Showing posts with label HITCH-HIKE SERIES. Show all posts
Showing posts with label HITCH-HIKE SERIES. Show all posts

Sunday, November 2, 2014

HITCH-HIKE PART 4/4

 

Apa yang sedang ia bicarakan? Jelas2 kami menumpang RV itu di luar tokonya. Aku bahkan melihat si ayah membeli perban dan lain-lain di toko ini dan membayarnya kepadanya!

Aku mulai merasa cemas. Aku dan Kazuya kembali bertatapan.

“Permisi,” kata Kazuya, “Saya perlu pergi ke toilet.”

Akupun mengikutinya dan kami segera menutup pintu di belakang kami.

Saturday, October 25, 2014

HITCH-HIKE PART 3/4

 

Aku mulai panik, namun kemudian aku mendengar suaranya di belakangku.

“Kamu sudah bangun?”

Aku menoleh dengan lega, “Darimana kau?”

“Apa kau tak mendengarnya?” ia memegang sebuah batang kayu yang besar, seakan ia bersiap untuk menyerang seseorang.

“Apa yang kau ...”

“Ssssst!”

Aku terdiam dan memfokuskan telingaku. Ia benar, aku bisa mendengar sesuatu dari kejauhan, suara siulan. Mickey Mouse’s March. Suaranya sungguh jernih dan indah.

Namun yang kami rasakan saat mendengarnya hanyalah rasa takut.

Saturday, October 18, 2014

HITCH-HIKE PART 2/4

 

Mobil RV itu membuka dan seorang pria, kelihatan seperti berumur 60-an, beranjak keluar dan berjalan memasuki toko kelontong. Ia mengenakan topi dengan tepi lebar seperti topi koboi. Benar2 kelihatan aneh dan eksentrik.

Saturday, October 11, 2014

HITCH-HIKE PART 1/4

 

Hitch-hike adalah sebuah cerita yang kuadaptasi dari blog okaruto. Cerita seram ini mengisahkan sang narator yang berpergian dengan sahabatnya menggunakan metode hitch-hike, yakni menumpang pada setiap mobil yang mereka temui. Namun suatu malam, mereka menumpang sebuah mobil yang salah, membuat mereka mengalami berbagai peristiwa menakutkan dan tak bisa dijelaskan dengan akal sehat. Bagian endingnya, seperti biasa, telah aku ubah sehingga agak berbeda dengan yang ada di versi aslinya. Hanya ada 4 part dalam kisah ini. No curse or bad dream in this series what so ever. Selamat menikmati.

Kisah ini terjadi sekitar 7 tahun yang lalu. Aku baru saja diwisuda dan belum memiliki pekerjaan tetap. Kurasa aku tipe orang yang tidak begitu peduli dengan “tekanan” harus bekerja lah, harus menikah lah, jadi aku merasa santai dengan kondisiku saat itu.

“Pekerjaan yang lebih bagus nantinya akan muncul kok.” kataku pada diriku sendiri saat sedang bekerja paruh waktu, pekerjaan yang sudah kujalani sejak aku masih kuliah.

Peristiwa itu terjadi pada musim panas. Aku sedang berbincang dengan sahabatku, Kazuya (bukan nama aslinya) ketika entah mengapa topik “hitch-hiking” mengelilingi Jepang tiba-tiba muncul. Kau tahu, seperti backpacker, hanya kau melakukan perjalanan dengan menumpang mobil orang lain yang kebetulan lewat. Aku yang masih sangat muda saat itu langsung terobsesi dengan ide tersebut.