Tuesday, September 3, 2013

URBAN LEGEND #03: SARAH

 

SARAH

sarah

Aku selalu ingin punya adik kecil. Aku anak tunggal, jadi aku selalu sendirian di rumah. Karena itu, saat kedua orang tuaku pulang dan membawa Sarah, aku sangat gembira. Dia sangat lucu! Aku tak sabar ingin segera bermain bersamanya.

Pada hari2 pertama, ia selalu tidur di kamar orang tuaku. Ia selalu menangis. Kadang kami tak bisa tidur semalaman karena tangisannya. Ayahku lalu membuatkan kamar untuknya di basement. Ia membuatkan tempat tidur dengan kerangkeng, agar ia tidak jatuh atau merangkak keluar dari tempat tidur. Kadang2 aku turun ke basement untuk melihat keadaannya. Ia berbaring di sana dengan matanya yang lebar, menatap langit2.

Orang tuaku mengingatkan untuk tidak memberikan benda yang tajam kepadanya, mereka takut Sarah akan melukai dirinya sendiri. Aku memberikannya beberapa mainanku melalui sela2 jeruji. Namun ia selalu marah dan membantingnya keluar sambil mulai menangis. Kurasa Sarah tak begitu mempedulikan mainan.

Ketika mulai sekolah, aku merasa berat harus meninggalkan Sarah di rumah. Namun ibu berkata bahwa Sarah belum siap untuk sekolah. Sepulang sekolah, aku selalu menceritakan kepadanya hal2 yang aku pelajari di sekolah. Aku menggambar bersamanya dan bermain dengannya.

Aku takkan pernah melupakan hari dimana aku pulang dari sekolah dan Sarah tak ada dimanapun. Ranjangnya kosong dan semua pakaiannya lenyap. Ibu hanya duduk di dapur sambiil menghisap rokok. Ia terlihat sangat sedih. Waktu aku menanyakan dimana Sarah, ibu mulai menangis.

“Dia tak ada lagi.” Tangisnya.

Aku tak mengerti, “Kita harus menemukannya!” jeritku.

Ibu hanya menggeleng, “Sarah sudah meninggal. Ia ada di surga sekarang.”

Ayah membongkar ranjang yang ia buatkan untuk Sarah. Ia juga membuang semua gambarku yang kubuat bersama Sarah. Orang tuaku tak pernah lagi menyebutkan namanya lagi dan mereka juga menyuruhku melupakannya. Seakan-akan Sarah tak pernah ada.

Aku bingung dengan kelakuan mereka, namun kupikir ini karena mereka sangat sedih dengan kepergian Sarah, sama sepertiku.

Hingga suatu hari, ibu membawaku berbelanja. Saat mengantri di kasir, aku melihat sebuah poster di dinding.

Di sana terdapat wajah Sarah. Aku takkan pernah melupakan wajah lucunya.

Di bawah fotonya, terdapat tulisan. Akupun membacanya.

“Hilang. Sarah Wenfield. Umur 16 tahun. Diculik dari rumahnya pada 2011. Jika anda mengetahui keberadaannya, harap laporkan segera pada polisi.”

13 comments:

  1. oh jadi ibu si aku itu menculik sarah ya? btull gak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yup, kayaknya ni harusnya masuk riddle ya hahaha

      Delete
  2. kok sarah umurnya 16tahun pas ada dipencarian? bukannya si sarah jadi anak kecil?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Emang disitu letak twist-nya...hohoho, harusnya masuk riddle nih,,,

      Delete
  3. sarahnya dikasih obat kaya yang di detektif conan? bingung,

    ReplyDelete
  4. kayaknya si aku sendiri umurnya lebih tua dari sarah, makanya dia tetap nganggap sarah seperti anak kecil. awalnya sarah nangis terus karena dia sedih habis diculik. kemudian kayaknya dibunuh deh sama ortunya si aku entah karena apa. tempat tidur kerangkeng dianggap si aku yg pingin bgt punya adik seakan biar tidak jatuh waktu merangkak, padahal maksudnya si ayah biar nggak kabur.

    ReplyDelete
  5. terus sebenernya sarah dibunuh atau..................................
    entahlah gua kurang yakin tentang itu

    ReplyDelete
  6. bentar, diposter itu sarah umurnya 16? mungkin dia ngidap sindrome apa itu namanya yang jadi nggak terlihat kaya umur sebenernya,kaya yang di film orphan itu

    -nothing

    ReplyDelete
  7. Sarah itu nama aku....

    ReplyDelete
  8. Sarah yg di culik berumur 16 tahun,, tpi waktu di bawa dalam kerangkeng... kemungkinan sarah di culik lalu kaki dan tangan ny di potong,, setelah itu di bungkur,, lidah ny di potong agar tak bisa bicara dan hanya bisa menangis....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ente phsyco banget jawaban nya, menyebalkan, merinding dengernya hahah,

      Delete