Friday, November 13, 2015

CREEPY ENCOUNTER: MANUSIA RATA-RATA BERPAPASAN DENGAN 36 PEMBUNUH DALAM HIDUPNYA

 

1433587579152

Gue cuman sekali.

Ceritanya gue dulu pertama kali kerja di Jakarta di daerah Tangerang, di sebuah bimbel (bimbingan belajar). Bimbel itu tergolong elite, sebab murid-muridnya adalah anak-anak dari salah satu sekolah swasta terbaik di Jakarta. Gue dapat gaji yang lumayan tinggi saat itu, sebab biaya les selama sebulan di sana saja dibanderol sekitar sejutaan per muridnya.

Bulan kedua, bimbel gue membuka cabang baru di Jakarta, yakni di kawasan Kedoya (dekat pintu tol Kebon Jeruk). Karena berbagai alasan gue cuman betah bekerja di sana selama 6 bulan, lalu gue keluar dari tempat itu dan mulai bekerja di sebuah sekolah internasional di Pondok Indah.

Gue saat itu dekat ama salah satu murid SMP gue berinisial E dan masih sering kontak ama dia setelah gue keluar. E pernah bercerita tentang guru pengganti gue, yang sekilas sih katanya orangnya asyik, tapi mesum (nggak tau juga apa maksudnya).

Pas gue maen ke bekas tempat kerja gue itu, E lagi belajar di atas sama guru itu dan gue nunggu di bawah. Dia sempet turun sebentar (di tengah jam pelajaran) buat nemuin gue, tapi akhirnya gurunya nyusul ke bawah buat ngajak dia di balik ke kelas. Yah karena dia emang lagi belajar ya gue suruh dia balik naik lagi ke kelas.

Gue hampir lupa tentang kejadian itu dan setelah hampir 1,5 tahun berlalu, saat gue sudah kerja di Surabaya, gue dapet kabar dari BBM mantan anak didik gue itu. E menceritakan tentang kasus pembunuhan yang lagi gempar di televisi.

“Coba tebak pak siapa pelakunya. Guru gue.”

“Ah masa?”

Gue nggak percaya dong soalnya dia anaknya emang suka becandaan. Namun dia ngasih link ke salah satu situs berita yang cukup terpercaya. Gue kaget begitu membukanya, sebab ada wajah kepala bagian bimbel (mantan atasan gue) tengah diwawancarai. Ternyata berita itu benar. Guru pengganti gue itu ternyata ditangkap polisi atas kasus pembunuhan.

Nama bimbel itu gue samarkan, tapi kalian mungkin bisa memperolehnya dari situs berita.  Nama si guru itu Priyo, dan nama korbannya adalah Deudeuh (Tata Chubby), PSK yang terbunuh di kamar kostnya.

image image

Gue berpikir, seandainya gue nggak pernah keluar kerja saat itu, pasti Priyo nggak akan bekerja di bimbel tersebut. 

Jika ia nggak bekerja di bimbel tersebut, mungkin dia nggak akan dapat gaji yang tinggi (dia drop out kuliah alias nggak lulus S1, jadi bisa dipastiin dia bakalan kesulitan nyari kerjaan di tempat lain).

Jika dia nggak dapat gaji tinggi, mungkin dia nggak akan punya uang untuk dihabisin di PSK.

Dan jika dia tidak memakai jasa PSK, mungkin Deudeuh masih hidup.

Ya, mungkin jika gue nggak keluar kerja, mungkin cewek itu masih hidup.

Dan yang lebih aneh lagi, tempat terbunuhnya si cewek itu adalah di tempat kostnya di daerah Tebet. Gue sendiri pernah bekerja di daerah Tebet selama beberapa bulan sebelum akhirnya pindah ke Surabaya. Mungkin saja, at one time, gue pernah berpapasan sekilas dengannya tanpa gue sadari, I don't know.

Itu pengalaman gue, sekali (sekilas pula) berpapasan dengan seorang pembunuh. Dan entah, berapa pembunuh lagi yang gue jumpai dalam kehidupan tanpa sedikitpun gue sadari.

Dan mungkin kalian juga tengah berpapasan dengan seorang pembunuh saat membaca cerita ini.

4 comments:

  1. feeling guilty ?? you shouldn't

    -seihanda

    ReplyDelete
  2. Buset....!!! Tulisan plng akhir elu!

    ReplyDelete
  3. "Dan mungkin kalian juga tengah berpapasan dengan seorang pembunuh saat membaca cerita ini"
    Aku lagi d depan cermin ಠ_ಠ

    ReplyDelete