Wednesday, September 11, 2019

ZOMBIE DEER DISEASE: APAKAH INI SKENARIO AWAL MULA ZOMBIE APOCALYPSE?



Gue sempat dikejutkan dengan berita yang gue baca di YouTube tentang Zombie Deer Disease atau Penyakit Rusa Zombie yang tengah menyebar di Amerika Serikat. Penyakit ini sebenarnya sejenis dengan Penyakit Sapi Gila (Mad Cow Disease) yang menyerang sapi (of course) dan Penyakit Kuru atau Creutzfeldt–Jakob Disease (ngomongnya pasti ampe belepotan dan nyiprat-nyiprat). Penyakit ini disebabkan oleh sejenis protein jahat yang disebut “prion” dan tidak seperti virus atau bakteri, “makhluk” ini bukanlah makhluk hidup, sehingga tak bisa dibunuh. Dengan kata lain, jika memang menyebar pada manusia, penyakit “zombie” ini tak bisa disembuhkan. Dan seperti virus zombie di film-film, penyakit ini bisa menular melalui cairan tubuh, seperti saliva atau air liur (gigitan), darah, hingga urine. Dan kesamaan lain, penyakit ini menyebabkan rusa yang terinfeksi menjadi kehilangan koordinasi tubuh dan berjalan layaknya “zombie”.

Apakah ini awal dari zombie apocalypse seperti yang didengung-dengungkan?


Untuk menjawab pertanyaan ini, kita perlu mendalami lebih lanjut mengenai penyakit ini.

Rusa yang terinfeksi penyakit "zombie"

Penyakit Zombie Deer Disease sebenarnya ciptaan media. Nama aslinya adalah Chronic Wasting Disease, walaupun publik lebih menyukai nama Zombie Deer Disease karena lebih spesifik menggambarkan inang serta gejala penyakitnya. Pertama kali ditemukan di Colorado pada 1960-an, penyakit ini kini telah menyebar ke 24 negara bagian di Amerika. Berbahayakah? Well, untuk rusa yang terjangkiti penyakit ini, tentu berbahaya, bahkan mematikan.

Penyakit ini sering digolongkan sebagai “fatal progressive neurodegenerative illness” atau penyakit kemunduran saraf yang makin lama bertambah parah dan akhirnya fatal, sama seperti Alzheimer pada manusia. Prion yang mengifeksi rusa akan “memakan” otaknya perlahan-lahan hingga berlubang-lubang seperti “keju swiss”. Penyakit ini amat langka, namun setelah berbagai dekade, terlihat bahwa dengan perlahan penyakit ini mulai menyebar bak musuh dalam selimut.

Lalu apakah penyakit ini berbahaya bagi manusia? Seperti Penyakit Sapi Gila, penyakit ini diketahui mampu menginfeksi manusia pula. Peneliti dari Kanada dan Skotlandia sudah membuktikan lewat eksperimen bahwa prion penyebab penyakit ini dapat pula menginfeksi sel manusia.

Struktur Prion

Lalu bagaimana penyakit ini bekerja? Seperti disebutkan, penyakit ini disebabkan oleh prion, sejenis protein patogen (penyebab penyakit) yang ketika berinteraksi dengan sel (terutama sel saraf di otak dan tulang belakang) mampu menyebabkan untuk “melipat” secara abnormal dan mulai menggumpal. Karena saraf merupakan sistem yang teramat vital bagi makhluk hidup dan mengatur kerja sistem tubuh yang lain, kerusakan sel ini akan menyebabkan berbagai gejala seperti dementia (gangguan ingatan), halusinasi, serta kesulitan dalam berjalan ataupun makan. Gerakannya akan menjadi tidak teratur (disorientasi) dan lama-kelamaan akan menyebabkan kematian.

Bagaimana penyakit ini bisa menyerang manusia? Sulit membayangkan rusa akan mengigit manusia, namun penyakit ini bisa menular lewat cara lain, yakni apabila manusia memangsa daging rusa yang telah terinfeksi. Berbeda dengan penyakit lain, memasaknya tidak akan membunuh prion. Satu-satunya cara untuk menon-aktifkan prion adalah dengan menggunakan larutan alkali yang amat kuat dan mengautoklafnya (menggunakan suhu dan tekanan tinggi) hingga 270 derajat Fahrenheit. Sayang, perlakuan seperti ini hanya bisa dilakukan di laboratorium.

Daging rusa sendiri adalah komoditi yang cukup populer di Amerika Serikat, sebab ada kebiasaan berburu rusa untuk kemudian dibikin steak (beberapa restoran juga menyajikannya). Bahkan penelitian terbaru sudah membuktikan bahwa manusia yang memakan daging yang terinfeksi penyakit ini akan teruji positif akan keberadaan prion dalam tubuh mereka. Namun sampai saat ini, belum ada satupun manusia yang terinfeksi menampakkan gejala yang sama seperti rusa yang “gila” ini. Akan tetapi itu bukan alasan untuk lega, sebab di alam bebas, prion ini bisa memerlukan waktu bertahun-tahun sebelum menampakkan gejala awalnya.

Steak rusa

Tentu, penyakit ini tidaklah segarang virus zombie yang bisa menyebabkan manusia bangkit dari kematian. Namun tetap saja, penyakit ini bisa mengancam keberadaan manusia. Tak ada yang mau kan terjangkit penyakit seperti ini. Dan yang lebih mengkhawatirkan, rusa-rusa yang diespor dari Amerika ke luar negeri (untuk hiasan Natal serta petting zoo atau kebun binatang anak-anak) mulai menyebarkan penyakit ini ke seluruh dunia. Tercatat, sudah ada beberapa negara lain seperti Kanada, Norwegia, bahkan Korea Selatan yang rusanya mulai terjangkiti penyakit ini.

Korea Selatan? Gue jadi ingat, adegan pertama “Train of Busan” adalah rusa zombie yang bangkit dari kematian. Apa ini kebetulan?

Sumber artikel:
https://www.vox.com/2019/2/21/18233227/zombie-deer-disease-map


5 comments:

  1. Langsung kepikiran sama berita yang kemarin kubaca, anjing-anjing peliharaan di Norwegia tiba-tiba mati mendadak karena 'unexplained illness'.
    Kalo aku ga salah, Norwegia salah satu negara yang ada banyak rusa dan mengkonsumsi rusa juga, bukan? Dan banyak orang pelihara anjing pemburu untuk berburu. Ada kemungkinan penyakit ini sekarang menular ke pets?

    ReplyDelete
  2. Jangan - jangan film Train to Busan ini konspirasi wahyudi 🤣

    ReplyDelete
  3. serem... film.train to busan kayanya terinspirasi dari ini nih

    ReplyDelete
  4. Di war world z, juga awal virus zombie dari Korea. Apakah ini pertanda???

    ReplyDelete
  5. Bro coba bikin novel. Kalo udah dalem analisa kontennya, trus punya wawasan luas, knapa nggak nyoba bikin novel.

    ReplyDelete