Thursday, May 7, 2020

PERCAYAKAH KALIAN PADA ALIEN? PART 1 – MENELAAH PARADOKS FERMI, TEORI “DARK FOREST”, HINGGA MISTERI 'OUMUAMUA



Pada akhir April lalu, pihak militer Amerika Serikat yang biasanya secretive tiba-tiba mengungkapkan hal mengejutkan. Selama beberapa tahun, bocoran rekaman perjumpaan pilot pesawat militer AS dengan UFO tersebar di dunia maya, bahkan berhasil bercokol di Youtube. Tiba-tiba saja, akhir April 2020, militer AS yang bercokol di Pentagon mengakui bahwa perjumpaan di video itu memang nyata dan benar adanya.

Dengan kata lain, mereka mengakui keberadaan UFO dan alien.

Ini menambah kejutan demi kejutan yang kita alami di tahun 2020 ini. Namun bagaimana dengan pendapat kalian sendiri? Apa kalian benar-benar percaya dengan alien?

Planet kita memang unik. Bumi, planet biru milik kita ini diberkahi dengan kehidupan, sedangkan planet-planet lainnya entah didera oleh musim dingin yang mengigil seperti Mars, Neptunus, atau Pluto; atau malah terbakar oleh panasnya matahari, seperti Venus dan Merkurius. Namun apakah planet kita benar-benar unik? Apakah mungkin ada planet lain dengan kehidupan lain di luar sana? Mengingat betapa luasnya alam semesta, jawabannya mungkin “iya”.

Akan tetapi, itu membawa kita ke pertanyaan lain, jika memang ada kehidupan lain, dimanakah mereka kini? Mengapa kita belum melihat keberadaan mereka hingga saat ini?

Jawabannya mungkin akan membuat kita ketakutan.


DRAKE EQUATION

Bukan Drake yang ini yah

Untuk mengawali artikel ini, gue akan membahas terlebih dahulu tentang “Drake Equation” atau “Persamaan Drake”. Mungkin kalian sudah tak asing lagi dengan persamaan matematika yang biasa kalian pelajari saat SMA. Namun tahukah kalian ada rumus matematika yang bisa digunakan untuk menghitung jumlah kehidupan alien di luar sana? Persamaan tersebut pertama kali dicetuskan oleh matematikawan bernama Frank Drake pada 1961 untuk menghitung probabilitas jumlah peradaban alien di luar sana. Rumus yang digunakan Drake kala itu adalah ini:


Gue nggak akan membahas lebih lanjut tentang rumus tersebut, namun yang mengejutkan, dari hasil perhitungan Drake, diperoleh hasil minimal 1000 dan maksimal 100 juta peradaban alien di galaksi Bima Sakti saja. Dan itu baru satu galaksi saja. Diperkirakan ada 100 milyar galaksi di alam semesta, jadi tinggal kalian kalikan saja.

Ini membawa kita ke istilah berikutnya yang ingin gue perkenalkan pada kalian, yakni “Paradoks Fermi”.

FERMI PARADOX

Percayakah kalian di alam semesta seluas ini kita hanya sendirian? Ataukah ada planet lain yang memiliki kehidupan di luar sana?


Kala bekerja di laboratorium nuklir Los Alamos di Amerika Serikat, Enrico Fermi yang seorang fisikawan kawakan bertanya kepada kawan-kawannya sesama ilmuwan dalam sebuah perbincangan kasual dan santai di tengah musim panas. Jika ada begitu banyak kehidupan alien di luar sana, dimanakah mereka berada saat ini? Mengapa mereka belum mengunjungi kita atau paling tidak mengirimkan “probe”? Gue akan menjelaskan apa itu “probe”, tapi terlebih dahulu gue akan membuat pengandaian untuk lebih memahami Paradoks Fermi ini.

Kita sekarang berada di Indonesia dan anggap saja seumur hidup kalian belum pernah pergi ke luar negeri. Tapi kalian pasti tahu bahwa negara bernama Korea Selatan benar-benar ada. Lho kok kalian bisa tahu? Kan kalian belum pernah ke sana? Mungkin kalian menjawab kan kalian pernah melihat drakor (drama Korea) atau melihat artis Korea di televisi, atau mungkin kalian malah pernah bertemu dengan orang Korea asli yang pernah berkunjung ke sini. Hal-hal tersebut membuktikan bahwa Korea benar-benar ada walaupun kalian tak pernah kesana dan melihatnya langsung.

Ini sama halnya dengan kehidupan alien. Anggap saja penayangan drakor dan musik K-Pop yang membuat kita yakin bahwa Korea benar-benar ada itu adalah semacam gelombang radio sebagai sejenis cara komunikasi dari alien. Mengapa hingga sekarang kita belum menerima transmisi dari mereka yang membuktikan mereka ada? Atau yang lebih ekstrim lagi, mengapa mereka belum mengunjungi kita? Bukan hanya lewat “UFO” di sebuah foto atau video yang buram, namun benar-benar kunjungan berupa delegasi mereka untuk berkomunikasi dengan kita?

Mungkin kalian beranggapan: lah Bang, mungkin aja teknologi mereka nggak maju yekan? Manusia saja termasuk makhluk dengan teknologi yang kurang canggih lho. Bayangkan, dengan teknologi termodern kita sekarang saja, butuh waktu 9 tahun bagi pesawat NASA bernama “New Horizon” untuk mencapai Pluto.

Gue akan membuat pengandaian lain untuk menyanggah ini. Bayangkan ruang kelas sekolah kalian. Pastilah di sana ada berbagai macam anak dengan kemampuan berbeda. Ada yang mungkin tak bisa menyerap pelajaran dengan baik, ada yang kemampuannya pas-pasan saja, dan pasti ada yang terpintar di kelas yang selalu mendapat ranking satu. Ini bisa juga kita terapkan pada alien. Jika persamaan Drake benar dan ada 100 juta kehidupan alien di galaksi kita saja, masakan nggak ada satupun yang berteknologi canggih sih?

Mungkin kalian menjawab lagi, lah mungkin karena jaraknya jauh Bang. Yap, memang benar jarak antar satu tata surya dengan tata surya lain bisa memakan jutaan bahkan trilyunan kilometer. Namun lagi-lagi, ada kemungkinan peradaban alien di planet lain telah mengembangkan sistem transportasi antarbintang yang demikian canggih sehingga jarak bukanlah masalah. Anggap saja teknologi di planet kita seperti becak yang berjalan begitu lambat, namun di sisi dunia lain, sudah ada Jepang yang mengembangkan kereta Shinkansen yang super cepat.

Jika benar ada kehidupan alien yang benar-benar canggih di luar sana, kenapa mereka diam saja? Mengapa sama sekali tak ada tanda-tandanya? Dimanakah mereka? Ini sama saja seperti sebuah hutan yang memiliki jutaan hewan, namun tak ada satupun terlihat ataupun bersuara. Aneh kan?

Akibat “kesunyian” alam semesta inilah, Paradoks Fermi sering juga disebut “Great Silence”, karena seolah-olah hanya ada kita sendiri di sini, tanpa ada tanda-tanda kehidupan lain. Jika memang ada begitu banyak alien di luar sana, maka alam semesta kita harusnya “bising”, seperti sebuah ruang kelas yang penuh anak.

Salah satu teori untuk menjawab Paradoks Fermi ini disebut dengan teori “Dark Forest” dan teori ini amatlah tidak menyenangkan untuk dildengar.

DARK FOREST” THEORY

Bayangkan hutan misterius ini sebagai alam semesta dan kita adalah salah satu penghuninya. Akankah kita bersembunyi atau berteriak-teriak mengundang predator di sini?

Teori “Dark Forest” mengandaikan alam semesta sebagai hutan yang amat lebat dan tiap peradaban alien adalah sekelompok tentara yang mengendap-endap di hutan tersebut. Tiap tentara harus berjalan dengan sembunyi-sembunyi dan berusaha sekeras mungkin tidak mengeluarkan suara. Mengapa? Sebab jika mereka berkomunikasi ataupun sekedar mengeluarkan suara, maka musuh akan segera bisa mendeteksi mereka.

Inilah penjelasan paling menakutkan tentang mengapa peradaban alien di planet tak pernah menunjukkan diri mereka kepada kita. Karena mereka takut dan sedang bersembunyi.

Tapi takut akan apa? Kenapa mereka sengaja bersembunyi? Apakah ada kekuatan intergalaktik atau spesies ras alien ganas di luar sana yang menghancurkan planet demi planet sehingga mereka harus bersembunyi?

Yah, memang perlu kita akui, mungkin (jika benar ada) tak semua alien di luar sana ramah dan pecinta damai. Mungkin aja ada ras alien yang kejam. Kalo begitu keadaannya, mending kita ikut-ikutan sembunyi aja dong dan jangan memberitahukan keberadaan kita pada alien-alien di luar?

Well, itu sepertinya agak terlambat.

Kita kembali ke Frank Drake. Terkesima akan hasil persamaannya yang diluar dugaan, ia dibantu dengan astronom terkemuka Carl Sagan merancang “Pesan Arecibo” pada tahun 1974. Pesan itu berisi seperti apa bentuk fisik manusia, formula DNA kita, hingga letak planet kita di tata surya. Pesan itu kemudian disampaikan menggunakan gelombang radio ke arah luar angkasa menggunakan teleskop radio Arecibo di Puerto Rico. Tujuannya, agar alien di luar sana mengetahui keberadaan kita.

Pesan Arecibo konon dicecar habis-habisan oleh fisikawan top Stephen Hawkings yang mengatakan bahwa mengundang alien ke planet kita adalah kesalahan besar. Ia memberi contoh kedatangan Christopher Columbus ke benua Amerika yang menyebabkan punahnya peradaban kuno di sana, kaum Indian yang akhirnya terusir dari rumah mereka karena direbut kaum kulit putih, hingga kematian jutaan penduduk asli Amerika karena tertular penyakit cacar yang terbawa dari Eropa.

Dan ini membawa kita ke 'Oumuamua.

MISTERI 'OUMUAMUA



Pada 2017, seorang astronom bernama Robert Weryk yang bekerja di sebuah observatorium di Hawaii menemukan sebuah benda langit aneh. Awalnya ia mengira benda itu adalah sebuah komet. Namun karena tidak ditemukan “ekor” dari benda langit itu, kemudian disimpulkan bahwa benda itu adalah sebuah asteroid. Karena ia pertama kali mengamatinya di Hawaii, ia memberinya nama dalam bahasa Hawaii “ʻOumuamua”.

Namun ada tiga keanehan dari ʻOumuamua ini. Pertama bentuknya amat aneh. Biasanya asteroid berbentuk hampir bulat, namun ʻOumuamua justru berbentuk memanjang. Panjangnya sekitar 10 kali lebarnya. Lebarnya diperkirakan mencapai 100 meter sedangkan panjangnya sekitar 1 kilometer.

Kedua, benda ini asalnya bukan dari tata surya kita. Hal ini cukup aneh, sebab biasanya benda langit manapun akan mengorbit pada bintang terdekat karena terikat gaya gravitasinya. ʻOumuamua bahkan merupakan benda interstellar (berasal dari luar tata surya) pertama yang singgah di tata surya kita. Sebagai catatan, sebelum kedatangan ʻOumuamua, tak pernah tercatat ada objek interstellar yang “nyasar” ke tata surya kita.

ʻOumuamua datang dari arah bintang Vega di rasi bintang Lyra dan meluncur menuju ke arah rasi bintang Pegasus. Tak diketahui kapan ʻOumuamua memasuki tata surya kita, namun yang jelas ia terdeteksi berada di titik terdekatnya dengan Matahari pada 9 September 2019. Kemudian ʻOumuamua sempat terbang dekat Bumi pada 14 Oktober dan diperkirakan akhirnya akan meninggalkan tata surya kita pada 2022.

Seperti benda langit pada umumnya, ʻOumuamua bergerak lebih cepat ketika mendekati matahari dan bergerak lebih pelan ketika menjauhinya, tentu karena gaya gravitasi Matahari. Semua benda di tata surya kita terpengaruh oleh gaya gravitasi Matahari sebagai objek terbesar di tata surya. Namun disinilah letak keanehan ketiga. Pada 27 Juni 2018, ilmuwan melaporkan bahwa ʻOumuamua mengalami apa yang disebut “non-gravitational acceleration” atau mengalami percepatan (meluncur lebih cepat) yang tak terpengaruh oleh gaya gravitasi.

Seolah seperti sebuah pesawat yang memiliki mesin.

Gerakan 'Oumuaua saat mengunjungi tata surya kita

Hal ini, ditambah fakta bahwa ʻOumuamua tidak berasal dari tata surya kita menimbulkan spekulasi bahwa benda yang diduga asteroid tersebut sebenarnya adalah pesawat angkasa luar atau paling tidak “probe” yang dikirim oleh peradaban alien lain di luar sana? Apa itu “probe”? Probe adalah drone atau pesawat kecil tak berawak yang dikirim ke luar angkasa. NASA sudah berkali-kali mengirim probe, salah satu yang terkenal adalah Mars Rover yang dikirim untuk menyelidiki kondisi planet merah tersebut.

Ilmuwan top-pun seakan-akan setuju dengan opini radikal ini. Bahkan nama ʻOumuamua yang sengaja disematkan pada objek itu berarti “the first scout”. “Scout” adalah istilah dalam bahwa Inggris bagi prajurit yang dikirim untuk tugas mata-mata. Jadi, apakah ini berarti objek misterius itu adalah pesawat yang dikirim alien untuk memata-matai kita?

Oke, postingan ini sudah cukup panjang jadi gue akan melanjutkannya di artikel lain. Sembari mengakhirinya, gue ingin mengajak kalian kembali ke awal. Apakah menurut kalian video yang dirilis Pentagon yang membuktikan keberadaan UFO sebagai sesuatu yang perlu ditakutkan? Apakah kalian benar-benar percaya pada alien dan kira-kira apa yang terjadi jika mereka benar-benar datang?











6 comments:

  1. Kalau baca soal alien-alien gini kenapa jd merasa pinter ya 😂 Terima kasih bang dave atas ilmunya!

    ReplyDelete
  2. Duh :((

    Gini amat

    ReplyDelete
  3. Xenophobia gw meronta meronta sehabis membaca artikel ini. Thanks bang udah sharing :D

    ReplyDelete
  4. Kalau alien gua gak prcaya, kcuali malaikat gua percayaaa

    ReplyDelete
  5. Jangan2 oumuamua itu mon calamari yg menuju ke bumi untuk menegakkan galactic rebel di muka bumi ini, dan kita bisa ketemu luke skywalker dong

    ReplyDelete
  6. yang menyebabkan non gravitational acceleration itu apa?

    ReplyDelete