Saturday, June 6, 2020

KEMATIAN GEORGE FLOYD DAN RAMALAN JOHN TITOR, SANG PETUALANG WAKTU: ADAKAH KAITANNYA?



Pada saat gue menulis artikel ini, sedang ada kerusuhan besar-besaran di berbagai kota di Amrik yang dipicu oleh kematian seorang pria kulit hitam bernama George Floyd. Peristiwa ini (dan gue duga juga karena strees akibat karantina dan kolapsnya ekonomi AS akibat Covid-19), menyebabkan terjadi kerusuhan di berbagai kota di Amerika. Anehnya, berbagai “kebetulan” dalam kasus ini malah membuat gue menilik sebuah cerita lama tentang John titor. John Titor adalah seorang pria yang mengaku sebagai “time traveler” dari masa depan yang membawa berbagai ramalan menakutkan tentang nasib di dunia ini. Di artikel ini akan gue bahas, mengapa kematian George Floyd dan kerusuhan yang mengikuti bisa jadi adalah pengejawantahan ramalan John Titor.


Pada 25 Mei 2020, sebuah video viral mengemuka di media sosial, berisi penangkapan seorang pria di Minneapolis, AS bernama George Floyd yang berujung maut. Pasalnya, polisi yang kala itu menangkap George menggunakan kekerasan yang tak semestinya dengan menekan leher pria berkulit hitam itu dengan lututnya hingga akhirnya George-pun tewas. Peristiwa ini memicu kemarahan masyarakat AS, terutama warga kulit hitam, karena hanya berselang 3 bulan setelah kematian tragis Armaud Arbery.

Pada 23 Februari 2020, seorang pria berusia 25 tahun bernama Armaud Arbery, tengah jogging di sekitar tempat tinggalnya ketika tiba-tiba dua pria kulit putih bernama Travis dan Gregory McMichael (ayah dan anak), mengejar Armaud dengan senjata api dan menembaknya hingga mati. Alasannya, di wilayah tersebut sering terjadi pencurian dan Armaud, yang berkulit hitam, dicurigai sebagai perampok hanya karena warna kulitnya.

Seorang pastor kulit putih bernama Richard Demsick berusaha membuktikan bahwa kematian Armaud memang benar didorong oleh rasisme dengan sebuah “social experiment” di TikTok. Ia berlari di sebuah perumahan (yang juga sering kecurian) dengan menggotong sebuah televisi di pundaknya. Namun bukannya ikut dikejar-kejar atau diteriaki maling, justru orang-orang yang melihatnya malah menyapanya ramah.

Kasus Armaud membuat geram publik karena kedua penembaknya (yang menjadi “vigilante” alias bukanlah polisi, namun hanya ikut-ikutan berusaha “menegakkan” keadilan), sama sekali tidak mendapat hukuman atas kematian Armaud. Barulah setelah mendapat banyak desakan dari masyarakat, ayah dan anak itu ditangkap 3 BULAN setelah mereka menembak mati Armaud. Berlarut-larutnya proses hukum apabila tersangkanya kulit putih ini tentu amat berbanding terbalik dengan begitu cepatnya proses hukum (bahkan langsung “dieksekusi mati” di tempat) apabila tersangkanya adalah kulit hitam, walaupun kejahatannya belumlah terbukti.

Tak diayal lagi, ketidakadilan yang menimpa Armaud dan George bak menyiram bensin ke atas bara api. Masyarakat AS tengah dilanda stress karena karantina Covid-19 yang berkepanjangan. Belum lagi sekitar 40 juta warga AS menjadi pengangguran karena kehilangan mata pencaharian mereka selama wabah. Kasus rasisme, diimbangi dengan ketimpangan ekonomi, membuat warga kulit hitam di AS “memberontak”. Akibatnya kerusuhan terjadi di Minneapolis, kota dimana George Floyd tewas, dan melebar hingga ke kota-kota besar seperti Los Angeles dan New York. Pembakaran kota, diikuti penjarahan dan aksi kekerasan merembet ke berbagai penjuru AS, mulai dari Florida, Texas, Kentucky, dan California. Bahkan massa mengepung Gedung Putih di Washington DC, tempat Donald Trump kini bertahta.


Namun apa kaitan ini semua dengan “time traveling”? Buat kalian yang menggemari Teori Konspirasi pastilah tak asing lagi dengan nama John Titor. Sepuluh tahun yang lalu, seorang pria misterius yang mengaku bernama John Titor membuat heboh dunia maya dengan pengakuannya. Ia mengaku sebagai tentara AS yang dikirim dari masa depan (tepatnya tahun 2036) untuk sebuah misi khusus. Misi khusus inilah yang membuatnya “terjebak” di tahun 2000. Misinya kala itu adalah untuk mengambil sebuah komputer model lawas bernama IBM 5100 yang akan digunakannya untuk memperbaiki masa depan.

Tak sedikit yang mempercayai cerita John Titor tersebut, walaupun klaimnya terdengar bombastis. Pasalnya, John memiliki pengetahuan yang amat lengkap tentang model komputer tersebut, sesuatu yang hanya diketahui orang-orang yang benar-benar membuat komputer itu (hanya sekitar 20 orang di dunia ini yang tahu tentang hal tersebut). Uniknya lagi, ketika ditanya seperti apa mesin waktu yang ia gunakan untuk kembali ke masa lalu, John Titor menggambarkannya sebagai mesin “Tipler”.

Tentu nama itu tak asing lagi apabila kalian membaca salah satu postingan gue tentang “Mekanika Kuantum dan Time Traveling” bulan lalu. Mesin “Tipler” memang disebut sebagai salah satu rancangan mesin waktu yang didesain oleh para ilmuwan sesuai hukum Fisika (bahkan diamini penggunaannya oleh ilmuwan sekelas Stephen Hawking), walaupun saat ini kita tak memiliki teknologi yang cukup untuk membangunnya. John juga menyebut mesin waktunya itu dibangun oleh CERN, sebuah organisasi riset yang benar-benar ada di Eropa dan terkenal dengan “Large Hadron Collider” yang juga membantu menemukan “partikel tuhan” atau “god particle”.

Namun yang menakutkan adalah mendengar “ramalan-ramalan” John Titor yang teramat kelam. Ia bercerita tentang dunia yang dilanda wabah mematikan akibat “Creutzfeldt-Jacob Disease”, sebuah penyakit otak mematikan yang disebabkan oleh “prion”, sejenis entitas tak bernyawa yang jauh lebih kecil ketimbang virus. Tak hanya itu, ia juga memprediksi sebuah “Civil War” atau Perang Sipil yang akan terjadi di AS dan diikuti oleh Perang Dunia III.

Klaim itu mungkin saja sudah dimulai sekarang.

Komputer model lawas inilah yang menjadi alasan utama John Titor diutus melakukan time traveling? Apa signifikansinya? Apakah komputer ini bisa menjadi "Butterfly Effect" yang mengubah masa depan?


Mengapa gue mengatakan demikian? Pertama kita tilik dulu ramalan asli John Titor. Pada tahun 2000 ia meramalkan bahwa sekitar tahun 2004, bertepatan dengan “Election Year” atau pemilihan presiden, akan terjadi “Civil War” antara dua pihak yang berseteru di AS. Peristiwa itu juga bertepatan dengan ajang Olimpiade yang dibatalkan. Akibat perang itu, Washington DC akan hancur lebur sehingga ibu kota AS akan dipindahkan ke Omaha, Nebraska. Ia juga meramalkan, peristiwa tersebut akan diikuti dengan Perang Dunia III yang singkat, namun memiliki dampak yang luar biasa besar.

Namun kalian tentu jeli melihat ketidakakuratan di ramalan John Titor tersebut. Sekarang kan udah tahun 2020, tapi hal tersebut belum terjadi. John sendiri meramal bahwa peristiwa itu terjadi tahun 2004, tapi buktinya tahun itu berjalan adem ayem tanpa perang besar-besaran seperti yang ia ramalkan.

Untuk memahaminya, marilah kita beralih ke sebuah teori mengapa John Titor kembali ke tahun 2000. Ia mengatakan misinya adalah mengambil sebuah komputer model kuno, namun apakah tujuan sesungguhnya di balik itu? Banyak yang mengira bahwa ia sengaja datang untuk memperbaiki Y2K. Pada tahun 1999, Y2K memang menjadi topik yang amat panas sebab diduga akan menyebabkan semua peralatan elektronik (terutama yang berbasis komputer) takkan beroperasi. Pasalnya, data tahun biasanya disimpan dalam bentuk dua digit, semisal tahun “89” akan diartikan sebagai tahun 1989. Setelah tahun 2000, angka-angka itu akan kembali menjadi 00. Hal ini akan memicu kekacauan, karena semisal angka “01” akan dibaca menjadi 1901, bukan 2001.

Namun ternyata ketakutan masyarakat ternyata tak terbukti. Bukannya perekonomian dan teknologi kita menjadi kolaps, Y2K hanya berdampak amat sedikit, bahkan tak terasa bagi kehidupan manusia. Ternyata ada yang menyangka bahwa hal tersebut terjadi karena John Titor berhasil memperbaiki Y2K sebelum terjadi. Jika tidak, mungkin masa depan kita akan berubah sama seperti masa depan di dunia John Titor yang kelam.

Bagaimana jika perubahan yang dilakukan John Titor di tahun 2000 sebenarnya tak langsung menghapus perang besar di masa depannya, melainkan hanya “menundanya”? Bagaimana jika perang yang seharusnya terjadi tahun 2004 (hanya 4 tahun setelah Y2K, mungkin karena kolapsnya perekonomian), menjadi mundur hingga tahun 2020? Namun apa yang membuat gue mengatakan demikian?

Pertama, John mengatakan “Civil War” tersebut terjadi antara dua fraksi yang berbeda kepentingan. Tentu hal itu bisa terlihat di kerusuhan yang kini dimulai pasca-kematian George Floyd. Dua pihak dengan ideologi berseberangan bisa saja “clash” menciptakan perang berkepanjangan.

Akankah Perang Sipil yang diramalkan John Titor menjadi kenyataan?



Namun tak hanya itu, persamaan kedua adalah pemilihan presiden di AS sendiri akan dilaksanakan 3 November 2020. John Titor mengatakan perang akan terjadi di sekitar masa pemilihan presiden, yang jelas berlangsung tahun ini. Belum lagi Donald Trump, incumbent yang mencalonkan diri kembali sebagai presiden, memiliki catatan hitam sebagai sosok yang “rasis”, terbukti dengan “twit-twit” kontoversialnya dan kebenciannya dengan kaum imigran. Apakah keberadaan Trump sebagai Presiden AS justru menjadi katalis perang tersebut?

Ketiga, John Titor mengatakan tentang Olimpiade yang akan ditunda. Mengapa ini menjadi masalah besar? Karena sepanjang sejarah dunia ini, Olimpiade hanya pernah dibatalkan dua kali, yakni pada masa Perang Dunia I dan Perang Dunia II. Jadi, pembatalan Olimpiade bukanlah hal enteng dan pastilah dipicu peristiwa masif yang mempengaruhi seluruh dunia. Dan pada kenyataannya, Olimpiade ke-32 di Tokyo, Jepang yang sejatinya diadakan pada 23 Juli – 8 Agustus 2020 kini dibatalkan. Alasannya pasti kalian semua sudah tahu, yakni karena pandemi virus Corona yang masih berlangsung.

Apakah semua ramalan John Titor itu hanya kebetulan? Yang jelas, kita takkan bisa menanyakannya secara langsung kepadanya. Pada tahun 2001, hanya setahun setelah kemunculannya, iapun menghilang secara misterius. Tak ada yang tahu dimana ia sekarang (apalagi siapa identitas aslinya). Mungkin saja ia sudah kembali ke masa depan, atau mungkin saja ia masih berpetualang di masa kini, berada di sekitar kita tanpa kita sadari.


SUMBER: WIKIPEDIA



5 comments:

  1. Jelas kebetulan sekali.
    Dilihat dari sisi manapun, time traveler bernama Jhon Titor jelas mengada-ada.
    Tapi beda lagi kalau yang nonton anime Steins Gate, hehehe

    ReplyDelete
  2. Kebetulan atau tidak, yang pasti hal itu sudah diprediksi

    ReplyDelete
  3. Ramalan terlalu umum seperti ramalan zodiak, kalau terjadi ya kebetulan kalau tidak ya numpang lewat

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yup, sejenis sama ramalan "tahun depan bakal banyak artis yang cerai"

      Delete
  4. Dan faktanya sekarang sedang banyak negara yang sedang memanas. China vs India dan perang korea. WWIII?

    ReplyDelete