Friday, November 13, 2015

FRAGRANCE OF MEMORIES: KEMBANG JEPUN, SANG PEMIKAT SEJARAH

 

KOTA TUA (167)

Di artikel gue sebelumnya, gue mencatat acara jalan-jalan gue di Kota Tua, mulai dari Tugu Pahlawan hingga Jembatan Merah. Kali ini gue akan membahas khusus tentang Kembang Jepun karena ada banyak banget yang bisa gue ceritain dari penjelajahan gue di sini. Menilik nama “Kembang” yang sudah disematkan sejak zaman kolonial di wilayah ini, cuman satu hal yang terbersit di benak gue, yakni tempat ini pastinya dulu adalah lokalisasi. Gue nggak tau sih kebenarannya *dan gue nggak kepengen tau* tapi yang gue perhatiin adalah warisan sejarah di sini cukup terjaga, walau jauh dari kata terawat.

Bangunan-bangunan di sini kental dengan pencampuran gaya Eropa dan Tiongkok. Maklum saja sebab wilayah ini dulunya adalah Pecinan. Nah jika kalian jalan-jalan ke sini, jangan segan untuk menyusuri gang-gang sempitnya, sebab di sanalah banyak teronggok sejarah yang kadangkala mengintip dan tak segan menuturkan kisahnya jika kalian mau menyusurinya *buset puitis banget gue hari ini*

KOTA TUA (223)

KOTA TUA (193)   KOTA TUA (179)

KOTA TUA (186)   KOTA TUA (182)

KOTA TUA (177)   KOTA TUA (215)

KOTA TUA (212)   KOTA TUA 2 (26)

Ada sebuah gereja merah kecil yang terselip di sini.

KOTA TUA (220)

Bangunan-bangunan itu mungkin agak kotor ya menurut kalian, tapi menurut gue di situlah sisi artistiknya. Kadang kala gue lebih suka melihat reruntuhan berlumut ketimbang bangunan yang udah dicat putih sebagai bentuk restorasi. Entah kenapa, gue lebih menangkap kesan artistik dari gedung-gedung yang sudah dimakan usia, seakan menegaskan umur dan sejarah panjang yang sudah dikecapnya.

Gue sempat mendengar Jalan Gula yang katanya amat direkomendasikan jika kalian adalah penggila sejarah *kayak gue* dan kebetulan berkunjung ke Kembang Jepun. Namun yang gue cicipi di sana hanya seonggok kekecewaan. Nggak begitu banyak bangunan bersejarah yang menyapa gue. Namun herannya lokasi ini begitu terkenal, ampek gue melihat ada pasangan yang rela menggelar sesi foto pre wedding di sini, sambil nyandar-nyandar di dinding yang udah item dan lumutan. Ngapaeeeen juga mereka?

Ini bagian dari gedung yang mereka pakai untuk pre wedding, nggak begitu spesial sih, tapi tangga lapuknya lumayan keren.

KOTA TUA 2 (42)   KOTA TUA 2 (31)

Gue merasa malahan jalan yang ada di ujung gang Jalan Gula ini *Jalan Karet kalo nggak salah* lebih banyak bangunan tuanya *dan lebih terawat juga*

KOTA TUA 2 (32)

Di sepanjang jalan ini gue malah nemu beberapa kelenteng tua. Emang bukan kelenteng berwarna-warni yang makin mendapatkan kebebasan untuk beribadah semenjak Suharto lengser sih, tapi tetep saja nuansa kekunaannya terkecap amat mistis.

KOTA TUA 2 (45)  KOTA TUA 2 (43) KOTA TUA 2 (52)  KOTA TUA 2 (50)

KOTA TUA 2 (39)

Sekian dulu acara jalan-jalannya di Kota Tua Surabaya. Kalo ada waktu silakan jalan-jalan di sini. Tenang saja, setelah berpana-panas ria menelusuri Kota Tua ini, ada mall kok di deketnya tempat kalian bisa ngadem hehe.

No comments:

Post a Comment