Friday, December 6, 2019

TALES OF PARANOIA #1: THE PECULIAR CASE OF BLAIR ADAMS




Setelah kemarin sempet sibuk dengan “Chronicle of Mother Nature”, gue akan memulai seri “Tales of Paranoia” yang menceritakan kisah-kisah ganjil yang disebabkan oleh gangguan jiwa. Salah satu cerita yang aslinya pengen gue angkat adalah kasus Elisa Lam. Namun gue pikir udah banyak banget media-media Indonesia yang menceritakan kisahnya. Maka dari itu, ketimbang gue buang-buang waktu, gue akan membahas kasus lain yang kurang lebih mirip, yakni kasus yang menimpa Blair Adams.

Blair Adams adalah pemuda 32 tahun asal British Columbia, Kanada dengan kehidupan yang normal. Namun seminggu sebelum kematiannya, perilakunya berubah drastis. Ia tiba-tiba menjadi paranoid dan mengaku bahwa ada seseorang yang berusaha membunuhnya. Ketakutannya itu membuatnya melakukan banyak hal ganjil, antara lain mencairkan seluruh rekeningnya lalu melarikan diri ke sebuah tempat antah berantah di Amerika Serikat. Teman-teman dan keluarganya menganggap ketakutannya ini hanyalah halusinasinya semata.

Namun kenyataannya, tubuhnya kemudian ditemukan tak bernyawa di sebuah tempat parkir.

Dear readers, inilah Dark Case kali ini.

Sama seperti kasus Elisa Lam dimana ia terlihat amat paranoid dengan perilaku ganjil terekam di CCTV lift sebelum ditemukan tewas, kasus yang dialami Blair Adams juga tak jauh berbeda. Perilaku aneh Blair Adams dimulai pada 5 Juli 1996, dimana ia tiba-tiba menarik semua uang di dalam rekeningnya, berjumlah 4 ribu dolar (sekitar 50 juta kala itu). Tak hanya itu, ia juga mengosongkan kotak depoitnya di bank yang berisi barang-barang berharga, seperti uang kontan, perhiasan, hingga batangan emas.

Ia mengatakan pada ibunya dan teman-temannya bahwa ada seseorang yang ingin membunuhnya. Ia juga mengaku telah berhenti tiba-tiba dari pekerjaannya. Hal ini tentu membuat ibunya merasa amat heran, sebab sebelumnya anaknya selalu mengatakan betapa ia amat menyukai pekerjaannya. Blair juga terlihat ketakutan setengah mati dan tak mau lagi tinggal di apartemennya.

Puncaknya, pada hari Minggu, 8 Juli, dengan mengendarai mobil Chevrolet miliknya, ia berusaha menyeberang menggunakan kapal feri dari Victoria, Kanada ke Seattle, Amerika Serikat. Namun setibanya di pos imigrasi, petugas di sana mencurigainya. Perilaku Blair yang kikuk serta terlihat paranoid, ditambah lagi uang kontan berjumlah besar yang dibawanya, sangat cocok dengan profil pengedar narkoba. Karena itu, petugas imigrasi kemudian menolak izin masuknya ke Amerika Serikat.

Namun, perjuangan Blair tak berhenti sampai di situ. Fajar 9 Juli, petugas imigrasi lagi-lagi memergokinya berusaha menembus perbatasan secara ilegal. Ia meninggalkan mobilnya, lalu berjalan kaki menembus semak-semak di tengah malam. Terlihat luka-luka di kaki Blair akibat usahanya itu. Keniatan Blair ini tentu membuat petugas imigrasi kembali curiga. Namun mereka tak punya bukti serta tuduhan apapun untuk menangkapnya, sehingga merekapun melepaskannya.

Masih tak menyerah, Blair kemudian memutuskan pergi ke bandara Vancouver, Kanada dan menyewa sebuah mobil Nissan Altima. Usahanya ketiga kali untuk melewati perbatasan kali ini berhasil dan ia tiba di Seattle, Amerika Serikat. Sesampainya di sana, ia segera menuju ke bandara Seattle dan memesan tiket ke Frankfurt, Jerman. Ia memiliki seorang pacar di sana, namun lagi-lagi keanehan terjadi. Blair, entah dengan alasan apa, membatalkan tiketnya itu lalu menggantinya dengan tiket sekali jalan ke Washington D.C.

Bandara Dulles di Washington DC, salah satu lokasi dimana 
Blair terlihat bertingkah aneh sebelum kematiannya


Setibanya di bandara Dulles, Washington D.C. pada 10 Juli, ia menyewa sebuah mobil Toyota Camri dan melakukan perjalanan jauh lagi, kali ini sepanjang 7 jam, ke Knoxville, negara bagian Tenneseee. Di negara bagian Virginia, mobilnya mengalami kecelakaan ringan sehingga ia berhadapan dengan seorang polisi. Walaupun tak ditangkap, perilaku Blair kala itu menarik perhatian sang petugas yang mengatakan bahwa ia terlihat “amat buru-buru”.

Ia kemudian tiba di sebuah pom bensin di Knox County, namun lagi-lagi hal ganjil terjadi. Seorang petugas pom bensin malam itu menghampirinya karena ia terlihat kebingungan di tempat parkir. Setelah menanyakan ada apa, Blair menjawab bahwa ia tak bisa menggunakan kunci mobilnya. Pemuda itu berusaha membantunya, namun kemudian menyadari bahwa kunci yang dipegang Blair kala itu bukanlah kunci mobilnya. Kunci itu adalah kunci mobil Nissan Altima yang disewanya untuk menyeberang dari Kanada ke Seattle, sedangkan mobilnya kala itu adalah Toyota Camri yang disewanya di bandara Washington D.C. Ketika ditanyai dimana kunci Toyota-nya, Blair menjawab bahwa kuncinya itu telah hilang.

Selain paranoia parah sebelum kematian mereka, ada satu lagi kesamaan antara kasus Elisa Lam dan Blair Adams.

Keduanya melibatkan sebuah hotel.

Hotel dimana Blair seharusnya menginap. Di sinilah ia terlihat diketahui masih hidup

Karena kehilangan kunci mobilnya, Blair lalu diantar oleh sebuah mobil derek (yang juga menderek mobilnya itu) dan didrop ke sebuah hotel bernama Fairfield Inn. Di sana, gelagatnya yang amat aneh masih saja tercium. Ia memesan sebuah kamar dan membayarnya kontan dengan uang 100 $. Namun setelah membayarnya, tiba-tiba saja ia keluar tanpa mengambil kembaliannya. Ia terlihat menegok keluar hotel, seakan telah melihat sesuatu di luar lalu memeriksanya untuk memastikan. Sebuah kamera CCTV menangkap perilaku paranoidnya itu. Selama 40 menit, ia keluar masuk lobi hotel itu untuk alasan yang hingga kini tak bisa dijelaskan.

Ia melakukannya hingga 5 kali.

Ia amat terlihat gugup, ketakutan, seolah-olah cemas akan ada seseorang yang datang untuk menyakitinya, padahal tak ada seorangpun di sana.” begitu pengakuan sang resepsionis hotel yang menerimanya.

Blair kemudian pergi dari hotel itu begitu saja. Ia tak pernah masuk ke kamarnya dan tak pernah kembali lagi ke hotel itu.

Itulah terakhir kali ia terlihat masih hidup.

Sekitar jam 9 pagi pada 11 Juli, dua orang karyawan yang tengah berangkat kerja melewati lapangan parkir di seberang hotel itu dan terkejut ketika menemukan mayat seorang pria terbujur kaku di sana.

Ia adalah Blair Adams, yang tetap tewas walaupun telah berusaha untuk melarikan ribuan kilometer dari rumahnya.

Tubuhnya kini setengah telanjang, dompetnya tergeletak di sisinya dengan isinya berhamburan, termasuk kartu kamar hotelnya. Tak hanya itu, kunci mobilnya yang semula hilang, kini ditemukan bersama mayatnya.

Polisi tak membuang waktu untuk menyelidiki kematiannya, namun satu demi satu hal aneh mereka temukan dan justru menimbulkan lebih banyak pertanyaan. Forensik mengidentifikasi penyebab kematiannya sebagai pukulan benda tumpul di perut yang menyebabkan luka dalam, namun senjata pembunuhan tak pernah ditemukan. Tangan Blair kala itu menggenggam sehelai rambut, mungkin milik pembunuhnya. Namun teknologi DNA kala itu tak banyak membantu.

Karena lokasi tempat Blair Adams ditemukan adalah lokasi terpencil yang biasa digunakan untuk praktik prostitusi hingga bisnis narkoba, ada kemungkinan Blair bertemu dengan salah satu orang dari dunia gelap itu dan mengalami konfrontasi. Mungkin saja ia bertemu dengan PSK, namun berkelahi dengan mucikarinya. Atau mungkin ia melihat sebuah transaksi narkoba yang kemudian membahayakan nyawanya.

Akan tetapi ada satu hal yang tidak cocok dengan teori tersebut. Di TKP ditemukan barang-barang berharga milik Blair seperti uang kontan ribuan dollar hingga batangan emas. Nah sekarang, mucikari/PSK/pecandu narkoba macam apa yang takkan mengambil barang-barang berharga semacam itu?

Perampokan oleh orang yang tak dikenal jelas bukan motif utama pembunuhan ini, jadi hanya tinggal ada satu jawaban: pembunuhnya hanya mengincar satu hal dan tak peduli pada yang lain, yakni nyawa Blair.

Tapi siapa? Orang-orang terdekat Blair menganggap ketakutan Blair bahwa seseorang hendak membunuhnya hanyalah halusinasinya saja, sebab Blair tak pernah terlibat dalam masalah seserius itu. Namun kenyataannya, ia ditemukan terbunuh setelah mengungkapkan ketakutannya itu, bahkan setelah berusaha melarikan diri ribuan kilometer jauhnya.

Satu hal membuat kasus ini berbeda dengan kasus misterius Elisa Lam. Sebelum dibunuh, Elisa memang terlihat paranoid. Namun keluarganya memberi alasan bahwa Elisa sebelumnya memang didiagnosis mengidap bipolar. Sedangkan dalam kasus ini, Blair sama sekali tak pernah didiagnosis mengidap gangguan jiwa, bahkan depresi sekalipun.

Apakah mungkin, sosok yang selama ini ditakutinya adalah benar-benar nyata?

Apakah Blair benar-benar diikuti ataukah itu hanya imajinasinya saja?

Mari kita ulang lagi jejak yang ditinggalkan Blair. Ia terlihat begitu ketakutan sejak hari pertama hingga berusaha melarikan diri ke negara tetangganya, Amerika Serikat. Blair menarik semua uangnya dari bank, menandakan ia tak berniat untuk kembali dan memulai hidup baru di sana, bersembunyi dari apapun yang mengejarnya. Blair pasti benar-benar takut dengan sosok itu, sebab ia sampai nekad berusaha melintasi perbatasan dengan berjalan kaki di tengah malam (walaupun gagal).

Sesampainya di Amerika Serikat, ia langsung menuju bandara dan memesan tiket ke Frankfurt, Jerman. Ia jelas ingin pergi sejauh mungkin dari tempat asalnya, namun hal aneh lagi terjadi. Ia kemudian membatalkan tiketnya dan menggantinya. Kenapa ia melakukannya? Apakah ia melihat seseorang di bandara, sehingga ia tahu kemanapun ia pergi, hingga ke Eropa-pun, ia akan selalu dikejar?

Ia kemudian (dipercaya) memesan tiket secara random ke Washington DC lalu pergi ke wilayah terpencil di Tennesee. Ia sama sekali tak memiliki teman di sana, baginya tempat itu di tengah antah berantah. Mungkin tempat itu dipikirnya cocok untuk bersembunyi. Namun lagi-lagi ia terbukti salah, sebab setibanya di hotel ia (mungkin) melihat sesuatu hingga ia menjadi gugup dan sekali lagi, memutuskan untuk melarikan diri. Namun sayang, kali ini nasibnya berakhir naas. Tubuhnya ditemukan tak lagi bernyawa keesokan harinya.

Yang jelas, hanya ada dua kemungkinan dari kasus ini. Pertama, Blair mengidap gangguan jiwa sehingga ia mengalami paranoia dan berhalusinasi bahwa seseorang tengah mengejarnya, sedangkan kematiannya hanyalah kebetulan. Kedua: ia benar-benar dihantui oleh seorang pembunuh misterius yang tak segan-segan mengikutinya ribuan mil dari Kanada hingga ke tempat mayatnya ditemukan, bersembunyi di balik bayangan dan menguntit setiap langkahnya.

Kemungkinan kedua merupakan yang paling menakutkan, sebab siapapun pembunuh itu, ia jelas seseorang yang gila dan psikopat sejati.

Ada satu hal lagi yang menarik perhatian gue. Kunci mobil. Di pom bensin, ia sempat mengaku kehilangan kuncinya yang lenyap entah kemana. Namun begitu mayatnya ditemukan, kunci mobil itu berada di TKP bersama dirinya. Apakah sang pembunuh sengaja mengambilnya diam-diam supaya Blair tak bisa kabur lebih jauh lagi, lalu meninggalkannya di TKP sebagai sebuah “suvenir”?

Hingga kini, kematian Blair Adams tak pernah terpecahkan. Keluarganya pun sudah mengikhlaskannya dan tak mau mengungkit kenangan menyakitkan itu. Apakah Blair Adams adalah seorang paranoid ataukah memang ada psikopat yang sakit jiwa menguntitnya, kita mungkin takkan pernah tahu.

SUMBER: Wikipedia


8 comments:

  1. Gue punya teori/tebakan tentang nih kasus,
    Si Blair Adams mungkin ngalamin yang namanya stress pasca trauma, si blair ngalamin kejadian yang bikin dia trauma dan kemudian jadi paranoid.

    Contohnya : dia kagak sengaja menyaksikan transaksi narkoba, tapi ketauan dan kemudian mencoba lari waktu lari ini si blair sama si pembunuh/orang yang lagi trasaksi(sebut saja mawar) udah saling liat wajah satu sama lain, abis kejadian itu dia jadi trauma dan ngebayangin(berhalusinasi/delusi) bahwa orang yang di anggap mau bunuh dia ada di mana-mana(paranoid) padahal itu cuman orang lain yang dia anggap adalah si mawar.

    Tapi gue juga bingung sama cara matinya nih orang dia mati jelas-jelas karna di bunuh dan harta bendanya masih ada, jadi siapa yang bunuh si blair???
    Nih kasus gak bakalan terungkap kalo si pembunuh gak ke tangkep(kalo ke tangkep juga mungkin bakalan bertambah pertanyaan tentang nih kasus), akhir kata cuman Tuhan yang tau apa yang terjadi sama si blair.

    #Hanya_Pendapat

    ReplyDelete
    Replies
    1. tumben mawar skrg jadi orang jahat. biasanya jadi korban mulu

      Delete
  2. Hmm, ada unsur supranatural mungkin? Atau dunia sihir Harry Potter bener-bener ada dan pelakunya itu penyihir? Atau alien?

    Soal kunci mobil sih, kemungkinan besar ngga ilang, tapi oarena Blair pikirannya lagi kacau, ga ketemu padahal ada di dia

    ReplyDelete
  3. Bang dave, jumat kemarin (6 Desember) aku ultah loh. Dan pas aku ngecek blog abang, aku mikir "bang dave udah update belum ya?" dan ternyata udah! Makasih banyak buat kado dari abang ya bang, meski kota ngga kenal dan abang ngga ada niatan juga posting ini sebagai kado wkwkwk.

    Pokoknya makasih banget bang! Ditunggu lanjutan cerita the purge-nya

    ReplyDelete
  4. justru yang aneh ketika blair ga pesen tiket dari canada ke jerman, tapi lebih memilih ke AS dulu

    ReplyDelete
  5. Tiba-tiba keinget sama film It Follows. Apa mungkin sesuatu yg ikutin dia, emang gak bisa dilihat oleh semua orang? Hanya orang-orang tertentu yg secara sengaja maupun gak sengaja melakukan sesuatu yg nge-trigger sesuatu buat ikutin dan mau bunuh mereka?

    ReplyDelete
  6. Jgn2 yg ngikutin dia grim riper

    ReplyDelete