Wednesday, February 19, 2020

HEBOH!!! UPDATE TERBARU KASUS CHRIS WATTS DAN GADIS-GADIS PANAMA


 

Kasus Chris Watts ialah kasus yang senantiasa membuat gue penasaran, hingga gue kali ini mengangkat kasusnya untuk ketiga kalinya (silakan simak lagi pembahasan pertama dan kedua gue). Nggak hanya kasusnya yang memang tragis dan menarik, namun karena tiap saat selalu saja ada update-update mengejutkan dan penuh plot twist yang mengungkap kebenaran kasus ini. Karena memang perlu diakui, bahkan setelah Chris Watts ditangkap-pun, masih banyak sisi-sisi misteri yang belum terungkap dari kasus ini. Semisal, apakah alasan sebenarnya Chris tega menghabisi nyawa putri-putrinya sendiri yang masih teramat belia? Adakah ada sosok misterius yang membantunya melaksanakan kejahatan keji tersebut? Bagaimana kronologi pembunuhan itu sesungguhnya?

Pertanyaan-pertanyaan itu (mungkin) sedikit terjawab ketika Chris Watts mengambil keputusan yang amat kontroversial dan menghebohkan publik: menulis buku yang menggambarkan dengan detail kejahatan yang ia lakukan.

Di artikel ini, gue juga akan sedikit memberikan perkembangan (sekaligus teori) terbaru tentang Gadis-Gadis Panama, yakni kasus Kris Kremers dan Lisanne Froon, dua gadis asal Belanda yang lenyap di belantara Panama. Semoga perkembangan ini mampu menyibak kabut misteri yang menyelimuti  kasus ini dan memberi sedikit pencerahan akan nasib tragis yang mereka alami.

So, here we go!

“LETTER FROM CHRISTOPHER”, 
BUKU KONTROVERSIAL YANG MENGUAK LUKA LAMA

Cover buku kontroversial yang diterbitkan Chris Watts

Walaupun berada di dalam penjara,  Chris Watts ternyata masih mampu mengundang kontroversi dan menghebohkan publik. Perkembangan terbaru dari kasus ini dimulai dengan salah seorang sahabat pena Chris. Perlu diingat, walaupun para narapidana sudah meringkuk di balik jeruji besi, namun mereka masih bisa berkomunikasi dengan dunia luar melalui surat-menyurat. Namun siapa yang mau bertukar surat dengan seorang pembunuh sadis yang kini dihukum seumur hidup ini? Salah satunya adalah wanita  yang bernama Cheryln Cadle.

Cheryln dengan getol mengirimi Chris surat dengan harapan ia mau berkorespondensi dengannya. Ia tak kunjung menyerah walaupun Chris tak membalas tiga suratnya. Ketika Chris akhirnya sudi membalasnya, akhirnya terkuaklah motif asli dari “persahabatan” yang ingin dijalin wanita paruh baya ini dengan sang pembunuh.

Cheryln adalah seorang penulis dan ia ingin membukukan perbuatan keji yang dilakukan oleh Chris Watts.

Kasus Chris Watts semenjak terungkap tahun lalu memang amat mengundang rasa ingin tahu publik, sehingga buku tentangnya-pun dijamin akan laris di pasaran. Chris-pun mengiyakan tawaran wanita itu, dengan satu syarat: bahwa ia akan menuliskan pula penyesalan Chris agar sosoknya bisa kembali diterima oleh masyarakat. Sebagai balasannya, Chris akan mengungkapkan beberapa “fakta” tentang pembunuhan itu yang tak pernah diungkapkannya kepada polisi.

Buku itu berjudul “Letter from Christopher: The Tragic Confession of the Watts Family Murders”.

Terbitnya buku itu tentu saja diikuti dengan kontroversi hebat yang melandanya, termasuk penolakan dari masyarakat yang menganggap buku itu tak bermoral dan hanya menebar sensasi saja. Namun tak bisa dipungkiri, buku itu membantu mengungkap beberapa fakta yang hanya diketahui sang pembunuh dan terlewatkan oleh pihak berwajib.

Dan fakta-fakta itu amatlah mengejutkan!

Dimana salah satunya adalah ....

CHRIS WATTS TERNYATA SUDAH MERENCANAKAN PEMBUNUHAN ITU

Kebahagiaan keluarga Watts yang terkoyak akibat intrik dendam dan asmara

Menurut kesaksian Chris di persidangan, kronologi pembunuhan yang terjadi adalah sebagai berikut: pada pagi buta 13 Agustus 2019, istri Chris, yakni Shannan Watts pulang dari perjalanan bisnisnya di Arizona. Semenjak beberapa bulan terakhir hubungan mereka mereggang, terutama setelah Shannan mengungkapkan bahwa ia tengah mengandung anak ketiga mereka. Pagi buta itu, mereka terlibat pertengkaran dan berujung pada Chris menjadi murka dan membunuh istrinya. Tanpa ia duga, dua putrinya, yakni Celeste dan Bella terbangun dan menyaksikan ayah mereka berusaha menyingkirkan mayat ibu mereka. Kedua anak tak berdosa itupun ikut ia bunuh. Untuk menghilangkan jejak, ia menyingkirkan mayat ketiganya di sebuah tangki minyak dimana ia pernah bekerja.

Dari pengakuan, terlihat kesan bahwa pembunuhan sadis yang ia lakukan merupakan aksi spontan. Namun, kesaksian terbaru Chris di bukunya justru sebaliknya.

Pada malam 12 Agustus, semalam sebelum peristiwa naas itu, Chris menidurkan kedua anaknya dan kala itu ia berpikir bahwa itu akan menjadi malam terakhirnya bersama anak-anaknya. Kala itu ia sudah tahu, bahwa keesokan harinya, ia akan menghabisi seluruh keluarganya.

Hal ini tentu amat mengejutkan. Namun jika memang pembunuhan ini sudah direncanakan dan tidak berdasar amarah sesaat semata, apa motifnya? Kita akan membahasnya nanti. Yang jelas, detail-detail mengerikan berikutnya yang ia ungkap justru tak kalah mengejutkan.

Plot twist terbesar terkuak ketika bahwa pada malam itu, yang pertama ia bunuh bukanlah istri yang amat dibencinya, Shannan.

Melainkan kedua putrinya sendiri. 

Bak sesosok iblis, Chris Watts tega menghabisi nyawa kedua buah hatinya sendiri

Ya, inilah fakta paling mencengangkan yang terkuak dari kasus Chris. Dari pengakuan pertamanya, terkesan bahwa kedua putrinya merupakan “collateral damage” atau “korban yang tak direncanakan”. Seandainya keduanya tak menangkap basah sang ayah melakukan perbuatan bejat itu, tentu mereka diampuni nyawanya. Namun ternyata bukan itu yang terjadi pada malam naas itu.

Sebelum membunuh istrinya yang tengah hamil itu, bahkan sebelum ia bertengkar dengan Shannan, Chris memasuki kamar kedua anaknya dan menelungkupkan bantal di atas wajah mereka. Setelah tubuh kedua anaknya tak lagi bergerak, ia kemudian melanjutkan rencananya membunuh Shannan, sekaligus jabang bayi yang berada di dalam perutnya.

Namun ketika ia tengah membereskan mayat istrinya, plot twist lain terjadi. Chris mendengar suara di belakangnya dan menoleh. Apa yang dilihatnya amat mengejutkannya.

Celeste dan Bella berdiri di ambang pintu, menyaksikannya tengah membungkus mayat ibu mereka dengan seprai.

Ya, kedua anak itu rupanya belumlah tewas. Bahkan yang lebih mengerikan, mereka kini trauma, tak hanya akan apa yang Chris lakukan pada mereka barusan, namun juga akan apa yang ia lakukan pada ibu mereka.

Di tangki minyak yang terpelosok inilah Chris Watts menenggelamkan jenazah kedua putrinya, itupun jika mereka memang sudah meninggal kala itu



Kali ini, Chris terpaksa menyelesaikan pekerjaannya, namun lagi-lagi fakta yang ia akui kembali berbeda dengan pengakuannya pada polisi. Selama ini diduga Chris membunuh anak-anaknya di rumah mereka, namun ternyata Chris mengaku bahwa ketika ia mengendarai mobil menuju tangki minyak dimana ia akan menguburkan mayat istrinya, kedua putrinya itu masih hidup. Justru ketika ia telah sampai di tangki minyak itu, barulah ia menghabisi nyawa kedua buah hatinya tanpa perasaan.

Pengakuan ini membawa gue pada dugaan baru yang terus terngiang dalam benak gue. Di hasil forensik jenazah Celeste dan Bella, ditemukan jejak minyak yang “tertelan” di dalam tubuh mereka. Hal ini menimbulkan pertanyaan, apa kedua gadis ini benar-benar sudah tewas ketika Chris memasukkan tubuh mereka ke tangki minyak itu? Ataukah Chris lagi-lagi salah perhitungan dan keduanya sesungguhnya masih bernyawa ketika sang ayah menenggelamkan mereka?

Fakta-fakta mencengangan ini membuat skala kesadisan kejahatan Chris Watts (yang sebelumnya sudah terbilang luar biasa sadis) menjadi naik berlipat ganda. Tak hanya ia membunuh kedua putri dan istrinya, namun ia sudah merencanakannya! Ini tak pelak membuat kita bertanya-tanya, apa alasan hingga Chris, yang semula dikenal sebagai ayah yang penyayang, berubah menjadi binatang bengis seperti itu?

Alasannya mungkin mengejutkan kalian semua.

KETERLIBATAN SELINGKUHAN CHRIS WATTS, SANG “MISTRESS OF EVIL”?

Kemesraan Chris Watts dan wanita simpanannya, Nichol Kissinger

Kita tak bisa membahas kasus Chris Watts tanpa menyinggung sosok orang ketiga yang menjadi batu kerikil di tengah keharmonisan rumah tangga Chris dan istrinya, Shannan. Pribadi Chris Watts berubah total ketika seorang wanita muda nan cantik bernama Nichol Kissinger masuk ke dalam hidupnya. Mereka pertama bertemu pada bulan Juni 2019 dan semenjak itu, sikap Chris kepada istrinya berubah total. Ia berubah menjadi dingin, bahkan enggan berbicara apalagi menyentuh istrinya sendiri. Hal ini membuat Shannan curiga dan dari bukti berupa pesan teks pada teman-temannya (maupun kepada Chris sendiri) terlihat bahwa wanita itu berusaha keras menyelamatkan pernikahannya.

Hubungan Chris dan Nichol jelas lebih dari sekedar “rekan kerja”. Chris menyimpan foto-foto setengah telanjang wanita itu di dalam handphone-nya dalam pose nan menggoda. Tak hanya itu, pada 4 Agustus, sekitaran seminggu sebelum Chris membunuh Shannan, Nichol ketahuan tengah mem-browsing gaun-gaun pernikahan di Google. Ini membawa kita ke pertanyaan yang menggelitik: apakah Nichol terlibat dalam kasus pembunuhan ini?

Nichol rela berpose sexy demi kekasih gelapnya. Jika kalian jeli, di sebelah kanan kalian akan melihat sosok Chris Watts tengah memegang handphone untuk memotretnya

Kehadiran Nichol konon menurut pengakuan Chris, membuatnya mabuk kepayang. Chris bahkan rela meninggalkan keluarganya, termasuk menceraikan istri dan menelantarkan anak-anaknya, demi menikah dengan wanita aduhai itu. Sebagai bukti, sebelum akhirnya memutuskan untuk menghabisi istrinya sendiri, Chris pernah berusaha menggugurkan kandungan Shannan. Lagi-lagi ini adalah fakta mencengangkan yang terkuak dalam buku terbarunya.

Chris pernah memberikan obat oxycodon kepada istrinya (tanpa sepengetahuan Shannan) untuk mengaborsi janin dalam perutnya. Namun sayang, rencana yang ia eksekusi hingga dua kali itu gagal. Pertanyaannya adalah, darimana ia mendapat obat itu? Oxycodon adalah obat keras yang sering disalahgunakan sebagai narkoba, sehingga peredarannya amatlah diawasi. Chris tak akan mudah mendapatkan obat itu begitu saja. Lalu darimana ia memperolehnya? Apakah seseorang membantunya di balik layar?

Apakah orang itu adalah selingkuhannya, Nichol Kissinger?

Di foto mesra ini, Chris tak malu-malu berselingkuh di belakang istrinya yang tengah mengandung anak ketiganya



Hal yang membuat gue menarik kesimpulan berani tersebut adalah fakta dimana ketika Cheryl (sang penulis buku, jika kalian masih ingat) menanyakan siapa yang memberikan oxycodon itu pada Chris, sang pembunuh itu menolak menjawabnya dan hanya menggumam, “Rahasia itu akan kubawa hingga ke dalam kuburku.” Siapa lagi yang Chris lindungi dengan segenap hati semacam itu, jika bukan wanita yang ia cintai?

Kebencian Chris pada Shannan memuncak ketika sebuah insiden terjadi dimana Shannan menuduh kedua orang tua Chris memberikan kacang pada Celeste. Putri mereka itu alergi terhadap kacang dan itu membuat Shannan mengamuk. Peristiwa ini, walaupun kecil, mungkin menjadi katalis akan keputusan Chris untuk menghabisinya karena menunjukkan fakta yang selama ini dipendam, bahwa Shannan dan keluarga besar Chris Watts saling membenci satu sama lain.

Mungkin Chris memang memiliki motif pribadi untuk membunuh istrinya, namun apakah Nichol benar-benar terlibat? Apapun jawabannya, tak ada yang meragukan bahwa Nichol adalah wanita tak berperasaan. Tak hanya ia merenggut suami orang, history internetnya juga amat meresahkan. Begitu terungkap bahwa saingannya, Shannan Watts, dibunuh, maka hal pertama yang ia ketikkan di kolom pencarian Google adalah: “Bisakah polisi melacak pesan teks”. WTF? Tak hanya itu, untuk membuktikan betapa wanita ini tak punya hati, ia juga mencari apakah ia bisa meraup untung dengan membuat buku dari pengalamannya menjadi kekasih pembunuh seperti Chris Watts.

LALU DIMANA NICHOL SEKARANG? 
DAN BENARKAH TEORI BAHWA CHRIS SEORANG GAY?

Chris Watts saat pengadilan memutuskan hukuman seumur hidup atas perbuatan brutalnya. Benarkah di balik dinginnya jeruji besipun Chris diam-diam masih berhubungan dengan kekasih terlarangnya itu?

Sosok Nichol Kissinger lenyap bak ditelan bumi semenjak kasus itu menderanya. Kabar terakhir, konon ia masuk ke dalam Program Perlindungan Saksi (Witness Protection Center) dan pindah ke suatu tempat rahasia serta mengganti namanya. Mungkin itu balasan atas kesaksiannya dalam kasus itu. Yang jelas, publik tidak setuju. Tak sedikit yang curiga bahwa sang “wanita simpanan” ini sesungguhnya ikut terlibat dalam rencana pembunuhan tersebut. Namun jikapun benar, Chris pastilah mati-matian melindunginya, bahkan rela masuk penjara demi dirinya.

Kabar terbaru menyebutkan, mungkin Nichol tak pernah benar-benar menghilang. Chris Watts menerima ratusan surat dari para “penggemar”-nya setiap hari, yang sebagian besar adalah wanita. Tak menutup kemungkinan, di salah satu surat itu, Nichol yang kini mengenakan identitas baru, masih berhubungan mesra dengan Chris, walaupun ia kini berada di balik jeruji.

Pesona Chris sebagai “bad boy” memang menarik hati tak hanya lawan jenis, namun juga sesama jenis yang ikut luluh dengan pesonanya. Terbukti dari seorang pria bernama Trent Bolte yang mengaku menjadi “pria simpanan” Chris. Tak hanya itu, pria kedua (yang tak disebutkan namanya) juga mengaku pada polisi bahwa iapun pernah melakukan hubungan asmara terlarang dengan sang pembunuh!

Namun gue sendiri meragukan klaim bahwa Chris adalah seorang gay. Buktinya, Chris sampai rela membunuh istrinya demi melanggengkan hubungannya dengan selingkuhannya, Nichol. Jelas dia cowok normal. Gue curiga apa yang dilakukan Trent hanyalah “pansos” untuk menaikkan popularitas serta melejitkan “karier”-nya. Tercatat, Trent adalah seorang escort alias “cowok panggilan” dan dugaan gue, ia melakukan segala publisitas ini agar ia lebih dikenal demi memperlancar “bisnis”-nya. Eeeewww!!! Apalagi selama ini nggak ada bukti foto yang menunjukkan kedekatan kedua pria itu, bahkan sekedar membuktikan keduanya saling mengenal.

Waduh, tapi kalo dipikir-pikir hoki juga ya si Chris ini. Padahal udah tahu dia pembunuh psikopat sadis berdarah dingin, tapi malah digilai wanita, dapat banyak surat cinta, sampai bisa bikin buku sendiri. Lah, gue punya blog bertahun-tahun baru nerbitin satu buku, itu aja bukan best seller. Apa gue emang kudu ganteng ya?  Hmmmmm ....

SUMBER ARTIKEL: Daily Mail

PERKEMBANGAN KASUS GADIS-GADIS PANAMA: 
APAKAH PEMBUNUH MEREKA ADALAH ....


Oke, kasus kedua (cuman gue bahas sekilas karena gue udah terlalu panjang bahas kasusnya si Chris) adalah kasus Gadis-Gadis Panama. Kalo kalian belum tahu kasus apa itu, silakan baca link berikut ini, gue pernah bahas panjang lebar kok. Nah, pertanyaan yang menggelitik, apa yang menyebabkan kematian mereka? Apakah mereka memang sekedar tersesat dan menjadi korban keganasan alam? Ataukah sesosok pembunuh misterius bertanggung jawab atas kematian mereka?

Sebuah artikel dari Daily Beast yang dirangkum dalam blog “Histories of Things to Come” membawa kita ke kesimpulan yang mengejutkan. Nasib naas mereka bisa dijelaskan dengan hanya satu kata: sicario.

Apa itu “sicario”? Sicario adalah istilah bagi pembunuh (biasanya penembak jitu) yang bekerja untuk kartel obat bius Meksiko. Panama sendiri, menurut penuturan artikel tersebut, merupakan wilayah kekuasaan kartel bernama Sinaloa. Apakah kedua gadis itu ketika tengah hiking, tanpa sengaja melihat sesuatu yang semestinya tak mereka saksikan, seperti transaksi obat bius atau pembunuhan oleh para sicario itu? Apakah karena itu para sicario mengejar mereka, sehingga mereka terpaksa berlari di tengah hutan tengah malam, dengan foto-foto disturbing yang dihasilkannya sebagai bukti?

Salah satu alasan mengapa teori ini masuk akal adalah kondisi ketika tulang belulang keduanya ditemukan. Para ahli forensik kebingungan dengan kondisi tulang mereka yang seolah-olah telah di-bleach menggunakan bahan kimia. Para anggota kartel biasanya menggunakan “lye” (basa natrium hidroksida atau soda api) untuk menghilangkan jejak korban-korbannya.

Kartel Meksiko adalah sosok yang amat berbahaya dan memiliki pembunuh bayarannya sendiri, disebut “sicario”. Apakah sicario inilah yang bertanggung jawab atas kasus ini?

Hal lain yang juga mengungkit kecurigaan adalah “Azure” (Blue), yakni nama anjing yang kala itu menemani perjalanan kedua gadis itu ketika hiking. Setelah dua gadis itu menghilang, sang anjing justru pulang ke rumahnya dengan aman. Ini hanya berarti dua hal, antara anjing itu terpisah dan kehilangan jejak keduanya (yang menurut gue mustahil karena daya penciuman anjing yang teramat tajam) atau anjing itu sengaja “disuruh” pulang. Oleh siapa?

Mungkin karena anjing itu bertemu dengan sosok yang sudah ia kenal di perjalanan dan sosok itu menggantikannya “menemani” kedua gadis itu? Siapakah sosok itu? Mungkinkah anggota sicario itu adalah warga lokal yang dikenal oleh anjing itu?

Yang cukup mengejutkan, apabila kita telusuri lebih jauh, kasus yang menimpa Lisanne dan Kris ini rupanya bukan yang pertama. Pada 2009, lima tahun sebelum kedua gadis itu lenyap tanpa jejak, kasus serupa pernah terjadi, kali ini menimpa seorang backpacker asal Inggris bernama Alex Humpfrey. Alex menghilang di tempat yang sama (kota kecil bernama Boquete) dan sama seperti keduanya, ia juga turis dari mancanegara. Kasusnya pun meninggalkan debu misteri hingga kini, sebab jenazahnya-pun tak pernah ditemukan.

Yang jelas, teori ini jelas menambah kekelaman kasus ini. Kartel Amerika Latin terkenal luar biasa kejam, bahkan tak jarang terlibat dalam perdagangan organ manusia. Apakah itu alasan lain mereka mengejar kedua gadis tak berdosa itu?

Kasus-kasus ini menjadi peringatan bagi kita agar berhati-hati jika pergi pelesiran ke tempat terpencil, apalagi ke luar negeri. Terutama jika kita pergi ke tempat yang belum terjamin keamanannya, dalam hal ini wilayah Amerika Tengah yang memang walaupun indah, namun dikuasai kartel yang tak segan bertindak di luar batas peri kemanusiaan. Tapi apakah ada bukti tentang teori ini?

Analisis dalam blog yang tadi gue singgung melibatkan sebuah foto misterius yang ditemukan dalam kamera salah satu korban. Foto ini menunjukkan kegelapan pekat hutan di tengah malam. Sekilas tak ada sesuatu yang spesial di sini.


Namun apabila kita terus menaikkan brightness-nya, kita akan melihat sesuatu.



Apakah itu? Seseorang yang tengah mengawasi mereka berdua?

SUMBER ARTIKEL: Blog


12 comments:

  1. Tenang aja Bang Dave, orang itu dinilai dari sikap dan perbuatan, bukan dari penampilan. Jadi walaupun Bang Dave "kurang ganteng", niscaya pasti akan sukses suatu hari nanti

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pak itu Chris udah bunuh anak istrinya masih aja tuh fansnya tergila2 😂😂😂

      Delete
  2. Bang Dave, itu gambar terakhirnya bisa dikasi tanda ga, orang yg ngawasinnya di mana?
    Soalnya entah hp ato mataku yang jelek, ga keliatan apa2 T.T

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pas baca komen lu gw mikir, "perasaan dah gue lingkarin deh?" Eh ternyata itu foto chris watts 😂 besok deh gw edit

      Delete
  3. Bangdep kalo liat dari mobile version gambar org yg ngamatin g nongol hiks

    ReplyDelete
  4. Terpecahkan juga akhirnya kasus gadis Panama, salah satu case paling gua tunggu kabarnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. belum terpecahkan ternyata, sicario masih teori dan kasus dihentikan.
      https://koudekaas.blogspot.com/2019/12/the-disappearance-of-kris-kremers-and.html

      Delete
  5. Wow, kasus chris watts ini ngeri sekaligus ironis, demi cinta dia berubah bak iblis dalam daging dan melakukan kejahatan diluar kemanusiaan yg dikira hanya psikopat sejati yg dapat melakukannya.

    ReplyDelete
  6. bang, bahas kasus u/JasonInHell bang, sempet viral di reddit tuh, kasusnya mirip kasus pertama, tapi pembunuhnya istrinya

    ReplyDelete
  7. Jadi Chris Watts ne selingkuh ny sebelum ato setelah istri ny hamil y? Kan kata ny gak mau lagi nyentuh tapi bini ny bunting lagi..
    Terus emank good looking it bisa mempengaruhi,, kayak kasus Ted Bundy aj dy byk korban karna ketampanan ny kan..
    Kalo kasus sekarang ne Isabella Guzman,, org2 pada terpana ama kecantikan ny padahal dy psikopat yg dah bunuh ibu ny sendiri..

    ReplyDelete
  8. Bang utk kasus gadis panama, saya temukan blog yg bagus dan detail tentang kasus tsb 👍👍👍
    https://koudekaas.blogspot.com/2019/12/the-disappearance-of-kris-kremers-and.html

    ReplyDelete