Monday, April 20, 2020

BUS TO MAGELANG - CHAPTER 2



Titik mengulurkan sebungkus arem-arem kepada kakaknya, Yuli. “Kau mau?”

Huh, tidak usah.” Ia mencibir, “Pasti itu kau beli di terminal tadi. Jajanan tidak sehat, palingan juga tidak enak. Aku lebih suka makan di rumah saja.” ujarnya sambil mengunyah sirih.

Titik tersenyum sembari mengupas bungkus daun pisang arem-arem itu memakannya. Sudah biasa ia menghadapi keketusan kakaknya. Bahkan mungkin hanya ia sajalah yang tahan terhadap kelakuan kakaknya. Karena sikapnya itulah barangkali, hingga kini Yuli masih saja belum menikah, padahal usinya sudah lanjut. Titik sendiri seorang janda dan memutuskan merawat kakaknya setelah kematian suaminya dan anak-anak akibat erupsi Merapi beberapa tahun lalu. Kini ia tinggal di rumah kakaknya di Magelang.

Titik menoleh mendengar suara ribut-ribut di belakang.

Apa ya yang anak-anak itu ributkan?” Titik menoleh.


Huh, dasar kelakuan anak-anak zaman sekarang!” Yuli menggumam dengan kesal karena keributan anak-anak itu membuatnya susah tidur. “Tak tahu sopan santun.”

***

Mama!” tunjuk Naura, gadis cilik yang kini dipangku ibunya, “Lihat ada kebakaran.”

Hervina segera menoleh dan menyaksikan rumah yang mereka lewati dilalap api. Kobaran bara yang merah dengan kepulan asap hitam pekat membumbung ke angkasa terlihat dari jendela. Vina segera memeluk anaknya.

Tenanglah, Nau.” Vina berusaha menenangkan anaknya, “Sejam lagi kita akan sampai ke rumah.”

***

Apa tidak sebaiknya kita berhenti?” tanya Syefira dengan cemas. “Sepertinya dia terluka.”

Mana? Mana?” sang kernet juga dengan penasaran melongok ke jendela belakang.

Mereka semua terpekik ketika tiba-tiba seseorang tiba-tiba menerkam tubuh pria itu hingga jatuh ke tanah.

Astaga! Apa yang terjadi?” jerit Tara.

Kami melihat, seiring bus menjauh. Beberapa orang lain juga ikut menerkamnya, seolah mereka begitu marah.

Lihat kebakaran di samping itu,” tunjuk Foo, “Mungkin pria itu yang bertanggung jawab dan membuat marah penduduk.”

Ah, kasihan sekali.” ujar Tara, “Apa tak sebaiknya kita berhenti dan menolongnya?”

Tak usah, kita kan harus mengejar waktu. Bukankah kita mau melihat sunset di Borobudur?” Bima tampak tak setuju dengan usul itu.

Rima menoleh ke arah pria yang duduk paling belakang. Anehnya, ia sama sekali tak terlihat terganggu dengan kejadian tadi. Ia hanya duduk diam memangku ransel coklatnya yang cukup besar.

Tiba-tiba sang sopir mengerem busnya dengan mendadak. Mereka hampir saja terjatuh ke arah depan jika saja tak segera berpegangan pada bangku mereka.

Apa-apaan sih?” nenek di depan mereka langsung berdiri dan marah-marah.

Penumpang lain, yakni ibu dan anaknya serta nenek yang duduk bersamanya juga tampak kebingungan.

Raga!” panggil sang sopir, “Cepat periksa ke depan! Ada orang di tengah jalan?”

Tengah jalan?” sang kernet segera maju memenuhi perintah sang sopir.

Mereka maju mengikuti kernet itu. Benar juga, di jendela depan sopir terlihat tubuh seorang wanita tergeletak di tengah jalan.

A ... apa dia masih hidup?” ujar Rima cemas.

Aku seorang perawat,” wanita yang tadi memangku anaknya berdiri, “Aku bisa menolongnya.”

Tidak, jangan!” cegah Foo, “Ini sangat .... aneh.”

Aneh?” Rima menatapnya, “Aneh bagaimana?”

Ini jalan utama kan? Bagaimana mungkin ada wanita tergeletak di jalan seperti ini dan tak ada seorangpun yang menolongnya.”

Kau benar.” Rima menatap kembali ke depan, “Aku pernah mendengar modus operandi perampok yang pura-pura terluka di jalan atau mengalami kecelakaan, lalu ketika pengendara mobil turun untuk menolongnya, anggota gerombolannya akan muncul untuk merampok.”

Ta ... tapi ia kelihatan benar-benar terluka ...” bisik Vina dengan ngeri.

Raga turun dan mengecek kondisi wanita itu. Ia berlumuran darah. Raga lalu memegang bahu wanita itu untuk membalik tubuhnya, namun tiba-tiba ...

AAAAAAAAARGH!!!” wanita itu tiba-tiba bangkit dan langsung menggigit leher Raga.

Tidak, ia tidak hanya menggigitnya.

Ia mengunyahnya.

Seakan berniat memakannya.

Dan di sekitarnya, makhluk-makhluk serupa mulai bermunculan.

I ... itu zombie!!!” teriak Bima.


BERSAMBUNG


5 comments:

  1. Bang update lagi hal-hal lucu dong. Kaya pas dulu tuh judul lagu teraneh kalau gasalah postingannya, kocak bgt.

    ReplyDelete
  2. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  3. Chapter 1 nya di mana ya? Kok nggak ada?

    ReplyDelete