti mencurigakan ditemukan baik di Amerika maupun India. Di kebudayaan kuno Maya di Copan, Honduras, ditemukan sebuah ukiran yang mirip dengan gajah Asia (perlu diingat di Amerika tak ada gajah).

Sebaliknya, di Kuil Somnathpur, India ditemukan figur dewa yang tengah memegang buah jagung yang seharusnya tak tumbuh di Asia kala itu. Apa ini membuktikan adanya pertukaran kebudayaan antara Maya dan India pada masa purbakala?



8. Afrika



Kebudayaan Olmec merupakan kebudayaan kuno di Mesoamerica yang tak meninggalkan catatan tertulis satupun, sehingga sulit melacak darimana asal kebudayaan itu. Yang jelas, satu-satunya peninggalan Olmec adalah kepala-kepala raksasa yang menyerupai raut wajah penduduk kulit hitam di Afrika. Ini menyebabkan spekulasi bahwa mungkin bangsa Afrika pernah berlayar hingga ke Amerika. Selain itu pada 1311, kapal utusan seorang sultan dari Mali mengklaim bahwa mereka terbawa badai dan terdampar di Benua Amerika.

9. Romawi



Wow … mengejutkan memang bangsa sekuno Romawi juga pernah diisukan menemukan Benua Amerika. Namun kebingungan para arkeolog ini cukup beralasan, mengingat beberapa peninggalan Romawi pernah ditemukan di Benua Amerika. Klaim tersebut meliputi pedang Romawi kuno di Oak Island, Nova Scotia; koin Romawi kuno di Texas; keramik Romawi kuno di Brazil; hingga patung tanah liat yang menggambarkan kepala orang Romawi kuno di Tacaxic-Calixtlahuaca, Meksiko. Namun banyak pula yang mengatakan bahwa harta-harta karun tersebut adalah peninggalan kapal karam yang terbawa hingga ke Amerika.

10. Bangsa Yahudi



Dari semua teori di atas, mungkin teori inilah yang tergila. Pada abad ke-8, Kerajaan Assyria menguasai wilayah Palestina dan mengusir semua suku Yahudi dari tanah air mereka. Dari 12 suku yang ada, hanya 2 suku yang bertahan hidup hingga sekarang, sedangkan 10 lainnya lenyap secara misterius. Ada mitos yang menyatakan bahwa “Ten Lost Tribes” ini melarikan diri hingga ke Benua Amerika. Isu ini konon dipicu oleh penemuan “Bat Creek Inscription” yakni sebuah inskripsi yang ditemukan di Tennessee dan ditulis menggunakan aksara Yahudi kuno. Namun sayang, penemuan ini sudah dipastilah hanyalah hoax.

Akan tetapi, penganut agama Mormon mempercayai bahwa pada tahun 600 SM, seorang nabi Israel bernama Lehi bersama pengikutnya melarikan diri ketika Yerusalem dikuasai oleh Babilonia. Menurut kitab suci mereka, Lehi mendarat di Amerika dan mendirikan koloni Yahudi di sana. Well, ini adalah kepercayaan religius mereka jadi gue nggak akan berkomentar apapun tentang ini.

BONUS:

Clovis



Dari semua teori di atas, satu hal yang bikin gue nggak paham adalah kenapa orang-orang dari berbagai bangsa dan agama terobsesi dan berlomba-lomba mengakui bahwa diri mereka-lah penemu Benua Amerika. Oke deh Columbus mungkin bisa disebut sebagai “penemu” benua Amerika sebab dialah orang pertama yang memetakannya secara rinci. Namun seringkali kita melupakan bahwa penemu Benua Amerika adalah orang-orang yang kini mendiaminya.

Kebudayaan Clovis adalah suku pertama yang menginjakkan kaki di benua Amerika sekitar 11.000 tahun yang lalu. Masa tersebut adalah akhir Zaman Es dan masih terdapat jembatan darat yang menghubungkan ujung timur Asia di Rusia dengan ujung barat Alaska di Amerika. Karena adanya jalan darat inilah, mereka bermigrasi untuk mengikuti buruan mereka, yakni bison dan Mammoth yang kala itu belum punah. Menurut pelacakan genetik tulang-belulang Clovis yang ditemukan, disimpulkan mereka berasal dari Siberia.

Namun yang misterius lagi adalah teori yang menyatakan Suku Clovis sebenarnya berasal dari Prancis, Eropa dan menyeberang ke Eropa dengan menggunakan kapal. Hal ini didukung dengan adanya kesamaan peralatan berburu antara dua kebudayaan tersebut. Sedangkan teori lain menyatakan bahwa terdapat banyak pemukiman suku primitif lain yang sudah ada di Amerika  sejak 20.000 tahun lalu. Duh …. pusing ya?




1 comment: