Friday, April 24, 2020

TUJUH KESAMAAN MENAKUTKAN FILM “CONTAGION” DENGAN WABAH CORONAVIRUS



Bencana Coronavirus memang bikin banyak orang mager, apalagi yang terpaksa tinggal di rumah sambil WFH-an. Banyak yang memanfaatkan waktu karantina ini dengan streaming film online (ini sebabnya Netflix menjadi satu-satunya perusahaan yang sahamnya naik di tengah krisis Corona yang bikin banyak usaha bangkrut). Uniknya, salah satu film yang jadi high demand di kala wabah ini justru sebuah film yang dibesut hampir 10 tahun lalu, yakni “Contagion”. Tak hanya karena dibintangi artis-artis tenar dengan akting mumpuni seperti Matt Damon, Kate Winslet, Judd Law, dan Gwyneth Paltrow, namun film ini juga mengangkat tema yang kita alami saat ini, yakni sebuah wabah virus yang mencabik-cabik dunia.

Banyak yang mengatakan, bahwa film ini memiliki kemiripan yang amat menakutkan dengan situasi yang tengah kita alami kala ini, padahal dibuat hampir 1 dekade lalu. Bagaimana film ini bisa meramal dengan tepat apa yang kita alami saat ini dan apa saja persamaan film ini dengan wabah virus Corona yang tengah kita alami? Gue akan bahas tuntas di artikel ini.

SPOILER ALERT: ARTIKEL INI AKAN MEMBAHAS FULL SPOILER TENTANG FILM INI!!!


1. ASAL MUASAL SANG VIRUS


Inilah mungkin salah satu kesamaan yang paling membuat merinding di film ini, bahkan membuat beberapa orang menjuluki film ini “profetik” alias bisa meramalkan masa depan. Dalam ending film ini (gue udah spoiler alert di atas lho ya) sekaligus menjadi twist cerdas dalam film ini, diceritakan Day 1 atau asal mula infeksi ini terjadi. Dikisahkan Patient Zero dalam film ini, Gwyneth Paltrow bersalaman dengan seorang chef. Sebelumnya, sang chef sedang mempersiapkan seekor babi untuk dimasak dan tidak mencuci tangannya dulu sebelum bersalaman. Sang babi itu sebelum disembelih memakan sebuah pisang yang dijatuhkan oleh seekor ...

Kelelawar.

Yap, virus dalam film ini (dinamakan Mev-1) dikisahkan berasal dari seekor kelelawar, sama seperti pendapat para ahli tentang asal muasal virus Corona yang kini melanda dunia. Namun jauh lebih dalam dari itu, virus di film ini diceritakan sebagai produk dari pengrusakan hutan. Diceritakan sebuah buldoser meratakan hutan sehingga mengusir kelelawar yang bertempat tinggal di pohon. Akibatnya iapun terbang ke dekat pemukiman dan menebar virus tersebut.

Namun bagaimana bisa para penulis film ini bisa meramalkan begitu tepat bahwa suatu saat nanti sebuah virus berbahaya bisa muncul dari seekor kelelawar? Film ini konon terinspirasi oleh virus Nipah yang merebak di Malaysia sejak tahun 1999. Kala itu, virus Nipah memang berasal dari air liur kelelawar yang kemudian bisa menjangkiti babi. Kelelawar sendiri memang dikenal sebagai carrier berbagai macam virus berbahaya. Dikatakan carrier sebab virus tersebut tidak membahayakan sang kelelawar sendiri, namun bisa membunuh manusia apabila tertular.

2. ISTILAH “SOCIAL DISTANCING”

Tak hanya terinspirasi oleh virus yang benar-benar ada, film ini juga amat akurat karena menggunakan jasa para ilmuwan dan dokter asli sebagai referensinya. Tak heran, berbagai jargon-jargon yang kita dengar pada saat Corona mewabah ternyata sudah diperkenalkan 10 tahun lalu melalui film ini. Salah satu adalah “social distancing” yang diucapkan tokoh Dr. Ellis Cheever yang diperankan aktor Laurence Fishburne. Jargon ini (bisa kalian lihat di klip ini mulai dari menit ke 2.04) diucapkan olehnya beserta saran-saran lainnya yang sudah kerap kita dengar di televisi saat ini, yakni “tidak bersalaman”, “tetap di rumah”, dan “rajin cuci tangan”. Tak asing kan guys?


Yang lebih creepy lagi, sosok sang pewawancara di film ini adalah Dr. Sanjay Gupta, seorang koresponden CNN. Kelak, 10 tahun setelah pembuatan film ini, ia juga akan memberitakan tentang wabah virus, mirip dengan film ini, yakni Coronavirus. Sehingga bisa dibilang perannya di film ini berubah menjadi nyata.

3. DOKTER YANG MENGORBANKAN DIRINYA


Salah satu bintang film ini, yakni Kate Winslet memerankan Dr Erin Mears yang berjuang menangani virus ini namun pada akhirnya terinfeksi oleh penyakit ini dan meninggal. Tokoh yang dimainkan oleh pemeran Titanic ini jelas menggambarkan garda terdepan dalam perang melawan virus, yakni para dokter dan perawat, yang naasnya, seringkali justru menjadi korban keganasan virus ini sendiri. Seperti sudah diramalkan, kejadian serupa pun terjadi jika kita menilik betapa banyaknya petugas medis yang tak hanya terjangkit, namun juga meninggal, karena merawat pasien Covid-19.


4. KEKACAUAN PANIC BUYING

Di film
Kenyataan

Dalam salah satu adegan film ini juga, digambarkan kekacauan sosial yang disebabkan oleh wabah ini yang menyebabkan para pembeli menyerbu, bahkan merampok, sebuah department store. Bisa kita lihat dalam adegan tersebut, rak-rak nampak kosong karena adanya panic buying, yang juga terjadi di kehidupan nyata akibat wabah Covid-19. Bahkan ada komentar di YouTube yang menceletuk bahwa kondisi di film ini kurang realistis sebab masih ada kotak-kotak sereal tersisa di rak, sementara di kehidupan nyata, semua kotak sereal tersapu habis tak meninggalkan sisa sedikitpun akibat panic buying. Lah, malah lebih parah kehidupan nyata dong ketimbang film-nya? Namun beruntung, pencurian serta kerusuhan yang terlihat di film ini tidak terjadi di kehidupan nyata.

Atau belum?


5. DIALOG YANG MUNGKIN BISA KITA DENGAR DIUCAPKAN SEKARANG OLEH ORANG-ORANG DI SEKITAR KITA

Dalam film ini terdapat dialog antara seorang pria bernama Dave dengan Dr. Erin Mears sebagai berikut:

Dave: "My wife makes me take off my clothes in the garage. Then she leaves out a bucket of warm water and some soap. And then she douses everything in hand sanitizer after I leave. I mean, she's overreacting, right?"

Dimana intinya, istri sang karakter ini, Dave, meminta suaminya mengganti pakaiannya begitu ia pulang ke rumah dan langsung mencucinya, juga menggunakan hand sanitizer. Terdengar tak asing?


6. “CONSPIRACY THEORY” YANG MEMPERKERUH SUASANA


Tak hanya kondisi-kondisi medis berhasil diramalkan oleh film ini, namun juga perilaku masyarakat dan situasi sosial di tengah wabah juga ternyata cocok dengan kehidupan sesungguhnya. Di film ini, sosok Jude Law memerankan tokoh antagonis bernama Alan Krumwiede, seorang blogger yang begitu percaya pada teori konspirasi. Ia juga mengambil keuntungan dari wabah ini dengan menyatakan bahwa sebuah obat herbal bernama Forsythe bisa menyembuhkan serangan virus Mev-1 yang merajalela di film ini. Padahal klaim tersebut tidak memiliki bukti medis.

Well, pada zaman film ini dibuat (10 tahun lalu) mungkin belum ada istilah influencer ya, namun sekarang ada banyak influencer (atau selebriti internet lainnya) yang menyebarkan info yang tidak benar tentang Covid-19 kepada para pengikutnya. Ambil contoh aja, ada tik-tokers asal Indonesia yang memasukkan Dettol ke dalam diffuser. Tak hanya itu, di Amerika Serikat sendiri para penganut teori konspirasi berpendapat bahwa wabah pandemi Corona hanyalah hoax yang disebarkan pemerintah untuk merebut kebebasan mereka. Duh.


7. KUBURAN MASSAL

Di film
Kenyataan

Mungkin inilah salah satu fakta menakutkan yang dengan tepat diramalkan oleh film ini, yakni karena banyaknya korban jiwa, dibuatlah kuburan massal untuk menampung para mayat yang tak bisa lagi dikubur dengan normal. Hal yang sama terjadi di New York dimana sebuah kuburan massal dipersiapkan untuk para korban keganasan virus Corona ini. Tak hanya itu, “ritual” pemakamannya pun cukup mirip. Di film, jenazah para korban virus dibungkus dalam plastik sebelum dikubur, sementara di kehidupan nyata, tak hanya dibungkus plastik, jenazah juga diletakkan di dalam peti sebagai langkah pengamanan tambahan.

Bisa dibilang satu-satunya hal yang tak akurat di film ini adalah betapa cepatnya pemerintah menangani krisis wabah Mev-1 di film tersebut, bahkan langsung menurunkan ilmuwan-ilmuwan topnya. Vaksin-pun bisa dengan cepat dibuat. Situasi di dunia nyata justru sebaliknya, dimana reaksi pemerintah (di dalam dan di luar negeri) amatlah lambat.

Well guys, sebagai penutup, nggak semua kok detail dalam film “Contagion” ini sama dengan kehidupan nyata, dan itu malah hal yang bagus. Dalam film ini, virus Mev-1 membunuh 26 juta warga dunia sedangkan jumlah fatalitas virus Corona dalam kehidupan nyata (semoga saja) takkan setinggi itu. 

4 comments:

  1. Mungkin karena pembuat film berasumsi POTUS adalah Obama sehingga dia ngga bakal main2 dalam menangani virus, bukan.. you-know-lah yang serba blunder dalam menghadapi corona (bahkan nyuruh suntik disinfektan ke orang2 sehat biar aman dari corona).

    Tambahan nih bang, satu lagi ketidakakuratan dalam film contagion adalah ngga adanya adegan orang2 berantem di supermarket memperebutkan tisu toilet

    ReplyDelete
  2. Bagian terbaiknya malah g sama :((

    ReplyDelete
  3. jangan lupa endingnya, dimana pemerintah nyembunyiin vaksin asli, karena emang langka dan susah dibuat. jadi cuma di sebar di kalangan elit. ga kebayang kalo itu beneran ada di dunia nyata

    ReplyDelete
    Replies
    1. Satu tahun kemudian, lagi banyak vaksinasi sekarang

      Tapi kemungkinannya juga bukan nol sih.

      -BN

      Delete