Friday, April 24, 2020

THE RISE OF THE CONSPIRACY THEORY: MENGANALISIS KEBENARAN “CRISIS ACTOR”



Siapa yang demen ama “Conspiracy Theory” hayoo? Gue sendiri tertarik dengan Teori Konspirasi. Namun ada perbedaan besar antara mereka yang suka dengan Teori Konspirasi.dengan mereka yang percaya Teori Konspirasi. Kalo bahas teori-teori konspirasi, mungkin sambil liat video YouTube dan disambi makan kripik pas waktu senggang sih nggak ada masalah. Namun jika kita percaya fanatik, sampai membutakan nalar kita, bahkan yang lebih parah, justru teori konspirasinya dibahas pas masa-masa tegang seperti karantina Covid-19 ini, jatuhnya malah menimbulkan kepanikan. Jadi tetep guys, kita harus tahu waktu dan tahu batasan dalam membahas teori konspirasi. Kita patut mengerti bahwa teori konspirasi, walaupun nggak bisa kita sangkal memang sangat menarik, namun sebenarnya bisa dengan mudah ditangkal dengan logika.

Salah satu teori konspirasi yang ingin gue bahas kali ini (nggak berhubungan langsung sih sama wabah Corona saat ini, tapi ya ada sangkut pautnya dikit lah) adalah “crisis actor”. 


Apa itu “crisis actor” ini? Nah mungkin kalian masih ingat pas pramuka di sekolah kita pernah ada pelatihan P3K yang melibatkan orang-orang yang bener-bener ahli, semisal dokter atau anggota SAR. Nah, seringkali akan ada simulasi dimana ada yang pura-pura terluka (semisal pingsan atau patah kaki) sehingga kitapun bisa praktek langsung cara menolongnya. Nah, orang yang pura-pura terluka inilah yang sejatinya disebut sebagai “crisis actor”.

Tapi dalam teori konspirasi, istilah yang awalnya “innocent” ini bergeser makna menjadi lebih “sinister” atau jahat. Teori konspirasi tentang “crisis actor” ini berkembang di kalangan ekstrimis “right wing” atau sayap kanan di Amerika. Perlu kalian tahu, “sayap kanan” adalah istilah bagi golongan yang mendamba kebebasan mutlak di Amerika dan amat anti sama komunisme dan sosialisme. Sekilas kedengarannya justru baik ya guys, tapi jangan salah, kaum ini juga dikenal amat “paranoid” dan beranggapan bahwa pemerintah (atau mungkin sebuah korporasi elite semacam “Freemason” atau “Illuminati”) ingin merebut kebebasan mereka dengan berbagai cara, salah satunya dengan cara menebar berita palsu, bekerja sama dengan media massa.

Karena kaum “right wing” dikenal sangat memegang teguh hak mereka untuk memegang senjata api, kaum ini menganggap berita penembakan massal merupakan aksi palsu yang ditebar oleh pemerintah untuk mengekang kebebasan mereka memiliki senjata. Salah satu “bukti” yang diungkapkan mereka untuk mendukung klaim tersebut adalah “crisis actor”. Supaya lebih jelas, silakan perhatikan meme berikut ini (dah kayak kuliah aja).


Dalam meme tersebut, kaum “sayap kanan” menunjukkan kecurigaan bahwa berita tentang kasus penembakan massal di Sandy Hook (di sebuah SD), Aurora (di sebuah bioskop saat penayangan film Batman) dan di Boston (saat lomba maraton) merupakan rekayasa pemerintah saja, bekerja sama dengan news channel. “Bukti”-nya (dirangkum dalam meme di atas), ketiganya menggunakan foto seorang crisis actor (atau kali ini “actress”) yang sama. Sangat mustahil sepertinya (at least untuk mereka) bahwa seorang gadis yang sama menjadi korban tiga kasus penembakan berbeda yang berada di negara-negara bagian yang berbeda, kecuali jika foto tersebut adalah rekayasa dan ia adalah aktris bayaran.


Gadis yang sama ini kemudian dikaitkan dengan dua kasus penembakan lain di Oregon, bahkan Paris. Gadis ini diklaim sebagai aktris yang disewa dari sebuah agency bernama “Visionbox”.


Tak hanya gadis ini, seorang pemuda bernama David Hogg juga dicecar oleh kaum pendukung teori konspirasi sebagai “crisis actor” ketika beredar fotonya diwawancara di dua kasus penembakan yang berbeda, yakni di California dan Florida. Perlu diingat, California terletak di ujung barat Amerika sedangkan Florida berada di ujung timur Amerika, sehingga bisa dibilang amat “mustahil” saksi yang sama muncul di dua lokasi yang amat berjauhan itu.


Meme lain juga mengemuka. Wanita ini diliput berita sebagai korban penembakan massal di Las Vegas (yang tercatat sebagai kasus penembakan massal terparah dengan korban jiwa terbanyak dalam sejarah Amerika). Namun meme ini juga mengungkap bahwa wanita yang sama pernah diwawancarai sebagai korban di kasus penembakan massal di California dan Orlando. Apakah ibu-ibu juga seorang “crisis actor” layaknya David Hogg?

Benarkah insiden-insiden penembakan itu sesungguhnya palsu dan hanya akal-akalan pemerintah Amerika Serikat saja supaya mendapat hak untuk “mematai-matai” dan mengekang warganya?

Jika kalian benar-benar percaya teori konspirasi di atas, maka siap-siap saja terkena zonk! Sebab semua foto di atas bisa dijelaskan dengan mudah.


Gadis-gadis di meme pertama semua berbeda, walaupun memiliki kemiripan. Gadis yang menangis di Sandy Hook adalah Carlee Soto, yang kala itu mendengar bahwa saudarinya, Victoria, yang bekerja menjadi guru, menjadi salah satu korban penembakan. Gadis di Boston adalah Amanda Medek yang saudarinya, Mykaila, menjadi korban di penembakan Aurora. Yup, bahkan merekapun salah melabeli lokasinya. Gadis yang dilabeli “Boston” itu sesungguhnya berada di Aurora. Sedangkan gadis yang dilabeli “Aurora” adalah Emma McDonald yang kala itu tengah menghadiri upacara peringatan penembakan di Boston. Terakhir, gadis yang disebut-sebut di Oregon sesungguhnya adalah Jessica Vasquez yang memang berada di Oregon di kala itu, memeluk tantenya yang kehilangan putrinya dalam tragedi penembakan tersebut.

Lalu jika keempatnya adalah empat gadis yang berbeda, mengapa mereka sangat mirip? Well, itu jelas merupakan ilusi optik. Kala itu mereka tengah berduka sehingga mimik wajah mereka sama. Kemudian gaya rambut mereka juga harus kita akui, merupakan gaya rambut yang amat umum bagi gadis-gadis seumuran mereka, sehingga tak heran jika kita sekilas melihat mereka sebagai orang yang sama.



Lalu bagaimana dengan David Hogg? Namanya jelas-jelas tertera di program berita sehingga bisa dipastikan, keduanya adalah pria yang sama. Akan tetapi di sinilah letak kelihaian para ahli teori konspirasi. Di meme tersebut, mereka membuat seolah berita pertama adalah berita penembakan, namun bukan. Kala itu David (yang memang rumahnya di California) sedang diwawancarai karena menyaksikan sebuah kasus perkelahian. Sedangkan di Florida, David memang benar menjadi saksi sebuah kasus penembakan massa. David sendiri memang bersekolah di Florida, walaupun kediaman orang tuanya berada di California,

Bahkan jikapun meme itu benar dan David menjadi saksi dua kasus penembakan yang berbeda, itupun juga sebenarnya bukanlah hal yang aneh. Mungkin kalian penah ingat salah satu postingan gue tentang “Final Destination in Real Life” dimana ada seorang pemuda yang lolos dari penembakan di Las Vegas, namun kemudian tewas di sebuah kasus penembakan massal di California. Ngenesnya, karena begitu seringnya kasus penembakan massal terjadi di Amerika (berkat hukum kepemilikan senjata api mereka yang begitu bebas), sudah bukan kebetulan yang aneh lagi jika satu orang bisa menjadi korban dalam dua kasus penembakan massal yang berbeda.


Bagaimana dengan meme yang keempat? Seperti dugaan kalian, sang ibu-ibu ini adalah tiga wanita berbeda yang hanya sekilas mirip. Wanita pertama adalah Jan Lambourne yang menjadi korban penembakan di Las Vegas, wanita kedua adalah Susan Orfanos yang anaknya terbunuh dalam sebuah kasus penembakan di California, dan wanita ketiga yang berbaju pink adalah Christine Leinone, yang sama seperti Susan, anaknya menjadi korban penembakan di Orlando, Florida.

Mungkin kalian masih ngeyel, kalo orangnya beda kok mirip amat? Pasti mereka sama! Well coba saja lihat gambar di bawah ini. Dua pria ini memiliki wajah serupa, padahal mereka sama sekali tak memiliki hubungan keluarga.


Akibat teori konspirasi yang beredar luas, nggak hanya membodohi masyarakat, namun juga menimbulkan trauma mendalam bagi para korban yang kini tak hanya berduka, namun juga wajahnya disalahgunakan menjadi meme. Bahkan akibat meme tersebut, David Hogg kerap mendapat ancaman pembunuhan dari orang-orang yang percaya akan teori konspirasi tersebut. Menggenaskan bukan? Mengedit foto dan menambah caption memang mudah, namun perlu kita sadari, bahwa membuat meme semacam itu bisa berdampak amat merugikan bagi orang yang fotonya kita comot.

Namun ini bukan kali terakhir para simpatisan “sayap kanan” menebar ulah. Di tengah wabah Covid-19 yang tengah merebak ini, mereka kembali turun ke jalan menolak “lockdown” dan “social distancing” karena mereka percaya Coronavirus hanyalah hoax yang disebarluaskan oleh pemerintah untuk membatasi kebebasan mereka. Dih!



Sebagai penutup, gue tahu situasi seperti ini bagi kita mungkin berat (tapi bukan gue sih, soalnya gue introvert dan lockdown kayak gini bak surga buat gue hehehe) dan ada banyak berita simpang siur di luar sana. Namun kita sebaiknya tetap berpikir sehat dan rajin menyaring semua informasi yang masuk. Jangan mudah termakan hoax, tak peduli seberapa meyakinnya hoax tersebut. Selalu cross check kebenaran tiap berita yang kita terima dan jangan asal forward sembarangan, karena selain membuat resah orang lain, dengan melakukannya berarti kita juga membantu si pembuat hoax.

Gue post ini hanya sebagai contoh untuk tak begitu kemakan teori konspirasi yang emang tak gue pungkiri, begitu gurih dan sedap untuk dinikmati. Dalam salah satu vlognya, bang Deddy Corbuzier juga sempat membahas teori konspirasi tentang Coronavirus dan menurut gue, hal itu sangat tidak patut dilakukan di tengah bangsa kita yang tengah mengalami bencana seperti ini (yang nggak hanya berdampak pada kesehatan, namun juga pada kondisi sosial ekonomi negara kita), apalagi narasumbernya malah YoungLex. Dih, yang kompeten dikit napa. Gue takutnya lama-lama dia ngundang Cimoy Montok buat tiktokan kali ya. Gue rasa satu-satunya hal bertanggung jawab yang bisa kita lakukan sekarang bukannya menebar teori konspirasi yang belum terbukti kebenarannya, namun menebar info-info yang berguna dan bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. Gimana, setuju nggak?

SUMBER ARTIKEL: WIKIPEDIA, SNOPES, FACT CHECK

10 comments:

  1. Hampir termakan hoax 😭 btw Cimoy montok itu siapa bang?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bantu jawab, anak tiktok, pacarnya Bowo tiktok


      Hehe idola bangdep dia,

      Delete
  2. They're not just wrong, they stupid

    ReplyDelete
  3. Waduh, sering nonton Cimoy Montok ya?

    ReplyDelete
  4. Jarang ada Sayap Kanan yg serius dengan pergerakan politik mereka.
    Kebanyakan cuma bersikap reaktif secara alay gara2 hal-hal yg dianggap mengganggu kenyamanan hidup mereka.
    Mulai dari hal besar seperti yg diceritakan Admin, sampai hal sepele seperti hanya gara2 temenya lebih suka MILF (cewe diatas 35an tapi masih HOT) daripada LOLLI (cewe yg kyk anak2).

    ReplyDelete
  5. JRX juga sok-sokan posting tentang teori konspirasi. Yah dia yang termasuk gak percaya tentang moon landing juga sih jadi gak aneh juga

    ReplyDelete
  6. Kagak kaum kanan, kagak kaum kiri
    Semuanya doyan sama konspirasi

    ReplyDelete
  7. Since when social distancing equals with communism.... smh

    ReplyDelete
  8. Nabi bernah menyampaikan bahwa orang yg menyebarkan apapun yg ia dengar (informasi yg ia dapatkan) tdk pantas dijadikan panutan (jgn dipercaya)

    ReplyDelete