Thursday, August 4, 2016

MARBLE’S MARVEL: 10 PATUNG MARMER PALING MENAKJUBKAN

 

ap_italy_david_restored_2895419

Postingan-postingan pada bulan ini memang gue dedikasikan buat seni. Setelah sempat membahas bangunan-bangunan berbahan marmer di dunia, kali ini masih tentang marmer, gue akan membahas tentang patung-patung legendaris yang dibuat dari bahan yang sama. Marmer, seperti pernah gue singgung, dari zaman antiquity hingga masa sekarang tetap menjadi pilihan utama para pematung. Selain relatif mudah dipahat, warna putihnya yang kemilau dianggap menyamai warna kulit manusia (patung-patung di sini berasal dari peradaban Barat dimana mayoritasnya berkulit putih). Berikut ini 10 patung marmer paling menakjubkan yang berhasil gue kompilasi.

1. David

michelangelo-david - Copy 

Mungkin inilah patung marmer paling terkenal di dunia. Patung yang dibuat oleh Michelangelo pada 1501-1504 ini berukuran raksasa, yakni mencapai 5 meter lebih. Awalnya dibuat untuk menghiasi puncak katedral Milan, namun karena bobotnya yang mencapai 6 ton, maka letaknya kemudian dipindah untuk menghiasi jalan masuk Palazzo della Signoria (sekarang Palazzo Vecchio), balai kota Florence. Karena beratnya, konon diperlukan waktu empat hari hanya untuk memindahkan patung ini dari bengkel kerja Michelangelo ke balai kota yang sejauh 800 meter. Setelah bercokol di sana selama lebih dari 350 tahun, patung tersebut akhirnya dipindahkan ke dalam Museum Galleria dell'Accademia pada 1873.

Michelangelo jelaslah seorang yang perfeksionis dilihat dari karyanya. Lihat saja detail anatomisnya, hingga urat-urat tangan di patung inipun diperhitungkan dan terlihat nyata.

david-hand-760x970

Patung ini, ditilik dari segi sejarahnya, memiliki keterkaitan mendalam dengan kota Florence. Sosok David yang dianggap sebagai pahlawan dalam taraf biblikal, digambarkan menghadap kota Roma dengan kesan menantang. Pada saat itu, Republik Florence yang dikuasai oleh Keluarga Medici kala itu memang bermusuhan dengan Roma yang dipimpin oleh Keluarga Borgia yang korup.

Patung David ini memang berbeda dengan penggambaran raja Israel itu dalam kitab suci. Para seniman umumnya lebih suka menggambarkan pertarungan David dengan Goliath, namun Michelangelo justru mencoba menangkap momen saat David tengah mengambil keputusan untuk menantang Goliath sebelum pertempuran berlangsung, sebuah peristiwa yang lebih bersifat kontemplatif dan psikologis.

Patung David karya Michelangelo tak ayal memang lebih terkenal ketimbang patung David lainnya. Tak banyak mungkin yang tahu, bahwa ada patung David lain yang juga impresif karya Bernini yang dipahat pada 1623-1624. Gue sih secara pribadi lebih menyukai patung ini ketimbang bikinan Michaelangelo.

c17c2d4cfc6fbecaa49ffcc75a612124   DAVID

2. Nike of Samothrace

Nike_of_Samothrake_Louvre_Ma2369_n4

Patung berjudul asli “Winged Victory of Samothrace” ini menggambarkan Dewi Nike, dewi kemenangan bangsa Yunani. Patung Nike ini dipahat pada abad ke-2 SM oleh Phytokritos dari Rhodes dengan bahan marmer Thasian dan Parian. Walaupun tak lagi utuh, namun tak sulit melihat keindahan dan keanggunan patung yang teramat dinamis ini. Patung ini kini bersemayam di Museum Louvre di Paris, Prancis sebagai salah satu koleksi kebanggaan mereka, walaupun ada keinginan dari rakyat Pulau Samothrace di Laut Aegea, Yunani agar patung ini dikembalikan ke tempat asalnya.

3. Laocoon and His Sons

LAOCOON

Patung yang berasal dari abad ke-2 ini dipahat oleh tiga pematung, Agesander, Athenodoros dan Polydorus dan pernah diabadikan oleh sejarawan Plyni the Elder yang mengagumi keindahannya. Namun karya seni tersebut hilang selama berabad-abad dan ditemukan terkubur di sebuah ladang anggur di Roma baru pada 1506. Mendengar penemuan patung legendaris itu, Paus Julius II yang berkuasa di Roma saat itu segera mengutus orang kepercayaannya, yakni seniman terkemuka Michelangelo untuk mengawasi ekskavasi patung tersebut dan membawanya ke istananya di Vatikan untuk ditampilkan di Taman Belvedere. Patung ini sempat dibawa ke Paris oleh Napoleon Bonaparte saat ia menaklukkan Italia pada 1799, namun pada akhirnya kembali ke Museum Vatikan pada 1816.

Patung setinggi 2 meter ini menggambarkan tragedi yang menimpa tokoh mitologis Yunani, Laocoon dan kedua anaknya. Laocoon dikisahkan sebagai pendeta yang mengetahui tentang tipu muslihat kuda Troya yang dilancarkan tentara Yunani. Namun sebelum sempat memperingatkan rakyat Troya, Dewa Poseidon keburu mengirim seekor ular naga untuk membunuh Laocoon agar tidak membocorkan rencana tersebut.

4. Abduction of Persephone

Bernini

Patung setinggi 2,25 meter yang kini bersemayam di Galleria Borghese, Roma ini lagi-lagi mengisahkan legenda dalam mitologi Yunani, dimana Persephone, seorang dewi cantik asal Olympus, diculik oleh Pluto, penguasa dunia kematian untuk dijadikan istrinya. Patung pualam bergaya Baroque ini dipahat oleh Bernini, seorang pematung berbakat pada 1621. Melihat detail yang luar biasa mengagumkan, seperti dapat dilihat pada lekukan kulit patung ini, sukar dipercaya bahwa sang pematung baru berusia 23 tahun saat memahat karya seni ini!

5. Samson

5817344d467c23c8c82d678d0f968f8c

Patung ini merupakan hasil karya Giambologna, seorang pematung dari abad ke-16. Patung yang berasal dari Italia ini sempat berpindah tangan ke Spanyol hingga akhirnya bersemayam di Victoria and Albert Museum di Inggris. Patung ini menceritakan kepahlawanan Samson, salah satu tokoh Alkitab yang amat termashyur.

6. Discobolus of Myron

6-myron-discobolus

Patung ini merupakan salah satu kaya seni Yunani paling terkenal. Patung aslinya dipercaya terbuat dari marmer dan menggambarkan seorang atlet pelempar cakram pada ajang Olimpiade kuno. Patung yang dibuat pada abad ke-5 SM ini pernah dibeli oleh Hitler pada 1937 dan tersimpan di Munich hingga akhirnya kembali ke lokasinya sekarang d Palazzo Massimo di Roma, Italia sejak 1948.

medium_8330173857

7. Kiss of Death

large

Salah satu patung terunik di list ini, patung marmer ini ditemukan di Pemakaman Poblenou di Barcelona, Spanyol, di atas makam seorang pengusaha tekstil bernama Josep Llaudet Soler. Hingga kini, masih ada perdebatan mengenai siapa pematungnya yang sebenarnya. Namun yang jelas, patung yang dibuat pada 1930 ini mengisahkan bahwa kematian dapat menimpa siapapun, tanpa mengenal umurnya.

8. Spartacus

spartacus-statue

Figur legendaris sekaligus heroik dari Romawi ini memang pantas mendapat patungnya sendiri. Spartacus merupakan patung karya Denis Ffoyatier, seniman asal Prancis pada 1830 dengan gaya neo-klasisme.

9. Undine Rising from Waters & Modesty

Undine Rising from the Waters, by Chauncey Bradley Ives ca. 1880–92. Chauncey Bradley Ives - Undine Rising from the Waters

Tak sulit melihat apa yang luar biasa dari kedua patung ini. Patung pahatan Chauncey Bradley Ives, pematung asal Amerika pada 1880 ini memang menunjukkan teknik yang teramat tinggi dan detail. Patung ini menceritakan tentang Undine, yakni sosok mitologis penghuni lautan Mediterania yang bangkit dari air.

8cd49cf2ff0a2710042ffe05965eeeda  b441a651e89ef430634813f8c2ead4ca

Sementara patung kedua bernama “Modesty” yang disebut juga “Veiled Truth” atau “Chastity” dibuat oleh pematung asal Venesia, Antonio Corradini pada 1750 atas perintah Raimondo de Sangro untuk mengenang Cecilia Gaetani, ibunya yang telah meninggal. Keistimewaan patung ini tentu cadar yang menutupi wajah sang patung dan ilusi seakan patung ini terbuat berlapis. Selain patung ini, beberapa pematung juga menerapkan teknik yang sama ini menampakkan efek “cadar” atau “veil” ini.

183331379ef482767310e842aa6028e2 Marble 3

10. Relief Parthenon

800px-Elgin_Marbles_east_pediment

Siapa tak mengenal Parthenon? Tak banyak memang yang tersisa dari kuil pualam yang mengagungkan dewi Athena tersebut. Tak banyak yang tahu, sebenarnya bukan bangunan berpilar inilah yang dianggap sakral bagi masyarakat Yunani kuno, melainkan patung Athena yang disimpan di dalamnya, yang harganya jauh melebih biaya pembuatan seluruh Acropolis. Tujuan awal dibangunnya Parthenon pada abad ke-5 SM, yakni untuk melindungi patung chryselephantine (terbuat dari emas murni dan gading) setinggi 13 meter berfigur Athena di dalamnya.

Namun bukan patung raksasa Athena ini yang ingin gue bahas (karena peninggalannya sama sekali tak meninggalkan jejak), melainkan bas relief yang menggambarkan berbagai peristiwa dalam mitologi Yunani, yakni Gigantomachy (perang antara para dewa Olympus melawan para Titan), Amazonomachy (perang antara tentara Athena melawan para prajurit wanita dari Amazon), serta Centauromachy (perang antara Lapiths dengan Centaur, mansuia setengah kuda), hingga legenda Troya.

Relief yang paling istimewa adalah relief pada bagian pediment (bagian depan atap) sebelah timur yang menggambarkan peristiwa kelahiran Dewi Athena yang dihadiri banyak dewa-dewi Olympus, mulai dari Zeus, Hera, Artemis, Aphrodite, Hestia, Poseidon, hingga Hercules. Sedangkan pediment bagian barat menggambarkan legenda pertandingan antara Athena melawan Poseidon, sang dewa laut agar nama mereka diabadikan menjadi ibu kota negeri Yunani tersebut. Alkisah, oseidon mencoba menunjukkan keperkasaannya untuk memukau rakyat dengan menusukkan trisulanya agar air memancar sedangkan Athena menumbuhkan pohon zaitun sebagai simbol perdamaian. Para rakyat kota tersebut lebih memilih Athena sehingga kota tersebut pun menyandang namanya. Semua karya seni di Parthenon merupakan hasil karya seniman bernama Pheidias.

Sayangnya, sebagian besar relief-relief tersebut telah hancur dan sisanya pun dicuri oleh birokrat asal Inggris bernama Earl of Egin pada 1801 untuk dibawa ke London. Tak heran, sisa-sisa pediment tersebut akhirnya bersemayam di British Museum. Kondisi relief tersebut di London juga tak bertambah baik ataupun terawat. Akibat polusi udara yang parah di London pada abad ke-19, relief tersebut mengalami kerusakan parah. Bahkan ilmuwan terkemuka, Michael Faraday, sampai dipanggil untuk memecahkan masalah tersebut.

Masyarakat Yunani terkenal sangat mencintai warisan historisnya tersebut. Bahkan dalam sejarah tercatat saat tentara Yunani berusaha memperoleh kemerdekaan mereka dari penjajahan Dinasti Ottoman, mereka dengan suka rela “menyumbangkan” peluru pada musuh mereka yang tengah bersembunyi di Acropolis agar tentara Ottoman tersebut tidak mencairkan timah pada pilar Parthenon untuk dijadikan peluru.

Pada 2014, UNESCO mendukung rakyat Yunani yang menginginkan agar harta mereka tersebut dikembalikan ke negeri mereka untuk direstorasi. Artis seperti Goerge Clooney dan Matt Damon, bahkan sebagian besar masyarakat Inggris pun mendukung pemulangan relief tersebut ke tanah airnya. Namun sayangnya permintaan tersebut ditolak mentah-mentah oleh pemerintah Inggris.

Tapi Yunani memang penuh dengan pematung-pematung handal. Bahkan torso patung Artemis ini masih tampak memukau dengan ketelitian supertinggi saat memahat lekukan kain busananya sehingga tampak realitis.

312px-Artemis_torso_Palatino_Inv12489

Itu dia patung-patung keren yang pastinya membuat kita mengapresiasi ketrampilan pembuatnya. Bagaimana menurut kalian?

1 comment:

  1. Salut sama para tangan tangan ajaib. Seperti tangan Author yang ngetik ni blog. Kereeeennn :D

    ReplyDelete