Friday, July 23, 2021

LEGENDA MENGHILANGNYA PASUKAN LEGIO IX HISPANA DAN PASUKAN RAJA CAMBYSES II: MISTERI KELENYAPAN MASSAL YANG TAK TERPECAHKAN

Salah satu kasus yang paling menarik perhatian gue adalah kasus-kasus dimana seseorang menghilang secara misterius tanpa bisa dijelaskan penyebabnya. Termasuk salah satunya adalah kasus tentang hilangnya dua pasukan pada masa kuno yakni Legio IX Hispania dari zaman Romawi kuno pada abad ke-1 M dan pasukan Raja Cambyses II dari Persia yang menghilang dan gurun pasir Mesir pada abad ke-xx

Kedua kasus ini sangat menarik karena sering gue dengar di film-film horor sebagai referensi akan kasus-kasus yang tak bisa dijelaskan oleh nalar. Pasalnya kalau cuman 1 atau 2 orang yang menghilang, pasti ada banyak penjelasan yang sesuai dengan akal sehat. Namun bagaimana apabila ribuan dan puluhan ribu orang tiba-tiba lenyap dalam waktu yang sama  tanpa adanya jejak yang bisa menjelaskan tentang alasan mereka menghilang? Apakah yang bisa menyebabkan peristiwa tersebut menimpa mereka?

Mari kita bahas tentang kasus hilangnya dua tentara pada masa kuno ini dalam Dark History kali ini.


PASUKAN LEGIO IX HISPANA

Menurut sumber-sumber sejarah, Legio IX Hispana adalah sebutan bagi salah satu pasukan Kekaisaran Romawi kuno yang aktif pada abad ke-1 SM hingga abad pertama Masehi. Terakhir, pasukan ini ditempatkan di Inggris (pulau Britania) pada tahun 43 M untuk menghadapi pemberontakan lokal di sana. Tetapi anehnya. setelah tahun 120 M, sama sekali tidak ada berita apapun tentang pasukan ini. Tiba-tiba saja pasukan ini lenyap dalam catatan bangsa Romawi yang terkenal amat rinci dan teliti dalam menuliskan risalah sejarahnya.

Yang jelas, kasus menghilangnya pasukan Legio IX secara misterius menjadi bahan perdebatan para sejarawan hingga kini. Romawi bukanlah sebuah kekaisaran yang kecil, bahkan menjadi yang terkuat dalam sejarah Eropa. Bisa dibilang tidak masuk akal jika mereka membiarkan begitu saja salah satu pasukan elitnya menghilang tanpa jejak. Apalagi kita perlu ingat, pasukan ini terdiri atas ribuan tentara dengan kemampuan mempertahankan diri yang tangguh. Apakah yang menyebabkan peristiwa menghilangnya pasukan ini secara tiba-tiba?

Mari coba kita jawab.

Ilustrasi iring-iringan tentara Romawi

Sejarah Legio IX Hispana dimulai ketika pada tahun 58 SM, Julius Caesar menjadi gubernur di Gaul (kini disebut dengan Prancis). Ia kala itu memiliki 4 pasukan elite, yakni bernomor VII, VIII, IX, dan X. Pasukan IX ini kembali tertulis dalam sejarah bertempur di Yunani pada 48 SM (ingat, tahun Sebelum Masehi selalu kita hitung mundur) dan di Afrika pada 46 SM.

Seperti kita tahu, Julius Caesar kemudian dibunuh oleh sahabatnya sendiri Brutus dan digantikan oleh anak angkatnya yang bernama Oktavianus. Oktavianus yang berambisi menjadi kaisar kemudian tercatat menggunakan jasa pasukan IX untuk melawan pemberontakan di Pulau Sisilia, Italia. Setelah memadamkan pemberontakan tersebut, pasukan itu ditempatkan di Macedonia. Pasukan IX tetap setia bertempur di sisi Oktavianus, bahkan pada tahun 31 SM tercatat mereka berani melawan saingan sengit Oktavianus, yakni Markus Antonius yang juga adalah kekasih dari Ratu Cleopatra dari Mesir yang sangat terkenal akan kecantikannya.

Berkat dukungan pasukan-pasukannya, Oktavianus akhirnya dilantik menjadi kaisar dengan gelas Agustus. Kekuasannya begitu dikenang rakyat Romawi hingga namanya-pun diabadikan menjadi nama bulan. Sang kaisar kemudian mengutus Legion IX untuk bertugas di Spanyol yang kala itu disebut dengan nama Hispania. Karena lokasi barunya inilah maka pasukan IX kemudian dijuluki Legio IX Hispana. Peristiwa ini terjadi pada sekitar tahun 25–13 SM.

Nama pasukan IX tenggelam dalam sejarah hingga tahun 43 M, pasukan ini disebut-sebut membantu invasi Romawi untuk menguasai Inggris di bawah pimpinan Kaisar Claudius. Tetapi pasukan IX tak selamanya sukses memenangkan pertempuran. Pada tahun 82-83 M, tercatat mereka kalah dalam pertempuran di Skotlandia. Pada tahun 108 M, mereka tercatat bertempur di sebuah benteng di kota York, Inggris. 

Inilah kala terakhir pasukan ini terdengar.

Ilustrasi seragam prajurit Romawi

Setelah tahun 108 M, tak pernah ada satu kabarpun tentang pasukan ini. Hal ini cukup aneh karena pasukan-pasukan lain semuanya tercatat keberadaannya. Seorang sejarawan Romawi yang sangat konsisten dalam menulis sejarah Romawi, yakni Dio Cassius, pada tahun 210-232 M menuliskan nama pasukan-pasukan yang dimiliki oleh kerajaan Romawi. Ia mencatat hingga 33 pasukan Romawi, dari I hingga XXXIII, terkecuali nama pasukan IX yang tak terlihat di dalam list tersebut. Menghilangnya pasukan IX dari sejarah Romawi cukup mengherankan dan hingga kini tak ada penjelasan yang cukup memuaskan tentang penyebab menghilangnya pasukan tersebut.

Opini tradisional yang diterima dengan legowo oleh kebanyakan sejarawan adalah pasukan IX dikalahkan oleh para pemberontak dari suku Celtic di Inggris. Sosok yang dikait-kaitkan dengan menghilangnya Legio IX ini adalah seorang ratu asal Inggris yang bernama Boudica. Kisah sang ratu ini amatlah tragis. Boudica adalah ratu Inggris yang tak sudi tunduk pada invasi bangsa asing semacam Romawi dan hendak memerdekakan diri. Penolakan sang ratu ini kemudian dibalas dengan sadis oleh tentara Romawi yang kemudian menyerang istana Boudica dan memperkosa kedua putrinya. Sang ratu yang marah besar kemudian melakukan aksi balas dendam yang tak kalah kejam, yakni dengan membakar kota London (kala itu disebut dengan Londinium) dan menghabisi hingga 80.000 penduduk Romawi di sana.

Namun pemberontakan sang ratu akhirnya bisa dipadamkan dan sebagai penutup, sang ratu akhirnya memutuskan bunuh diri ketimbang ditangkap hidup-hidup oleh para pasukan Romawi. Tak heran, karena keberhasilan meluluhlantakkan kota London, ada dugaan yang menyebut bahwa pasukan IX merupakan salah satu korbannya. Namun sang ratu meninggal pada tahun 60 M, jauh sebelum menghilangnya Legio IX pada tahun 108 M.

Jika bukan Boudica, siapakah yang berhasil melenyapkan Legio IX (jika benar mereka memang lenyap dikalahkan musuh)? Yang jelas, musuh ini, jikapun benar ada, benar-benar membuat cemas kaisar Romawi kala itu, Hadrian. Buktinya, Hadrian membangun sebuah tembok, mirip dengan tembok rasasa yang ada di China. Tembok itu dibangun untuk memisahkan wilayah Romawi di Inggris dari serangan bangsa bangsa asli dari utara. Pembangunan tembok ini dimulai pada tahun 122 M, beberapa tahun setelah menghilangnya Legio IX, sehingga diduga ada kaitan antara pembangunan dinding ini dengan menghilangnya legiun. Mungkin belajar dari serangan pasukan misterius yang berhasil mengalahkan Pasukan IX, pemerintah Romawi pun memutuskan membangun dinding untuk menghalangi mereka.

Tetapi ada pula yang menolak tentang keabsahan teori ini. Sebabnya pada tahun 120 M, sekitar 10 tahun setelah pasukan ini tiba-tiba menghilang, nama Pasukan IX kemudian ditemukan dalam prasasti batu, anehnya justru di Belanda sana. Tak jelas apa yang mereka lakukan di Belanda, namun bukti-bukti yang ditemukan di sana juga sangatlah sedikit sehingga diabaikan oleh kebanyakan sejarawan.

Sisa tembok Hadrian yang membelah Inggris

Penjelasan lain yang bisa menjelaskan menghilangnya Pasukan IX ini ditemukan nun jauh di sana, yakni di Palestina. Mungkin agak susah ya menghubungkan pasukan yang hilang di Inggris dengan wilayah Timur Tengah. Namun teori ini dirasa cukup logis karena kala itu terjadi pemberontakan yang disebut dengan “Second Jewish Revolt” (Pemberontakan Yahudi Kedua) dari para penduduk Yahudi di Palestina yang menjadi provinsi Romawi pada tahun 132 M.

Ada cerita yang cukup unik mengenai pemberontakan ini. Pemberontakan ini dipimpin oleh seorang pria bernama Simon Bar Kokhba. Kala itu Simon dianggap sebagai sang juru penyelamat atau “mesias”. Julukan ”Messiah” atau “Al-Masih” adalah julukan yang diberikan Islam dan Kristen kepada Nabi Isa atau Yesus, namun tak pernah diakui keabsahannya oleh kaum Yahudi. Justru mereka menganggap Simon-lah sang mesias yang asli. Kala itu pemberontakan itu dipicu karena umat Yahudi menentang pembangunan sebuah kuil bagi dewa Jupiter yang akan dibangun tepat di atas reruntuhan Kuil Yahudi Kedua (kini adalah lokasi Masjid Al-Aqsa yang diperebutkan oleh kaum Islam dan Yahudi). Seorang pria bernama Simon kemudian muncul dan mengaku sebagai seorang penyelamat umat manusia yang akan mengusir pasukan Romawi dari tanah suci Yahudi.

Keberadaan Simon yang mengaku sebagai sang juru selamat ini membuat rakyat Yahudi rela maju berperang dengan semangat membara. Akibatnya, sekitar 580.000 penduduk Yahudi tewas dalam pemberontakan tersebut, sementara sekitar 1000 pemukiman Yahudi dihancurkan hingga rata dengan tanah sebagai aksi balas dendam dari pasukan Romawi. Bahkan setelah peristiwa itu, nama Israel (nama kerajaan Yahudi yang menguasai Yerusalem) kemudian dihapuskan dari peta. Kaisar Hadrian yang memerintah Romawi kemudian mengganti nama Israel menjadi Palestina, Nama Palestina sendiri berasal dari variasi dari nama kuno “Filistin”, yang yang tertulis dalam kitab suci agama Yahudi dan Kristen sebagai nama bangsa yang mendiami wilayah tersebut sebelum kedatangan bangsa Yahudi (yang datang setelah melarikan diri dari perbudakan oleh Firaun di Mesir dengan bantuan Nabi Musa).

Mengapa Legio IX dicurigai lenyap akibat pemberontakan ini? Sebab masuk akal apabila Legio IX dipanggil dari Inggris untuk memadamkan pemberontakan tersebut. Pemberontakan tersebut juga memusnahkan sebuah pasukan bernama Legio XXII yang dibantai habis-habisan oleh bangsa Yahudi, jadi mungkin hal yang sama terjadi pula pada Legio IX.

Namun keraguan lagi-lagi yang menguar sebab Dio Cassius sendiri menulis nama-nama pasukan yang bertempur kala itu, meliputi Legio III, X, VI, XXII, II, X, V, XI, XII, dan IV. Nama Legio IX sama sekali tak tertulis. Apakah Romawi malu pasukannya dikalahkan hingga berusaha mengubah sejarah? Namun kekalahan Pasukan XXII jelas dituliskan dalam risalah sejarah mereka, lalu mengapa Pasukan IX (jika benar memang dikalahkan kala itu) tidak dituliskan?

Pertanyaan ini hingga kini masih belum bisa dijawab. Teori bahwa Legio IX dihancurkan di Palestina juga masih diragukan kebenarannya. Aneh memang, Romawi sama sekali menuliskan alasan apapun mengapa ribuan tentara dalam Pasukan IX tiba-tiba lenyap bak ditelan bumi. Jumlah prajurit dalam pasukan itupun tidak sedikit, ada sekitar 5.400 orang. Mengapa mereka tiba-tiba menghilang, hingga kini kita hanya bisa bertanya-tanya.


PASUKAN CAMBYSES II

Kasus lenyapnya pasukan yang jauh lebih heboh ketimbang kasus di atas adalah menghilangnya pasukan Persia utusan Raja Cambyses II pada 542 SM, atau sekitar 600 tahun sebelum Legio IX menghilang tanpa jejak. Tak tanggung-tanggung sekitar 50.000 orang menghilang di sebuah gurun pasir di Mesir. Kala itu kisah naas pasukan ini terekam oleh seorang sejarawan Yunani kuno bernama Herodotus. Ia menulis tentang Raja Cambyses II yang merupakan anak tertua dari Raja Cyrus Agung, raja termahsyur asal Mesopotamia.

Raja Cambyses kala itu ingin memperluas daerah kekuasaannya dengan menginvasi Mesir pada tahun 525 SM. Ia berhasil mengalahkan sang Firaun Mesir yaitu Psamtik III. Setelah menakulukkan kota Memphis di selatan Kairo, ia kemudian merebut kota Thebes yang kini disebut dengan nama Luxor

Setelah penaklukkannya, sang raja ingin agar ia diangkat sebagai Firaun yang baru. Namun permintaan itu ditolak mentah-mentah oleh para pemuka agama Mesir yang disebut oleh para “Oracle” atau peramal yang memuja kota Dewa Amon, sang Dewa Matahari. Mereka tak sudi menahbiskan seorang raja yang berasal dari luar Mesir sebagai seorang Firaun. Penolakan tersebut berbuah kemarahan besar bagi sang raja yang murka dan mengutus pasukannya untuk melenyapkan para peramal tersebut.

Kala itu sang raja sedang dalam perjalanan yang menaklukkan Ethiopia sehingga ia tak bisa ikut serta dalam pasukan tersebut. Namun ia cukup mengutus sekitar 50.000 serdadunya untuk meluluhlantakkan kuil Dewa Amon, tempat para Oracle itu berada, di kota Siwa yang terletak di sebuah oasis dekat kota Thebes.

Perjalanan itu diduga menempuh perjalanan sekitar 800 km melewati padang gurun. Menurut penjelasan logisnya, pasukan tersebut lenyap karena mereka tak mampu beradaptasi dengan kondisi gurun yang amatlah gerah. Walaupun para tentara tersebut adalah pria-pria tangguh namun jika kita hitung secara matematis, mereka kira-kira membutuhkan sekitar 3 liter air per hari untuk dapat selamat di perjalanan tersebut. Seberapa banyak itu?

Apabila mereka berjalan sekitar 5 km per jam dan 10 jam per hari, maka mereka membutuhkan waktu sekitar 20 hari untuk tiba ke tujuan mereka. Katakanlah selama itu mereka membutuhkan air 3 liter per hari, maka 50.000 orang membutuhkan 4.500 ton air yang mustahil mereka bawa sepanjang perjalanan. Apalagi kebanyakan dari tentara tersebut adalah keturunan Persia yang mungkin masih asing dengan kondisi gurun di Mesir. Belum lagi mereka telah menyeberangi lautan pasir disebut dengan “Great Sand Sea”  yang membentang dari Mesir hingga Libya.

Ada pula penjelasan supranatural bahwa lenyapnya pasukan tersebut bukan karena kehausan dan kelaparan, melainkan akibat kutukan dewa Mesir kuno. Dalam risalahnya Herodotus menyebut bahwa Cambyses II adalah raja yang terlampau sombong hingga ketika ia menguasai Mesir, ia berusaha menistakan kepercayaan penduduk Mesir dengan membunuh sapi yang dianggap suci bagi Dewa Apis. Padahal sapi itu amat dipuja sebagai peliharaan sang Dewa sehingga tak ada satupun yang berani untuk menyakitinya. Konon perbuatan angkuh itu dibalas oleh dewa Mesir kuno dengan melenyapkan pasukan yang diutus oleh sang raja dalam sebuah badai pasir yang menelan mereka hidup-hidup.

Apakah memang menghilangnya pasukan ini karena sebab-sebab alami ataukah karena kutukan dewa? Yang jelas hingga kini tak ada yang tahu keberadaan pasukan berjumlah 50.000 orang itu.

SUMBER: WIKIPEDIA, JAY PENNER

9 comments:

  1. Wah, emang udah curiga sih asal nama Palestina dari Filistin, ternyata gitu sejarahnya. Makasih bang Dave udah nambahin ilmu 👍

    ~~~Venzuu~~~

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyap, meskipun menjadi nama wilayah tapi bangsa yang menghuni Palestina saat ini secara genetik adalah bangsa Arab dan tidak berhubungan sama sekali dengan bangsa Filistin yang telah musnah.

      Delete
  2. Yang Legio IX sih firasatku, emang sengaja dilenyapkan. Menurut teoriku, pemimpin (ato pasukannya secara keseluruhan) berbuat kesalahan yg sangat besar dan tak termaafkan sampe namanya jadi tabu buat dibahas. Seingetku, pernah ada kejadian serupa di legenda sejarah (China kalo ga salah, ato malah Indonesia?), satu orang terkenal bener2 bikin marah raja yang berkuasa dan saking besar dosanya, nama orang itu dilarang buat diucapin ato ditulis jadi seakan2 orang tsb dianggep ga ada sama sekali.

    ReplyDelete
  3. udah ikutin mengakubackpacker dari SMP, dan sekarang udh lulus kuliah wkwkwkwk, semangat terus bg dave nulisnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wkwk sama. Dari SMP kelas 9 ngikutin, sekarang baru aja selesai sidang. Gak kerasa emang waktu berjalan cepat.

      Delete
  4. Apa mungkin pasukan Legio IX memberontak sehingga pemerintah Romawi menghilangkan nama mereka karena dianggap aib. Karena kalau kalah di medan perang masih di toleransi, tp kalau memberontak mungkin dianggap mencemarkan nama Romawi. Yah hanya teoriku berdasarkan angan2 semata, bukan analisis sungguhan ya kawan2 hehe

    ReplyDelete