Pada saat asyik berselancar di dunia maya, gue iseng-iseng mengklik untuk melihat apa yang tengah trending di Youtube. Selain video-videonya Atta Halilintar (ew), gue melihat ada satu video yang menurut gue cukup menarik (dan naasnya, gue klik). Video itu berasal dari channel bernama “Troom Troom” dan thumbnailnya pun menampilkan bule-bule jadi gue pikir, “Ah ini bikinan luar negeri, pasti kualitasnya lebih bagus ketimbang yang alay-alay.”.
Video itu sama sekali nggak jelas jluntrungannya (pardon my Javanese). Ada beberapa life hacks di situ tapi isinya pun sama sekali nggak masuk akal. Padahal, video itu amat trending dan hanya dalam waktu singkat bisa menuai jutaan views. Lalu gue berpikir, video kayak begini kok ada yang nonton ya?
Begitu liat komennya gue langsung sadar, kebanyakan yang menontonnya adalah bocah-bocah di bawah umur (serius nih, padahal bulenya sexy-sexy lho).
Gue nggak terlalu banyak memikirkan tentang video nggak jelas itu dan lompat beberapa bulan kemudian, tepatnya bulan November lalu, gue nggak sengaja nemuin video berita asal CNN yang berisi tentang “lifehacks” palsu nan viral yang bertebaran di internet (terutama Youtube dan Instagram). Narasumber dari berita tersebut adalah Ann Reardon, seorang food scientist asal Australia.
Channel Ann ini kemudian memberikan gue pencerahan yang bisa dibilang amat membuka mata gue tentang konspirasi di Youtube.



