Sunday, August 22, 2021

DARI SALAH SATU PRIA TERKAYA DI DUNIA HINGGA JADI MELARAT: INILAH KISAH ANIL AMBANI

Beda dengan postingan yang lain, kali ini gue akan mengangkat tema tentang ekonomi, bisnis, dan investasi. Pasti kalian semua tercengang dan mengatakan, “Lho Bang, kok tumben? Apa sedang kesurupan arwahnya Bernie Madoff???”. Hush jangan sembarangan ya, jadi skema Ponzi dong gue, padahal gue kan mencari duit dengan cara jujur lewat Karyakarsa, kalau belum subscribe segera yah, cuma 20 ribu kok per bulan (yah malah promosi). Gue kepengen mengangkat kisah ini karena menurut gue menarik dan mungkin kita bisa memetik sesuatu dari kisah hidup miliuner asal India ini.

Anil Ambani adalah pria yang pernah menjadi pria terkaya keenam di dunia dan pernah memiliki kekayaan sebanyak 45 miliar dolar (sekitar 642 triliun rupiah). Namun justru ia kini menjadi jatuh miskin bahkan dikabarkan hanya memiliki kekayaan nol rupiah saja, bahkan mungkin minus mengingat banyaknya hutang yang ia miliki.

Bagaimanakah seorang pria yang dulu pernah menjadi terkaya di negaranya kini menjadi tak bernilai apapun? Apa yang terjadi sebagai dalam kehidupannya? Apa mungkin ritual babi ngepetnya diketahui warga (yeeeee emang orang Indonesia yang tajirnya berkat pesugihan babi ngepet)? Apakah ini karena kesalahannya sendiri ataukah akibat sabotase dari pihak lain?

Yang jelas kisah Anil Ambani ini, walaupun bukan sebuah kasus kriminal, tetap menurut gua sangat menarik karena membuktikan bahwa harta duniawi amatlah rapuh dan bisa lenyap saja bak debu.

Nah inilah kisah menggenaskan sang miliuner dari India ini.

CAIN DAN ABEL

Anil dan kakaknya, Mukesh yang saling bersaing

Bisa dibilang kekayaan Anil Ambani pada awalnya bukanlah hasil dari usahanya sendiri, melainkan hasil warisan orang tuanya. Ia adalah putra dari Dhirubhai Ambani yang merupakan pria terkaya di India. Sang ayah ini adalah pemilik dari Reliace Group, yaitu sebuah grup yang telah menguasai berbagai sektor di India. Dirubhai sendiri memiliki istri bernama Kokilaben dan juga dua putra bernama Mukesh dan Anil.

Perjalanan Dirubhai sebagai pria terkaya di India merupakan sebuah kisah mengharukan dan juga penuh inspiratif, mengingat ia yang memulai hidupnya dengan sangat sederhana sebagai seorang penjaga pom bensin di Yemen dimana ia bekerja sebagai seorang buruh migran. Hanya dalam waktu beberapa tahun, ia dapat menjadi pria terkaya dalam sejarah India. Namun sayang, sejarahnya tak terulang oleh karena kedua anaknya yang justru bersaing satu sama lain. Mukesh dan Anil merupakan dua bersaudara yang bak kisah Kain dan Habel dalam Alkitab, bukannya saling menyayangi dan mendukung, malah nyatanya saling berseteru untuk menjadi yang terbaik.

Perselisihan kedua bersaudara tersebut dimulai ketika ayah mereka meninggal akibat stroke secara tiba-tiba pada tahun 2002. Kematiannya bagaikan petir di siang karena ia belumlah membuat surat wasiat sama sekali. Bahkan, ia sama sekali tidak membuat perencanaan tentang siapa yang akan menggantikannya serta pembagian perusahaan-perusahaannya. Awalnya hal ini bukanlah masalah. Anil dan Mukesh keduanya setuju untuk bekerja sama dalam mengembangkan perusahaan mereka. Akan tetapi rasa iri dengki serta persaingan mulai muncul di antara keduanya. Sebagai anak pertama, Mukesh ingin selalu diutamakan sebagai pemimpin teratas dari grup tersebut. Tetapi Anil, walaupun lebih muda,  merasa kemampuan bisnisnya pun tak kalah dengan sang kakak sehingga iapun ingin dianggap setara.

Keluarga Ambani berinvestasi di bidang energi

SUMBER GAMBAR: UNSPLASH

Percekcokan antara keduanya mulai terlihat ketika mereka mulai mengambil keputusan tanpa memberitahu yang lain. Contohnya Anil merintis sebuah proyek pembangunan sebuah pembangkit listrik tanpa memberitahu Mukesh. Sebaliknya, Mukesh kemudian menurut merestrukturisasi pembagian saham di antara keluarganya tanpa pertimbangan dari adiknya. Perseteruan ini semakin memanas hingga bahkan menteri ekonomi India sendiri meminta keduanya agar berdamai. Pasalnya persaingan keduanya yang merupakan pemegang grup terbesar dan terkaya di India itu mulai mempengaruhi ekonomi negara tersebut.

Sang ibu, Kokilaben, akhirnya merasa jenuh dan kemudian memutuskan untuk turun tangan sendiri. Ia kemudian membagi seluruh perusahaan milik mendiang suaminya menjadi dua sama besar untuk dibagi kepada kedua kakak beradik tersebut. Anil menerima perusahaan telekomunikasi, pembangkit listrik, layanan finansial, dan bisnis infrastruktur Ini membuat Anil memiliki kekayaan sekitar 4,5 miliar dolar. Sementara itu Mukesh menerima bisnis minyak dan gas, petrokimia, pengeboran minyak, dan juga manufaktur. Bisnis tersebut membuat kekayaan Mukesh menjadi 4,9 miliar dolar. Walaupun ada selisih di antara kekayaan mereka, namun sepertinya jalan keluar ini memuaskan kedua pihak sehingga merekapun berhenti berseteru

Untuk mencegah agar pertengkaran kedua saudara ini tidak terulang, pemisahan tersebut juga mencakup sebuah “klausa non kompetitif” yang menyebutkan agar kedua saudara tersebut haruslah melakukan gencatan senjata dengan tidak mencampuri bisnis saudara yang lain. Dengan kata lain karena Anil memiliki bisnis di bidang telekomunikasi, maka Mukesh dilarang membuat perusahaan baru di bidang tersebut. Sama halnya karena Mukesh memiliki perusahaan di bidang perminyakan, maka Anil juga tidak boleh menyainginya.


AMBISI SANG SULTAN

Kekayaan Anil Ambani sebagian besar bersumber dari teknologi komunikasinya yang sayangnya mulai ketinggalan zaman

SUMBER GAMBAR: UNSPLASH

Anil-pun mampu mandiri dan membuktikan kepiawaiannya dalam berbisnis. Usaha Anil maju pesat hingga kekayaannya naik 10 kali lipat dari awalnya 4,5 miliar menjadi 45 miliar dolar pada tahun 2007. Ia pun banyak mendapatkan banyak penghargaan di bidang bisnis akibat prestasinya yang luar biasa tersebut. Sumber dari kekayaannya  tersebut terutama berasal dari perusahaan telekomunikasi yang ia miliki, yakni Reliance Communication. Kesuksesannya juga ditunjukkan ketika ia meluncurkan IPO atau Initial Public Offering (peluncuran saham kepada publik agar mereka dapat membeli saham perusahaan tersebut sebagai investo) pada 2008. Langsung, seluruh saham yang ditawarkan perusahaan tersebut habis terjual hanya dalam waktu 60 detik. Peristiwa ini merupakan penjualan saham tercepat dalam sejarah India hingga saat ini.

Anil yang ambisius semakin gencar dalam mengembangkan bisnisnya. Contohnya di bisnis infrastruktur yang dimilikinya, ia membuat jaringan MRT kota Mumbai pertama. Ia juga menginvestasikan uangnya di bidang perfilman, mengingat istrinya sendiri adalah seorang aktris cantik Bollywood. Ia kemudian bekerja sama dengan DreamWork Pictures milik saudara terkenal Steven Spielbergs. Bahkan investasi Anil tersebut menghasilkan film-film seperti “Lincoln” yang menceritakan tentang biografi presiden Amerika Serikat  Abraham Lincoln, yang akhirnya memenangkan Academy Award atau piala Oscar. Ia juga membiayai pembuatan film “The Gifted”, sebuah film tentang Julian Assange, pria yang bertanggung jawab ata Wikileaks. Campur tangannya dalam dunia perfilman ini membuatnya banyak diundang ke acara-acara screening film-film terlaris Hollywood. Akan tetapi kakaknya sendiri, Mukesh, tak pernah terlihat di antara para tamu, menunjukkan bahwa di antara keduanya masih terdapat ketegangan walaupun sudah gencatan senjata.

Nasib Anil mulai berubah drastis ketika terjadi krisis finansial pada tahun 2008 yang menimpa India. Krisis ekonomi tersebut bersamaan dengan ambisi Anil untuk membangun 13 proyek raksasa pembangkit listrik, dimana proyek-proyek tersebut hanya bisa dilakukan apabila ia mendapat pasokan gas atau bahan bakar dalam harga yang murah. Tetapi krisis ekonomi 2008 menyebabkan kenaikan harga bahan bakar. Pemerintah juga memerintahkan agar harga listrik diturunkan yang jelas akan membuat laba Anil berkurang.

Mukesh kemudian melihat suatu kesempatan di sini. Agar proyek-proyek adiknya ini tidak mandeg, maka ia kemudian mengajukan tawaran yang menggoda. Karena memiliki perusahaan gas, maka Mukesh menawarkan gas alam tersebut dengan harga yang murah kepada Anil. Namun dengan satu syarat, yakni agar Anil setuju untuk membatalkan klausa yang melarang mereka untuk saling ikut campur tangan ke dalam sektor yang ditangani oleh tiap-tiap saudara. Tak punya jalan lain dan tak mau merugi, Anilpun setuju. Hal ini membuat Mukesh kemudian masuk ke industri telekomunikasi yang awalnya dipegang oleh Anil.

Inilah nanti yang akan menjadi keputusan yang paling fatal bagi Anil dan membawanya ke dalam kejatuhan.

Reliance Communication (RCom) merupakan sapi perah emas milik Anil yang menyumbangkan 66% dari kekayaan pria tersebut. Namun teknologi yang dimiliki oleh RCom adalah teknologi CDMA yang kala itu memang sedang moncer. Namun ia tahu bahwa perusahaan-perusahaan saingannya mulai meluncurkan sistem teknologi komunikasi berbasis GSM yang kala itu masih asing di telinga orang-orang India. Sebagai seorang pebisnis ulung, Anil paham bahwa GSM memiliki potensi yang amat besar untuk menggantikan CDMA. Karena itu, ia berusaha menjadi perintis teknologi 4G di India. Akan tetapi hal itu sangatlah susah karena perusahaannya bahkan tidak memiliki infrastruktur untuk melakukannya, seperti kabel bawah laut.

Mukesh kemudian meluncurkan perusahaan baru bernama Jio yang menawarkan teknologi baru 4G. tentu saja langsung berkobar perang antara perusahaan Jio yang menawarkan teknologi 4G dan RCom milik Anil yang masih berkutat pada teknologi CDMA. Tentu saja kita tahu siapa pemenangnya.

Tak perlu bersusah payah, Mukesh langsung menguasai pasar teknologi India, bahkan membuat perusahaan telekomunikasi milik Anil menjadi bangkrut dan berkalang hutang. Pada 2017 Anil sadar bahwa perusahaannya tak lagi mampu diselamatkan sehingga iapun berusaha menjualnya ke perusahaan lain yakni Aircell dan sebuah perusahaan asal Kanada bernama Brookfield Group. Tetapi rencana inipun gagal karena Aircell mengalami kebangkrutan. Perusahaan Brookfield Group-pun menolak untuk meneruskan kerjasama dengan RCom.


SKANDAL DAN KEJATUHAN

Kejatuhan Anil juga disebabkan oleh ambisinya untuk masuk di bisnis pertahanan dengan berdagang jet tempur

SUMBER GAMBAR: UNSPLASH

Salah satu blunder dan gimmick gagal yang dilakukan oleh Anil adalah usahanya untuk masuk ke dalam bisnis pertahanan. Kala itu Anil membangun sebuah perusahaan baru bernama Reliance Defence Ltd. dan Reliance Naval & Engineering Ltd. yang bekerjasama bersama pemerintah India untuk menjadi distributor alutsista untuk negara tersebut itu. Pemerintah India memang tengah melirik pesawat pesawat tempur bernama Dassault Rafale yang dibuat oleh Prancis. India memang hingga ini masih terlibat perseteruan perbatasan dengan negara-negara tetangganya seperti Tiongkok, Pakistan, hingga Kashmir, sehingga mereka memerlukan alutsista yang canggih dan modern.

Namun Kongres Nasional India justru menuduh pemerintah, di bawah pimpinan Perdana Menteri Narendra Modi, tengah kongkalingkong dengan Anil. Pasalnya Narendra Modi diduga berat sebelah dan lebih memilih untuk bekerjasama dengan Anil ketimbang kontraktor lain. Kontroversi lain muncul ketika salah satu perusahaan milik Anil membiayai sebuah film Prancis yang dibintangi oleh salah satu kekasih gelap dari Presiden Prancis kala itu, Francois Hollande. Sang presiden kala itu tengah didera skandal karena walaupun telah memiliki ibu negara, namun ketahuan tengah membina hubungan gelap dengan seorang artis cantik bernama Julie Gayet. Berbagai pihak menduga bahwa juga terjadi kongkalikong dengan presiden Prancis tersebut dimana Anil setuju untuk membiayai film dari selingkuhan presiden tersebut dengan imbalan sang presiden mau bekerjasama secara militer dengan perusahaan milik Anil.

Munculnya skandal kolusi itu membuat nama baik Anil menjadi merosot drastis. Tak hanya itu, bisnisnya pun mulai mengalami kemerosotan. Perusahaan-perusahaan lain yang masih dimiliki Anil kala itu dirasa kurang garang di dalam dunia perekonomian India, disebabkan oleh krisis ekonomi pada tahun 2008 yang menyebabkan bisnis menjadi melambat. Hal ini masih ditambah lagi oleh hutang yang terus menumpuk sedangkan ia terpaksa menjual alah satu perusahaannya demi melunasi hutang tersebut. Namun hanya 33% dari hutang tersebut yang dapat dilunasi.

Pada 2019, Anil mendapatkan masalah baru yaitu tuntutan hukum dari perusahaan ponsel asal Skandinavia, yakni Ericsson. Ternyata perusahaan milik Anil berhutang pada Ericsson sebanyak 550 crore rupee. Hah berapa itu Bang? Nah mumpung kita bahas soal businessman asal India, sekalian yuk sobat mere-dost kita bahas cara menghitung ala India.


Nah sistem India ini (berlaku pula di Bangladesh, Bhutan, Nepal, hingga Pakistan, bahkan kepake kalo kalian liburan ke Maldives) menggunakan istilah “crore” dan “lakh”. Nah apakah itu? Sistem India hanya sama cara perhitungannya dengan Barat sampai dengan angka puluhan ribu, semisal 10 ya sama-sama 10, 100 sama-sama 100, 1,000 (ingat ya kalau di Barat tanda “titik” sebagai separator diganti “koma”) sama-sama seribu, dan 10,000 sama-sama 10,000. Namun semua berbeda ketika mencapai angka 100 ribu.

Di India, angka 100,000 dinamakan 1 lakh dan ditulis 1,00,000 (dibacanya 1 lakh). Berarti 10 lakh akan ditulis 10,00,000 yang jika kalian hitung jumlah nolnya akan setara dengan 1,000,000 atau 1 juta di Barat.

Nah beda lagi dengan crore. Angka 100 lakh akan sama dengan 1 crore dan ditulis 1,00,00,000 (dibacanya 1 krore) atau setara dengan 10,000,000 atau 10 juta dalam sistem Barat. 10 crore akan ditulis 10,00,00,000 dan senilai dengan 100 juta.

Dengan sistem ini, angka 15 juta semisal, akan ditulis sebagai 1,50,00,000 atau dibaca 1,5 crore atau 1 crore 5 lakh.

Sekarang kalian bisa bayangin dong utang Anil sebesar 550 crore rupee sebanyak apa? Yap, jadi hutangnya sebesar 550,00,00,000 yang bila diitung jumlah nolnya jadi setara 5,500,000,000 rupee atau 5,5 miliar rupee (setara 1,1 triliun rupiah).

Ini triliun ya alias 1000 miliar!

Kini paham kan mengapa Anil kelimpungan. Bahkan pengadilan mengancam, jika Anil tak mampu untuk melunasi semua hutang tersebut dalam jangka waktu satu bulan, maka ia akan dijebloskan ke dalam penjara. Gengsi dong, masa dulunya orang terenam terkaya di dunia tapi ending-endingnya masuk bui? Yang nyiram Novel Baswedan aja masih bebas kok (tolong jangan cyduk aku).

Beruntung (atau malah tidak beruntung), Anil yang kewalahan akhirnya mendapat bantuan dari saudaranya sendiri, Mukesh. Namun ini bukan berarti bahwa keduanya kini telah berdamai setelah sebelumnya bersaing dengan ketat. Pasalnya, konon sebuah berita dari kanal berita terpercaya “Bloomberg” menyebutkan bahwa Anil harus memohon dan mengemis kepada kakaknya itu agar ia mau melunasi hutangnya itu. Mukesh pun setuju menggelontorkan kekayaannya sebanyak 77 juta dolar atau sekitar 1 triliun rupiah sebagai bentuk belas kasihannya. Namun kita harus ingat bahwa Anil mesti rela menurunkan harkat derajatnya dan mengemis di hadapan kakaknya demi bantuan kocek itu. Tak hanya itu, ia harus menyerahkan gedung-gedung perkantoran miliknya di Kota Mumbai kepada kakaknya tersebut.

Namun masalah tidaklah selesai semudah itu. Walaupun mendapat bantuan dari sang kakak, Anil juga masih memiliki banyak piutang dengan pihak-pihak lain, terutama pihak bank dari Tiongkok. Konon ia berhutang hingga 700 juta dolar (lebih dari 10 triliun rupiah) termasuk bunga. Bahkan untuk melunasi 100 juta dolar (sekitar 1,4 triliun rupiah) sebagai uang muka saja, Anil menyatakan bahwa ia sudah sama sekali tak memiliki sepeserpun uang.

Di dunia ini emang tak ada yang abadi, termasuk kekayaan, terutama bila kita tak bijak mengelolanya

SUMBER GAMBAR: UNSPLASH

Ya, Anil yang dulu pernah memiliki kekayaan 45 miliar dolar (setara 642 triliun rupiah). dan sempat disebut-sebut sebagai pria keenam terkaya di dunia serta pria paling berkuasa di India setelah Perdana Menteri Narendra Modi, kini jatuh kismin, bahkan memiliki kekayaan nol rupee. Namun banyak pula yang meragukan klaimnya itu dan percaya bahwa itu hanyalah bualan semata agar ia bisa lepas dari kewajibannya membayar hutang. Namun yang jelas, kekayaan sang tycoon ini emang sudah turun dengan drastis akibat hutang yang melilitnya.

Bila kita sudi telisik, ada banyak faktor yang menyebabkan kejatuhan Anil ini, baik internal maupun eksternal. Ada memang alasan pribadi yang menyebabkan dirinya menjadi bangkrut, salah duanya tentu adalah ambisinya yang terlalu agresif serta rencana-rencana ekspansi bombastisnya yang mungkin terlalu ceroboh. Faktor eksternalnya tentu “sabotase” yang dilakukan oleh kakaknya itu. Namun bagaimana menurut kalian, apakah keinginan Mukesh masuk ke bisnis telekomunikasi untuk menyaingi adiknya itu hanyalah strategi bisnis yang naluriah bagi seorang businessman yang ingin mencari keuntungan sebanyak-banyaknya, ataukah dilandasi motif pribadi untuk membalas dendam?

Namun kebangkrutan Anil ini bukan berarti kejatuhan bagi marga Ambani. Keluarga tersebut tetaplah yang terkaya dan paling berkuasa di India. Pasalnya sang kakak, yakni Mukesh Ambani kini dikenal sebagai pria terkaya nomor satu di India dengan kekayaan 80 miliar dolar. Udah ah, gue lelah ngitungnya ke rupiah, pokoknya 1 miliar dolar itu setara 14 triliun rupiah, jadi silakan dikonversikan sendiri.

Gedung bertingkat ini adalah rumah pribadi Mukesh Ambani

Sebagai bukti ketajirannya yang tak terbendung, ia memiliki kediaman pribadi di tengah kota Mumbai, India yang memiliki 27 lantai. Ingat ya, itu bukan apartemen, tapi satu rumah pribadi berbentuk pencakar langit. Harganya? Ditaksir rumah itu bernilai 1 miliar dolar dan ditahbiskan menjadi rumah termahal di dunia. Mungkin kalian berpikir, alah 1 miliar doang, mana gue beli! Mohon maap ya Bapak dan Ibu, itu 1 miliar dolar bukan 1 miliar rupiah. Sebagai perbandingan Kensington Palace (kediaman Pangeran William dan Kate Middleton) dan Windsor Palace (lokasi pernikahan Pangeran Harry dan Megan Markle) milik keluarga Inggris saja harganya masing-masing 600 juta dolar dan 236 juta dolar. Dengan kata lain, rumah Mukesh Ambani lebih mahal daripada dua istana milik Kerajaan Inggris, digabungkan!

Bagaimana dengan Anil kini setelah mengalami kebangkrutan yang memalukan ini? Dirumorkan bahwa kini ia menjadi pribadi yang sangat berbeda. Ia kini menjadi lebih rendah hati, religius, dan juga menyadari bahwa kekayaan material duniawi sangatlah hampa dan bukanlah sebuah tujuan yang patut diperjuangkan hingga mati dalam hidup di dunia ini. Ya paling tidak setelah semua badai ini berlalu, masih ada pesan positif yang masih bisa ia petik.

SUMBER: FINOLOGY

4 comments:

  1. Kisah yang sangat luar biasa... banyak hikmah yang bisa di petik

    ReplyDelete
  2. Mohon maaf pak tapi yang bisa sukses bisnis di bidang pertahanan itu cuma Stark industries

    ReplyDelete
  3. Bener2 FTVable. Sekali2 indosyar'i ngangkat tema sm plot yg berbobot gini ada unsur politiknya drpd ga jauh2 cuma azab, relationship abuse, dll

    ReplyDelete