Saturday, May 19, 2012

TAMAN SRIWEDARI YANG PENUH NESTAPA

Foto4869
Sriwedari adalah sebuah taman di kota Solo. Tempat ini menyimpan sejarah, sebab berdiri sejak tahun 1877 pada masa pemerintahan Sultan Paku Buwono X yang memerintah Solo waktu itu. Taman ini disebut juga “Kebon Rojo” dan dinamai sesuai nama taman menurut mitologi pewayangan. Di Sriwedari juga-lah PON pertama kali diadakan. Namun sayang, taman ini sekarang dalam kondisi terbengkalai.

Inilah foto bagian depan taman Sriwedari beberapa tahun lalu sebelum direvitalisasi sama Pemkot Solo. Bagian gedung yang terlihat ini adalah tempat billiard (heran, nggak cocok banget sm kepribadian taman ini sebenarnya yang melestarikan budaya Jawa).
800px-Taman_Sriwedari
Dan ini dia gerbang taman Sriwedari sekarang…jreng…reng…jreng….
Foto4868
Bagian depan taman Sriwedari cukup keren, secara udah direhab ama pak Jokowi. Bagian depannya menyerupai boulevard2 di luar negeri sana. Oya, ada juga panggung dengan pohon beringin yang teduh dan sepasang meriam di sana. Saking nyamannya spot ini, sampai2 penulis sering memanfaatkannya untuk berhot-spotan ria di sana (yup, ada hot spot gratisnya). Setau penulis, di kota Solo ada tiga spot yang nyaman banget buat berinternet gratisan, yaitu di Sriwedari, Ngarsopuro, dan Taman Balekambang.
Begitu memasuki kawasan Taman Sriwedari, kalian akan menemukan joglo serbaguna ini. Wah suasananya langsung Solo banget deh.
Foto4889
Di depan joglo juga terdapat patung sepasang penari yang dibangun untuk memperingati 100 tahun berdirinya Taman Sriwedari pada tahun 2007. Namun sayangnya, patung ini dalam kondisi tak terpelihara. Lihat saja, tangan kedua patung ini sudah putus.
Foto4890
Di dalam taman juga terdapat deretan penjual suvenir ini. Kios ini sudah lama sekali ada. Seingatku dulu aku dan ayahku ke sini untuk membeli peralatan menari Jawa waktu SD dulu (ada kuda2an, tombak, sama tameng dari anyaman bambu). Maklum di SD dulu pelajaran tari dan bahasa Jawa diwajibkan. Tak jauh dari sini terdapat Taman Ria, yah bisa dibilang “Jatim Park” versi mini (mini banget, percaya deh).
Foto4888
Bagian paling terkenal dari taman ini adalah Gedung Wayang Orang tempat pementasan wayang orang (ya iyalah namanya juga apa). Sayang sekali pementasan di gedung ini tidak dioptimalkan, Padahal siapa tahu kan bisa dikunjungi turis2 untuk menikmati budaya Jawa, seperti gedung teater gitu?
Foto4891
Di Sriwedari juga terdapat segaran atau kolam yang biasa digunakan untuk memancing. Sayangnya kondisinya juga kumuh. Tak jauh dari situ juga ada bekas gedung bioskop yang sekarang jadi gedung seni (and guess what, juga terbengkalai). Padahal kalau aku tak salah ingat, pernah ada festival film diadakan di sini.
Foto4894
Di Sriwedari juga terdapat museum Radya Pustaka yang merupakan museum tertua di Indonesia dan GOR R. Maladi tempat dilangsungkannya PON pertama kali. Ada yang unik di Sriwedari, yaitu tiap minggu pagi selalu diadakan bursa mobil second di taman ini.
Foto4534
Sepertinya keinginan untuk mengembalikan fungsi taman ini sebagai tempat nongkrong paling gaul se-Solo bakal sulit terealisasi. Sebabnya, Pemkot Solo kini sedang terlibat perselisihan dengan para kerabat keraton ahli waris taman ini. Taman ini jelas sangat jauh tersaingi oleh Taman Balekambang milik keraton Mangkunegaran yang sekarang sudah jadi salah satu objek wisata andalan di Solo. Well semoga keinginan Pak Jokowi merevitalisasi taman bersejarah ini menjadi kenyataan, supaya Solo ketambahan satu lagi objek wisata yang menarik.

WARNING! WARNING!
BACA DULU INI SEBELUM KE SRIWEDARI!
Walaupun nggak enak mengatakannya, tapi aku harus memperingatkan tentang “catatan hitam” taman ini kepada pembaca blog yang ingin mengunjunginya. Saranku jauhi kompleks taman ini di malam hari, soalnya sering banyak “lekong” berkeliaran menjajakan diri. Bahkan penulis pernah mengalami kejadian menggenaskan di sini (soalnya zaman dulu aku masih polos dan belum tau reputasi taman ini). Ceritanya aku janjian sama temenku yang sedang latihan tari di Sriwedari sore hari. Pas aku nungguin dia di joglo, eh tiba2 ada om2 dengan pedenya menghampiri dan nawar aku. OMG!!! Aku langsung shock (emang aku ada potongan2 lekong???). Langsung aja aku kabur dan temenku itu malah ngakak2 pas aku ceritain. Sejak saat itu aku trauma melewati taman itu malam2. Jadi buat backpackers, saat paling aman mengunjungi tempat ini adalah di siang hari dan kalo ada urusan di sana malam hari (nonton wayang orang misalnya), usahakan ada yang menemani.

No comments:

Post a Comment