Thursday, June 11, 2020

CHAOS OF COSMOS: TOP 10 BENCANA KOSMIS YANG BISA MENGANCAM PLANET KITA


BLAAAAAAR!!!

Kalo disuruh nyebutin nama-nama bencana alam, pasti kalian sudah pada pinter (secara kita tinggal di negara yang rentan bencana hiks). Ada gempa bumi, banjir, gunung meletus, tsunami, longsor, angin puting beliung, dan lain-lain. Sebagian besar bencana alam bersifat lokal, semisal letusan Gunung Merapi dampaknya dirasakan warga Yogya atau gempa di Palu hanya dirasakan di Sulawesi (walaupun dukanya tentu dirasakan di seluruh negeri). Namun ada pula bencana bersifat global, semisal erupsi Gunung Tambora pada 1815 yang dampaknya bisa dirasakan hingga Eropa dan Amerika. Supervolcano di Yellowstone, Amerika juga diduga bisa memusnahkan kehidupan di Bumi apabila meletus di masa yang akan datang.

Tapi ada pula bencana yang jauh lebih dahsyat ketimbang bencana berskala global, yakni bencana kosmis atau “cosmic disaster”. Bencana kosmis ini berasal dari luar angkasa dan tak hanya bisa menyapu seluruh kehidupan Bumi, bencana berskala ini bisa saja melenyapkan seluruh tata surya kita. Bahkan sebelum manusia ada, sudah beberapa kali bencana kosmis ini “mampir” di planet kita dan kedatangannya tiap kali selalu diikuti dengan kepunahan massal di Bumi. Menyadari ancaman bencana kosmis ini, kitapun harus senantiasa waspada, sebab masa depan kita tentu tak sepenuhnya aman.

Seperti apa bencana-bencana berskala maha-dahsyat itu? Ini dia list top ten-nya.


1. ASTEROID

Memang terlihat indah, namun "bintang jatuh" seperti ini bisa saja membawa bencana

Kalo yang ini pasti nggak asing lagi, apalagi kalo kalian udah nonton film-nya Bruce Willis berjudul “Armaggeddon” besutan tahun 1998. Namun asteroid raksasa yang jatuh ke Bumi dan menyapu kehidupan di planet ini bukan hanya sebatas plot film fiksi doang. Peristiwa ini pernah terjadi 65 juta tahun lalu dimana sebuah asteroid menghantam Bumi dan menyebabkan kepunahan dinosaurus.

Lihat saja peta di bawah ini yang menampilkan lokasi jatuhnya asteroid dengan ukuran 1-20 meter selama tahun 1994-2013.


Buset! Banyak amat??? Beruntung planet kita dilindungi oleh atmosfer, dimana asteroid yang jatuh ke Bumi akan terlebih dahulu bergesekan dengan atmosfer tersebut sehingga akhirnya terbakar habis sebelum mencapai permukaan Bumi. Namun tetap saja, perisai tersebut takkan bisa melindungi kita selamanya, apalagi jika benda langit yang jatuh memiliki ukuran cukup masif.

Sebuah kawah berdiameter 1,8 kilometer yang disebut "Devil's Canyon" di Arizona, Amerika Serikat, diduga hasil tubrukan meteor 50 ribu tahun lalu

Tahun 2013 buktinya, ketika sebuah meteor jatuh ke Chelyabinsk, Rusia. Diameternya hanya 10 meter, namun menyebabkan ledakan di atmosfer setara 30 kali letusan bom atom di Hiroshima. Walaupun ledakannya terhadi hampir 30 kilometer di atas permukaan Bumi, namun sekitar 1.500 penduduk terluka dan 7.200 rudak akibat shockwave yang ditinggalkannya.

Kisah horor lain, pada 1994, komet Shoemaker-Levy 9 yang berdiameter 2 kilometer menabrak Jupiter. Seberapa besar dampaknya? Well, Jupiter merupakan planet gas (tidak memiliki permukaan batuan) sehingga ledakan itu hanya meninggalkan “noda” kecoklatan di atmosfernya. Namun apabila memiliki permukaan padat, hantaman komet itu bakalan meninggalkan kawah seukuran Bumi.

"Luka" yang ditinggalkan komet Shoemaker-Levy 9 di Jupiter memiliki ukuran seluas Bumi!

SUMBER GAMBAR DAN ARTIKEL: WIKIPEDIA, UNSPLASH (Nick Iliasov)


2. SOLAR STORM

Matahari juga bisa "meledak-ledak" seperti ini
Badai Matahari”, namanya aja udah mengerikan. Jangan bayangkan permukaan Matahari itu anteng dan adem ayem. Tak jarang, Matahari melepaskan “badai maut” yang bisa melepaskan tak hanya panas, namun juga elektron, proton, hingga X-ray dan radiasi ultraviolet (UV). Energi yang dilepaskan badai matahari ini juga amat ganas, dalam sedetik ia bisa melepaskan seluruh energi listrik yang digunakan umat manusia selama setahun.

Apa akibatnya bagi manusia? Pada 1 September 1859, terjadi “solar storm” yang amat besar (disebut “Carrington Event”) yang langsung merusak sistem telegraf sedunia (yang kala itu menjadi satu-satunya alat komunikasi. Jika badai matahari sekuat itu terjadi di dunia modern kita, maka semua sistem elektronik kita akan lumpuh. Akibatnya, kita bisa kembali ke Zaman Batu. Tak hanya itu, hempasan proton, UV, hingga X-ray bisa menyebabkan badai geomagnetik, mengobrak-abrik atmosfer kita, hingga berdampak buruk bagi kesehatan manusia. Beruntung, peristiwa seperti ini amatlah jarang.

SUMBER: WIKIPEDIA


3. ROGUE PLANET

Planet pengembara tak bertuan yang kesepian, itulah definisi "rogue planet"

Tak hanya asteroid dan Matahari yang bisa mengancam kita. Ancaman juga bisa datang dari luar Tata Surya. Salah satunya adalah “rogue planet” (atau “planet liar”), yakni planet yang mengembara karena tak memiliki bintang. Mungkin di suatu saat di masa lalu, bintang dari planet tersebut musnah (meledak menjadi supernova), sehingga planet itupun terlempar dari tata suryanya dan semenjak itu mengembara sendirian di tengah dinginnya alam semesta. Galaksi Bima Sakti kita saja diduga memiliki miliaran planet liar ini.

Jika saja “rogue planet” ini sampai ke Tata Surya kita, dia akan tertarik oleh gaya gravitasi Matahari dan akibatnya bisa fatal. Bahkan, bukan tak mungkin planet tak bertuan ini akan menabrak Bumi dan memusnahkan kita. Keberadaan “rogue planet” ini juga disangkutpautkan dengan teori konspirasi yang menyatakan bahwa kiamat akan terjadi ketika sebuah planet liar bernama Nibiru atau Planet X mendekati Bumi dan menabraknya.

Bulan yang begitu indah ini sesungguhnya tercipta ketika planet kita bertabrakan dengan planet lain

Bahkan, peristiwa serupa pernah terjadi dalam sejarah Bumi. Diduga pada 4,5 miliar tahun yang lalu, Bumi yang baru terbentuk (disebut Proto-Earth) bertabrakan dengan planet seukuran Mars yang dinamakan para ilmuwan sebagai “Theia”. Tabrakan itu, secara mengejutkan, malah menyebabkan terjadi Bulan. Teori ini disebut “Big-Impact Hypothesis” atau “Big Splash”.



4. WANDERING STAR

Perbandingan ukuran Matahari dengan bintang-bintang lainnya di alam semesta. Bayangkan jika kita bertabrakan atau paling tidak berdekatan dengan salah satu dari bintang-bintang ini
Kalau 'rogue planet” yang mendekati Tata Surya saja bisa menimbulkan kesialan, bagaimana dengan sebuah bintang kelana? Kita tahu bahwa Bumi dan planet-planet lainnya mengorbit mengelilingi Matahari, namun yang tak banyak dari kalian tahu, Matahari (dan seluruh Tata Surya) juga bergerak mengorbit pusat galaksi kita Bima Sakti. Perlu waktu 250 juta tahun bagi Matahari untuk menyelesaikan satu kala revolusinya mengelilingi pusat Bima Sakti.

Bima Sakti sendiri memiliki sekitar 150-250 miliar bintang. Bisa dibayangkan, bagaimana jika Matahari suatu saat nanti, di tengah revolusinya, bertemu dengan bintang lain yang juga tengah berkelana? Bagaimana jika mereka bertabrakan?

Well, kita beruntung bahwa hal tersebut kecil kemungkinannya. Jarak Matahari dengan bintang terdekat kita, yakni Proxima Centaruri, adalah sekitar 4,2 tahun cahaya (4x1013 km). Untuk membayangkan betapa jauhnya itu, jika Matahari sebesar bola ping pong, maka jarak Proxima Centauri sekitar 1.100 kilometer jauhnya. Bahkan jarak rata-rata antar-bintang di galaksi kita sekitar 1,6x1011 km atau sekitar 3,2 kilometer antara satu bola ping pong dengan lainnya.

AAAAAAAAAAK!!!
Namun jikalau memang suatu saat terjadi, apa akibatnya bagi kita? Bintang yang mendekati Tata Surya bisa menyebabkan kekacauan maha-dahsyat, bahkan tanpa perlu memasuki Tata Surya kita. Hanya lewat di dekatnya saja, gaya gravitasi sebuah bintang dapat mengganggu kesetimbangan benda-benda langit yang disebut Trans-Neptunian Object di Oort Clouds (batas terluar Tata Surya) dan melemparkannya ke arah Matahari kita. Jika Bumi kebetulan berada di posisi menghalangi benda-benda langit tersebut, bisa dibayangkan kita akan mengalami hujan meteor yang amat berbahaya. Jadi bayangkan bencana pertama, yakni asteroid, tapi kali ini yang datang ratusan.

Bahkan diduga sebuah “wandering star” bernama “Scholtz's Star” pernah bertamu ke Tata Surya kita 70 ribu tahun lalu. Beruntung, bintang itu berukuran kecil hingga tak menyebabkan bencana berskala masif.



5. SUPERNOVA

Nebula ini terbentuk karena ledakan supernova di masa lalu

Kalo bintang yang lewat aja udah berbahaya, gimana dengan bintang yang meledak? Kalian semua sudah tahu kan apa itu supernova? Ketika sebuah bintang menemui ajalnya, maka sebelum mati ia akan meledak menjadi sebuah supernova. Agar bisa berdampak bagi biosfer atau kehidupan di Bumi, maka supernova tersebut perlu berjarak 10-30 parsec (kita belajar satuan baru, yakni 1 parsec sama dengan 31 triliun kilometer). Apakah bencana supernova sedekat ini sering terjadi? Well, kalian simpulkan sendiri sebab di 11 juta tahun terakhir ini, Bumi sudah terkena dampak dari 20 supernova yang berjarak kurang dari 300 parsec.

Apa efeknya? Well, ledakan sebuah supernova akan membombardir Bumi dengan radiasi sinar gamma yang bisa menyobek-nyobek lapisan ozon di atmosfer kita sehingga lebih banyak radiasi berbahaya dari luar angkasa bisa masuk. Apakah pernah terjadi? Well, sekitar 450 juta tahun lalu, di Bumi terjadi kepunahan berskala besar dimana 60% kehidupan di Bumi musnah. Penyebabnya diduga adalah ledakan sebuah supernova (atau hypernova, akan gue jelaskan nanti).

Lalu bagaimana dengan masa depan kita? Mungkinkah ledakan seperti itu terjadi lagi? Hingga kini ada sekitar 6 bintang yang berpotensi meledak menjadi supernova dalam jarak kurang dari 300 parsec, yakni IK Pegasi (konstelasi Pegasus), Spica (Virgo), Alpha Lupi (Lupus), Antares (Scorpio), Betelgeuse (Orion), dan Rigel (Orion). Jika salah satu saja dari mereka meledak, mungkin pemandangannya spektakuler, but we're all f*cked.

Ledakan bintang Betelgeuse di masa depan paling tidak terjadi kurang dari 100 ribu tahun yang akan datang dan menyebabkan langit memiliki dua matahari. Bahkan malam-pun akan terang benderang karena supernova ini


6. HYPERNOVA

Titik terang di kiri bawah adalah ledakan sebuah supernova di dekat sebuah galaksi. Jika cahayanya saja seterang, bagaimana dengan ledakan hypernova, yang jauh lebih kuat ketimbang sekedar supernova?

Kalo ledakan supernova saja sudah berbahaya, bagaimana dengan hypernova? Hypernova adalah ledakan bintang yang jauh lebih dahsyat ketimbang supernova. Konon energi yang tersimpan dalam bintang yang mengalami hypernova amatlah besar hingga material di bintang tersebut akan melesat menjadi peluru dengan kecepatan menyamai kecepatan cahaya. Ledakannya pun bisa 100 kali lebih dahsyat ketimbang supernova biasa.

Pada 2 Juli 1967, sebuah satelit luar angkasa milik Amerika Serikat mendeteksi sebuah ledakan hypernova yang amat jauh, namun begitu dahsyat, hingga mereka mengira Uni Soviet kala itu tengah melakukan uji coba nuklir. Beruntung, bintang yang bisa meledak menjadi hypernova amatlah jarang. Tapi jika supernova saja sudah demikian berbahaya, tak bisa dibayangkan kehancuran macam apa yang bisa ditimbulkan oleh hypernova.



7. BLACK HOLE

Monster yang paling ditakuti di alam semesta, yakni Lubang Hitam

Black Hole” atau “Lubang Hitam” merupakan misteri terbesar di alam semesta ini. Jika kita bisa menyelidiki benda-benda langit seperti bulan, bintang, asteroid, hingga planet (ups, udah bukan ding) terjauh seperti Pluto dengan mengirimkan probe luar angkasa atau sekedar melihat melalui teleskop, kita tentu takkan sebegitu mudahnya menyelidiki lubang hitam. Mau ke sana? Gue persilakan saja, tapi dengan taruhan nyawa tentunya, sebab kalian takkan bisa keluar hidup-hidup dari sana. Bahkan jika ada bintang atau planet yang nyasar di dekat lubang hitam, maka mereka akan langsung terserap dan musnah seketika. Saking misteriusnya, bahkan ada teori bahwa kita bisa pergi ke masa lalu atau menciptakan mesin waktu menggunakan lubang hitam tersebut.

Menyelidiki lubang hitam bukan perkara mudah. Lubang hitam, tentu seperti namanya, memiliki warna amat pekat sehingga tak bisa dibedakan dengan langit malam. Namun pada 2020, ditemukan sebuah lubang hitam terdekat dengan Tata Surya kita, yakni hanya 1.000 tahun cahaya. Lubang hitam itu dinamakan HR6819 dan karena jaraknya tersebut, tak begitu berpengaruh pada dunia kita.

Hmmm ... tapi jangan buru-buru mengambil napas lega. Penemuan ini justru membuat takut para ilmuwan sebab ini membuktikan bahwa galaksi kita sendiri dipenuhi lubang hitam yang tak tampak bak sebuah ranjau alam semesta. Kita mungkin takkan tahu bila ada lubang hitam yang begitu dekat dengan tata surya kita sebelum terlambat, semisal Neptunus dan Pluto tiba-tiba menghilang. Kala itu, mungkin sudah terlampau terlambat bagi kita untuk menyelamatkan diri. Dan jikapun kita bisa menyelamatkan diri, kemana?




8. BLAZAR


Adakah yang lebih berbahaya ketimbang lubang hitam? Bagaimana dengan lubang hitam super? Blazar adalah sebuah super-black hole yang saking masif dan kuatnya, seluruh galaksi berevolusi di sekitarnya. Yap, para astronom sudah lama mencurigai bahwa inti tiap galaksi sebenarnya adalah lubang hitam raksasa yang disebut “blazar” ini. Bahkan pusat dari galaksi Bima Sakti kita sesungguhnya adalah sebuah blazar di Sagitarius A* (bukan syarat ketentuan berlaku ya, tapi emang simbolnya kayak gitu). Bayangkan sesuatu yang amat kuat, hingga seantero galaksi dan jutaan bintang di dalamnya tunduk dan mengorbit kepadanya.

Keunikan blazar adalah, saking gedenya kekuatannya, lubang hitam itu akan “memancarkan” energi dalam bentuk jet dalam kecepatan tinggi (hingga kecepatan cahaya). Segala sesuatu yang “ditembak” oleh jet itu tentu akan hancur. Nah celakanya, pada 2018, ilmuwan dari IceCube Neutrino Observatory di benua beku Antartika menemukan butiran neutrino yang berasal dari tembakan jet sebuah lubang hitam purba yang terletak di rasi bintang Orion, sekitar 3,7 miliar tahun cahaya jauhnya.

Kesimpulannya? Lubang hitam itu tengah menatap kita.

SUMBER: WIKIPEDIA


9. TABRAKAN ANTAR-GALAKSI

Suatu saat nanti, galaksi kita Bima Sakti akan menabrak galaksi Andromeda dan keduanya akan menyatu

Apa yang lebih dahsyat ketimbang ditelan lubang hitam, bahkan yang paling raksasa sekalipun? Jawabannya adalah dua galaksi yang berevolusi pada dua lubang hitam raksasa bertabrakan! Tabrakan antara dua galaksi bukanlah hal yang asing lagi. Galaksi-galaksi tersebut “mengapung” tanpa arah di alam semesta (berbeda dengan bintang dan planet yang “menari” di dalam galaksi karena mengorbit pada pusatnya) dan bukan mustahil jika mereka bisa bertabrakan.

Diduga, pada 4,5 miliar tahun yang akan datang, galaksi kita yakni Bima Sakti akan bertabrakan dengan galaksi tetangga kita yakni Andromeda. Bayangkan jika bintang-bintang dan planet saling bertabrakan, hasilnya pasti kehancuran berskala masif. Namun tak hanya itu, dua blazar di inti kedua galaksi tersebut pada akhirnya akan bertabrakan dan menghasilkan ledakan setara 100 juta supernova, memusnahkan segala yang ada di sekitarnya. Tapi mungkin saja, sebelum itu semua terjadi, Bumi dan penduduknya sudah keburu musnah sebab ada ...

SUMBER: WIKIPEDIA


10. RED GIANT

Ukuran Matahari sekarang (titik di kiri bawah dan di insert) versus ukuran Matahari setelah menjadi Raksasa Merah
Siapakah yang kelak “dengan pasti” akan memusnahkan kehidupan di Bumi? Jawabannya bukan asteroid, planet liar, bintang pengembara, supernova, ataupun lubang hitam. Semua itu baru “kemungkinan”, namun yang jelas ada satu yang sudah “pasti” akan memusnahkan kita.

Yakni Matahari kita sendiri.

Karena massanya yang tergolong “kecil” untuk ukuran sebuah bintang, maka Matahari takkan berubah menjadi supernova. Sekitar 5 miliar tahun yang akan datang, Matahari akan berubah menjadi Red Giant (Raksasa Merah). Tak hanya warnanya berubah semerah darah, ukurannya akan mengembang hingga ribuan kali hingga menelan Merkurius, Venus, bahkan Bumi. Tapi tenang, kita semua nggak akan mati terbakar kok. Sebelum itu Bulan akan jatuh dari langit ke Bumi karena gaya gravitasinya sehingga kita semua sudah keburu hancur saat itu semua terjadi.

SUMBER: WIKIPEDIA


BONUS:

BIG SLURP

Bayangkan segenap jagad raya musnah karena sebuah gelembung!

Well, kita sudah membahas betapa berbahayanya alam semesta ini karena setiap benda langit seakan punya potensi untuk melenyapkan kita. Tapi setiap bencana kosmis yang sudah gue sebutkan tadi semuanya barulah bencana berskala “lokal” (untuk ukuran alam semesta). Artinya kalopun galaksi Andromeda dan Bima Sakti bertabrakan, yang kena efeknya ya cuma dua galaksi itu. Galaksi lain yang jauhnya jutaan tahun cahaya ya aman-aman aja.

Tapi bagaimana dengn bencana yang benar-benar berskala universal hingga seluruh alam semesta ini bisa merasakan dampaknya, bahkan musnah? Di episode sebelumnya gue pernah membahas tentang 3 takdir alam semesta, yakni jagad kita mungkin akan menemui akhir dalam bentuk Big Freeze, Big Rip, dan Big Freeze. Masih ada satu lagi teori, yakni Big Slurp (yang akan gue jelaskan di episode mendatang tentang “Partikel Tuhan”) dimana jika ini terjadi, maka tak ada satupun kehidupan di alam semesta ini yang bisa lolos. Big Slurp ini akan bergerak sama cepatnya dengan cahaya sehingga tak ada satupun yang bisa kabur darinya. Semua kehidupan terancam, nggak cuman kita, namun kehidupan para alien di luar sana pun akan panik dan hanya bisa menanti ajal mereka.

But for now, khawatirkan saja dulu kesepuluh bencana kosmis di atas.

SUMBER GAMBAR: UNSPLASH (Daniel Hansen)

4 comments:

  1. Bangdep aye penasaran nih ye, meteor yang ada di kawah Arizona kemana? Kok g pernah nemu ulasannya? Apa hancur ketika bertubrukan dengan bumi? Apa dibawa buat di teliti?


    Banana


    ReplyDelete
    Replies
    1. Jatohnya aja 50ribu tahun yg lalu rat. Ya kali diteliti😂

      Delete
  2. Gue baca postingan bang dave kyak jdi org pling geblek, bru tau sperti ini. Trlalu luas ilmu didunia ini dan gue taunya cem stetes air hujan aja bang. Mkasih looh berguna bgt nih prbanyak aja yg bginian bang. Demen gue

    ReplyDelete
  3. trims bang dave buat sharing pengetahuan saol ini xD YAAMPUN paling semangat baca kalau udh berhubungan sm alam semesta (?)

    ReplyDelete