Friday, June 5, 2020

ANDREW D. BASIAGO: SEORANG TIME TRAVELER ATAUKAH ORGIL? MISTERI PROJECT PEGASUS DAN PROJECT PHILADELPHIA





Gue “stumbled upon” (kesandung) sebuah artikel dari website “Stranger Dimension” (a cool title btw) yang berisi tentang teori-teori konspirasi gila (pasti kalian langsung ngacir ke link-nya). Tema artikel tersebut adalah “time traveling”, sebuah tema yang sangat menarik bagi gue sampai gue bedah abis-abisan di beberapa artikel gue tentang Mekanika Kuantum. Salah satu yang menarik mata gue adalah pengakuan dari seorang pria bernama Andrew D. Basiago yang mengaku bahwa dia adalah salah satu “chrononauts” (semacam astronot tapi berpergian menggunakan mesin waktu) dari sebuah percobaan time traveling yang diadakan oleh pemerintah Amerika Serikat secara rahasia, bernama “Project Pegasus”. Pengakuannya ini cukup gila, namun beberapa bukti seakan menyiratkan tanda tanya, benarkah pengakuannya ini? Ataukah ia cuma kepengen pansos dengan membesut cerita menghebohkan ini?

Marilah kita ikuti kisahnya dan barulah kalian berpendapat, apakah perkataannya ini omong kosong belaka atau bukan.


PROJECT PEGASUS



Andrew D. Basiago merupakan seorang pengacara asal Washington, Amerika Serikat yang pada tahun 2004 membuat pengakuan menghebohkan kepada publik. Ia mengaku bahwa antara tahun 1968-1972 dimana ia masih berusia 7-12 tahun, ia bersama 140 anak lainnya direkrut menjadi “chrononauts” oleh militer AS. Project “time traveling” tersebut dinamakan “Project Pegasus”, mengacu pada kuda bersayap tunggangan Zeus dalam mitologi Yunani. Project itu disponsori oleh sebuah organisasi bernama DARPA (Defense Advanced Research Project Agency) milik pihak militer AS.

Mungkin kalian bertanya, bagaimana caranya pemerintah AS bisa menciptakan teknologi secanggih mesin waktu pada tahun 60-an? Ternyata jawabannya terletak pada seorang ilmuwan moncer bernama Nikola Tesla yang (diduga) berhasil menemukan sebuah “gerbang waktu” bernama “Plasma Confinement Chamber” di New Jersey dan satu lagi, disebut “Jump Room” di El Segundo, California.

Andrew mengaku bahwa salah satu misinya adalah kembali ke masa lalu pada 19 November 1863 di tengah pertempuran Gettysburg untuk bertemu dengan Presiden Abraham Lincoln. Kala itu, pihak militer juga membekalinya dengan seragam “Union”, pakaian yang lazim dikenakan kala itu, sebab tentu akan menimbulkan kehebohan jika ia masih mengenakan pakaian modern.

Misi lainnya adalah pada 14 April 1865 di Ford Theather dimana Presiden Abraham Lincoln dibunuh oleh John Wilkes Booth. Namun entah, misi itu mungkin tidak berhasil sebab Andrew mengaku sampai dikirim dua kali. Bahkan pada kali keduanya, ia bertemu dengan dirinya sendiri yang masih menjalani misi pertama. Andrew mengaku bahwa pada saat kembali untuk kedua kalinya, ia merasa segala sesuatu di sekitarnya tampak “sedikit berbeda”. Karena itulah Andrew berpendapat bahwa dirinya sesungguhnya tak dikirim ke masa lalu, melainkan ke dunia paralel lain.

Namun bukan pengakuan itu saja yang memicu kehebohan publik. Pasalnya, dalam salah satu misinya pada 1980-an, ia menyebut sebuah nama petinggi AS yang sama sekali tak terduga. Ia mengaku bahwa kala itu ia bersama dua chrononaut lainnya tak hanya menggunakan mesin waktu itu untuk mundur ke masa lalu, namun juga menggunakannya untuk “melompat” ke Mars. Di sana ia mengaku bertemu dengan “penghuni-penghuni” Mars di masa lalu, yakni dinosaurus dan makhluk yang disebutnya “manusia kalajengking” (Scorpion Man). Nama salah satu rekannya kala itulah yang menghebohkan publik, sebab ia menyebut nama seorang pria bernama William Stillings dan pria lainnya sebagai Barack Obama.

Nama Barack Obama-pun terseret dalam teori konspirasi yang diungkapkan Andrew Basiago

Ya, Barack Obama, mantan presiden AS itulah yang ia sebut-sebut sebagai rekan time travelingnya.

Apakah pengalaman Barack Obama sebagai petualang waktu inikah yang membuat karirnya merangkak naik hingga menjadi presiden negara adidaya tersebut?

Tapi tentu setelah membaca cerita Andrew tentang perjalanannya ke Mars tadi, ada sebuah pertanyaan yang terbersit di benak kalian. Masa sih dia ketemu dinosaurus di Mars? Itu kan jelas pernyataan yang tak masuk akal. Well, is it?








Beberapa foto permukaan Mars yang ditangkap Mars Rover, sebuah probe yang dikirim NASA ke planet merah tersebut seakan membuktikan bahwa dinosaurus pernah menghuni Mars. Benarkah itu? Atau ini hanya kebetulan semata dan fosil-fosil itu sesungguhnya hanya batu biasa yang tampak seperti tulang-belulang karena ilusi optik?

Yang jelas, klaim Andrew Basiago bahwa militer AS diam-diam mengadakan sebuah percobaan perjalanan waktu bukanlah yang pertama kali terjadi. Sebelum Project Pegasus ini diungkap Andrew, publik sudah lama mendengar “urban legend” tentang “Philadelphia Experiment”, sebuah eksperimen perjalanan waktu yang berakhir mengerikan.


PHILADELPHIA EXPERIMENT



Cerita ini berawal ketika pada tahun 1955, sebuah surat dikirim kepada seorang astronom sekaligus penulis bernama Morris K. Jessup. Morris Surat itu tertanda dari Carlos Miguel Allende (dengan menyamar sebagai Carl M. Allen) yang mengaku menyaksikan sebuah eksperimen maut pada masa Perang Dunia II di Philadelphia yang berakhir mengerikan hingga akhirnya dirahasiakan oleh Angkatan Laut AS. Namun eksperimen apakah itu?

Di dalam kisah yang dituturkan Carlos, ia menceritakan bahwa pemerintah AS mulai menggunakan teori yang dicetuskan Albert Einstein untuk menciptakan sebuah generator listrik yang bisa “membengkokkan cahaya” sehingga bisa digunakan untuk membuat sebuah objek tidak terlihat. Hal ini tentu amat menguntungkan pihak militer AS yang kala itu tengah terlibat Perang Dunia II melawan Jerman dan Jepang. Bayangkan saja jika mereka memiliki sebuah kapal perang yang “tak terlihat” sehingga musuh tak mampu mengantisipasi kedatangan mereka, maka merekapun bisa memenangkan pertempuran dengan mudah.

Konon, teknologi itu dicobakan pada salah satu kapal perang mereka, yakni USS Eldrigde yang kala itu berlabuh di kota Philadelphia. Pada percobaan pertama di tengah musim panas tahun 1943, eksperimen itu konon berjalan dengan sukses, walaupun “tercium” beberapa efek samping yang cukup “disturbing”. Kapal SS Eldrigde memang berhasil “menghilang”, meninggalkan apa yang para saksi sebut sebagai “kabut kehijauan”. Akan tetapi begitu kembali, para kru mulai melaporkan hal-hal aneh. Banyak dari mereka merasakan efek samping berupa mual. Namun tak hanya itu, tak sedikit pelaut di kapal itu mengaku mereka masuk ke dalam dimensi lain, bertemu penghuninya, bahkan akhirnya menjadi gila karena trauma akan apa yang mereka lihat.

Walaupun mengetahui “efek samping” yang amat meresahkan ini, pihak militer AS tetap nekad mengadakan eksperimen ini untuk kedua kalinya, yakni 28 October 1943, tentu karena situasi yang genting kala itu. Pada percobaan kedua ini, tak hanya kapal SS Eldrigde menjadi tak kasat mata, namun muncul sebuah kilatan cahaya biru nan misterius sebelum kapal itu menghilang. Yang lebih aneh lagi, kapal itu tiba-tiba muncul alias ber-teleportasi ke Norfolk, Virginia yang terletak 320 kilometer jauhnya dari Philadelphia, tempat eksperimen itu dilaksanakan. Bahkan, kru kapal SS Andrew Furuseth yang kala itu berlabuh di Norfolk mengaku menyaksikan kapal itu sebelum akhirnya menghilang kembali.

Kapal SS Eldridge kembali muncul secara tiba-tiba di Philadelphia, namun di sinilah letak keanehannya. Kapal ini muncul 10 menit sebelum kru kapal di Norfolk melihatnya lenyap. Dengan kata lain, kapal tersebut melakukan perjalanan waktu, mundur ke 10 menit ke masa lalu.

Banyak isu-isu bertebaran tentang nasib naas yang dialami para kru kapal tersebut. Banyak yang mengatakan tubuh mereka tiba-tiba “menyatu” dengan badan kapal yang terbuat dari logam. Banyak di antara mereka yang menghilang dan sisanya yang masih bertahan, akhirnya menjadi gila.

Teori konspirasi yang begitu “gurih” ini tentu mencuri perhatian publik. Banyak buku yang diterbitkan untuk membahas teori konspirasi tersebut. Bahkan sebuah film berjudul “The Philadelphia Experiment” dirilis oleh Hollywood pada tahun 1984. Uniknya, setelah kemunculan film tersebut, seorang pria bernama Alfred Bielek tiba-tiba muncul dan mengaku sebagai salah satu penyintas di Eksperimen Philadelphia tersebut. Ia juga mengklaim bahwa film itu cukup akurat menggambarkan apa yang terjadi padanya dan teman-temannya di atas kapal SS Eldridge tersebut.



PENJELASAN LOGIS?

Apakah Philadelphia Experiment melibatkan perjalanan waktu ataukah ada penjelasan logis dibaliknya?

Namun apakah Philadelphia Experiment itu benar-benar terjadi ataukah hanya rumor semata? Para sejarawan tentu menolak bulat-bulat klaim bahwa eksperimen perjalanan waktu di Philadelphia pernah terjadi. Banyak dari mereka yang menyatakan bahwa kisah fantastis di Philadelphia itu terinspirasi oleh pemasangan alat “degaussing” di kapal-kapal perang AS yang berlabuh di pelabuhan kota tersebut. Apa itu “degaussing”?

Kala Perang Dunia II berkecamuk, pihak Jerman mengembangkan teknologi “ranjau laut” yang mampu meledak apabila mendeteksi medan magnet yang dihasilkan oleh kapal perang Sekutu yang lewat di atas. Untuk mengakalinya, ilmuwan mencetuskan teknologi “degaussing”, yakni melingkarkan kumparan elektromagnet di sekitar kapal untuk “menyamarkan” medan magnet kapal tersebut. Namun teknologi itu, walaupun membuat kapal tak terlacak oleh ranjau laut, tidak serta-merta membuat kapal itu “menghilang” alias tak kasat mata. Bahkan kapal itu masih bisa terlacak di radar. Kapal SS Eldrigde, yang menjadi subjek di teori konspirasi ini, juga tercatat dilengkapi dengan teknologi “degaussing” ini.

Alasan lain mengapa banyak yang meragukan kebenaran Philadelphia Experiment adalah pada kala itu, tahun 1943, kapal SS Eldridge tak pernah berada di kota tersebut. Kapal tersebut tengah berlabuh di New York. Namun tentu saja klaim itu ditolak mentah-mentah oleh para pecinta teori konspirasi, sebab pemerintah AS bisa dengan mudah memalsukan catatan pelabuhan yang menyatakan kapal itu ada di New York, bukan di Philadelphia, kala itu.

Ada penjelasan sarat logika lain yang bisa menjelaskan mengapa, jika memang kapal SS Eldridge terlibat sebuah misi rahasia, tiba-tiba bisa muncul dari Philadelphia ke Norfolk, yang jaraknya ratusan kilometer. Kala itu di tengah perang, pihak militer AS membuat sebuah kanal bernama “Chesapeake & Delaware Canal” di Teluk Chesapeake yang dapat mempersingkat perjalanan dari Philadelphia ke Norfolk menjadi hanya dalam sehari. Keberadaan kanal itu dirahasiakan oleh pihak militer AS kala itu, tentu dengan tujuan tidak terdengar musuh.

Yang jelas, benar atau tidaknya teori konspirasi ini, kita mungkin takkan pernah bisa mengkonfirmasinya, baik kepada Morris Jessup maupun Carlos Allende yang pertama kali menyebarluaskan teori itu. Identitas Carlos hingga kini tak pernah diketahui (ada yang menyebutkan ia sebenarnya adalah pasien rumah sakit jiwa) sedangkan Morris Jessup secara misterius ditemukan bunuh diri pada 30 April 1959. Entah, mungkin karena depresi akibat karirnya sebagai penulis menurun ataukah ada pihak-pihak yang sengaja “membungkamnya” agar ia tak terus-menerus membocorkan rahasia mereka.

Bagaimana dengan klaim bombastis Andrew Basiago di awal, yang mengaku menjadi “chrononaut” bersama Barrack Obama? Apakah klaimnya bisa dipercaya? Itu sih terserah kalian. Gue sendiri agak meragukan ceritanya tersebut. Karena pertama, jika memang ia berhasil melakukan perjalanan waktu, apa yang dilakukannya akan menimbulkan “Butterfly Effect” yang bisa menimbulkan perubahan besar di masa depan. Masa ia tak menyadarinya? Yang kedua, jika memang mesin waktu itu ada, ia takkan bisa mundur ke masa dimana mesin waktu itu ditemukan. Kalaupun bisa, bagaimana ia kembali? Karena pada masa Civil War dimana ia dikirim, belum ditemukan mesin waktu tersebut?

Yang jelas, Andrew sendiri memberanikan diri untuk maju sebagai calon presiden pada 2020 ini. Namun terlalu dini menyebut Andrew sebagai “the next Barrack Obama”. Mungkin lebih tepat untuk menjulukinya “the next John Titor”.

SUMBER: STRANGER DIMENSION, WIKIPEDIA



5 comments:

  1. Kalo masa hidup Jessup adalah jaman sekarang, mungkin udah beredar meme "Jessup didn't kill himself" kali ya wkwk

    ReplyDelete
  2. Jumpscare sialan. Aku kaget melihat "Image doesn't exist" dari Imgur.

    ReplyDelete
  3. Ngomong-ngomong tentang Philadelphia Experiment, saya rekomendasikan sebuah animasi sureal berjudul Interface di youtube. Selain bertema Philadelphia Experiment, Interface juga menyuguhkan persoalan "time traveling", "immortality", dan filosofi.

    ReplyDelete